NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA MAJIKAN

TERJERAT CINTA MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Neysa seorang gadis cantik, terperangkap menjadi pelayan karena suatu alasan. Siapa sangka Anak Majikannya, Darren akan jatuh hati padanya. Seribu cara ia lakukan, agar Neysa jatuh ke tangannya. Namun siapa yang tahu, Neysa yang biasa saja, wanita yang selalu terpojok oleh keadaan itu menyimpan sesuatu hal yang besar. Ternyata ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

...[Antara Tuan dan Pelayan 2]...

...***...

Suasana di ruang makan keluarga Barnes terasa lebih tegang dari biasanya. Meskipun meja makan yang besar terisi dengan makanan lezat, ada sesuatu yang mengambang di udara—ketegangan yang tak terlihat, tetapi sangat terasa.

Nyonya Barnes duduk dengan anggun di ujung meja, mata gelapnya menatap Neysa penuh pertanyaan. Di seberang meja, Darren yang biasanya tidak terlalu peduli dengan percakapan keluarga kali ini tampak serius, matanya tajam mengarah ke ibunya.

Neysa merasa gelisah. Biasanya, ia hanya berdiri di samping Nyonya Barnes, menjalankan tugasnya sebagai pelayan rumah tangga. Tapi kali ini, Nyonya Barnes memintanya duduk di kursi yang biasa ditempati oleh tamu penting. Rasa cemas semakin menggelayuti Neysa. Apa yang akan terjadi?

Setelah beberapa detik keheningan yang canggung, Nyonya Barnes akhirnya membuka suara. "Benarkah kamu berasal dari keluarga Kanneth?" tanya Nyonya Barnes, suaranya datar namun penuh dengan kekhawatiran yang sulit disembunyikan.

Neysa menundukkan kepala, ragu-ragu sejenak sebelum mengangguk pelan. "Iya, Nyonya. Saya memang berasal dari keluarga Kanneth."

Nyonya Barnes mengerutkan kening. Ada jeda yang panjang sebelum dia berbicara lagi. "Keluarga Kanneth...," kata Nyonya Barnes, suaranya sedikit terdengar ragu. "Memang, mereka tidak lagi sekuat dulu, tapi mereka tetap dihormati. Aku pernah mendengar tentang mereka. Meskipun aku tidak terlalu dekat, aku tahu mereka cukup ... kuat dalam pergaulan sosial."

Neysa hanya mengangguk pelan, berusaha tetap tenang. Meskipun keluarga Kanneth sudah lama tidak berkuasa, status mereka tetap terjaga, dan setiap nama besar membawa beban sejarah yang tidak mudah dihilangkan. Tidak mudah hidup dengan bayang-bayang masa lalu yang mengikutinya.

"Tapi... kenapa kamu ada di sini, di rumah ini?" tanya Nyonya Barnes, suaranya kini lebih tajam. "Apa yang membuatmu memilih bersembunyi di sini, di tengah keluarga Barnes?"

Neysa terdiam sejenak, hatinya berdebar kencang. Dia tahu bahwa pertanyaan ini pasti akan datang, dan dia tidak bisa berbohong selamanya. Namun, apa yang harus ia katakan? Keadaan yang sebenarnya jauh lebih rumit daripada yang bisa ia ceritakan.

"Maafkan saya, Nyonya," jawab Neysa akhirnya dengan suara rendah. "Saya punya alasan sendiri untuk berada di sini, alasan yang sangat pribadi. Saya harap Nyonya bisa mengerti kalau saya tidak bisa memberitahukan semuanya."

Ada kesenyapan sesaat. Nyonya Barnes menatapnya dengan tajam, seolah mencoba membaca ekspresi wajah Neysa, mencari tanda-tanda kebohongan. Namun, meskipun matanya tajam, ia tidak melanjutkan pertanyaan itu.

"Baiklah, jika kamu tidak ingin menceritakan lebih lanjut, aku akan menghormati itu," kata Nyonya Barnes dengan suara yang lebih lembut, meskipun masih ada kekhawatiran di balik kata-katanya. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tidak punya niat buruk. Aku percaya kalau kamu bisa menjaga kepercayaan ini."

Neysa merasa seolah sebuah beban berat terangkat sedikit, meskipun ia tahu bahwa semuanya masih jauh dari selesai. Namun, ketika Nyonya Barnes melanjutkan pembicaraan, kata-katanya mengingatkan Neysa bahwa perjalanannya masih panjang.

"Namun, kamu harus tahu," lanjut Nyonya Barnes, "Keluarga Cadmael mungkin tidak akan diam begitu saja. Mereka mungkin akan menjadikan ini sebagai bahan olokan, apalagi untuk Darren."

Darren yang sejak tadi diam, akhirnya mengangkat kepala. Matanya menatap tajam ke arah ibunya, penuh keyakinan. "Ibu, jangan khawatir. Aku akan memastikan bahwa keluarga Barnes tetap berdiri tegak. Tidak ada yang akan menindas kita lagi," ujar Darren dengan suara penuh tekad.

Nyonya Barnes mengangguk pelan, tampak sedikit lega. "Kamu yakin bisa melakukannya, Darren?" tanyanya dengan ragu. "Keluarga Cadmael memang bukan keluarga yang mudah dihadapi."

Darren hanya tersenyum dingin. "Aku sudah memikirkan semuanya, Ibu. Keluarga Barnes tidak akan pernah jatuh lagi."

Namun, saat matanya beralih ke Neysa, senyum Darren memudar sedikit. Ia menatapnya dengan serius. "Aku ingin kamu selalu ada di sini, di sisi kami, Neysa. Apapun yang terjadi. Keluarga Barnes membutuhkan orang-orang yang bisa dipercayai. Kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini."

Neysa terdiam, tak tahu harus berkata apa. Meskipun hati kecilnya ingin mengungkapkan yang sebenarnya, ia tahu ini bukan waktu yang tepat. Ia harus tetap tenang dan menjaga semuanya agar tetap aman.

"Tentu, Tuanku. Saya akan selalu ada untuk keluarga ini," jawabnya dengan suara pelan.

****

Setelah makan malam selesai, suasana kembali hening. Neysa dan Darren kembali ke kamar mereka, meskipun tidak ada kata-kata yang diucapkan di antara mereka. Darren duduk di tepi ranjang, memikirkan segala sesuatu yang baru saja terjadi. Ia tampak bingung, seperti ada yang mengganjal dalam pikirannya.

Neysa hanya duduk di dekatnya, matanya tertuju pada langit-langit kamar. Meski mereka terhubung secara fisik, ada jarak yang semakin lebar antara mereka, seperti ada tembok tak terlihat yang menghalangi kedekatan mereka.

"Aku tahu cara yang aku lakukan untuk mendapatkanmu sangat keterlaluan," ujar Darren akhirnya, memecah keheningan. "Namun, aku tidak menyesalinya."

Neysa menoleh ke arah Darren, matanya penuh keheranan. "Kamu baru menyadari itu?" tanyanya dengan nada kesal. "Seharusnya sejak awal kamu tahu, Darren. Ini bukan tentang kita. Ini lebih besar dari itu. Ini tentang keluarga kita, masa depan kita."

Darren menghela napas panjang, seolah ada beban berat yang ia coba lepaskan. "Neysa, mungkin kita hanya perlu berusaha lebih keras. Kita hanya perlu segera memberi keturunan, dan semuanya akan selesai."

"Itu bukan solusi, Darren. " Neysa melihat suaminya kesal. "Kamu harus mengatakan semuanya pada Ibumu, katakan kalau kehamilan ini palsu. Aku benar-benar tertekan."

"Tidak perlu, siapa tahu besok kamu hamil? Aku rasa kita sudah cukup sering melakukannya. Hanya tinggal menunggu, waktu saja," balasnya, kemudian merentangkan tangan. "Kita tidur sekarang. Tidurlah! Jangan terlalu banyak berpikir."

Neysa mendengus kesal, merasa marah mendengar pernyataan itu. "Apakah semuanya hanya tentang keturunan, Darren?" gumamnya. "Apa kamu pikir semuanya bisa selesai begitu saja? Kamu salah, semuanya lebih rumit dari itu."

"Sudah, tidur. Aku ngantuk. Kita bahas besok lagi."

Setelah beberapa lama, Darren tertidur dengan tenang di sampingnya. Neysa tetap terjaga, memandang wajah Darren yang terlihat damai. Namun, di dalam hatinya, ia merasa bingung dan tak menentu. Semua keputusan yang harus diambil terasa semakin berat. Apa yang akan terjadi dengan dirinya dan Darren? Apa yang akan terjadi pada keluarga Barnes?

Ketika kesunyian menyelimuti kamar, Neysa memiringkan tubuhnya, melihat Darren yang tertidur. Tangannya menyentuh wajahnya dengan lembut, seolah mencari kedamaian di tengah kekalutan yang melanda.

Dalam hati, Neysa berbisik pelan, "Setelah semua ini selesai, aku akan kembali ke keluarga Lawrence. Tidak ada pilihan lain. Aku tidak bisa membiarkan kakakku menang."

Dengan perasaan yang semakin terbelah, Neysa berbaring kembali, menatap langit-langit kamar yang gelap, berharap bahwa suatu saat nanti, semuanya akan menjadi lebih jelas.

B e r s a m b u n g ....

Tunggu part - 2, hari ini posting dua part. Terimakasih. Tinggalkan jejak (⁠^⁠^⁠)

1
asy
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!