NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Malaikat

Perjalanan Sang Malaikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:970
Nilai: 5
Nama Author: Arkara Novel

Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 011 Part 3 —Kebenaran Yang Disembunyikan

"Hah... Enki kenapa tidak juga pulang?, biasanya ia tidak pernah kembali selarut ini." Seru Zabarin yang rebahan diatas pembaringan, sembari menatap langit kelabu dari jendela didepan nya.

Shi Jian yang sedang menulis sesuatu di buku nya menoleh kearah zabarin, dan membenarkan. "Apa terjadi sesuatu dengan nya?" Tanya Shi Jian khawatir, namun segera ia tepis. Mengingat pemuda itu adalah dewa, tidak mungkin ada seseorang dari dunia ini yang bisa membahayakan nyawa nya.

"Entah lah... Tapi kurasa tidak mungkin, kekuatan nya sangat kuat. Aku tidak ingat sudah berapa kali dilempar keudara karena nya!" Balas Zabarin kemudian, Shi Jian pun mengangguk. Dan kembali fokus menulis sesuatu di buku nya, ia duduk dimeja samping pembaringan zabarin. Tepat menghadap jendela, dengan tinta dan secarik kertas. Ia merajut kata yang indah, namun dengan isi yang tidak jelas.

Langit malam menebal oleh awan kelabu, hanya menyisakan bintang-bintang yang perlahan menembus gelap. Cahaya mereka bergetar lembut, seolah ikut mengawasi kecemasan dibalik jendela rumah kecil itu. Sedangkan bulan sudah hilang setengah tertutup oleh awan, Zabarin menghela nafas. Dan membayangkan sesuatu didalam kepala nya.

Sesuatu yang dari dulu sangat ingin ia lihat, bagaimana indah nya duniaa luar. Dan sistem yang dikatakan telah goyah itu bekerja, selama ini ia melihat dunia dari celah pintu. Namun besok, ia akan melihat semua nya, tidak melalui celah apapun. Tapi melihat langsung dengan kedua mata nya.

Ia memiliki banyak gambaran didalam kepala nya, tentang dataran rumput. Kota megah, lautan Yang terhampar luas. Padang pasir yang tandus, pulau-pulau melayang. Semua gambaran itu pernah ia lihat dari buku milik Shi Jian, sebuah dunia sihir dengan kekuatan magis yang luar biasa.

"Zabarin..." Gumam Shi Jian pelan, membangunkan ia dari dunia imajinasi didalam kepala nya. Zabarin menoleh kearah pemuda itu, Shi Jian pun melanjutkan ucapannya.

"Apa kau sudah nyaman dengan kehidupan ini?" Tanya nya, zabarin bingung namun tetap menjawab.

"Bisa dibilang iya... Hidup seperti ini banyak di impikan oleh orang ramai, namun... Tidak selamanya kehidupan akan berjalan seperti ini saja kan?" Balas nya yang mulai bertanya balik.

"Betul... Kehidupan ini hanyalah awal dari sesuatu yang jauh, tapi... Apakah kau sudah siap meninggalkan zona nyaman ini?" Tanya Shi Jian lagi.

"Siap tidak siap, aku harus siap... Aku tau hal seperti itu akan datang!" Balas nya lagi dan kemudian duduk, agar lebih nyaman untuk berbicara.

"Aku tidak bisa jamin semua nya... Tapi, aku bisa jamin. Setelah kita pergi kekota, semuanya akan berubah!" Ucap Shi Jian. Membuat zabarin bertanya-tanya.

Dan kemudian menggeleng, "Bukan kah kita hanya akan memenuhi undangan saja?" Tanya zabarin, namun Shi Jian tidak lagi menjawab. Membuat pemuda itu sedikit cemas, apa maksudnya?. Tatapan itu, apa mungkin makna dari surat itu lebih besar dari yang tertulis?. Atau apa?.

Saat hendak bertanya lagi, dari luar terdengar seseorang mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Shi Jian bergegas membuka kan pintu, dan terkejut saat melihat Enki pulang sambil menggendong seorang anak remaja dipunggung nya.

"Enki... Siapa anak ini?" Tanya Shi Jian heran, dan kemudian membantu pemuda itu menidurkan remaja yang telah tertidur itu dilantai. Zabarin yang melihat itu juga heran, bagaimana bisa Enki menemukan seorang anak dihutan?.

"Hah... Cerita nya panjang, tapi yang jelas... Dia adalah rekan kita!" Jelas Enki, semakin membuat Shi Jian dan zabarin penasaran.

"Rekan kita?" Tanya zabarin dan kemudian bangkit, saat menyadari tidak adanya getaran tanah saat Enki kembali. Itu biasanya terjadi karena hentakan kaki Azrealon, namun kali ini ia tidak mendengar nya sama sekali. Dan bergegas memeriksa keluar rumah, dan mendapati wilayah itu kosong. Tanpa seekor mahkluk pun diluar sana.

Ia kemudian bergegas masuk kembali dengan keterkejutan luar biasa diwajah nya, mendekat kearah Enki dan berkata. "Jangan bilang anak ini adalah Azrealon?" Tebak nya saat melihat lekat wajah yang tertidur itu, dari warna rambut. Itu sedikit mencerminkan bulu-bulu tipis yang biasanya berada di kulit Azrealon. Dengan warna hijau tua, membuat nya bertanya demikian.

"Azrealon?. Bagaimana Mungkin, dia seekor monster... Bagaimana bisa dia menjadi manusia?" Potong Shi Jian cepat, ia masih belum tau kabar itu. Bagaimana pun, mutasi bisa terjadi pada bintang roh atau monster roh. Sedangkan Azrealon, dia bukan dari ras kedua nya. Melainkan hewan natural yang terlahir didunia ini.

Kedua pemuda itu memandang Enki lekat, sekan mendesak pemuda itu memberitahukan yang sebenarnya. Enki, yang tidak bisa menyimpan rahasia itu lebih lama kemudian berkata, "Cerita nya memang sangat panjang... Tapi yang jelas, anak ini. Memang adalah Azrealon!" Ucap nya membuat kedua orang itu sama-sama membuka mulut nya lebar, bagaimana mungkin hal mustahil itu bisa terjadi.

"Azre sudah menjadi manusia biasa, tapi kemampuan berjalan dan berbicara nya masih seperti monster... Jadi saat ini, ia seperti bayi Yang baru terlahir!" Jelas Enki lagi, yang masih menyisakan keheranan diantara kedua nya.

"Apapun itu... Syukurlah mutasi itu lancar, karena besok kita akan pergi!" Ucap Shi Jian, tidak ingin berbasa-basi lagi. Dan mengatakan yang sebenarnya.

"Pergi?. Kemana?" Tanya Enki, dengan keheranan yang mendalam. Bukan kah mereka tidak memiliki tujuan apapun untuk pergi dari tempat ini.

"Aku mendapatkan undangan dari kenalan ku yang tinggal dikota. Dan besok kita akan pergi kekota... Sekalian membawa zabarin melihat dunia luar!" Jelas nya singkat, sambil menggosok mata kiri nya yang sedikit gatal.

Enki memandang Shi Jian aneh, namun hanya mengangguk, "Baiklah... Aku tidak keberatan, lagipula itu bisa menjadi ujian lanjutan untuk zabarin!" Jawab Enki, setuju dengan rencana itu. Sementara zabarin menunjukkan raut wajah gembira, Enki sudah setuju. Itu artinya, besok ia akan melihat semua yang dahulu ia anggap mimpi.

"Jadi, apa yang akan kau lakukan dengan Azre?" Tanya zabarin dan berbaring di pembaringan, Enki menatap wajah polos Azrealon dan kemudian menjawab. "Mungkin di sepanjang perjalanan, aku bisa sedikit mengajari nya sesuatu untuk menjadi manusia seutuhnya... Kebetulan, aku dahulu pernah menjadi seorang guru!" Jawab nya, membicarakan masa lalu dimana ia masih duduk di kursi pengajar.

"Ide bagus... Kita harus mempersiapkan sesuatu, agar saat tiba dikota tidak dianggap aneh hanya karena sifat Azrealon!" Sambut zabarin.

"Yah... Untuk malam ini kita istirahat terlebih dahulu, besok kita akan bersiap dan langsung pergi." Ucap nya sambil menaruh kertas yang telah ia tulis dari tadi didalam laci meja, dan mengetuk tiga kali pintu laci itu.

Zabarin berbalik dan melihat punggung Shi Jian yang masuk kembali ke kamar nya, ketukan itu. Seperti sebuah kode,namun ia tidak mengerti untuk apa kode itu digunakan. Jadi ia hanya sedikit curiga tanpa bisa berbuat apapun. Dan kembali tidur karena besok mereka akan melakukan perjalanan panjang.

\*\*\*\*\*\*

Malam gelap itu, disaat semuaa orang tertidur. Enki yang masih terjaga memercikan sedikit api di ujung jari nya sebagai penerangan. Berjalan pelan dilantai kayu itu, menuju meja tulis milik Shi Jian.

Ia kemudian mengambil sesuatu dari dalam laci, ketukan yang beberapa jam lalu dibuat oleh Shi Jian. Adalah kode untuk ini, dimana ia melihat secarik kertas dengan tinta yang tertulis sebuah pesan didalam nya.

Enki membaca pesan itu dengan seksama, dari awal dan akhir. Cukup panjang, namun dapat ia pahami. Semakin lama ia membaca, firasat dan kekhawatiran tentang sesuatu Yang akan terjadi membuat nyaa cemas. Undangan itu, bukanlah sesuatu Yang sederhana.

"Sudah kuduga hal ini akan terjadi... Tapi aku tidak menyangka akan secepat ini!" Teriak Enki didalam hati sambil memukul lantai dibawah nya, geram dengan apa yang Shi Jian sampaikan. Ia merasa bersalah, dengan kehadirannya membuat ini semua terjadi.

Entah apa isi pesan yang ditulis oleh Shi Jian sampai membuat Enki seperti itu, namun yang jelas itu pasti sesuatu yang sangat besar. Yang akan terjadi kepada mereka, Enki kemudian merobek kertas itu dan membakar nya menjadi abu. Menghilangkan kebenaran itu dari siapapun, kecuali ia dan Shi Jian.

"Semoga saja... Aku masih bisa berguna!" Seru nya pelan, entah apa yang dia maksud. Setelah itu ia menjatuhkan tubuh nya disamping Azrealon yang tertidur pulas, tidak hanya zabarin. Ia juga khawatir tentang anak ini, mereka berdua bibit baru yang akan melihat kebenaran dunia sebentar lagi. Ia kemudian tertidur dengan pikiran yang tidak tenang.

Membiarkan rasa bersalah dan ketakutan itu menghantui jiwa nya sepanjang malam, menurut nya tidak cukup untuk meminta maaf. Karena kehadiran nya semua terjadi, ia pun tidak lagi membuka mata. Dan tertidur dengan perasaan kacau balau.

Dunia malam hari ini, merupakan saksi dari sesuatu yang besar telah terjadi dari balik lautan. Ribuan bintang menjadi mata untuk semesta, kedamaian langit tidak lagi dapat menidurkan jiwa yang lelah. Melainkan hanya menjadi sebuah teror yang akan menyiksa fisik dan jiwa semua manusia.

1
Anggi
😍
Beliau
mampir kak
Assai Saga
Ceritanya cukup asiik...
HNP_FansSNSD/Army
Yuk baca, like, komen dan follow nya saling 💪. bab baru sdh up, yang suka cerita alur time traveling. soal kaper nanti di perbaiki, baca aja dulu isinya.

judul : Professor & Student: Love Through Time.

ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.
HNP_FansSNSD/Army
Yuk follback balik.
elica
aku udah like nih kak, jangan lupa like back cerita aku ya kak🙏🥺
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞
aku mampir, ceritanya keren 🫶
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞: siap 😊
total 2 replies
Drezzlle
di tunggu kelanjutannya
Arkara Novel: siap bg, awal rilis 3 bab... baru konsisten seminggu 3x —selasa,kamis, sabtu/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!