NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema di rumah kosong

"Istriku di mana, Nek?"

Pertanyaan itu keluar dari mulut Ravion dengan nada yang tidak pernah ia gunakan sebelumnya. Tidak ada keangkuhan, tidak ada nada perintah. Suaranya pecah, seperti kaca yang dihantam palu. Ia berdiri di tengah ruang tamu rumah utama, menatap kursi kosong yang biasanya diduduki Elfesya saat menyuapi Nenek Lastri.

Nenek Lastri hanya diam, air matanya sudah mengering, menyisakan jejak duka yang mendalam pada kerutan wajahnya. Di atas meja, map cokelat itu masih terbuka, memamerkan dosa masa lalu keluarga Arshaka yang selama ini tersimpan rapat.

"Dia bukan lagi 'istri pajangan' yang bisa kamu perintah, Ravion," sahut Nenek pelan. "Dia pergi membawa seluruh harga dirinya yang selama ini kamu injak-injak. Dia pergi karena dia sadar, rumah ini hanyalah sebuah penjara yang dibangun di atas darah keluarganya."

Ravion mengepalkan tangan hingga kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Ia berlari keluar, masuk ke mobilnya, dan memacu kendaraan itu menuju rumah pribadinya—tempat di mana ia memaksa Elfesya tinggal terpisah.

Begitu pintu terbuka, bau harum jeruk nipis yang biasa menyambutnya mulai memudar, digantikan oleh bau ruangan yang lembap dan mati. Ravion berlari ke kamar Elfesya. Kosong. Tempat tidur itu tertata sangat rapi, seolah tidak pernah ada yang menempatinya. Di atas meja rias, tidak ada satupun perhiasan yang tertinggal.

Namun, matanya tertumpu pada sebuah benda di atas nakas. Cincin pertunangan berlian emerald dan cincin kawin emas itu tergeletak begitu saja di atas selembar kertas catatan kecil.

"Jangan cari aku. Uang di rekening gaji sudah aku ambil hanya sebatas upah kerjaku sebagai sekretaris. Sisanya, termasuk biaya pernikahan ini, anggap saja sebagai cicilan bunga atas hutang nyawa ayahmu pada ayahku."

"Sialan!" Ravion menggeram, melempar vas bunga di dekatnya hingga hancur berkeping-keping.

Ia terduduk di lantai kamar itu. Untuk pertama kalinya, ia menyebut Elfesya dengan sebutan yang selama ini ia sangkal. "Istriku... dia benar-benar pergi."

Selama tiga hari berikutnya, Arshaka Group gempar. CEO mereka yang dingin dan metodis berubah menjadi pria yang meledak-ledak dan tidak fokus. Ravion mengerahkan seluruh departemen keamanan dan detektif swasta terbaik yang bisa dibeli dengan uangnya.

"Cari dia! Periksa semua manifes keberangkatan bus, kereta api, bahkan kapal laut! Cari gadis dengan adik laki-laki berumur lima belas tahun!" teriak Ravion di ruang rapat.

"Pak, kami sudah memeriksa semua rekaman CCTV terminal, tapi sepertinya mereka turun di jalan kecil dan berganti kendaraan pribadi yang tidak terdaftar," lapor kepala keamanannya dengan wajah pucat.

Ravion membanting ponselnya ke meja. Ia merasa sesak. Biasanya, pukul lima sore adalah waktu di mana ia menutup diri dari dunia. Namun sekarang, ia bahkan tidak peduli jika gorden kantornya terbuka lebar. Ia justru merindukan sosok yang biasanya berdiri di depan pintunya, mengingatkannya untuk makan atau sekadar memberikan laporan dengan wajah ceria yang menantang.

Malam itu, Ravion pulang ke rumah utama. Ia menemukan ayahnya, Pak Arshaka, sedang duduk di perpustakaan sambil memegang gelas wiski.

"Papa senang sekarang?" tanya Ravion, berdiri di ambang pintu dengan tatapan penuh kebencian. "Papa menghancurkan Winda Jaya Konstruksi sepuluh tahun lalu, dan sekarang Papa menghancurkan hidupku juga."

Pak Arshaka mendongak, wajahnya tetap datar. "Itu bisnis, Ravion. Dalam bisnis, yang kuat memakan yang lemah. Ayahnya tidak cukup kuat untuk bertahan."

"Tapi dia punya anak! Dia punya keluarga!" bentak Ravion. "Dan sekarang, wanita yang aku... yang menjadi istriku, harus menanggung akibat dari kerakusan Papa. Dia pergi, Pa. Dan dia pergi membawa kebenaran bahwa aku adalah putra dari seorang pembunuh."

Pak Arshaka terdiam, rahangnya mengeras. "Jangan bicara sembarangan. Aku tidak membunuh siapapun."

"Papa membunuh harapan mereka! Papa membuat mereka menjadi yatim piatu!" Ravion berbalik, tidak ingin mendengar pembelaan apapun lagi.

Ia berjalan menuju taman belakang, tempat ia pertama kali melihat Elfesya berbincang dengan neneknya. Di sana, di bawah lampu taman yang temaram, Ravion menyadari sesuatu yang sangat menyakitkan.

Ia merindukan Elfesya bukan karena kontrak. Bukan karena permintaan nenek. Ia merindukannya karena gadis itu adalah satu-satunya orang yang berani menatap matanya dan melihat luka di sana, sementara wanita lain hanya melihat angka di rekening banknya.

"Aku akan mencarimu, Elfesya," bisik Ravion pada angin malam. "Bukan untuk membawamu kembali ke penjara ini, tapi untuk memohon ampunan yang mungkin tidak akan pernah kamu berikan."

Tanpa ia sadari, jam menunjukkan pukul 18.00. Senja telah lewat, dan untuk pertama kalinya dalam lima belas tahun, Ravion Arshaka lupa untuk menutup gordennya. Kegelapan di luar sana tidak lagi menakutkan baginya; yang menakutkan adalah kenyataan bahwa dunianya kini benar-benar gelap karena cahayanya telah padam.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!