"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TENTANG WILO
"Gak usah modus, gue juga gak peduli soal Angel, lain kali gak usah hubungi gue kalau bukan urusan pekerjaan, kebutuhan biologis kamu bukan urusan gue!" sewot Niar sebelum keluar dari ruangan Gesta. Lelaki itu hanya mematung, tak menyangka Niar sangat menghindarinya.
Kembali ke kursi kebesarannya, Gesta tak kunjung menyentuh laptop. Ia memilih asyik mengulas sosok sahabat kecilnya, Angel.
Sejak pulang dari photobox dulu, Gesta benar-benar merasa bersalah pada Niar. Sadar kalau dia terlalu menyakiti sang kekasih saat itu, hingga dia terpaksa menyetujui untuk putus.
Mungkin Niar berpikir Gesta akan menjalin hubungan dengan Angel lebih dari sekedar sahabat, tapi nyatanya enggak. Gesta memilih menjauh juga dari Angel. Ia meminta pada sang mama untuk tidak melibatkan dirinya apabila Angel butuh bantuan. Toh, setelah ini Gesta juga kuliah ke luar negeri, Angel harus bisa membiasakan diri tanpa Gesta.
Sang mama mengangguk saja, beliau paham keputusan sang putra menjauhi sahabatnya, apalagi Gesta sudah mengaku putus tapi masih sayang dengan Niar. Urusan perasaan memang rumit, biarlah Gesta dewasa dan bijak dan menghormati perasaan seorang perempuan.
Dengan gentle, Gesta juga bilang pada Angel kalau butuh sesuatu minta tolong saja ke mama Gesta, ia sudah tidak bisa menemani Angel seperti sebelumnya. Awalnya gadis itu menolak, dia masih saja cari perhatian pada Gesta, yang sakit lah, yang kakinya terkilir lah, yang mengaku disukai cowoklah, namun Gesta tak menggubrisnya. Lelaki itu memilih mengamati Niar dari jauh.
Begitu Gesta ke luar negeri, Angel akhirnya bisa mandiri, terlebih sang papa memutuskan untuk resign dari pilot karena alasan kesehatan, sehingga hari-hari Angel bersama sang papa. Gesta sesekali diberitahu sang mama tentang kondisi Angel.
Hal yang mengejutkan bagi Gesta adalah soal pergaulan Angel. Tanpa ia duga, Angel tak tuntas SMA karena dia hamil. Dasar hidupnya tak dekat dengan keluarga, meski ada sang papa, Angel masih saja mencari perhatian dengan teman cowoknya.
Hingga kelas XII pertengahan, Angel pingsan dan kedua orang tuanya tahu kalau dia hamil. Tentu saja orang tuanya mengamuk, bahkan kata mama Gesta, Angel sampai ditampar oleh sang papa.
Kabar terakhir keluarga Angel pindah ke luar negeri, sekaligus mamanya melanjutkan karir dokternya di negara tersebut. Sampai saat ini, Gesta tak pernah mendengar kabar Angel lagi.
"Kalau pun nanti kita bertemu, Ngel. Aku minta jangan pernah cari perhatian sama aku, karena aku berniat akan mengejar Niar!" gumam Gesta.
Tekad mengejar Niar memang sudah bulat, cuma Gesta tak mau gegabah, apalagi Niar sudah berkali-kali memberi warning bahwa dia ingin hubungan profesional saja. Tak perlu mengistimewakan Niar khawatir ada rekan kerja yang bicara tentang Niar di belakang dan membuat rumor negatif, ah Niar tak mau itu terjadi.
Niar sendiri sudah tak mau ambil pusing, kalau Gesta bersikap loss kontrol seperti peluka. Kemarin, Niar bakal menonjok. Pokoknya dia gak bakal mau masuk ke ruangan Gesta sendiri. Lama-lama bisa baper juga nanti.
Rutinitas menjadi pekerja kantor menyita fokus Niar. Apalagi peluncuran produk skincare bayi mulai memasuki tahap perencanaan. Niar dan tim sedang berdiskusi dengan tim produksi dalam pengambilan tema untuk produk kali ini.
"Nuansa lavender," begitu Mbak Icha, analis bahan baku perusahaan yang sudah meracik formula untuk produk skincare bayi. Produk tersebut meliputi body lotion, hair and body lotion, rush cream, sampai sunscreen.
Mereka menunjukkan contoh kemasan produk yang sudah di acc Gesta, jadi nanti tim talent segera menetapkan konsep dan ide cerita dalam pembuatan iklan di TV dan media sosial juga. Untuk memilih modelnya, sudah sesuai arahan Gesta yakni Zifa dan Arkan, serta baby Noel. Baby Noel merupakan salah satu mode baby yang dimiliki oleh perusahaan. Bayi gemoy laki-laki ini dianggap pemberi hoki, layak dijadikan ambassador.
Bang Aji menghubungi Zifa dan Afkan terkait project baru ini. Kedua model tersebut diminta hadir besok untuk briefing sebelum dilakukan shooting. Mau tak mau, tim talent segera membuat storyboard agar kedua model tersebut punya bayangan saat pengambilan video maupun foto promosi, apalagi beradu akting dengan balita, butuh adaptasi juga.
"Lakukan dengan yang baik ya, meski ini pengalaman kamu kerja bareng balita. Soalnya kami, tim talent kagum banget sama wajah kamu, cantik dan berkarakter saja," puji Niar setelah briefing.
Zifa hanya tersenyum saja, "Mbak Niar bisa saja. Mbak juga cantik juga kok," balas Zifa ramah.
"Ah kalau itu gak usah diragukan, kamu adalah orang ke seribu mengatakan kalau aku cantik," celetuk Niar ramah dengan khas kepedean tingkat tinggi. Zifa tertawa, kerja sebagai anak baru tentu masih canggung dengan tim, beruntung ada Niar yang sepertinya memang easy going dan mudah akrab dengan rekan kerja.
"Yang ke 999 siapa Mbak?" balas Zifa menimpali guyonan Niar.
"Aku sendiri," ucap Niar dan diiringi gelak tawa. Niar memang baik dan ramah, rekan kerja yang gak bisa ia ajak guyon receh hanya Wilo. Maklum, Wilo lebih dulu kerja di perusahaan ini, biasanya project Wilo dihandle oleh Meta atau Bang Aji, jadi Niar tak pernah pegang project Wilo secara langsung, hanya sekedar bantu Meta atau Bang Aji bila mereka berhalangan. Terlebih kesan pertama pada Wilo bagi Niar adalah sombong. Niar malas sekali bila disuruh bermuka manis pada orang yang sudah angkuh begitu.
"Yo siap!" ujar Bang Refan, sang fotografer memandu pemotretan produk kali ini. Zifa dan Arkan sudah berada di set dan siap berpose layaknya keluarga muda dengan si baby.
“Kayaknya lo dekat banget sama si model baru itu, sengaja mau mengorbitkan dia agar bersaing sama gue?” sindir seseorang yang tiba-tiba saja berdiri di samping Niar, saat pemotretan berlangsung. Sontak Niar menoleh dan spontan mendengus sebal. Siapa lagi kalau bukan Wilona.
“Gak juga, saya dekat dengan siapa pun,” jawab Niar apa adanya. Dia juga tak mau menjawab dengan bahasa santai, karena memang Niar masih menghormati model cantik itu sebagai senior di perusahaan ini.
Wilona tersenyum mengejek, “Sama gue kayaknya lo gak suka. Apa mungkin karena lo cemburu gue bisa dekat sama Gesta?” sungguh Niar ingin tertawa. Apa kata dia, dekat dengan Gesta? Lah Desta malah ilfeel banget dengan perempuan ini. Kok percaya diri sekali mengatakan hal itu.
“Bagus dong, itu artinya posisi Anda aman sebagai model utama perusahaan ini. Jadi gak perlu takut, apalagi bersaing dengan model baru, kan backingannya langsung Pak Gesta,” balas Niar telak. Ekspresi Wilo langsung kesal dan dia beranjak pergi. Niar hanya mencibir, dan fokus kembali pada pemotretan Zifa dan Arkan, memastikan pemotretan tersebut sesuai rancangan tim talent.
Wilo habis lo apain, Ni? Masuk set murung. Katanya habis bertemu mantannya si bos. Katanya lo menyebalkan, ´sebuah pesan masuk dari Mbak Meta dan membuat Niar tertawa.
Gak gue apa-apain, dia bilang kalau dekat dengan Pak Gesta, ya gue balas bagus dong artinya posisi dia sebagai model utama tak tergantikan. Benar kan gue? Salahnya di mana? Balas Niar apa adanya.
Lama-lama gue muak juga sama Wilo, makin ke sini makin kurang ajar aja sama kru. Minta minum saja sambill bentak. Duh! keluh Meta.
Yang merusak citranya dia sendiri, tapi malah menuduh gue yang mempengaruhi Gesta. Sinting. Balas Niar.
Biasa, Pak Gesta mungkin menolak dekat sama dia. Makanya dia mencari gara-gara sama lo, buat pelampiasan kekesalannya. Tebak Meta.
Tapi saat papa Gesta yang memimpin dia gak gitu loh! Bukan apa-apa, Niar membandingkan, karena saat dia masuk, semua rekan kerja memuji Wilo, meski kesannya angkuh.
Lah lo gak tahu saja, skandal dia sama omnya Pak Gesta. Makanya papa Pak Gest acari aman dan melindungi dia. Ketikan Meta memancing kekepoan Niar.
Hah? Skandal apa? Kan Niar penasaran, waduh tapi Meta hilang seolah tak punya paket data untuk membalas kaingin tahuan Niar. “Sial banget Meta, bikin penasaran saja!” keluh Niar.
lanjut pasti nya..
lanjotkan kak🤭
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭