Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.
Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...
Apakah harus????.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Terkejut melihat calon suami dan mantan sahabatnya sudah bertemu didepan pintu Catherine yang panik cepat menghampiri keduanya.
"Miko, Syela!!!" Serunya sembari mendekat.
Dengan wajah merah padam gadis itu langsung memeluk lengan sang calon suami. "Kenapa kesini, kan aku udah chat ketemu ditempat biasa" ucapnya melirik tajam kearah Syela. Tapi yang dilirik membuang muka malas.
Miko pun meraih ponselnya, "Maaf aku nggak baca chat nya" katanya. "Catherine kamu tau kalau Syela sudah pulang??" tanyanya kemudian.
Catherine yang sudah menyangka akan mendapat pertanyaan demikian bingung harus menjawab apa, dia belum ada persiapan kejadian ini terlalu cepat dan tidak terduga.
"Ahhh Syela kamu sudah pulang" terpaksa Catherine pura pura terkejut juga.
Syela berdecih "Pulang dari mana, aku nggak kemana mana" jawabnya berani dan tentu saja membuat tatapan tajam Catherine semakin menjadi.
"Kan kamu liat aku tiap hari" tambah Syela lagi dengan senyum miring.
Miko semakin tak mengerti apa yang terjadi saat ini, dia tak bisa menebak drama apakah yang tengah terjadi. "Ini ada apa sih sebenernya".
"Tanya sama calon istrimu itu, dia tau semuanya" ujar Syela kemudian meninggalkan keduanya.
Tapi bukannya bertanya Miko malah salah fokus dengan perkataan Syela, gadis itu sudah tau kalau dirinya akan menikah dengan Catherine. Miko pun melepas pelukan Catherine dan berlari mengejar Syela masuk kedalam rumah.
"Syela tunggu" serunya.
Badan Syela yang kurus terhuyung saat dengan sedikit memaksa Miko menariknya agar berbalik. "Maaf" Miko mengusap lembut pundak Syela sadar atas kesalahannya.
"Mmmchhh, apa lagi sih?" tanya Syela kesal.
"Aku mau jelasin sesuatu dulu Sel, aku....... "
"Soal kamu yang mau nikah sama mantan sahabatku itu?" Potong Syela dan Miko reflek mengangguk. "Udah nggak ada yang perlu dijelasin, bagiku kamu bersedia tanpa penolakan udah cukup jadi jawaban, kamu cocok kok sama dia" tambahnya.
"Nggak, nggak gitu ceritanya Sel".
Syela mendesah panjang karena Miko masih terus mencoba menjelaskan. " Kamu kan tau sendiri kalau aku juga udah punya cowok lain diluar negeri, mau nikah lagi.... So, kita impas kan walaupun itu cuman anggapan kalian".
Miko menaikkan alisnya sejak tadi ada kata kata dari Syela yang terasa ambigu untuknya. "Maksud kamu apa sih Sel, kok dari tadi aku nggak ngerti arah pembicaraanmu kemana?".
Baru saja Syela ingin menjawab asal tapi Catherine kembali datang dengan penuh emosi. " Dia itu udah hamil dan melahirkan seorang anak yang dia sendiri nggak tau bapak nya siapa??!!" ujarnya.
Syela terkejut mendengar pernyataan Catherine bukan karena takut kenyataan terbongkar tapi karena merasa gadis didepannya itu ketakutan jika ia akan merebut Miko kembali, maaf ada niat pun nggak pikir Syela. Lalu hanya karena itu pula Catherine melanggar larangan yang diberikan oleh Handoko tentang menjaga rahasia Syela. Sebegitu inginnya kah Catherine menjadi istri Miko?.
Dan sebenarnya dalam hati Catherine pun sesuai apa yang dipikiran Syela. Dia begitu takut jika Syela membeberkan semua kenyataan dengan mulutnya sendiri, yang mungkin akan membuat Miko merasa kasihan dan mencoba memaafkan Syela. Keduanya pun kembali bersama dan keinginannya bersama Miko yang dia sukai sejak lama hancur sudah. Tidak semua rencana dia sudah susun rapi dan tak sudi gagal seperti ini.
Sedangkan Miko yang berdiri diantara kedua gadis itupun terkejut setengah mati. "Bener apa yang dibilang Catherine, Sel?" tanyanya bergetar dengan mata berharap jika semua itu tidak benar. Namun harapan itu hancur saat dengan santainya Syela berkata,
"Iya, itu benar".
"Nggak itu nggak mungkin, kalian pasti bercanda iyakan, Syela kamu bohongkan iyakan?" Miko mengusap kasar wajahnya frustasi, harapannya ingin kembali dengan Syela terlepas dari cerita kedua orang tuanya juga Catherine malah semakin jauh saja.
Bukannya menjawab Syela pergi setelah berucap agar Miko tetap disini. Sedangkan Catherine mencoba menghasut Miko dengan kata kata yang menjelekkan Syela. Tapi pria itu diam tanpa berkata apapun, genggaman tangan Catherine pun dia lepaskan kasar.
Suara langkah kaki seseorang membuat Miko mencarinya dan betapa terkejutnya dia melihat Syela mendekat sambil membawa seorang bayi dalam gendongannya. "Kenalkan ini Ansel, putraku" ujarnya yang membuat Miko terpaku.
Menatap tak terbaca pada Syela lalu beralih pada bayi dalam gendongannya, bayi yang nampak tampan dengan hidung mancungnya. "A... Apakah dia anak dari kekasihmu diluar negeri?" ujarnya mencoba bertanya walaupun hatinya amat kecewa.
"Bu....".
Catherine tertawa mengejek " Jelas aja bukan, kan aku sudah bilang dia aja nggak tau Ayah dari anak haram itu siapa, kakek kakek hidung belang kayanya".
"Jaga perkataanmu Catherine" tukas Syela kesal dengan perkataan Catherine yang menyebut putranya anak haram, walaupun mungkin benar apakah gadis yang dulu menyebut dirinya tante itu pada putranya bisa berkata sekasar itu.
"Diam Catherine, aku bertanya pada Syela!!!" bentak Miko yang membuat Catherine terdiam.
"Sel".
"Bukan urusanmu Ayahnya siapa, yang harus kamu tau hanya Ansel adalah anakku itu saja" jawab Syela tegas.
Tapi tak juga menjawab pertanyaan Miko hingga membuatnya merasa dipermainkan. "Jawab aku Syela, aku perlu jawaban, bukan pengakuanmu" ucapnya menahan amarah.
"Catherine sudah bilang tadi, aku nggak tau Ayah anak ini siapa?".
Miko terdiam kemudian tertawa sumbang dia benar benar marah dengan keadaan ini, dia belum bisa terima jika dengan alasan ini dia tak bisa bersama Syela. "Kalian mempermainkanku, yahhhh???" teriaknya. "Kalian pikir aku bidak catur diatas papan permainan kalian?" tambahnya.
Catherine mencoba menenangkan calon suaminya tapi tangannya ditepis Miko, pria itu malah mencengkram bahu Syela kuat. "Jelaskan yang sebenarnya Syela" pintanya.
"Lepaskan Miko sakit, aku sedang menggendong putraku" ujar Syela.
"Kubilang jelaskan!!!" bentak Pria itu lagi tak perduli jika putra Syela telah menangis akibat suaranya.
"Baik akan kujelaskan" ucap Syela lalu menenangkan bayinya yang untungnya kembali diam setelah sang Ibu menimang nimangnya.
"Kita duduk ceritanya mungkin akan panjang" pinta Syela yang diikuti Miko dan Catherine yang mau tak mau ikut juga.
Setelah meletakkan Putranya disampingnya Syela dan Miko memperhatikan, gadis itupun menceritakan semua yang dia alami sejak pesta tahun lalu diklub itu. Namun tak sedikitpun dia menceritakan sikap kedua orang tuanya. Ceritanya hanya berpusat pada dirinya, ia juga menceritakan kenapa saat itu tak mau menerima Video Call dari Miko.
Ekspresi Miko berubah ubah saat Syela dengan lancarnya bercerita tak menyangka sang mantan tunangan sudah mengalami hal yang tak terduga, gadis itu sangat pandai menyembunyikan semuanya. Catherine yang duduk disebelahnya menyadari perubahan itu membuatnya semakin takut jika Miko bisa menerima keadaan Syela.
Dan pada akhir cerita Miko menatap Ansel lama. "Aku yang akan bertanggung jawab, aku yang akan menjadi Ayahnya" ujarnya mantap.
Dan tentu saja ucapannya mendapat tanggapan yang berbeda dari kedua gadis didekatnya.
"TIDAK!!!!".
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
SELAMAT BERLEBARAN BAGI YANG MERAYAKAN
MINAL AIDZIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
SELAMAT BER
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya