NovelToon NovelToon
Sunyi Yang Berisik Season 2

Sunyi Yang Berisik Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Misteri / Horor
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: kucing samge

Jay menikmati hari-harinya yang tenang dan santai—kerja sama rumahnya dengan yayasan berjalan lancar, bersama Malakos dan makhluk dimensi lain. Namun kedatangan Rara mengubah segalanya: batas antar dimensi retak parah, dunia paralel hilang tanpa bekas, dan rumah serta Desa Wening akan ikut lenyap jika tidak dihentikan.

Terpaksa keluar zona nyaman, Jay menjelajahi Titik Diam di seluruh Indonesia dan bertemu orang-orang dengan cara pandang berbeda. Di perjalanan ini, dia menemukan rahasia buku tua yang selalu mengikutinya, serta hubungan kakeknya dengan sang pencipta.

Dengan sikap santainya yang khas, Jay harus membuktikan bahwa berguna tidak selalu perlu kerja keras. Ketika menghadapi sumber Titik Diam yang menyebabkan kekacauan, dia harus memilih: akhiri semua cerita agar tidak ada kehancuran, atau temukan cara agar semua dunia hidup berdampingan—sambil tetap punya waktu buat main game dan makan snack!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kucing samge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 4: "KONFLIK YANG MEMBESAR" part 5

Suara nyanyian dari makhluk-makhluk berbagai dimensi masih bergema di sekitar rumah Jay, membuat setiap sudut ruangan terasa penuh dengan kehangatan dan kedamaian. Zora berdiri di tengah lingkaran yang terbentuk oleh semua makhluk, masih menatap lukisan tua yang kini sudah muncul secara utuh di dinding rumah—seolah telah menjadi bagian dari tembok itu sendiri. Bunga-bunga di tubuhnya berwarna-warni dan mulai mengeluarkan aroma yang sangat harum, menyebar ke seluruh halaman belakang.

"Lukisan ini tidak akan pernah lagi disembunyikan," ucap Zora dengan suara yang penuh dengan keyakinan. Dia melihat ke arah makhluk-makhluk dari Pasukan Kebebasan yang kini sudah berubah bentuk menjadi lebih jelas dan lembut. Beberapa di antaranya adalah makhluk yang dulu pernah menjadi teman seniman itu, kini mereka berdiri bersama dengan wajah yang penuh dengan rasa lega dan harapan.

Makhluk dari dimensi hutan yang pernah membawa kue untuk Jay mendekat ke arah Zora. "Kita bisa membantu kamu untuk membuat karya seni baru," katanya dengan senyum. "Di dimensi kita, ada banyak cara untuk menyampaikan keberadaan kita tanpa harus takut akan penolakan manusia. Kita bisa membuat patung, melukis di atas daun-daun besar, bahkan membuat lagu yang bisa didengar oleh manusia yang memiliki hati yang terbuka."

Zora mengangguk dengan senyum lebar. "Itu sangat bagus," jawabnya. "Aku ingin semua orang tahu bahwa kita ada, tapi dengan cara yang damai dan indah. Tidak perlu lagi dengan kekerasan atau kehancuran."

Sementara itu, Jay masih fokus dengan permainan yang ada di layar televisi, tangannya bergerak lincah memegang kontroler. Malakos duduk di sampingnya, kadang kala memberikan saran tentang cara mengalahkan musuh di dalam game. "Kalau kamu mau menang di level ini, harusnya kamu menggunakan senjata khusus yang ada di balik batu itu," bisik Malakos dengan suara yang sudah kembali santai. Jay hanya mengangguk dan terus fokus pada layar, sambil masih mengemil keripik yang sudah hampir habis.

"Mas Jay, ada kabar baik dari semua Titik Diam!" teriak Rara dengan suara yang ceria. Dia datang dari arah sumur belakang bersama Kala, wajahnya penuh dengan keceriaan. "Titik Diam di Desa Cemara dan Citra Mall sudah mulai pulih. Makhluk-makhluk dari Pasukan Kebebasan yang ada di sana juga sudah mau mendengarkan dan bekerja sama dengan kita!"

Kala menambahkan dengan senyum: "Kita juga sudah membuat kesepakatan baru dengan semua makhluk gaib—aturan masih ada, tapi kini ada cara untuk mengubahnya secara damai jika diperlukan. Semua makhluk punya hak untuk menyampaikan pendapat dan kebutuhan mereka."

Jay menjawab tanpa melihat dari layar: "Ya sudah lah, bagus kan? Jadi nanti aku tidak perlu keluar terus-menerus dan bisa lebih sering rebahan di rumah aja." Dia kemudian mengambil bungkus snack baru dari bawah kursi dan membukanya. "Kalau kalian semua mau makan bareng, silakan aja ya. Aku beli banyak lho dari pasar kemarin—ada juga kue moho yang masih hangat kalau mau."

Semua makhluk mulai berkumpul di sekitar meja yang sudah dibalikkan kembali menjadi keadaan semula. Mereka mengambil makanan yang ditawarkan Jay dan mulai berbicara dengan riang—cerita tentang dunia mereka, tentang rencana mereka untuk membuat karya seni bersama, bahkan tentang rencana untuk membuat festival antar dimensi yang bisa diikuti oleh manusia yang memiliki hati yang terbuka. Zora duduk di dekat lukisan tua, mulai menggambar di udara dengan jari-jarinya yang sekarang sudah menjadi lebih lembut dan halus. Setiap gerakan tangannya membuat cahaya warna-warni muncul, membentuk gambar-gambar baru tentang kehidupan yang damai antara manusia dan makhluk gaib.

"Kita bisa membuat dunia ini menjadi hiburan yang lebih indah untuk semua orang," ucap Zora sambil menunjukkan gambar yang dia buat—gambar tentang manusia dan makhluk gaib yang sedang bekerja sama membuat taman dengan pohon-pohon yang berasal dari berbagai dimensi, dengan bunga-bunga yang bisa berbicara dan buah-buahan yang bisa memberikan energi positif. "Semua dimensi saling terhubung, dan kita bisa membuat koneksi itu menjadi lebih kuat dengan cara yang baik."

Jay akhirnya berhenti bermain game dan menatap gambar yang dibuat Zora. Dia tersenyum dan mengambil satu buah dari makanan yang ada di meja—buah bulat berwarna ungu yang dia dapat dari makhluk dari dimensi bola cahaya. "Bener juga kamu bilang," katanya dengan suara yang lebih serius. "Kalau semua orang bisa hidup damai dan berbagi, dunia akan jadi lebih seru dan tidak ada yang akan merasa kesepian lagi."

Saat itu juga, semua makhluk mulai menyanyi lagi lagu yang sama—lagu yang dulu pernah dinyanyikan oleh seniman itu dan Zora beberapa abad yang lalu. Suara mereka merdu dan penuh dengan makna, membuat cahaya dari batas antar dimensi menyala lebih terang dan membentuk pola yang indah di langit. Di langit-langit rumah, buku tua itu mulai menutup diri dengan sendirinya, lalu terbang ke arah sumur belakang dengan cahaya emas yang lembut. Ia masuk ke dalam sumur dan menghilang, meninggalkan pesan terakhir yang muncul di udara: "ꇙꏂꂵ꒤ꋬ ꂵꋬꀘꁝ꒒꒤ꀘ ꋬ꒯ꋬ꒒ꋬꁝ ꃳꋬꍌ꒐ꋬꋊ ꒯ꋬꋪ꒐ ꁝ꒐ꃳ꒤ꋪꋬꋊ ꌦꋬꋊꍌ ꇙꋬꂵꋬ. ꁝ꒐꒯꒤ꉣ ꒯ꋬꂵꋬ꒐ ꒯ꋬꋊ ꃳꏂꋪꃳꋬꍌ꒐ ꋬ꒯ꋬ꒒ꋬꁝ ꀘ꒤ꋊꉔ꒐ ꒤ꋊ꓄꒤ꀘ ꂵꏂꂵꃳꋬ꒐ꀘꋬꋊ ꇙꏂꂵ꒤ꋬ ꋪꏂꋊ꓄ꏂꋊꍌꋬꋊ."

Malakos melihat ke arah Jay dengan senyum. "Sekarang kamu bisa tenang rebahan dan makan snack saja kan?" katanya dengan nada bercanda. Jay mengangguk dan mengambil lagi beberapa biji keripik. "Ya dong," jawabnya. "Tapi kalau ada acara atau festivalnya nanti, jangan lupa kasih tahu ya. Aku mau ikutan tapi jangan sampai pagi hari ya, soalnya aku kalo pagi ngantuk."

Semua makhluk tertawa dengan suara yang mirip dengan gemericik air dan deru lembut ombak. Di luar rumah, matahari mulai muncul dari balik gunung, menyinari desa Wening dengan cahaya yang hangat dan ceria. Pohon-pohon di sekitar rumah mulai bergerak dengan irama nyanyian yang masih bergema, sementara bunga-bunga di halaman belakang mulai mekar dengan warna-warni yang indah. Semua tampak damai dan penuh dengan harapan—buktian bahwa konflik bisa diatasi dengan cara yang damai, dan bahwa semua makhluk bisa hidup berdampingan sebagai bagian dari hiburan yang sama.

Jay kembali duduk di kursinya dan menyalakan game lagi. Sambil bermain, dia masih mengingat pesan yang dia ucapkan sebelumnya—pesan tentang pentingnya berbicara dan berbagi snack. Dia tersenyum dan berpikir bahwa mungkin saja, itu adalah cara paling sederhana namun paling efektif untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua makhluk, baik dari dunia manusia maupun dari dimensi lain.

1
EvhaLynn
Lari Mbak🏃‍♀️
EvhaLynn
oh pantesan🤭
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baik benar Jay
リズキ・サントソ
👍👍
リズキ・サントソ
santoso 🗿
T28J
gimana nyanyinya, hihihihihi....
Pengabdi Uji
tp klo g galak gpp jg
Pengabdi Uji
kumpulan paracenayang khh🫣
Pengabdi Uji
hmm pantess trnyta?emg ky spesial itu
Pengabdi Uji
hooh pantes ajaa ya trnyta g mngancam
Pengabdi Uji
ini knp dy?? apa di pngaruhi
Tati Hartati
keren banget kak
M. T🌻
keren thor👍
Jing_Jing22
Seperti reuni makhluk halus dan para tuannya.
Jing_Jing22
Cantik loh tulisannya.
Jing_Jing22
Kalau kamu kan udah terbiasa Jay berbeda dengan Dinda
Sishrye
takut nya kalau tetiba makhluk itu berubah jadi jahat
~SasMaya ✧
Thor, baca adegan ini .. jadi inget film Shinbi house ... pemberantas makhluk-makhluk
Sishrye: oh iya bener juga ya kak. btw aku juga sering liat film itu di net tipi😂
total 1 replies
~SasMaya ✧
aelah si Jay, cikinya pasti ga ketinggalan 😂
Mingyu gf😘
mereka ini orang jawa ya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!