NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Mimpi Lagi

Di tengah malam yang sunyi, sekitar pukul dua pagi, Mina mendadak terbangun dari tidurnya. Tenggorokannya terasa sangat kering dan rasa haus yang luar biasa terasa begitu mendera. Dia menoleh ke samping, menatap Gino yang sedang tertidur pulas dengan posisi meringkuk memeluk guling. Untuk sekarang, demi memulihkan mental bocah itu, mereka memang tidur berdua, atau lebih tepatnya Mina yang mengalah untuk tidur di kamar Gino o yang bernuansa biru muda tersebut.

​Mina mengulurkan tangannya ke atas nakas, berniat mengambil segelas air. Namun, saat jemarinya menyentuh gelas kaca di sana, dia mendapati gelas itu sudah kosong melompong. Mina menepuk dahinya pelan, baru teringat jika beberapa saat sebelum tidur tadi, Gino terbangun karena haus dan meminum habis air di gelas tersebut.

​"Aduh, apes banget sih. Mau gak mau harus ke dapur ini mah," bisik Mina malas.

​Dengan langkah gontai dan mata yang masih setengah terpejam, Mina berjalan keluar dari kamar. Sepanjang koridor, dia tidak henti-hentinya menggerutu di dalam hati. Siapa sebenarnya arsitek jenius yang menciptakan bangunan penthouse sebesar lapangan bola ini? Jarak antara kamar tidur dan dapur terasa sangat jauh, membuat kakinya pegal saja hanya untuk berjalan mengambil segelas air di malam hari.

​Sesampainya di dapur yang bernuansa modern minimalis itu, Mina melangkah menuju dispenser air. Dia menurunkan sedikit tubuhnya, memeriksa lampu indikator pada boks air galon. Mina menekan tombol beberapa kali, namun yang keluar hanyalah suara desis kosong. Airnya sepertinya sudah habis total.

​Mina mendengus kesal, lalu membuka kulkas besar di sampingnya. Di sana ada beberapa botol air dingin, namun Mina langsung menggelengkan kepala. Tidak mungkin dia minum air es di malam hari seperti ini, yang ada sistem tubuhnya malah kaget dan dia tidak akan bisa melanjutkan tidurnya nanti. Beruntung, di sudut dapur terdapat beberapa botol galon isi ulang yang besar.

​Dengan lihai dan sisa-sisa tenaganya, Mina mengangkat botol besar itu dan memasukkannya ke dalam boks dispenser bawah.

"Untung aja ini dispenser model baru yang pasangnya di bawah, coba kalau di atas, bisa patah pinggang seksi gue," gumam Mina lega.

​Setelah dispenser menyala, Mina langsung mengisi gelasnya dan minum dengan amat lahap. Segar sekali rasanya. Namun, tepat saat dia sedang asyik meneguk air di gelasnya, sebuah pergerakan cepat terjadi di dalam kegelapan dapur.

​Bakk!

​Tubuh Mina tiba-tiba didorong dengan sangat kuat ke arah pintu kulkas yang keras dan hangat. Gelas di tangannya nyaris terlepas. Sontak, Mina menjerit kaget dan ketakutan setengah mati.

"Astaga! Siapa nih?! Rampok?!" jeritnya histeris.

​Namun, rasa takut dan detak jantungnya yang berpacu cepat mendadak berubah menjadi rasa syok yang luar biasa saat matanya menangkap sosok pria di depannya. Di bawah temaram lampu dapur yang minim, Arsenio berdiri mengungkung tubuhnya. Tatapan mata abu-abu pria itu terlihat sangat tajam, dingin, dan berkilat dipenuhi emosi membara, seolah-olah dia ingin menghabisi Mina saat ini juga.

​Arsenio mendekatkan wajahnya, mengikis jarak di antara mereka hingga Mina bisa merasakan deru napas suaminya yang memburu panas. Pria itu mengucapkan kata-kata yang cukup membuat otak Mina mendadak loading lama karena kebingungan.

​"Sudah berapa kali saya katakan kepadamu, perhatikan pakaianmu, Alicia!" desis Arsenio tajam, suaranya rendah namun sangat mengintimidasi.

​Mina mengerjapkan matanya, bingung. Belum sempat dia mencerna kalimat itu, Arsenio kembali menekankan kata-kata aneh yang terdengar sarat akan frustrasi yang mendalam.

"Jangan memancing saya! Sudah saya peringatkan berulang kali jangan pernah menguji batas kesabaran saya!" tekan Arsenio, suaranya bergetar menahan gejolak yang sejak pagi dia bendung akibat mimpi basah konyol itu. Dan sekarang, melihat Mina di depannya dengan baju tidur tipis tanpa bra, pertahanan Arsenio runtuh total.

​Sebelum Mina sempat mengeluarkan suara untuk membalas, tubuhnya mendadak membeku. Arsenio meraba tengkuknya kasar, lalu sedetik kemudian pria itu mencium bibirnya dengan sangat ganas dan kasar.

​Cup!

​Ciuman itu terasa begitu nyata dan menuntut bagi Mina, sangat berbeda jauh dari mimpi. Sentuhan bibir Arsenio yang panas meredam seluruh pasokan udara di paru-parunya. Bukan itu saja, Arsenio yang sudah kehilangan akal sehatnya akibat gairah yang memuncak langsung menyusupkan kedua tangannya ke bawah paha Mina, mengangkat tubuh wanita itu dengan mudah menuju ke arah meja makan marmer di tengah dapur.

​Arsenio mendudukkan Mina di atas meja, lalu memposisikan tubuh tegapnya tepat di tengah-tengah kedua kaki Mina yang terbuka. Mina masih terdiam kaku, otaknya mengalami error sistem karena terkejut dengan tindakan impulsif sang suami. Namun, keterkejutan Mina berubah menjadi kepanikan mutlak saat dia merasakan sebuah usapan hangat mendarat di area sensitifnya di bawah sana.

​Rupanya, jemari panjang Arsenio tengah bergerak mengelus lembut miliknya dari balik celana dalam renda tipis yang dikenakannya. Sentuhan itu begitu intens, membuat napas Mina seketika memburu pendek-pendek. Mina menatap Arsenio dengan tatapan mata yang penuh dengan kepanikan dan ketakutan yang nyata.

​Namun, Arsenio yang sudah dibutakan oleh kabut berahi justru menangkap tatapan panik itu seolah-olah Mina sedang menggodanya dan menantangnya lebih jauh. Dengan gerakan yang tidak sabaran dan kasar, Arsenio menarik celana dalam Mina ke bawah hingga terlepas sepenuhnya dari kaki ramping wanita itu, memperlihatkan keintiman milik Mina yang kini tidak tertutupi oleh sehelai benang pun.

​"Kamu yang memulai semua permainan ini duluan, Alicia! Jadi terima akibatnya!" tekan Arsenio dengan suara parau yang sarat akan dominasi.

​Arsenio kembali mengusap area sensitif itu berulang kali dengan jemarinya, menciptakan sensasi aneh yang membakar kulit Mina. Pria itu kemudian kembali mencium bibir Mina dengan ganas, tidak memberikan kesempatan bagi istrinya untuk bernapas. Mina tidak bisa berkata apa pun selain diam membeku di atas meja, dia benar-benar tengah syok, terpukul, dan ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi di dapur yang dingin ini. Ini bukan lagi sekadar godaan biasa, ini sudah di luar kendalinya.

​Rasa syok Mina mendadak berubah menjadi rasa sakit yang menyengat saat dia merasakan sesuatu yang asing dan keras mencoba menerobos masuk ke dalam lubang intimnya. Ternyata, itu adalah jari-jari Arsenio yang mencoba masuk dengannya secara sepihak.

​"N-Nggak! Lepas! Mas Arsenio, stop!" Mina mengumpulkan seluruh tenaga terkasihnya, mendorong kuat dada bidang Arsenio menjauh.

​Detik itu juga, air mata Mina luruh membasahi pipinya. Dia menangis terisak, tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan.

"Hiks... tolong lepasin aku... hiks... ampun, Mas... jangan gini... aku mohon, lepasin..." ratap Mina dengan suara yang bergetar hebat, terlihat sangat rapuh seperti seorang korban yang ingin diperkosa oleh suaminya sendiri.

​Melihat air mata Mina yang mengalir deras dan mendengar suaranya yang memohon ampun dengan ketakutan yang amat sangat, kesadaran Arsenio seolah ditarik kembali secara paksa dari jurang kegilaan. Pria itu tersentak, menatap wajah menangis Mina dengan pandangan yang perlahan menjernih. Saraf-sarafnya mendadak mendingin seketika.

​Arsenio perlahan menarik kembali jemarinya, lalu dengan gerakan kaku dia menurunkan tubuh Mina dari atas meja makan, membiarkan kaki wanita itu kembali berpijak di atas lantai marmer yang dingin.

​Begitu kedua kakinya menyentuh lantai, Mina tidak membuang kesempatan sedetik pun. Tanpa memedulikan celana dalamnya yang tertinggal di lantai dapur, dia langsung berbalik arah dan berlari sekencang mungkin, meninggalkan area dapur menuju ke arah kamarnya dengan langkah yang tergesa-gesa dan isak tangis yang masih tertahan.

​Di dapur yang kembali sunyi, Arsenio berdiri terpaku di samping meja makan. Wajahnya terlihat mengeras dan napasnya masih naik-turun, dipenuhi oleh rasa campur aduk antara amarah, frustrasi, dan rasa bersalah yang asing. Dia menatap telapak tangan kanannya, di mana pada ujung jemarinya kini terdapat sisa cairan bening alami milik Mina yang tertinggal akibat pergulatan tadi.

​Tanpa berkata apa pun, dan dengan ekspresi wajahnya yang kembali berubah menjadi dingin dan cuek, Arsenio perlahan memasukkan jemari yang basah itu ke dalam mulutnya sendiri, mencecap sisa keintiman wanita yang baru saja melarikan diri darinya.

​"Manis... dan sedikit asin," ucap Arsenio lirih, suaranya terdengar begitu bariton dan misterius di kegelapan malam, sebelum dia akhirnya berbalik melangkah pergi meninggalkan dapur yang dingin itu.

Bersambung....

Kasian kalian kena prank hahahaha.🤭

Ngomong-ngomong mau nanya guys, memang part nya terlalu banyak ya? Ada yang komen katanya ngebosenin karena part terlalu panjang, atau author pendekin aja supaya lebih enak di baca, menurut kalian gimana guys?.

1
Nadira ST
tinggal kabur ngilang ngapain bertengkar nguras tenaga emosi,dengar bertengkar tidak bisa mencari solusi kalau keadaanya memanas
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!