NovelToon NovelToon
One Night Tragedy

One Night Tragedy

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Dipusingkan oleh pekerjaan, membuat Dakota Cynthia Higgins melampiaskan rasa lelah dengan bersenang-senang di club malam bersama teman. Dia yang sedang mabuk pun ditantang untuk menggoda seorang pria yang tak lain adalah Brennus Finlay Dominique.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, mabuk berat hingga kehilangan akal sehat, Dakota sungguh merayu Brennus hingga terjadi satu malam penuh tragedi. Padahal sebelumnya tak pernah melakukan hal segila itu dengan pria manapun.

Ketika sadar, Dakota benar-benar menyesal. Bukan akibat kehilangan mahkota yang selama ini dijaga, tapi karena pria itu adalah Brennus, salah satu keturunan Dominique. Di matanya, keluarga itu memiliki sifat menyebalkan.

Brennus berusaha untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang terjadi malam itu, tapi ternyata Dakota tidak menginginkan hal serupa. Wanita itu sudah anti dengan keluarga Dominique.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Dakota akui kalau dahulu pernah dan sempat tertarik dengan bosnya. Tapi, itu dulu, sebelum ia tahu kalau keluarga Dominique itu memiliki sifat pemaksa dan pengancam. Tak ada letak sisi baiknya.

Oh ... ralat, masih ada. Loyal.

Tapi, itu tidak membuatnya menjadi tergila-gila.

Sekarang? Justru rasa ingin menghindar. Tak terbayangkan jika harus hidup dengan manusia pemaksa dan pengancam begitu. Pasti maunya menang terus.

Lihat saja. Berkali-kali diusir, tapi tetap tak menurut. Dakota hanya minta Brennus membiarkannya makan siang sendiri dengan tenang. Eh ... pria itu malah duduk di hadapannya.

Sepertinya menyingkirkan pria itu agar menjauh tidaklah semudah menjentikkan jari. Padahal ia tidak salah apa pun dengan Brennus. Kini seperti dikejar-kejar debt collector saja.

Jika sekadar mengusir menggunakan suara tidak mempan, maka Dakota akan mencoba melewati jalur lain. Membuat ilfeel.

“Pesanlah, kau mau makan apa?” Brennus mendorong sebuah menu ke hadapan Dakota.

Wanita itu menyeringai tipis. Kesempatan bagus. Saatnya dia menunjukkan betapa rakus dirinya.

“Aku mau ini, ini, ini—” Banyak sekali menu yang ditunjuk oleh jemari lentik itu. Mungkin sekitar sepuluh hidangan pun ada.

Dakota lalu melirik Brennus, melihat bagaimana reaksi pria itu. Menunggu kesan menghujat atau setidaknya wajah jijik. Namun, belum ada guratan seperti itu. Membuatnya berdecak dalam hati.

“Aku steak saja, medium well. Jangan yang terlalu mentah sekali karena aku tak suka.” Brennus mengembalikan menu pada pelayan. “Daging mentah yang ku suka hanya Dakota,” imbuhnya. Masih sempat saja ia berkelakar.

Maksud hati ingin membuat wanita itu tersipu oleh godaan-godaannya. Tapi, yang didapat justru cebikan bibir malas.

“Cemberut terus, kau itu seharusnya senang ditemani makan oleh pria tampan sepertiku.” Brennus menoel dagu, mengarahkan Dakota supaya tidak melengos terus.

Oke, Dakota melupakan satu hal lagi tentang keluarga Dominique. Narsisnya minta ampun ... tingkat kepercayaan diri setinggi langit hingga menembus ke angkasa dan sepertinya sampai menabrak rasi-rasi bintang atau bahkan planet lain.

“Aku lebih suka makan sendiri.” Dakota menepis tangan pria itu.

“Kalau aku sukanya denganmu.” Brennus ini jelas sekali keturunan Dominique sejati. Maju terus pantang mundur. Dagu tak boleh disentuh, maka sekarang hidung mancung Dakota yang ia cubit sedikit.

Tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan. Dakota berusaha menguatkan dirinya karena lebah itu tidak mau pergi juga. Sesusah itu memang menyingkirkan penyengat.

Sembari menunggu makanan datang, Dakota lebih banyak diam. Brennus dominan berbicara di sana. Padahal jelas-jelas dicueki, tapi tetap gas terus.

Akhirnya satu persatu pesanan pun tersaji di meja juga. Penuh sekali karena Dakota yang banyak memesan di sana.

“Habis?” tanya Brennus memastikan.

“Oh ... jelas. Aku ‘kan rakus.” Sebenarnya tidak, porsi makan Dakota sedikit. Tapi, berhubung mau membuat ilfeel, paksakan saja makan banyak.

“Baguslah, habiskan tanpa sisa.” Brennus mulai memotong steak pesanannya.

Sementara Dakota tidak melihat raut risih sedikit pun. Membuatnya harus berpikir cara yang lebih lagi.

Nampaknya rakus tidak mempan. Ia pun makan menggunakan tangan saja, padahal jelas-jelas di sana ada sendok, garpu, dan pisau.

Risih-risih kau, Brennus. Memangnya siapa yang suka dengan wanita rakus ditambah tidak memiliki etika saat makan? Tidak ada, hanya orang gila saja yang mau. Dakota tersenyum miring tipis setelah bergumam dalam hati.

“Memangnya enak makan pakai tangan? Kau juga belum mencuci tanganmu, kan? Kalau ada kuman dan bakteri terbawa masuk ke dalam, bagaimana?” Brennus menaikkan sebelah alis.

“Oh, baguslah, anggap saja tambah gizi,” kelakar Dakota. Menjawab Brennus itu selalu dengan hal-hal yang asal ceplos tanpa dipikir.

“Begitu, ya? Ku coba juga.” Brennus meletakkan garpu dan pisau. Dia memegang daging sapi panggang itu menggunakan tangan, dan langsung menggigit.

Dakota sampai dibuat melongo. Pria itu kenapa jadi ikut-ikutan, bukannya ilfeel dengan kelakuannya.

“Kau tidak risih?” tanya Dakota.

“Tidak.” Brennus tersenyum, lalu menyentakkan kedua alis. Kau pikir aku tidak bisa membaca gerak gerikmu? Mau membuatku ilfeel, kan? Tidak semudah itu.

1
mamaqe
asik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udah tamat aja thor...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya sah juga, babby nya sudah ngerjain ortunya tuh pengen tau kali masih lanjut apa batal nikahnya kalau dia tes.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wooyy halalin dulu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wkwkwkk baru sebentar di cuekin saja sudah hampir nyerah apa kabar dengan Brennus yg lebih lama berjuang buat kamu Dakota
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sekarang berbalik arah jadi kamu yg harus ngebujuk Brennis, Dakota jadi tau kan rasanya di cuekin dan ngebujuk itu kayak gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah terbukti kan kalau Brennus prioritain kamu jadi nunggu apa lagi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
oowhh punya trauma dari keluarganya toh makanya susah percaya pada orang lain trs gimana tuh ortuny Dakota apa ga nyoba cari anaknya ya, kenapa sih mesti ada perbedaan gender hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari ortu sendiri padahal yg melahirkan sosok laki² juga kan seorang perempuan kenapa mesti pilih² anak perempuan di abaikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kegedean gengsi kamu Dakota tar giliran Brennusnya ngilang kamu yg nyesel juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm Brunnes ga bisa tegas sama Laura jadinya nambah masalah lg
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
coba tuh cara om mu Brennus siapa tau manjur.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hebat perjuangan Brennus pantang menyerah, kayaknya babby'nya ga mau jauh tuh dari daddy nya makanya muntah² trs kalau berjauhan dan giliran nempel sama daddy nya nyaman kan makanya jangan ngeyelan Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bener kan hamil, udahlah Dakota terima takdirmu harus masuk ke keluarga Dominiqeu lagian ngatain mereka keluarga pongah tapi kamu sendiri sama lebih pongahnya berasa serba bisa sendiri padahal hidup itu juga butuh orang lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
manut bae lah Dakota ga usah banyak nolak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dakota keras kepala ga mau denger omongan orang lain berasa paling bener sendiri saja...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Dakota nurut saja sama Brennus ke rs buat diperiksa biar tau kondisimu benar ga nya hamil baru putusin lagi gimnanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmmm tanda² Brennus junior hadir nih jadi kesempatan Brennus menikahi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhhh jadi curiga apa Dakota hamil ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
gkgkgkk moduuss kamu Brennus, pangku² jadi berakhir lebih dari sekedar duduk doang.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
siap² gumoh kamu di ganggu sama Brennus Dakota.🤣🤣
gass lah Brennus maju yrs jangan mundur takut nabrak.🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!