Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16: Video Call
Gundah yang Kirana rasakan sejak tadi pagi saat Hyunjin pergi, hilang entah ke mana seiring dengan wajah Hyunjin yang muncul di layar ponselnya.
"Apa kau sudah tidur?" tanya Hyunjin.
"Iya, baru saja aku akan tidur. Sienna sedang tidak ada, ia bersama dengan Oscar. Kau pun tak ada kabar, jadi aku putuskan untuk tidur lebih cepat," terang kirana.
"Maafkan aku, Kiran. Aku sangat sibuk seharian ini. Beginilah pekerjaanku, mengharuskanku bekerja kapanpun. Tidak ada waktu istirahat yang pasti."
Kirana mengangguk paham. "Iya, aku paham. Kamu tidak perlu khawatir. Yang terpenting kau harus selalu menjaga kondisimu. Jangan sampai melewatkan waktu makan."
"Kekasihku perhatian sekali. Aku senang sekali," ujar Hyunjin bahagia.
"Tentu saja. Aku ingin kau selalu dalam kondisi yang sehat. Jika kau sakit, tidak hanya aku yang akan khawatir, jutaan Stay di seluruh dunia akan mencemaskanmu."
"Aku tidak peduli dengan mereka, yang terpenting jika aku sakit, aku hanya ingin mendapatkan perhatian darimu seorang."
Kirana tidak bisa tidak tersipu. "Aku ingin bertanya sesuatu. Bolehkah?"
"Tentu saja boleh. Tanyakan saja," Hyunjin mempersilahkan.
"Kenapa aku?" tanya Kirana. "Kenapa kamu mau berpacaran denganku? Kita dari negara yang berbeda. Usia kita berbeda. Gaya hidup kita pun berbeda. Lingkungan kita berbeda. Tapi kenapa kamu memilihku?"
"Aku juga tak tahu, Kiran. Aku hanya tertarik padamu. Saat bisa berbicara padamu, aku semakin merasa cocok denganmu. Saat menciummu, aku mulai menyukaimu, dan saat aku menyentuhmu, aku semakin jatuh cinta padamu. Aku sangat menyukai melakukannya denganmu. Aku sangat menyukai saat tubuh kita bersatu. Bagaimana denganmu? Kenapa menerimaku?" tanya Hyunjin dengan penasaran.
Karena Hyunjin menyinggungnya, seketika tubuh Kirana bereaksi. Sekuatnya ia mencoba untuk mengabaikannya.
"Karena... Aku tidak tahu. Aku hanya menyukaimu saja. Itu saja," jujur Kirana.
Ia pun tak tahu persis mengapa dirinya menyambut perasaan Hyunjin. Yang jelas bukan hanya karena Hyunjin tampan. Kirana merasa ada sesuatu dalam hubungannya dengan Hyunjin, entah apa itu yang pasti ia merasa hidupnya kembali sempurna, seperti dulu saat dirinya dan Oscar di awal-awal pernikahan mereka.
Tidak, bahkan lebih dari itu.
"Aku paham maksudmu," ujar Hyunjin setuju. "Aku pun merasakan hal yang sama. Kau tahu, aku ingin segera bertemu denganmu lagi. Aku tidak mungkin pergi ke Jakarta dalam waktu dekat. Bisakah kita bertemu di Paris minggu depan? Aku ada pemotretan dengan Versace. Kita bisa bertemu saat itu. Gunakan kartu yang ku berikan untuk membeli tiket pesawat dan menyewa hotel."
"Jadi benar kau sengaja menyimpan kartumu di sini? Padahal aku bisa membelinya sendiri. Tapi sebelumnya aku ucapkan terima kasih. Baiklah, aku akan mengembalikan kartu ini nanti saat kita bertemu di Paris."
"Kau tidak perlu berterima kasih. Kau bisa gunakan kartu itu semaumu. Tidak perlu mengembalikannya kepadaku. Aku ingin kau berbelanja atau beli apapun yang kau mau. Aku ingin ada notif masuk ke nomorku. Itu sebagai ganti karena aku tidak bisa memberikanmu kehidupan sepasang kekasih yang normal. Aku harap kau memahaminya."
"Kau tidak perlu seperti itu. Tapi baiklah, akan aku pergunakan sebaik mungkin kartu ini. Di jamin kau tidak akan kecewa."
"Memang akan kau pakai untuk apa kartu itu?"
"Banyak. Tunggu saja notifikasi di ponselmu ya."
"Baiklah, aku menantikannya. Oh ya, apakah kau bisa pergi sendirian ke luar negeri?"
"Kamu tidak perlu khawatir. Solo traveling sudah menjadi hobiku sejak dua tahun terakhir. Aku pernah pergi ke beberapa negara sendirian."
"Apa kau pernah ke Korea?"
Kirana menggeleng. "Belum. Tapi aku pasti akan ke sana karenamu."
"Tentu saja. Aku akan membawamu ke hotel paling aman, namun paling nyaman."
"Iya. Tentu saja. Aku tidak sabar untuk pergi ke sana suatu hari."
"Iya. Kau harus ke sini untuk menemuiku."
Kirana mengangguk patuh. Ia pun tidak sabar untuk bisa melihat negeri di mana Hyunjin berasal. Selama ini ia tak pernah tertarik untuk datang ke sana. Tapi kali ini ia ingin lebih mengenal Korea.
"Kiran..."
"Hem?" sahut Kirana dengan gumaman. "Kenapa?"
"Aku juga ingin bertanya sesuatu, tapi aku khawatir kau akan menanggapinya berbeda."
"Katakan saja. Aku yakin bisa memahaminya."
Hyunjin dengan ragu mengatakannya. "Bagaimana menurutmu jika kita melakukan panggilan sks?"