NovelToon NovelToon
Arumi

Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​Dicap sebagai janda rendahan, dipermainkan oleh pria tak bertanggung jawab, dan dicemooh oleh keluarga sendiri karena kemiskinannya, Arumi memiliki segalanya untuk hancur. Namun, Arumi memilih untuk bangkit dari abu.

​Ia mematikan hatinya, menolak bantuan siapa pun, dan bekerja dalam diam hingga namanya disegani.

Saat ia kembali, ia tidak datang untuk memohon. Ia datang untuk menagih setiap air mata yang pernah ia jatuhkan.

​Karena pembalasan yang paling manis adalah kesuksesan yang membuat musuhmu tidak mampu lagi menatap matamu.

Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Arumi.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

Melihat pria bertubuh tegap itu tidak segan-segan mengotori tangannya demi memastikan barangnya sampai dengan selamat, rasa kagum di hati Arumi kian membuncah.

Sifat Bram yang membumi dan penuh tanggung jawab adalah sesuatu yang sangat langka ia temui di dunia bisnis yang penuh dengan kepalsuan.

"Saya turun dulu untuk menyambutnya, Madam," ucap Arumi, mencoba menjaga suaranya agar tetap terdengar datar dan profesional, meskipun ada getaran halus di sana.

"Silakan, Arumi. Jangan buat mitra bisnis kesayanganmu menunggu terlalu lama," sahut Madam Ling dengan nada penuh arti yang sengaja diabaikan oleh Arumi.

Arumi berjalan turun ke lantai bawah, menuju area workshop yang riuh. Begitu melangkah keluar ke teras ruko, hawa udara pagi yang sejuk menyambutnya, berbaur dengan aroma kain baru yang segar.

Bram yang sedang menyeka keringat di keningnya dengan punggung tangan berbalik saat mendengar suara langkah kaki. Senyum hangatnya langsung mengembang begitu melihat Arumi mendekat.

"Selamat pagi, Arumi," sapa Bram. Suaranya terdengar segar dan penuh energi. "Semua pesanan tambahan untuk serat pisang dan sutra organik sudah sampai. Saya sengaja ikut untuk memastikan tidak ada keterlambatan satu jam pun hari ini."

"Selamat pagi, Bram. Kamu... benar-benar tidak perlu sampai ikut mengangkat kain seperti itu. Kamu itu pemilik perusahaan, lho," ujar Arumi, menatap noda debu kecil di lengan kemeja Bram dengan perasaan yang campur aduk antara gemas dan kagum.

Bram terkekeh pelan, melangkah mendekat hingga aroma maskulin yang menenangkan dari tubuhnya kembali tercium oleh Arumi.

"Bagiku, bisnis bukan cuma soal duduk di belakang meja dan menerima laporan keuangan, Arumi. Terutama jika bisnis ini melibatkan masa depan A.R Design. Aku ingin memastikan fondasi kita benar-benar kuat."

Kata 'kita' yang diucapkan Bram terasa begitu alami, namun sanggup membuat debaran di dada Arumi kian menjadi-jadi. Arumi buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah gulungan kain di atas truk untuk menyembunyikan rona merah yang mulai menjalar di pipinya.

"Oh ya, selamat atas artikel pagi ini," lanjut Bram, suaranya melunak, dipenuhi ketulusan yang mendalam. "Aku sudah membacanya saat di jalan tadi. Karyamu benar-benar mendapatkan tempat yang layak, Arumi. Aku sangat bangga padamu."

Arumi mendongak, menatap mata Bram yang teduh di balik kacamata tipisnya. Pujian dari Bram rasanya berbeda dari pujian para kritikus mode di majalah tadi. Pujian pria ini terasa langsung menyentuh hatinya, memberikan validasi atas semua air mata dan malam-malam tanpa tidur yang telah ia lewati selama ini.

"Terima kasih, Bram. Keberhasilan ini juga karena bantuanmu," kata Arumi tulus. "Maukah kamu naik ke atas sebentar? Aku baru saja menyeduh kopi hitam, dan... Kirana sepertinya juga ingin menunjukkan kelanjutan lego yang kamu berikan kemarin."

Mata Bram berbinar mendengar ajakan itu. "Dengan senang hati, Arumi. Kopi hitam dan proyek lego bersama jagoan kecil terdengar seperti kombinasi terbaik pagi ini."

~~

Di ruang tengah lantai dua, suasana mendadak terasa begitu hidup. Bram duduk di lantai beralaskan karpet bulu bersama Kirana, sibuk menyusun balok-balok lego berwarna-warni menjadi sebuah bangunan menara yang tinggi.

Bram tampak sangat sabar mendengarkan celotehan polos Kirana yang menceritakan tentang cita-citanya ingin menjadi putri duyung yang bisa menjahit baju.

Arumi berdiri di dekat meja dapur, bersandar pada konter sambil memegang cangkir kopinya, mengamati pemandangan di depannya dengan tatapan yang hangat.

Ada perasaan damai yang begitu pekat merayap di hatinya. Pemandangan seorang pria yang memperlakukan putrinya dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang adalah sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Bahkan Reza dulu jarang sekali memiliki waktu atau kesabaran untuk sekadar duduk di lantai bersama Kirana. Reza selalu sibuk dengan dunianya sendiri, dengan egonya, dan dengan ambisinya yang buta.

Melihat bagaimana Bram tertawa lepas saat menara lego mereka runtuh, Arumi merasakan secercah ketakutan kecil menyelinap di antara rasa kagumnya.

'Jangan terlalu nyaman, Arumi,' sebuah suara peringatan bergema di dalam kepalanya. 'Kamu baru saja keluar dari neraka. Jangan biarkan dirimu jatuh cinta lagi dan berakhir dengan luka yang sama.'

Arumi menarik napas dalam-dalam, menegakkan tubuhnya, dan mencoba memasang kembali topeng profesionalnya.

Namun, hatinya menolak untuk berbohong. Di balik ketakutannya, ada keinginan yang sangat besar untuk mempercayai bahwa tidak semua pria di dunia ini sama seperti masa lalunya. Dan Bram adalah bukti nyata bahwa ketulusan itu masih ada.

"Ibu! Lihat, menara Om Bram tinggi banget!" panggil Kirana, membuyarkan lamunan Arumi.

Arumi berjalan mendekat sambil tersenyum manis, meletakkan cangkir kopinya di atas meja. "Wah, hebat sekali. Tapi sekarang sudah jam sepuluh, Kirana harus minum obatnya dulu, ya."

"Yah..." Kirana merengut manja, namun tetap patuh saat Arumi membantunya meminum sirup vitamin dari dokter.

Bram berdiri, merapikan celananya, lalu menatap Arumi dengan senyuman yang penuh arti.

"Arumi, aku harus kembali ke kantor sekarang. Ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani. Tapi, jika kamu tidak keberatan... besok malam, apakah aku boleh mengajakmu dan Kirana untuk makan malam di luar? Hanya makan malam santai untuk merayakan kesembuhan kaki Kirana."

Arumi tertegun sejenak. Ajakan itu terdengar sangat sederhana, namun implikasinya terasa begitu besar bagi hatinya yang sedang bimbang. Ia memandang Kirana yang langsung mengangguk-angguk penuh harap, lalu kembali menatap Bram yang menunggu dengan sabar tanpa ada kesan memaksa.

Arumi tersenyum, sebuah senyuman yang kali ini lebih rileks, membiarkan pertahanannya runtuh sedikit lagi demi kebahagiaan putri kecilnya, dan mungkin, demi kebahagiaan dirinya sendiri yang sudah terlalu lama ia lupakan.

"Tentu, Bram. Kami tidak akan menolak makanan enak," jawab Arumi ramah.

Bram tersenyum puas, sebuah binar kemenangan kecil terpancar dari matanya. "Sampai jumpa besok malam, Arumi. Kirana, Om pulang dulu, ya."

Setelah Bram pergi, Arumi berjalan ke jendela sekali lagi, menyaksikan mobil sedan biru laut milik pria itu bergerak meninggalkan kawasan ruko. Roda nasib Arumi kini telah berputar sepenuhnya.

Di luar sana, dunianya yang baru di industri mode Indonesia telah terbuka lebar, meninggalkan masa lalunya yang kian meredup menjadi debu.

Namun di dalam sini, di dalam hatinya sendiri, sebuah babak baru yang penuh dengan kehangatan tersembunyi juga baru saja dimulai. Dan kali ini, Arumi siap melangkah maju dengan mahkota yang kian berkilau di atas kepalanya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Patrish
Kirana permpuan kan ya?
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Patrish
ayook Arumi....semangat.....ada pengagum baru..semangat❤❤
Patrish
Reza licik...menyerang anaknya sendiri
Yunita Asep
sudah tamatkah., ?
Yunita Asep
lanjuttkaaannn...
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
siiaaapp...
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
hebat euy.. Arumi... semangaatt..!!
Yunita Asep
woww kerreenn.. Arumi... lanjuutt...
Yunita Asep
thorr.. punya dendam ap y DindaRini kok julid amat gitu.. am Arum...
Yunita Asep
ah gk sanggup terus bcnya... thorr... tapi penasaran....
Yunita Asep
ya Allah sedihnya...
Yunita Asep
kasian Arumi thorr...
Yunita Asep
kasiannya Arumi thorr... nyesek sy bcnya...
Patrish
👍🏻❤👍🏻❤👍🏻❤👍🏻❤👍🏻❤👍🏻❤
Patrish
ayoookkkk...lanjut Arumi...
Yunita Asep
mampir y thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!