Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Raditya Di Pecat
Keesokan harinya Raditya dan Ratih benar-benar pergi meninggalkan rumah milik Renata, ya meskipun Ratih sedikit keberatan meninggalkan rumah itu karena awalnya dia yang akan menjadi nyonya disana dan mengusir Renata.
Tapi pada kenyataannya malah dia yang harus angkat kaki dari rumah mewah itu, tapi dia masih bahagia karena Raditya sudah membeli apartemen mewah untuk hunian mereka berdua.
"Cepat dong sayang, kamu masih ngapain sih lama amat?" Tanya Raditya saat melihat Ratih masih duduk di pinggiran ranjang.
"Aku tuh berat banget meninggalkan rumah ini mas...! Masak baru tinggal semalam sebagai nyonya disini harus segera angkat kaki sih" Jawab Ratih dengan mengerucutkan bibirnya.
Melihat bibir istrinya yang manyun membuat gairah Raditya tiba-tiba memuncak rasanya dia ingin menerkam Ratih saat itu juga, tapi karena hari sudah pagi dia khawatir Renata akan datang dan mengusir mereka.
Dia tidak mau sampai terusir lebih baik dia pergi sendiri, malu banget kalau sampai diusir. Harga diri mau dia taruh dimana?
"Ayolah sayang, kamu mau apa kita nanti diseret sama Renata agar segera meninggalkan rumahnya?" Ucap Raditya.
"Tapi mas...." Ratih tetap merengek kepadanya.
"Gak ada tapi-tapian, ayo apartemen kita nanti kan mewah.
Kamu pasti betah disana, atau kita jual aja apartemen untuk membeli rumah?" Tawar Raditya.
"E-eh jangan mas...! Oke kita tinggal di apartemen saja, tapi mas Raditya juga harus berusaha membeli rumah tanpa harus menjual apartemen..!!" Ucap Ratih dengan lantang dan sok bossy.
"Hmm iya ayok...! Aku hari ini harus masuk kantor, kalau kamu gak mau pergi sekarang ya sudah. Aku tinggal disini" Ancam Raditya karena dia melihat jam yang ada dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Sedangkan Raditya masuk kantor jam 8, dia harus segera membawa barang-barangnya ke apartemen dan langsung berangkat ke kantor. Raditya tidak mau terlambat karena akan ada rapat pemegang saham jam 9 nanti.
"Hmm iya iya ayook..!! Bentar aku ganti pakaian kerja sekalian, nanti kita tinggal langsung berangkat" Ucap Ratih dan berjalan kearah baju kerjanya yang sudah dia siapkan tadi malam.
"Hmm sepuluh menit..! Aku tunggu dibawah" Ucap Raditya dan turun ke bawah dengan membawa koper milik Ratih, sedangkan semua barang-barang miliknya sebagian sudah dia pindahkan ke apartemen tadi malam.
Ratih dengan cekatan mengganti bathrobe mandi miliknya dengan pakaian kerja, karena sedari tadi dia belum berganti baju setelah mandi.
Namun make up sudah menempel dengan sempurna diwajahnya, kali ini dia memakai setelan berwarna navy dengan andalan rok mininya tentu saja.
Setelah memakai pakaian kerja miliknya Ratih segera turun ke bawah dengan membawa tas kerja miliknya dan juga Raditya.
"Huhh..!! Harusnya pengantin baru kan honeymoon dulu kek, ini malah langsung masuk kantor...!! Nyebelin banget" Gerutu Ratih sembari berjalan kearah suaminya yang menunggu di teras.
"Ayok mas..!! Udah beres" Ajak Ratih yang sudah berdiri di samping daun pintu rumah milik Renata.
"Oke, gak ada yang ketinggalan kan?" Tanya Raditya memastikan karena mereka tidak akan kembali lagi kerumah ini.
"Sudah aman semuanya mas, ayok buruan nanti telat" Ucap Ratih dan berjalan mendahului Raditya ke arah mobil.
"Padahal dari tadi dia yang lama, tapi seolah aku yang lelet...!!" Omel Raditya dan mengikuti Ratih dari belakang.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di apartemen milik Raditya, untung saja jarak dari apartemen ke kantor tidak terlalu jauh jadi mereka tidak khawatir terlambat masuk kantor.
"Waah ini sih mewah banget suamiku...!! Aku mau tinggal disini" Ucap Ratih memasuki apartemen milik Raditya.
"Iya kan kamu gak akan nyesel kalau tinggal disini, kan mas udah bilang apartemen milikku mewah...! Udah buruan taruh barang-barang kamu disana dulu, kita harus segera ke kantor" Ucap Raditya dan memasukkan koper miliknya ke dalam kamar diikuti oleh Ratih yang juga membawa satu koper ditangannya.
"Oh ya mas, kok mendadak banget sih di adakan rapat pemegang saham?" Tanya Ratih dengan menautkan kedua alisnya.
"Mana mas paham...! Mungkin saja mereka mau menambah modal untuk perusahaan tersebut" Jawab Raditya dengan bangga karena dia yakin kalau para klien suka kerja sama dengan perusahaan yang dia kelola.
"Yaa semoga saja, jadi cuan kita bertambah banyak kalau banyak klien yang menambah modal disana mas" jawab Ratih yang langsung dibalas anggukan oleh Raditya.
"Udah beres kan? Ayok segera berangkat waktu kita gak banyak" Ajak Raditya dan mulai berjalan keluar dari apartemen miliknya.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di kantor.
"Mas kok aku jadi deg-degan gini ya?" Ucap Ratih dan memegang dadanya yang berdegup sedikit kencang.
"Mungkin kamu grogi kan hari ini hari pertama kamu jadi istri mas" jawab Raditya dengan mengedipkan matanya dengan genit.
"Hmm ya kali yaa, yaudah kita langsung keruangan meeting aja kan kurang 10 menit lagi meeting dimulai" Ucap Ratih.
"Iya ayok" jawab Raditya dan menggenggam tangan Ratih seolah mereka tidak bisa dipisahkan.
Saat masuk kedalam lift kebetulan sekali mereka berbarengan dengan para pemegang saham di kantor ini.
"Selamat pagi pak Hasan, pak Ruslan" Sapa Raditya dengan menjabat tangan kedua pemegang saham didepannya di ikuti oleh Ratih dan juga sekretaris mereka berdua yang menyalami Raditya juga Ratih.
"Pagi pak Raditya, kayaknya bulan kemarin kita baru selesai rapat ya.
Ini malah rapat lagi apa ada hal penting?" Kini pak Hasan dan pak Ruslan yang membuka suara.
"Entahlah pak, saya juga heran ini undangan dari pemilik perusahaan" jawab Raditya.
"Apa pak Ronald hari ini yang datang?" Kini pak Ruslan ikutan menyahut.
Belum sempat Raditya menjawab lift yang dinaiki mereka sudah sampai di lantai ruangan meeting.
Secara bergantian mereka keluar dari lift dan berjalan masuk ke ruang meeting tersebut.
Karena pemilik perusahaan hari ini yang akan datang, Raditya memilih duduk dikursi sebelahnya karena tidak etis jika dia yang menduduki kursi utama karena dia hanyalah CEO diperusahaan ini.
Tak berapa lama semua peserta sudah datang termasuk pak Ronald sang pemilik perusahaan, sebenarnya istrinya yang pantas memimpin rapat ini tapi karena dia pewaris sah dari perusahaan yang di pimpin oleh Raditya.
Tapi karena Rosa berhalangan hadir dia meminta Ronald menggantikan dirinya, lagian Rosa juga sudah lama tidak mengurusi perusahaan.
"Selamat pagi semuanya, terimakasih sudah memenuhi undangan saya untuk hadir di pagi yang cerah ini. Saya disini menggantikan ibu Rosa Bramantyo sebagai pemilik sah perusahaan karena beliau sedang berhalangan hadir pagi ini" Ucap Ronald dengan lantang dan berdiri diantara peserta rapat.
"Saya mengundang kalian semua disini karena anak saya Renata Bramantyo akan bergabung lagi dengan perusahaan ini, mulai besok Renata akan menggantikan bapak Raditya irawan sebagai CEO disini" Ucap Ronald dengan lantang.
Raditya yang tak terima langsung berdiri dari duduknya.
"Maksudnya bagaimana pa? Kenapa tiba-tiba saya di lengserkan? Saya sudah beberapa tahun mengabdikan diri sebagai CEO disini...!!" Jawab Raditya dengan lantang dan sedikit emosi.
"Tenang-tenang, kamu lupa kalau selama ini kamu hanya CEO sementara? Kapanpun Renata akan kembali itu adalah haknya..!!
Silahkan dibaca kembali surat pengalihan jabatan beberapa tahun lalu, Rodi berikan salinan surat tersebut agar dibaca kembali oleh pak Raditya" ucap Ronald dengan menoleh kearah sekretarisnya.
Dengan cekatan Rodi memberikan salinan surat pengalihan jabatan yang ditandatangani oleh Raditya dan Renata beberapa tahun yang lalu.
"Maaf pak, memangnya ada masalah apa sampai bapak tiba-tiba menggantikan kembali CEO diperusahaan ini?" Tanyak peserta rapat.
"Baik disini sekretaris saya akan memberikan bukti-bukti kalau bapak Raditya irawan tidak bisa diandalkan sebagai CEO disini" jawab Ronald.
Dan dengan segera Rodi memberikan bukti-bukti yang sudah disiapkan, berupa data penggelapan dana yang dilakukan oleh Raditya juga penghianatan yang dilakukannya.
Sontak saja para peserta rapat hanya menggelengkan kepala melihat bukti-bukti yang diberikan oleh Rodi, Raditya yang kepalang malu memilih langsung keluar diikuti oleh Ratih.
Dia langsung masuk kedalam ruangan miliknya.
"Mas..!! Kok bisa sih katanya kamu dilengserkan begitu saja hah..!! Aku gak nyangka kamu cuma CEO sementara disini" Ucap Ratih dengan mengomel.
"Bisa diam gak kamu..!! Saya pusing jangan tambah ngomel" bentak Raditya.
Dia kini tengah memikirkan nasib ke depannya karena bukti penggelapan dana yang dia lakukan sudah diketahui oleh mereka, dia tidak mau jika harus mendekam dibalik jeruji besi.
Sedangkan diruang rapat, Renata masuk kesana setelah Raditya keluar dia disambut hangat oleh para pemegang saham.
Mereka sangat bahagia saat Renata kembali menjadi CEO disini, karena saat Renata yang memegang perusahaan laba pemegang saham selalu naik pesat tapi saat Raditya yang memegang omset mereka hanya stabil disitu saja tanpa ada kenaikan yang signifikan.