BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
"oh my God, Emangnya yah kalo jodoh tak akan kemana mana!!"pekikan Bianca di tengah lampu dan musik saat melihat Edgar.
Ketika Bianca berlari ke arahnya dan berteriak dengan gembira, Edgar hanya menatapnya dengan dingin.
"ck, ngapain Lo di sini?" tanya Edgar, dengan nada yang tidak ramah.
"ha?,yah kerena gue malas di rumah " jawab Bianca, mencoba untuk mendekati Edgar. Tapi Edgar langsung mundur, menunjukkan bahwa dia tidak ingin dekat dengan Bianca.
"bisa jauh jauh ngak ?!"tanya Edgar suaranya sudah meninggi satu oktaf,yah gadis di sampingnya berhasil membuat cowok dingin ini marah sekarang
"Eh, kenapa gue bau yah?" tanya Bianca sambil mencium ketiaknya kanan kiri. "Ngak kok nih, cium," lanjut Bianca, sambil terus mencium ketiaknya.
"CK, ngak ngerti bahasa manusia ha?!" kesal Edgar, merasa terganggu dengan perilaku Bianca.
"Ca, udah ikutin aja kemauan Edgar, lo jauh-jauh," ujar Samudra, mencoba menenangkan situasi.
"Sini ca," panggil Varsya yang duduk di sofa di samping Kelvin.
"Gak mau gue, mau nya dekat sama Edgar," tolak Bianca, sambil terus memandang Edgar dengan mata yang manja.
"Gue cabut, gue masih ada urusan penting," kata Edgar, berdiri dari duduknya.
"Lah kok Lo pulang sih?" tanya Bianca, menatap Edgar dengan rasa kecewa.
Edgar tidak menghiraukan Bianca, pemuda itu berpamitan dengan temannya dengan tos ala-ala laki-laki.
"Hati-hati, Ed," ujar Samudra, memberikan peringatan kepada Edgar.
Edgar menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Bianca, dia langsung berjalan keluar dari ruangan tanpa memperdulikan Bianca yang masih menatapnya dengan rasa kecewa. Teman temannya hanya diam menyaksikan kejadian itu.
"Bi, yang sabar bi, dapatin Edgar gak segampang balik telapak tangan," ujar Kelvin, pemuda itu sambil merangkul pundak Varsya.
"Varsya, gue bilang lo semalam apa, lo boleh pacaran tapi gak boleh sedekat itu, lo harus jauh-jauh," ujar Velix, menarik tangan Varsya agar menjauh.
"Lah, dia pacar gue," ujar Kelvin, tidak terima.
"Dia memang pacar lo, tapi dia adek kandung gue, gue gak mau yah adek gue lo buat dosa," ujar Velix, dengan nada yang tegas.
"Kalian kenapa malah berantem sih?!" teriak Bianca, melihat Velix dan Kelvin yang kesal.
"Kel, udah lah, lo kan tau Velix tuh posesif banget sama adeknya," ujar Samudra, mencoba menenangkan situasi.
"Abang, aku kan udah pacaran lama sama Kelvin, aku nggak apa-apa kok," ujar Varsya, mencoba membela diri.
"CK, lo ngapain sih larang-larang mulu adek lo pacaran?!" tanya Victoria, kesal.
"Gue gak larang, gue takut kalo bodyguard bokap gue lihat mereka sedekat ini, gue mau lindungi lo, Kel," ujar Velix. "Bokap gue gak mau Varsya pacaran," lanjut Velix, dengan nada yang serius.
"gue anak tunggal, apartemen gua lima,vila tiga bahkan ada mall satu dan itu atas nama gue?,gue yakin itu sudah buat Varsya bahagia ?"tanya Kelvin
"gila, harta ngak menjamin semua nya bahagia Kel, perempuan butuh cinta, waktu dan kasih sayang "ujar Bianca malah mengeluarkan unek-uneknya
"nah betul,karena itu gue punya semua cinta,harta, kasih sayang semuanya gue bakalan kasih ke Varsya, gue akan buktikan jika suatu saat nanti semua wanita di bumi ini bakalan iri sama Varsya"ujar Kelvin tulus memandang Varsya
"gue tau,tapi belum saatnya Kel,Lo ngerti Dikit Napa"ketus Velix
"Gue cabut aja deh, berantem mulu," ujar Almira, yang otaknya sudah mumet tambah dibuat mumet oleh pertengkaran mereka.
"Gue ikut," ujar Bianca, mengangguk setuju.
"Gue juga," ujar Victoria, ikut-ikutan.
"Lah, kok gue di tinggal, Bi woy!" teriak Varsya, merasa tidak ingin ditinggalkan oleh teman-temannya. Tapi sebelum mereka pergi, Varsya memeluk Kelvin dengan erat.
"Sayang, sini," ujar Varsya, memeluk Kelvin dengan kasih sayang.
Varsya lalu mencium pipi Kelvin sekilas, membuat Kelvin tersenyum.
"Sayang, hati-hati, besok aku jemput," ujar Kelvin, mengelus kepala Varsya dengan sayang. Varsya mengangguk, merasa bahagia dengan perhatian Kelvin.
sementara itu Velix yang melihat itu hanya mendengus kesal adeknya ini sangatlah keras kepala
"ca!!"teriak Varsya tapi Almira langsung mendekap mulutnya
"siapa itu ngapain sama Edgar?"