NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Benua Fana Tianyun – Kekaisaran Zhao, Ibu Kota Naga Hitam.

Sejak kepergian Zhao Xuan beberapa hari yang lalu, Ibu Kota Kekaisaran Zhao berada dalam ketenangan yang luar biasa. Berkat pencerahan Hukum Ruang dan Ketiadaan tingkat dewa yang ditanamkan Zhao Xuan ke dalam Lautan Kesadaran mereka, kelima penguasa fana itu telah berhasil menembus belenggu dunia.

Di dalam ruang meditasi bawah tanah istana, lima pilar cahaya spiritual yang luar biasa murni melonjak secara bersamaan.

Jue Ying, Jian Yi, Tie Ba, Mu Bai, dan Xin'er membuka mata mereka secara serempak. Fluktuasi Qi yang memancar dari tubuh mereka tidak lagi terasa kotor dan terbatas seperti kultivator Nascent Soul. Kepadatan energi mereka kini menyatu dengan alam.

Mereka telah resmi menginjak ranah Soul Transformation Awal! Di benua fana yang miskin Qi ini, pencapaian tersebut membuat mereka berlima menjadi dewa-dewa lokal yang tak tertandingi.

"Kekuatan ini..." Tie Ba mengepalkan tinjunya, merasakan ledakan tenaga yang bisa menghancurkan gunung hanya dengan angin pukulannya. "Hanya secuil pencerahan dari Tuan, dan kita berhasil melompati batas fana yang mengurung leluhur sekte selama ribuan tahun!"

Jian Yi mengelus pedangnya yang kini berdengung dengan Niat Pedang yang jauh lebih tajam. "Jangan terlena. Tuan memperingatkan kita bahwa tikus-tikus dari langit mulai menyusup kemari. Kekuatan ini diberikan agar kita bisa menjaga kekaisaran, bukan untuk disombongkan."

Mu Bai mengibaskan kipasnya dengan anggun, senyum tipis terukir di wajahnya yang pucat. "Formasi Pertahanan Sembilan Naga Istana telah kuperbarui menggunakan pemahaman ruang yang baru. Bahkan jika seluruh sekte di Benua Tianyun menyerang bersamaan, mereka tidak akan bisa menggores gerbang kota."

Namun, senyum Mu Bai belum memudar ketika sebuah suara retakan yang memekakkan telinga terdengar.

KRAAAAAAAAK!

Suara itu tidak berasal dari istana, melainkan dari langit di atas mereka. Tanah bergetar hebat. Pilar-pilar istana yang terbuat dari emas dan giok retak.

Kelima Anggota Asura itu tersentak. Wajah mereka berubah sangat drastis.

"Itu bukan gempa bumi!" desis Jue Ying, sosoknya seketika melebur ke dalam bayangan. "Itu fluktuasi ruang yang dihancurkan secara paksa!"

WUUUSSSSH!

Kelima penguasa baru itu melesat menembus atap istana, melayang tinggi di atas Ibu Kota Naga Hitam.

Saat mereka melihat ke atas, darah di nadi mereka seolah membeku. Jutaan penduduk fana di bawah mereka menjerit histeris, jatuh berlutut di jalanan dengan teror mutlak.

Matahari tengah hari telah lenyap. Langit Benua Fana Tianyun... terbelah menjadi dua!

Sebuah robekan dimensi raksasa berwarna hitam pekat, sepanjang puluhan ribu tombak, menganga layaknya mulut iblis kosmik. Dari dalam robekan itu, badai ketiadaan menyapu turun, mengubah awan-awan menjadi debu.

Dan dari dalam pusaran kegelapan itu, turunlah barisan kapal perang hitam yang memancarkan aura kematian. Ratusan sosok berjubah hitam pekat berdiri di atas geladak kapal-kapal tersebut. Topeng mereka memancarkan cahaya merah yang haus darah.

Mereka adalah pasukan elit dari Tujuh Penghancur Surga yang dipanggil oleh plakat giok sang Pemimpin!

Tekanan dari ratusan kultivator tersebut menyapu daratan fana. Semuanya berada di ranah Soul Transformation, dan di haluan kapal utama, berdiri tiga sosok komandan yang memancarkan aura mengerikan dari ranah Ascendant Awal!

Hukum alam benua fana berderit, menolak kehadiran kekuatan yang terlalu besar ini, menciptakan petir-petir merah di sekitar kapal mereka.

"Lihatlah alam yang kotor ini," ucap salah satu komandan Ascendant berjubah hitam, suaranya diperkuat dengan Qi, menggema ke seluruh pelosok kekaisaran. "Di sinilah tempat kelahiran Pangeran Bintang yang sombong itu. Sebuah kandang babi yang tidak berarti."

Komandan itu mengangkat tangannya, memegang sebuah gulungan titah berwarna darah.

"Atas perintah mutlak dari Pemimpin. Kekaisaran Zhao harus dihapus dari eksistensi! Cincang setiap makhluk yang bernapas, bakar setiap jengkal tanah, dan hancurkan setiap jiwa yang memiliki hubungan dengan Pangeran Bintang! Jangan sisakan satu debu pun!"

Mendengar deklarasi tersebut, wajah kelima murid Asura memucat, namun mata mereka justru menyala dengan api kemarahan yang luar biasa brutal.

Musuh ini jauh melampaui kemampuan mereka. Tiga Ascendant dan ratusan Soul Transformation! Di atas kertas, Kekaisaran Zhao akan rata dengan tanah hanya dalam setengah tarikan napas.

Namun, di dalam kamus Sekte Asura, kata "menyerah" telah lama dihapus oleh darah dan pedang.

"Mereka berani menghina Tuan..." desis Xin'er, matanya yang indah kini memancarkan Niat Membunuh yang suhunya sedingin es abadi. Rambut hitamnya berkibar melawan badai dimensi.

Jian Yi menarik pedang panjangnya. Ujung pedangnya bergetar, meresonansikan Hukum Ketiadaan yang baru saja ia pelajari. "Jika mereka ingin menyentuh singgasana Tuan, mereka harus melangkah di atas genangan darah kita terlebih dahulu!"

"MU BAI! AKTIFKAN FORMASI!" raung Tie Ba, merobek jubah atasnya, memperlihatkan otot-otot yang kini bersinar dengan silsilah pertahanan tingkat tinggi.

Mu Bai memutar kipas gioknya, menggigit ujung jarinya, dan menyipitkan darahnya ke udara.

"Seni Asura: Segel Sembilan Naga Penelan Surga!"

RROOOOAAARRR!

Sembilan pilar cahaya naga hitam melesat dari empat penjuru Ibu Kota, melilit satu sama lain membentuk sebuah kubah pelindung raksasa yang menutupi seluruh kota. Kubah itu memancarkan aura ruang yang diberikan oleh Zhao Xuan, membuatnya jauh lebih kokoh dari formasi fana mana pun.

Di langit, komandan Ascendant itu mendengus meremehkan. "Formasi cangkang kura-kura dari semut fana. Hancurkan!"

Ratusan prajurit berjubah hitam tingkat Soul Transformation melompat dari kapal perang mereka. Mereka mengayunkan sabit, pedang, dan tombak ketiadaan, menghujani kubah naga hitam itu dengan puluhan ribu serangan mematikan secara serentak.

KABOOOOOOOM! BLAAAAAAM! TRANG!

Ibu kota bergetar hebat layaknya kehancuran. Sembilan naga hitam di kubah itu meraung kesakitan. Retakan-retakan mulai bermunculan di permukaan formasi.

Mu Bai memuntahkan darah segar, wajahnya sepucat kertas. Sebagai pengendali utama formasi, ia menahan sebagian besar serangan balik dari serangan ratusan ahli yang setara dengannya.

"Formasinya tidak akan bertahan lama menahan serangan massal!" teriak Mu Bai, tangannya gemetar memegang kipas.

"Kalau begitu, kita kurangi jumlah mereka!"

Suara Jue Ying terdengar dingin. Sosoknya menghilang sepenuhnya.

Di udara, tepat di luar formasi, tiga prajurit berjubah hitam yang sedang merapal mantra ketiadaan tiba-tiba membeku. Dari bayangan jubah mereka sendiri, sebuah belati hitam pekat mencuat dan menggorok leher mereka dengan presisi mutlak!

Sraaaash! Kepala ketiga prajurit itu jatuh dari langit. Jue Ying muncul sesaat, matanya berkilat membunuh, sebelum kembali melebur ke dalam ketiadaan. Pemahaman spasial dari Zhao Xuan telah mengubahnya menjadi hantu pembunuh yang tak tersentuh!

"Beraninya kau, semut!" Salah satu komandan Ascendant memicingkan matanya. Ia melontarkan sebuah bola api hitam ketiadaan ke arah bayangan Jue Ying.

Namun, sebelum bola api itu mengenai targetnya...

ZRAAAAAK!

Sebuah tebasan pedang raksasa yang membawa Niat Ketiadaan murni membelah bola api itu menjadi dua!

Jian Yi melayang keluar dari kubah pelindung. Jubahnya berkibar, matanya memancarkan ketegasan yang tak tertembus.

"Lawanmu adalah aku!" raung Jian Yi. Bersama dengan Xin'er yang melepaskan badai es hitam dari tangannya, mereka berdua menerjang ke tengah-tengah formasi musuh.

Tie Ba tidak mau kalah. Ia melompat dari puncak menara istana layaknya meriam daging, menghantam kerumunan prajurit hitam dengan tinju raksasanya. "TERIMA INI, TIKUS-TIKUS LANGIT!"

Pertempuran darah yang luar biasa tidak seimbang meletus di langit Benua Tianyun.

Kelima murid Asura bertarung layaknya iblis yang kerasukan. Mereka kalah jumlah seratus banding satu. Mereka kalah dalam ranah kultivasi. Setiap detik, tubuh mereka dipenuhi luka sayatan baru. Darah menetes dari pedang Jian Yi. Zirah kulit Tie Ba hancur berantakan. Jue Ying mulai kehilangan kecepatan akibat kelelahan Qi.

Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang mundur selangkah pun ke dalam batas kota!

Komandan Ascendant utama menatap pemandangan itu dengan kejengkelan yang memuncak. Lima kultivator yang baru saja mencapai Soul Transformation mampu menahan ratusan prajurit elitnya selama setengah batang dupa?! Ini adalah penghinaan!

"Main-mainnya selesai!"

Komandan Ascendant itu melangkah maju. Ia mencabut sebuah pedang panjang yang melengkung dan memancarkan fluktuasi penghancuran yang menentang hukum alam fana.

"Mati bersama kesetiaan bodoh kalian!"

Ia mengayunkan pedangnya, melepaskan sebuah tebasan sabit raksasa berwarna merah gelap yang mengarah langsung ke jantung Jian Yi dan Xin'er yang sedang terkepung. Tebasan itu mengunci ruang di sekitar mereka, membuat mereka tidak bisa menghindar!

"JIAN YI! XIN'ER!" teriak Mu Bai dari bawah, matanya terbelalak ngeri.

Jian Yi menggertakkan giginya. Ia mendorong Xin'er ke belakangnya, mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan Ascendant itu, meski ia tahu pedang dan tubuhnya akan hancur lebur!

TRANGGGGGGG! KRAAAAAAK!

Ledakan energi menyilaukan mata semua orang. Gelombang kejutnya meratakan awan dalam radius sepuluh mil.

Darah memuncrat ke udara.

Namun... itu bukan darah Jian Yi.

Ketika cahaya ledakan meredup, Jian Yi terbelalak melihat sesosok raksasa yang tubuhnya berlumuran darah emas, memegang sebuah pilar hitam yang patah di ujungnya, berdiri tegak di depannya. Punggung raksasa itu dipenuhi tulang yang retak, namun tangannya dengan kokoh menahan tebasan sabit Ascendant tersebut!

"Long... Long Chen?!" seru Jian Yi tak percaya.

Di samping Long Chen, sesosok pemuda berjubah tempur hitam pekat yang robek di bagian bahu dan dadanya melangkah perlahan dari dalam robekan ruang yang baru saja tertutup. Wajahnya sepucat mayat. Darah segar terus mengalir dari sudut bibirnya, dan napasnya terdengar berat.

Namun, mata hitam legam pemuda itu memancarkan kemurkaan tiran yang membuat seluruh daratan Benua Tianyun dan bahkan langit itu sendiri gemetar ketakutan.

"Kalian..." suara serak Zhao Xuan mengalun pelan, memotong segala kebisingan di medan perang. Niat Bintang Ketujuh yang tak stabil meledak dari Dantian-nya yang terluka. "...berani menyentuh murid-muridku di halaman rumahku?!"

1
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!