NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14

Matahari sore Los Angeles menggantung rendah, memancarkan sinar jingga pekat yang membakar aspal area parkir khusus murid elite Oakridge High School.

Area ini terletak di bagian belakang gedung, terisolasi dari parkiran umum dan hanya diisi oleh deretan mobil sport mewah dengan harga ratusan ribu dolar.

Suasananya sepi karena sebagian besar murid sudah pulang, menyisakan keheningan yang mencekam sebelum sebuah badai tak kasat mata pecah.

Di sudut paling strategis, terparkir sebuah Porsche 911 GT3 RS berwarna hitam legam dengan velg satin gelap—mobil keluaran terbaru yang baru bulan lalu mengaspal di jalanan California.

Mobil kesayangan milik Navarro Von-riccardo.

Sesosok tubuh ramping dengan jaket hoodie hitam longgar berdiri tepat di samping badan mobil tersebut.

Issabelle Reichenbach menarik napas dalam-dalam, menurunkan kaleng piloks khusus berbasis akrilik permanen yang dipegangnya.

Sepasang mata abu-abunya berkilat penuh kepuasan yang dingin saat menatap hasil karyanya.

"Selesai," bisik Issabelle, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis.

Permukaan mulus mobil sport hitam itu kini telah berubah drastis.

Issabelle menggunakan dua warna kontras—merah menyala dan putih salju—untuk mencoret seluruh bodi samping mobil.

Di atas kap mesin dan pintu pengemudi, sebuah tulisan besar dalam bahasa Jerman meliuk dengan tegas dan rapi:

VERDAMMTER BASTARD (BAJINGAN SIALAN)

Issabelle melempar kaleng piloks kosong itu ke dalam tempat sampah di dekatnya.

Ia tidak akan membiarkan pria itu lolos begitu saja setelah apa yang terjadi di koridor tadi siang.

Navarro telah menginjak harga dirinya, mencengkeram tangannya, dan merenggut ciuman pertamanya dengan paksa.

Baginya, coretan ini bahkan belum setimpal dengan penghinaan yang ia terima, namun ini adalah pesan pembuka. Klan Reichenbach tidak pernah membiarkan musuhnya tidur nyenyak.

Belum puas sampai di sana, Issabelle merogoh saku roknya, mengeluarkan sebuah lipstik merah murah beraroma ceri yang baru saja dibelinya dari koperasi sekolah tadi siang.

Ia memutar lipstik itu, memoleskannya tebal-tebal ke atas bibirnya sendiri.

Dengan gerakan yang penuh penekanan, ia membungkuk, lalu menempelkan bibirnya kuat-kuat pada kaca jendela samping pengemudi, meninggalkan bekas cap bibir merah merona yang sempurna di sana.

"Nah... benar-benar selesai," ucap Issabelle, menyeka sisa lipstik di bibirnya dengan punggung tangan secara kasar.

"Issa...!!!"

Sebuah pekikan tertahan yang sarat akan kepanikan murni memecah kesunyian parkiran.

Claire Wadde’ berdiri beberapa meter di belakang Issabelle dengan kedua tangan yang menutup mulutnya sendiri.

Wajah gadis ramah itu memucat sempurna, matanya membelalak hingga hampir keluar dari rongganya melihat pemandangan mengerikan di depannya.

Tubuhnya bergetar hebat saat ia melangkah mendekat.

"Kau... kau melakukan hal gila ini?!" suara Claire melengking panik, napasnya memburu cepat saat melihat tulisan asing berwarna merah-putih di bodi mobil milik penguasa sekolah.

"Issa, di sudut atas sana ada kamera CCTV! Oh Tuhan... aku tidak bisa menyelamatkanmu kali ini! Kau... kau baru saja menghancurkan mobil sport milik Navarro! Kita bisa mati!"

Issabelle berbalik dengan sangat tenang, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku hoodie.

"Aku tidak akan kabur, Claire. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan."

Claire menggelengkan kepalanya histeris, air mata kecemasan mulai menggenang di pelupuk matanya.

Keberanian Issabelle justru terasa seperti kegilaan bunuh diri di matanya.

"Tanggung jawab?! Kau tidak tahu siapa Navarro, Issa! Uang dari mana kita untuk membayar ganti rugi mobil ini?! Aku... aku lebih baik pulang saja. Maafkan aku, aku harus meninggalkanmu. Aku tidak mau terlibat jika Navarro mengamuk!"

Namun, tepat saat Claire yang panik itu hendak memutar tubuhnya untuk berlari meninggalkan area parkiran, sesosok gadis lain mendadak muncul dengan langkah tergesa-gesa.

"Oh, shit!!!"

Ellodia berdiri mematung di samping Claire.

Langkah sepatunya terhenti seketika, dan tas sekolahnya nyaris merosot dari pundaknya.

Wajah urakannya yang biasanya dipenuhi cengiran santai kini tampak syok berat.

Matanya bergerak cepat dari wajah Issabelle ke arah bodi Porsche hitam yang sudah ternoda permanen.

"Itu... itu Porsche keluaran terbaru bulan lalu! Mobil kesayangan Navarro!" teriak Ellodia, suaranya naik beberapa oktav karena panik.

Tanpa berpikir panjang, didorong oleh rasa panik luar biasa karena ia tahu betul seberapa kejamnya sepupunya jika sudah menyangkut barang miliknya, Ellodia langsung menghambur ke arah mobil tersebut.

Dengan gerakan panik, ia melepaskan kemeja seragam Oakridge luarnya yang longgar, menyisakan kaus hitam polos di tubuhnya.

Ia menggulung kemeja itu menjadi gumpalan, lalu menggosokkannya sekuat tenaga ke atas tulisan piloks merah di pintu mobil, berusaha menghapus warna yang melekat di sana.

SRET! SRET! SRET!

Namun sayang, noda itu tidak bergeser satu milimeter pun.

Lapisan permanen yang dipilih Issabelle telah menyatu dengan lapisan pelindung cat mobil, mengering sempurna di bawah panas matahari sore.

kemeja Ellodia justru menghitam dan robek karena gesekan kasar.

Issabelle memperhatikan kepanikan Ellodia dengan pandangan santai, bersandar pada pilar beton di dekat sana.

"Itu sulit hilang, Girl," sahut Issabelle, nadanya terdengar ringan seolah-olah ia sedang membahas cuaca sore ini.

Ellodia menghentikan gerakannya yang sia-sia, napasnya terengah-engah dengan kemeja seragam yang kini hancur bernoda.

Ia berbalik, menatap Claire yang ingin menangis ketakutan di tempatnya.

Kedua gadis yang awalnya memiliki kepribadian yang bertolak belakang itu mendadak saling menatap satu sama lain di tengah keputusasaan.

Pandangan mata mereka seolah mengirimkan pesan batin yang sama: Mari kita mati bersama sore ini.

DEGG. DEGG. DEGG.

Suara langkah kaki yang berat, teratur, dan dipenuhi oleh aura dominasi mutlak terdengar bergema dari arah pintu keluar koridor utama menuju parkiran.

Atmosfer di sekitar area tersebut mendadak mendingin, menurunkan tekanan udara hingga terasa mencekik leher.

Empat orang pria berjalan beriringan membelah area parkir.

Di barisan paling depan, Navarro Von-riccardo berjalan dengan ritme yang lambat, tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana seragamnya yang rapi, sementara bibir bawahnya yang terluka tampak sudah mengering. Di sisi kiri dan kanannya, Skylar Grey, George, dan satu anggota inti lainnya berjalan sambil mengobrol ringan.

Namun, obrolan mereka seketika terputus total saat mata mereka menangkap pemandangan aneh di sudut parkiran khusus.

Ellodia yang setengah telanjang dengan kemeja robek, Claire yang hampir menangis, dan... kondisi mobil Porsche hitam milik Navarro.

"WHAT THE FUCK?!" George berteriak histeris, suaranya menggema keras di seluruh area parkir.

Pria tampan itu melompat maju, memegang kepalanya sendiri dengan kedua tangan saat melihat kondisi mobil sport sahabatnya.

"Mobilmu, Nav! Sialan, siapa yang berani mati melakukan ini?!"

Skylar, Grey ikut melangkah maju dengan wajah yang dipenuhi syok hebat.

Ia memeriksa tulisan bahasa Jerman yang tercoret besar di atas kap mesin, lalu melirik ke arah cap bibir lipstik merah di kaca jendela.

"Edisi khusus ini... hancur? Cat aslinya rusak total! Siapa yang melakukannya?! Siapa?!" tanya Grey dengan nada suara yang bergetar antara marah dan tidak percaya.

Tidak pernah ada satu orang pun di Los Angeles yang berani menyentuh aset milik klan Riccardo, apalagi menghancurkannya seperti ini.

Di tengah kehebohan dan kepanikan ketiga sahabatnya, Navarro justru tetap berdiri diam di tempatnya.

Sepasang mata gelapnya menatap lurus ke arah bodi mobilnya yang dipenuhi coretan, lalu pandangannya beralih perlahan pada sosok gadis yang berdiri tenang di samping pilar beton dengan tangan di dalam saku hoodie.

Suasana menjadi sangat sunyi, menanti jawaban yang akan menentukan hidup dan mati seseorang di sekolah ini.

Issabelle menegakkan tubuhnya dari pilar beton, melangkah satu tapak maju ke depan dengan dagu yang terangkat anggun, menantang langsung pandangan mata gelap Navarro tanpa ada ketakutan sedikit pun.

"Aku," kata Issabelle, suaranya terdengar jernih, datar, dan begitu mutlak memecah keheningan sore itu.

1
Game Semut
semoga happy ending issabele dan navvaro serta putri nya Cassandra
Ros 🌷🦋: author suka yang happy ending kak🤭😅
total 1 replies
Game Semut
ini cerita gmna ending nya nih thor kasian bngt kisah percintaan asmara antara issabele dan Navarro...semoga bs bersatu.
Ros 🌷🦋: author buat ending nya happy 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Ros 🌷🦋: masih lanjut ya kak reader🥰😅
total 3 replies
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!