NovelToon NovelToon
Istri Rampasan Mafia Dingin

Istri Rampasan Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya Sonya Munic terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan Sagara Sardi tepat saat akan mengucapkan janji pernikahan. Batara Moretti datang merampas pengantin atas alasan utang keluarga. Padahal keluarga Munic telah mengatur pernikahan Batara dengan Talitha Munic, adik tiri Sonya. Di bawah ancaman nyawa ketua mafia paling berbahaya, Sagara terpaksa menyerahkan calon istrinya.
Tak mudah bagi Sonya, gadis yang terkenal lemah lembut hidup di lingkungan mafia dan sikap dingin Batara yang hanya menganggapnya sebagai istri pelunas hutang. Selain menagih hak suami istri Batara selalu diam dan acuh, saat Sonia mulai berdamai dengan keadaan, satu persatu kebenaran mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit Tersentuh

Di-dia mandi di depanku... batin Sonya, jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya.

​Dengan susah payah Sonya menelan salivanya sendiri yang terasa berpasir. Harus dia akui, tubuh atletis dan proporsional milik Batara seolah memiliki daya magis yang menghipnotis dirinya. Setiap lekukan ototnya mencerminkan kekuatan mutlak seorang penguasa klan mafia. Terutama saat Batara mengangkat kedua tangannya, mengambil sabun cair, dan mulai menyabuni kotak-kotak simetris di bagian perutnya (six-pack) yang keras serta guratan otot di dada bidangnya. Air yang menetes dari ujung rambutnya menciptakan siluet yang sangat seksi sekaligus berbahaya.

​Setelah beberapa menit yang terasa seperti keabadian bagi Sonya, Batara mematikan keran shower. Dia mengambil selembar handuk putih besar dari gantungan, lalu melilitkannya dengan santai untuk menutupi tubuh bagian bawahnya saja, meninggalkan dada dan perutnya yang basah tetap terekspos.

​Batara melangkah keluar dari area shower, mendekati Sonya yang masih duduk mematung di atas kloset.

​"Sudah?" tanya Batara, matanya menatap tajam ke arah mata sayu Sonya.

​Sonya yang mendadak tersentak dari lamunannya hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan cepat berulang kali seperti kelinci yang ketakutan. Dia bahkan lupa apa tujuan awalnya datang ke kamar mandi karena terlalu syok melihat pemandangan di depannya.

​Melihat respons istrinya, Batara kembali membungkuk. Dia mengangkat tubuh mungil Sonya dengan mudah, lalu mendudukkannya di atas meja kecil marmer yang berada di sebelah wastafel besar. Posisi itu membuat tinggi mata mereka kini sejajar.

​Tanpa ekspresi bersalah atau meminta izin terlebih dahulu, tangan kekar Batara bergerak maju, memegang tepian pakaian dalam yang tersisa di tubuh Sonya dan melepaskannya dengan gerakan yang sangat efisien, membuat wanita itu kini benar-benar telanjang bulat di atas meja marmer yang dingin.

​"Ah! Tuan!" Sonya menjerit kecil, tubuhnya tersentak mundur hingga punggungnya membentur kaca wastafel. Dengan panik, dia hanya bisa menyilangkan kedua lengannya di bagian dada dengan erat, mencoba menutupi aset berharganya sementara wajahnya kini sudah semerah tomat masak.

​Batara tidak memedulikan protes tersebut. Watak kakunya membuat dia mengabaikan segala bentuk penolakan yang tidak logis baginya. Dia mengambil sebuah handuk kecil bersih dari laci meja, kemudian membasahinya dengan air hangat dari keran wastafel hingga mengeluarkan uap tipis.

​Batara melangkah mendekat, memperkecil jarak hingga tubuhnya yang hangat hampir menempel pada lutut Sonya. Dengan sangat telaten, teliti, dan lembut, sebuah perhatian detail yang sangat kontras dengan pembawaannya yang kejam, Batara mulai mengusap wajah Sonya dengan handuk hangat tersebut, lalu turun membersihkan leher, bahu, hingga sisa-sisa bagian tubuh Sonya yang terkena noda air kotor kemarin.

​Sonya gemetaran, merasakan sentuhan tangan kasar yang penuh kapalan itu bergerak di kulitnya yang sensitif. Rasa rendah diri mendadak menyerang hatinya saat melihat bagaimana sempurnanya fisik Batara dibandingkan dirinya sendiri yang penuh memar dan bekas luka penindasan.

​"Tu-Tuan... jangan lakukan itu," bisik Sonya dengan suara yang bergetar menahan tangis. "Jangan menyentuhku seperti ini... tubuhku kotor, penuh memar, dan sangat menjijikkan untuk dilihat oleh orang seperti Anda."

​Batara menghentikan pergerakan tangannya di atas bahu Sonya sesaat. Mata hitamnya yang dalam menatap lurus ke dalam manik mata Sonya yang berkaca-kaca, memberikan tatapan mengintimidasi yang membuat napas Sonya tertahan.

​"Tidak bisakah kamu diam?" tanya Batara dengan nada suara yang rendah, datar, dan sarat akan perintah yang tidak boleh dibantah.

​Bagaikan kelinci kecil yang berhadapan dengan serigala penguasa hutan, Sonya seketika mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Dia hanya bisa diam membisu, membiarkan suaminya menyelesaikan ritual membersihkan tubuhnya dengan ketelatenan yang aneh hingga selesai.

​Satu jam kemudian, suasana beralih ke ruang makan pribadi yang terletak di lantai dasar mansion.

​Kini Sonya telah rapi. Batara sendiri yang memilihkan pakaian untuknya dari dalam lemari besar, sebuah dress rumahan berbahan katun lembut berwarna merah muda pastel dengan aksen pita kecil di bagian kerah. Pakaian itu membuat tubuh kurus Sonya terlihat sedikit lebih berisi, memberikan kesan seperti seorang gadis muda yang lucu, polos, dan manja, sangat kontras dengan atmosfer kelam yang biasanya menyelimuti kediaman Moretti.

​Di atas meja makan panjang terbuat dari kayu mahoni utuh, telah tersaji berbagai macam menu makanan mewah untuk sarapan pagi, mulai dari hidangan barat hingga hidangan tradisional yang masih mengepulkan asap hangat.

​Batara duduk di kursi kebesarannya di ujung meja, sudah mengenakan kemeja hitam barunya yang rapi. Dia melirik ke arah Sonya yang duduk di kursi sebelahnya dengan posisi kepala yang terus menunduk.

​"Makan!!" perintah Batara singkat, suaranya terdengar tegas memenuhi ruangan yang sunyi itu.

​Di depan Sonya, seorang pelayan baru saja meletakkan semangkuk bubur ayam hangat yang ditaburi suwiran daging halus dan kaldu aromatik. Namun, Sonya hanya menatap mangkuk itu dengan pandangan kosong. Dia sama sekali tidak memiliki selera makan. Meskipun fakta bahwa dia tidak makan apa pun selama seharian penuh membuat perutnya terasa sedikit perih dan melilit, namun rasa cemas dan ketakutan yang masih tersisa di dalam benaknya membuat tenggorokannya terasa tersumbat untuk menelan makanan.

​Melihat Sonya yang hanya mengaduk-aduk buburnya tanpa memasukkannya ke dalam mulut, kening Batara mendadak mengkerut dalam. Aura tidak senang mulai memancar dari tubuhnya.

​"Perlu aku suapi?" tanya Batara, nada suaranya mendadak berubah menjadi lebih dingin dan tajam, sebuah indikasi bahwa kesabarannya yang tipis mulai diuji.

​Sonya tersentak, langsung mengangkat kepalanya dengan wajah panik. "Ti-Tidak perlu, Tuan... a-aku hanya... aku tidak terlalu lapar—"

​"Duduk!" potong Batara tegas, sambil tangan kirinya bergerak menepuk paha sebelah kirinya sendiri dengan pelan namun bertenaga.

​"Duduk?" Sonya terkejut, matanya membelalak lebar mendengar perintah yang tidak lazim itu. Dia ragu-ragu, tidak berani bergerak dari kursinya sendiri.

​"DUDUK!!!"

​Suara Batara kali ini terdengar jauh lebih keras dan menggelegar, bergetar dengan otoritas absolut seorang ketua mafia yang tidak terbiasa menerima keraguan dari bawahannya, termasuk dari istrinya sendiri.

​Sonya seketika bangkit dari kursinya karena terkejut dan ketakutan yang luar biasa. Namun, karena tubuhnya yang masih lemah dan kepalanya yang mendadak pening akibat gerakan tiba-tiba, keseimbangannya goyah. Belum sempat dia terjatuh, tangan kekar Batara sudah keburu bergerak maju dengan kecepatan kilat, menyambar pergelangan tangan Sonya dan menarik tubuh mungil itu ke dalam pangkuannya.

​Bruk!

​Sonya mendarat tepat di atas paha kiri Batara yang keras seperti batu. Sebelum Sonya sempat meronta atau menjauh, lengan besar Batara sudah melingkar dengan erat namun lembut di sekeliling pinggang rampingnya, mengunci tubuhnya agar tetap bersandar pada dada bidang pria itu. Kedekatan yang teramat sangat ini membuat Sonya bisa merasakan detak jantung Batara yang konstan dan napas hangatnya yang menerpa ceruk lehernya.

​"Makan!" perintah Batara lagi, kali ini tangan kanannya mengambil sepotong roti lapis (sandwich) daging sapi asap yang berada di dekat meja, lalu menyodorkannya tepat di depan bibir Sonya.

​Meskipun jarak makanan itu sudah sangat dekat, Sonya masih terlalu takut untuk membuka mulutnya. Tubuhnya gemetaran hebat di dalam dekapan Batara, matanya bergerak gelisah ke arah para pelayan yang berdiri di sudut ruangan yang kini dengan sengaja membuang muka, tidak berani melihat kemesraan sepihak sang majikan.

​Melihat penolakan diam-diam dari istrinya, Batara mendengus pelan. Watak kejam dan tidak sabarannya membuat dia memilih cara yang lebih ekstrem. Pria itu menarik kembali roti lapis tersebut ke depan mulutnya sendiri, lalu menggigitnya dalam porsi yang cukup besar.

​Sebelum Sonya sempat menyadari apa yang akan terjadi, tangan kiri Batara yang berada di pinggangnya mendadak bergerak naik, mencengkeram rahang bawah Sonya dengan lembut namun kuat, memaksa wajah gadis itu berputar menghadapnya. Batara langsung memajukan wajah tampannya, menempelkan bibirnya pada bibir Sonya, lalu meminta wanita itu memakan langsung kunyahan roti tersebut dari dalam mulutnya melalui sebuah ciuman yang menuntut.

​Sonya melebarkan matanya karena syok yang luar biasa. Rasa hangat dan aroma gandum serta daging sapi dari dalam mulut Batara menyerang indra pengecapnya secara paksa. Meskipun diselimuti rasa takut yang teramat sangat, naluri bertahan hidupnya membuat Sonya tetap mengunyah dan memakan gigitan roti itu dengan perlahan, menerimanya langsung dari bibir sang mafia.

​Di tengah proses penyaluran makanan yang intim namun penuh pemaksaan itu, gerakan bibir Batara yang dominan membuat bibir mereka bergesekkan dan bersentuhan tanpa sengaja dalam sebuah kecupan dalam yang memabukkan selama beberapa detik sebelum akhirnya Batara menarik wajahnya kembali.

​Sonya terengah-engah, wajahnya kini sudah memerah sempurna hingga ke batas lehernya, napasnya memburu tidak teratur dengan dada yang naik turun dengan cepat karena syok emosional yang baru saja diterimanya.

​Batara menatap bibir ranum Sonya yang kini tampak sedikit basah dan kemerahan akibat perbuatannya. Sebuah kilatan aneh yang jarang terjadi melintas di matanya yang sehitam malam. Tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang tetap kaku dan dingin seperti es, pria itu menyeka sudut bibir Sonya dengan ibu jarinya yang kasar.

​"Pembuka yang manis," ucap Batara dengan suara rendah yang parau, tanpa ekspresi sedikit pun di wajahnya, seolah-olah tindakan intim yang baru saja dia lakukan adalah hal yang paling biasa di dunia ini. Pria itu kemudian mengambil garpu, menusuk sepotong sosis hangat, dan kembali mengarahkannya ke mulut Sonya yang masih termangu. "Sekarang, habiskan sisanya sebelum aku menggunakan cara yang sama untuk seluruh makanan di meja ini."

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
oh ternyata Ibu Yooka yang menjadi pengasuh Batar, pantes aja jalau dia paham sama sifat Batara
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
Astaga Batara kamu tega banget sih jadi cowok mentang2 di takuti seenaknya ajs sama perempuan, apa kamu gak kasihan sama Sonya yang ketakutan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
pantes aja si Jenna kasar banget ternyata dia punya obsesi terhadap bosnya sendiri
✮⃝🍌 ᷢ ͩ✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴹᵉᵎzc❖𝐕⃝⃟🏴‍☠️
Talitha harusnya kamu tuh berfikir kenapa orang memilih Sonya, harusnya kanu jadikan pelajaran bukan malah hidup dengan kedengkian
Muft Smoker
kak jgn sampe deeh si batara tdur sama thalita ,,
kasihan Sonya gx pnrh bahagia ,,
lgan si Sonya lemah amat kak ,,
kasih kekuatan super kek si Sonya ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 😭😭😭😭😭😭
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ladalah Jenna masih ada disana kirain sudah dibuang jauh jauh dan ini Sonya kau terlalu lemah sekali kapan kau jadi kuat dan berani 🤔😔😔
SENJA
yaelaaah lemah banget lu kan isteri mafia, hadeeeh berubah dikit kek
SENJA
kirain jena udah dipecat hadeeh
SENJA
jangan terpedaya batara si lacur lagi sandiwara
SENJA
lacur emang lah kau sampah 😤
RANDI Satriandi
tuhh kan.. bener plot twist. ternyata Sonya udh duluan donor darah
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: 🤣🤣🤣🤣 tau aja
total 1 replies
RANDI Satriandi
kok curiga saya.. Sonya abis donorkan darah untuk jevan diam².. biasanya othor yang satu ini bikin plot twist/Applaud//Applaud/
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/iya gitu
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
berani bersikap kurang ajar seperti ini, karena iri hati kah 😂
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
air mata buaya Betina 😑 penuh kepalsuan
Muft Smoker
kak bikin aj dstu mati lampu ,, ad sosok penjaga yg postur tubuh ny sama dg batara ,, yg masuk menggantikn batara ,, pas udh beres lampu nyalah ,, syik syak syok gx tuh si thalita ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂😂
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😑 masa pakai darah Thalita, nnti makin besar kepala diaa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
harusnya gak perlu panggil tuan 🤭🤭
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
gak perlu takut lagii, kmu istri Batara, harusnya mreka yg takut sama kamuu
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
pantas saja ada musuh di balikk selimut 😑
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Batara kena jebakan kahh ini? 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!