NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:491
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERMINTAAN BARU, TANTANGAN YANG LEBIH BESAR (PART 3)

Sesaat setelah memasuki Hutan Hujan Tropis yang Gelap, perbedaan yang mencolok langsung terasa udara menjadi sangat lembab dan hangat, dengan aroma daun yang membusuk dan tumbuhan eksotis yang memenuhi setiap sudut. Pohon-pohon dengan batang yang sangat besar dan ranting yang saling terjalin membentuk kanopi yang lebat di atas kepala, membuat cahaya matahari sulit masuk dan membuat lingkungan di dalam hutan terasa seperti malam hari meskipun masih siang hari.

Pattiwisiana Klobahrgeevinik segera mengambil kalung kristal yang diberikan oleh Seraphiniana Xanthe Argentumvale kristal mulai bersinar dengan warna hijau muda yang lembut, menunjukkan bahwa ada banyak energi alam positif di sekitarnya namun juga ada beberapa area dengan energi yang tidak stabil. “Kita harus berjalan dengan sangat hati-hati di sini,” ucapnya dengan suara yang rendah namun jelas. “Tanaman-tanaman di hutan ini bisa sangat berbahaya beberapa dari mereka memiliki getah beracun atau ranting yang tajam seperti jarum. Selain itu, tanah di sini sangat licin akibat kelembapan yang tinggi.”

Thranduilion Barakhiel Dragomirskyi dengan segera mengambil peran sebagai pemburu depan, menggunakan perisainya untuk membersihkan jalur dari tanaman merambat yang menghalangi jalan dan memastikan bahwa tidak ada rintangan tersembunyi di depan. Lytherianna Morthwainn Ghaladrielle berdiri di posisi yang sedikit lebih tinggi di atas sebuah akar pohon besar, menggunakan kemampuannya untuk mengawasi area sekitar dan memberikan peringatan jika ada makhluk atau tanaman berbahaya yang mendekat.

Setelah berjalan sekitar satu jam di dalam hutan, mereka mendengar suara deru air yang semakin jelas dari kejauhan. Berdasarkan peta yang diberikan oleh Aetherlynn Morvayn Kaelthasar, suara itu seharusnya berasal dari Sungai Hijau yang menjadi penanda bahwa mereka sudah berada di jalur yang benar menuju desa Florentina. Namun ketika mereka mencapai tepi sungai, mereka menemukan bahwa sungai tersebut telah meluap dan membuat sebagian jalur yang harus mereka lewati tergenang air dalam.

“Kita tidak bisa melewati sungai dari sini,” ucap Khaertholomeus Zyntheriath von Quorvain dengan suara yang penuh dengan kesusahan. “Arusnya terlalu kuat dan airnya terlalu dalam kita bisa terseret oleh arus jika mencoba melintas dengan paksa. Kita harus mencari jalan lain atau tempat yang lebih aman untuk menyebrangi sungai.”

Patti mulai menjelajahi area sekitar tepi sungai dengan cermat, mencari tanda-tanda adanya tempat yang bisa digunakan untuk menyebrangi sungai. Tidak lama kemudian, dia menemukan jejak kaki yang jelas terlihat di tanah lembap di dekat sebuah pohon besar jejak kaki yang tampak dibuat oleh manusia dan beberapa jejak yang tampak dibuat oleh hewan besar. “Ada orang atau kelompok yang lewat di sini tidak lama lalu,” katanya sambil menunjukkan jejak tersebut kepada anggota regu lainnya. “Jika kita mengikuti jejak ini, mungkin kita akan menemukan tempat yang aman untuk menyebrangi sungai.”

Mereka mengikuti jejak tersebut dengan hati-hati selama sekitar setengah jam hingga akhirnya menemukan sebuah jembatan kayu sederhana yang dibuat oleh tangan manusia di atas sungai. Jembatan tersebut tampak cukup kokoh untuk dilewati, meskipun sebagian bagiannya sudah mulai lapuk akibat terkena air dan kelembapan secara terus-menerus. Elenorwynne Faelenathyr Silvervein segera memberikan sihir perlindungan pada jembatan untuk memperkuat strukturnya sementara mereka melintas.

“Sihir ini akan membantu menjaga jembatan tetap kokoh selama beberapa saat,” jelasnya dengan suara yang fokus saat mengeluarkan energi dari dirinya. “Kita harus bergerak dengan cepat tapi hati-hati agar tidak memberatkan beban pada jembatan.”

Setelah semua orang berhasil menyebrangi sungai dengan selamat, mereka menemukan sebuah jalur yang lebih jelas dan mudah dilewati jalur yang tampak sering digunakan oleh penduduk desa untuk pergi ke kota atau mencari bahan makanan di dalam hutan. Berkat jalur tersebut, perjalanan mereka menjadi jauh lebih cepat dan nyaman. Pada sore hari yang sama, mereka mulai melihat tanda-tanda adanya pemukiman manusia seperti rerumputan yang ditebang atau tanduk buah yang dibuang setelah dimakan.

Ketika matahari mulai meremajakan dan cahaya di dalam hutan menjadi semakin redup, mereka mendengar suara berteriak dari kejauhan. Patti segera meminta semua orang untuk bersembunyi di balik semak-semak tinggi dan melihat dengan hati-hati. Dari balik semak-semak, mereka melihat sebuah kelompok penduduk desa yang sedang berlari dengan tergesa-gesa ke arah mereka, diikuti oleh seekor makhluk monster yang memangkas mereka dari belakang.

Makhluk tersebut sesuai dengan deskripsi yang mereka terima memiliki bentuk seperti singa raksasa dengan kulit yang keras seperti baja berwarna gelap dan tanduk yang panjang serta tajam seperti pisau yang menyala dengan cahaya merah muda. Ukurannya hampir tiga kali lipat ukuran singa biasa, dengan kaki yang besar dan cakar yang panjang yang mampu merusak apa saja yang ada di depannya.

“Itu pasti salah satu makhluk yang menyerang desa Florentina!” bisik Lytherianna dengan suara yang sedikit gemetar namun tetap tenang. “Kita harus segera membantu mereka!”

Patti mengangguk perlahan dan mulai merencanakan cara terbaik untuk menghadapi makhluk tersebut tanpa membahayakan penduduk desa yang sedang berlari. “Thranduilion, kamu akan menjadi bagian depan untuk menarik perhatian makhluk tersebut. Lytherianna, kamu akan memberikan dukungan dari kejauhan dengan anak panahmu. Elenorwynne, kamu akan memberikan perlindungan dan penyembuhan bagi penduduk desa serta kita semua. Khaertholomeus, kamu akan membantu saya untuk menemukan kelemahan dari makhluk tersebut.”

Setelah memberikan perintah dengan cepat namun jelas, Patti keluar dari tempat persembunyiannya bersama dengan Thranduilion yang langsung menghadapi makhluk monster dengan perisainya yang besar. Thranduilion mengeluarkan seruan yang kuat untuk menarik perhatian makhluk tersebut, membuatnya berhenti mengejar penduduk desa dan berbalik untuk menghadapi mereka.

Makhluk tersebut mengeluarkan suara mengaum yang sangat keras dan mengguntur, kemudian menyerang dengan sangat cepat ke arah Thranduilion. Perisainya yang besar mampu menahan serangan pertama dari makhluk tersebut, namun benturan yang kuat membuatnya terpental beberapa langkah ke belakang. Lytherianna segera menembakkan anak panah sihirnya ke arah makhluk tersebut, namun sebagian anak panah hanya memantul dari kulitnya yang keras seperti baja.

“Kulitnya terlalu keras untuk ditembus oleh serangan biasa!” teriak Lytherianna dengan suara yang penuh dengan frustrasi. “Kita harus menemukan cara untuk melukainya di tempat yang lebih lemah!”

Patti mengamati makhluk tersebut dengan sangat cermat sambil menghindari serangan yang datang kepadanya. Dia melihat bahwa di antara sisik-sisik kulitnya yang keras terdapat beberapa bagian yang lebih tipis dan sedikit membiru kemungkinan besar adalah tempat di mana energi mengalir ke seluruh tubuh makhluk tersebut. “Sasar bagian tubuh yang berwarna biru!” teriaknya kepada Lytherianna dan Khaertholomeus. “Itu adalah titik lemah nya!”

Khaertholomeus segera menyerang ke arah bagian tubuh makhluk tersebut yang berwarna biru dengan pedang sihirnya, sementara Lytherianna menembakkan anak panah sihirnya dengan sangat akurat ke lokasi yang sama. Kali ini serangan mereka berhasil pedang Khaertholomeus mampu menusuk kulit makhluk tersebut dan anak panah Lytherianna mampu menancap dengan kuat di dalamnya. Makhluk tersebut mengeluarkan suara mengaum yang menyakitkan dan mulai menjadi tidak stabil.

Saat makhluk tersebut sedang kesulitan karena rasa sakit, Patti mengambil senar khusus dari Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper dan memainkannya dengan nada yang kuat dan bersih nada yang mampu mengganggu energi negatif yang ada di dalam tubuh makhluk tersebut. Elenorwynne memberikan dukungan dengan sihirnya yang mampu memperkuat efek dari senar tersebut, membuat makhluk tersebut semakin bingung dan kehilangan kontrol atas dirinya sendiri.

Setelah beberapa saat, makhluk tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan energi di dalam tubuhnya mulai mereda. Kulitnya yang tadinya keras seperti baja mulai menjadi lebih lunak, dan tanduknya yang menyala mulai padam. Patti melihat kesempatan ini dan mengambil ramuan khusus dari Elenarianna Faelenathyr Moonveil ramuan yang mampu membersihkan energi negatif dari dalam tubuh makhluk tersebut.

Dia mendekati makhluk tersebut dengan hati-hati dan menyemprotkan ramuan ke arah bagian tubuh yang terluka. Segera setelah ramuan menyentuh tubuhnya, makhluk tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan warna kulitnya kembali normal menjadi coklat keemasan, dan matanya yang tadinya merah menyala kembali menjadi bening dengan warna emas yang indah. Makhluk tersebut kemudian mengeluarkan suara mengaum yang lebih lembut dan tenang, lalu melihat ke arah Patti dengan tatapan yang penuh dengan rasa terima kasih.

Penduduk desa yang sempat bersembunyi melihat hal ini dengan terkejut dan kagum. Mereka kemudian mendekati dengan hati-hati dan salah seorang dari mereka seorang pria tua yang tampak sebagai pemimpin desa datang menghadap Patti dengan wajah yang penuh dengan penghormatan dan terima kasih. “Kamu telah menyelamatkan kita!” ucapnya dengan suara yang penuh emosi. “Kita tidak bisa berterima kasih cukup banyak atas bantuanmu. Saya adalah Kepala Desa Florentina, dan saya sangat senang bisa bertemu dengan orang-orang yang telah datang untuk membantu kita.”

Khaertholomeus mendekati kepala desa dengan ekspresi yang penuh dengan rasa prihatin. “Kami sangat menyesal datang terlambat dan tidak bisa mencegah kerusakan yang terjadi,” katanya dengan suara yang tulus. “Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu desa ini dan mengatasi masalah dengan makhluk-makhluk monster tersebut.”

Kepala desa mengangguk perlahan dan memberikan senyum yang penuh dengan pengertian. “Kamu tidak perlu merasa bersalah kalian sudah datang tepat waktu dan telah membuktikan bahwa kalian adalah petualang yang benar-benar hebat. Mari kita kembali ke desa bersama-sama kita memiliki banyak hal yang perlu didiskusikan dan banyak bantuan yang bisa kita berikan satu sama lain.”

Dengan hati yang lega dan senang, Patti bersama dengan regu Scarlet Blades dan penduduk desa mulai berjalan menuju desa Florentina yang terletak tidak jauh dari lokasi pertempuran tersebut. Jalur menuju desa melalui hutan yang indah dengan berbagai jenis tumbuhan dan bunga eksotis yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Meskipun mereka tahu bahwa tantangan besar masih menunggu mereka di desa tersebut yaitu mengatasi masalah dengan makhluk-makhluk monster lainnya yang masih ada di sekitar desa mereka merasa yakin bahwa dengan kerja sama dan kebaikan hati, mereka akan bisa mengatasi segala sesuatu dan membawa kedamaian kembali ke desa Florentina.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!