NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Aturan Mutlak Sang Penguasa

Perjalanan yang terasa seperti menuju neraka itu akhirnya usai ketika mobil Rolls-Royce hitam perlahan berhenti.

​Pintu mobil dibuka dari luar. Hujan gerimis masih turun, namun Aletta tidak dibiarkan kehujanan sedikit pun karena puluhan pengawal berjas hitam telah berbaris rapi, memayungi jalan setapak menuju pintu masuk utama.

​Aletta melangkah keluar dengan tubuh yang masih bergetar. Matanya nanar menatap bangunan di hadapannya. Ini bukan sekadar mansion, melainkan sebuah istana bergaya Eropa klasik yang berdiri angkuh di atas bukit. Pilar-pilarnya menjulang tinggi, ukiran emas menghiasi setiap sudut, dan lampu-lampu kristal memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan.

​Namun, bagi Aletta, kemegahan ini tak ubahnya sebuah sangkar raksasa yang siap menelannya hidup-hidup.

​"Jalan, Nona," titah salah satu pengawal dengan suara datar tanpa intonasi.

​Aletta digiring masuk melewati pintu kayu jati raksasa yang terbuka otomatis. Di dalam, lantai marmer dingin memantulkan bayangannya yang terlihat menyedihkan—rambutnya sedikit basah, pakaiannya kusut, dan matanya sembab karena menangis.

​Seorang kepala pelayan wanita paruh baya dengan seragam rapi menyambutnya, namun wajahnya sama sekali tidak menunjukkan keramahan. "Bawa dia ke ruang kerja Tuan Xavier," perintah wanita itu kepada para pengawal.

​Jantung Aletta kembali berpacu liar. Xavier. Sebentar lagi ia akan berhadapan langsung dengan sang iblis itu.

​Aletta dibawa menaiki tangga melingkar yang megah, menyusuri lorong panjang dengan lukisan-lukisan mahal, hingga akhirnya langkah mereka berhenti di depan sebuah pintu ganda berwarna hitam pekat. Pengawal mengetuk pintu itu dua kali sebelum membukanya lebar-lebar dan mendorong Aletta masuk.

​Blam!

​Pintu ditutup rapat dari luar. Aletta terkesiap, mundur selangkah hingga punggungnya menabrak daun pintu. Ruangan itu sangat luas, didominasi warna gelap yang memancarkan aura maskulin dan mengintimidasi. Aroma maskulin dari perpaduan musk, tembakau cerutu, dan wine mahal langsung menyeruak ke indra penciumannya.

​Di ujung ruangan, di balik meja kerja dari kayu mahogany, duduk seorang pria.

​Pria itu tengah membelakangi Aletta, menatap pemandangan kota yang diguyur hujan melalui jendela kaca yang membentang dari lantai hingga langit-langit. Perlahan, kursi kebesaran itu berputar.

​Napas Aletta tertahan.

​Xavier jauh lebih muda dan jauh lebih menawan dari bayangan menakutkan yang ada di kepala Aletta. Pria itu mungkin baru menginjak usia akhir dua puluhan. Rahangnya tegas seperti pahatan patung Yunani, hidungnya mancung sempurna, dan rambut hitam pekatnya disisir rapi ke belakang. Kemeja hitam yang beberapa kancing atasnya dibiarkan terbuka memperlihatkan dada bidangnya, memancarkan aura dominan yang mencekik.

​Namun, yang paling mengerikan adalah sepasang mata kelabu pria itu. Mata tajam bak elang pencabut nyawa yang kini menatap Aletta dari atas ke bawah, seolah tengah menilai seonggok barang rongsokan.

​"Jadi, ini wujud dari dua triliun rupiah yang dibayarkan ayahmu?" Suara Xavier mengalun berat, serak, dan luar biasa dingin.

​Aletta mengepalkan tangannya kuat-kuat, mencoba mencari sisa-sisa keberanian di dasar hatinya. "Aku bukan barang!" sergahnya, suaranya bergetar namun matanya menolak untuk menunduk.

​Sudut bibir Xavier berkedut, membentuk seringai sinis. Ia meletakkan gelas wine di tangannya, lalu berdiri. Pria itu melangkah pelan mendekati Aletta, setiap langkah sepatunya yang beradu dengan lantai memancarkan ancaman mematikan. Seperti predator yang sedang mendekati mangsanya yang terpojok.

​Aletta ingin mundur, tapi punggungnya sudah menempel pada pintu.

​Xavier berhenti tepat di hadapan Aletta. Tubuhnya yang menjulang tinggi membuat Aletta harus mendongak untuk menatap wajahnya. Tiba-tiba, tangan besar Xavier terulur, mencengkeram rahang Aletta dengan cengkeraman yang tak kenal ampun.

​"Dengarkan aku baik-baik, Nona Aletta," desis Xavier tepat di depan wajahnya. Napas pria itu yang beraroma wine terasa hangat menerpa wajah Aletta. "Di rumah ini, kau tidak punya suara. Kau tidak punya hak. Kau hanyalah barang jaminan hidup yang telah dibeli secara sah. Tubuhmu, waktumu, napasmu, dan kebebasanmu... semuanya adalah milikku."

​Mata Aletta memanas. Rasa sakit di rahangnya tidak sebanding dengan rasa terhina di dalam dadanya.

​Xavier mendekatkan bibirnya ke telinga Aletta, berbisik dengan nada mematikan. "Aturan pertama dan terakhir di sangkar ini: Jangan pernah membantahku, atau kau akan melihat kepala ayahmu dikirim ke dalam kotak hadiah besok pagi."

​Ucapan kejam itu menjadi puncak dari segala rasa frustrasi, ketakutan, dan amarah yang menumpuk di dada Aletta sejak ayahnya dipukuli. Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Aletta mengayunkan tangannya sekuat tenaga.

​PLAK!

​Suara tamparan itu menggema nyaring di sudut ruangan yang sunyi.

​Kepala Xavier terlempar ke samping. Cengkeramannya pada rahang Aletta terlepas. Selama beberapa detik yang terasa seperti keabadian, waktu seolah berhenti berdetak. Aletta menatap telapak tangannya sendiri dengan napas memburu, baru menyadari kegilaan apa yang baru saja ia lakukan. Ia baru saja menampar seorang ketua mafia paling ditakuti.

​Keheningan yang mencekam menyelimuti ruangan. Aletta memejamkan mata, bersiap jika pria itu akan mencabut pistol dan menembak kepalanya saat itu juga.

​Namun, hal itu tidak terjadi.

​Perlahan, Xavier menoleh kembali menatap Aletta. Ada jejak kemerahan yang tercetak jelas di rahang kerasnya. Pria itu mengangkat ibu jarinya, mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah. Lalu, sebuah tawa pelan, rendah, dan sangat gelap keluar dari tenggorokannya.

​Xavier melangkah maju, memangkas habis jarak di antara mereka hingga tubuhnya menghimpit Aletta di daun pintu. Kedua tangannya mengurung tubuh mungil gadis itu. Mata kelabu yang tadinya dingin bak es, kini berkilat oleh api obsesi yang mengerikan.

​"Sangat berani," bisik Xavier dengan senyum miring yang membuat bulu kuduk Aletta meremang. "Aku mengira ayahmu mengirimkan seekor anak kelinci yang gemetar ketakutan... tapi ternyata, dia mengirimkan seekor kucing liar yang pandai mencakar."

​Xavier menundukkan wajahnya, ujung hidungnya nyaris bersentuhan dengan hidung Aletta. Mata mereka terkunci.

​"Mari kita lihat," bisik Xavier parau. "Berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk mematahkan sayapmu dan membuatmu memohon di bawah kakiku, Istriku."

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!