NovelToon NovelToon
Kupu-Kupu Malam Sang Ceo

Kupu-Kupu Malam Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zenaaa

Di siang hari, Renata adalah seorang gadis biasa yang bekerja sebagai pustakawati polos berkacamata tebal. Namun, saat malam tiba dan lampu kota Jakarta mulai menyala, ia berubah menjadi "Papillon" (Kupu-Kupu)—gadis hostess paling misterius dan mahal di Kupu-Kupu Bar, sebuah kelab malam eksklusif rahasia para konglomerat.
​Renata tidak mencari uang demi kemewahan. Ia menjebak dirinya di dunia malam demi mengungkap misteri kematian kakak perempuannya yang tewas mengenaskan setelah melayani seorang pria berkuasa dari Dirgantara Group.
​Rencananya berjalan mulus hingga malam itu tiba. Adrian Dirgantara, CEO dingin dan pewaris tunggal Dirgantara Group, masuk ke bar dan langsung memilih Papillon. Adrian tidak mencari hiburan, melainkan seorang "istri sewaan" untuk memenuhi wasiat kakeknya demi mempertahankan takhta perusahaan.
​Satu kesepakatan di bawah lampu remang-remang bar mengubah segalanya. Renata melangkah masuk ke sarang musuh sebagai istri Adrian, sementara Adrian tidak pernah t

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zenaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Pertumpahan Darah di Lantai 48

Ketegangan di dalam ruangan maut itu merayap naik hingga ke titik tertinggi. Udara malam yang dingin di lantai 48 seketika terasa mencekik enam pria berbadan kekar suruhan Bram dan Arsen perlahan melangkah maju, mempersempit ruang gerak Adrian dan Renata hingga memojokkan mereka ke arah dinding kaca besar.

​Adrian secara refleks menggeser tubuhnya, menempatkan dirinya sendiri sebagai perisai hidup tepat di depan Renata. Ia melirik tas jinjing berisi berkas korupsi di tangan kirinya, lalu menatap pamannya dengan pandangan muak.

​"Menjebakku dengan membawa preman-preman ini ke kantor pusat, Paman?" suara Adrian berdentum rendah, dingin, dan sarat akan ancaman. "Jika Kakek tahu kamu menggunakan cara-cara kotor ini di dalam gedung miliknya, dia tidak akan segan-segan mencoret nama kalian dari silsilah keluarga Dirgantara."

​Bram Dirgantara tertawa hambar, sebuah suara tawa yang terdengar sangat kejam. "Kakekmu yang tua itu hanya peduli pada siapa yang membawa keuntungan paling besar bagi Dirgantara Group, Adrian. Jika besok pagi kamu ditemukan tewas mengenaskan di jalanan akibat 'kecelakaan tragis' setelah membawa kabur dokumen rahasia perusahaan bersama jalang ini, Kakek tidak akan punya pilihan selain menyerahkan takhta CEO kepada Arsen."

​"Dan untuk buku agenda kecil di tangan calon istrimu itu..." Arsen menyela dengan seringai licik, matanya menatap tajam ke arah Renata. "Itu akan kembali ke tempatnya yang aman. Serahkan buku itu sekarang, Renata dan aku berjanji akan membuat kematianmu tidak sesakit kematian kakakmu."

​"Dalam mimpimu, Arsen!" desis Renata dari balik punggung Adrian, tangannya mencengkeram buku agenda kulit itu semakin kuat ke dadanya.

​Adrian tidak membuang waktu lagi untuk bernegosiasi. Melalui tatapan mata sekilas, ia memberi kode kepada Renata untuk tetap berada di belakangnya. "Renata, begitu ada celah, lari ke arah lift," bisik Adrian dengan suara yang hampir tak terdengar.

​"Tapi, Adrian—"

​"Lakukan saja!"

​Brak!

​Tanpa aba-aba, Adrian melemparkan tas jinjing berat di tangannya tepat ke arah wajah pria kekar terdekat. Pria itu terhuyung ke belakang, memanfaatkan momentum tersebut, Adrian merangsek maju dan melayangkan pukulan mentah yang sangat keras tepat ke rahang pria kedua hingga terdengar bunyi berderak yang mengerikan.

​"Hajar mereka! Jangan biarkan mereka keluar hidup-hidup!" teriak Arsen berang.

​Perkelahian tidak seimbang pun pecah di dalam ruang kerja yang mewah itu, Adrian bertarung dengan brutal meskipun ia seorang CEO berpakaian necis, ia telah terlatih dalam berbagai seni bela diri militer sejak remaja demi melindungi dirinya dari intrik keluarga. Ia menangkis hantaman tongkat besi dengan lengan jasnya, berputar dan menendang dada lawan hingga menabrak rak kaca yang langsung pecah berkeping-keping.

​Pranggg!

​Pecahan kaca berhamburan di lantai marmer. Di tengah kekacauan itu, salah seorang pria kekar berhasil lolos dari jangkauan Adrian dan mengarahkan pisau lipatnya langsung ke arah Renata yang sedang mencoba berlari menuju pintu keluar.

​"Renata, awas!" teriak Adrian.

​Melihat kilatan pisau yang mengarah ke perutnya, insting bertahan hidup Renata bangkit. Sebagai wanita yang terbiasa hidup keras di jalanan sebelum menjadi pustakawati, ia tidak tinggal diam. Renata mengayunkan tas tangan jinjingnya yang memiliki rantai besi tebal, menghantamkannya dengan kekuatan penuh tepat ke arah pelipis pria berpisau itu.

​Duk! Pria itu mengerang kesakitan, pisaunya terlepas dari genggaman.

​Namun, jumlah lawan yang terlampau banyak membuat Adrian mulai kewalahan. Saat ia sedang mengunci pergerakan satu lawan, seorang pria lain menghantamkan tongkat besi dari arah belakang tepat ke bahu kanan Adrian.

​Bugh!

​Adrian mengerang tertahan, tubuh tegapnya berlutut di lantai dengan satu kaki. Darah segar mulai merembes keluar dari balik kemeja putihnya yang robek di bagian bahu.

​"Adrian!" pekik Renata histeris. Ia melupakan rencana untuk kabur dan justru berlari mendekati Adrian, mencoba membantunya berdiri.

​Arsen melangkah mendekat dengan santai, mengambil pisau yang terjatuh di lantai tadi. Ia menjambak rambut cokelat Renata dengan kasar, memaksa gadis itu mendongak menatapnya sambil mengarahkan ujung pisau ke leher jenjang Renata. "Permainan selesai, jalang kecil. Serahkan bukunya atau aku akan menyayat lehermu sekarang juga di depan pangeran penolongmu ini."

​Adrian mencoba bangkit dengan sisa tenaganya, namun dua pria kekar menahan kedua lengannya di lantai. "Arsen! Lepaskan dia! Urusanmu denganku, bajingan!" teriak Adrian dengan mata yang memerah karena amarah yang meledak.

​Bram Dirgantara menyaksikan pemandangan itu dari dekat pintu dengan senyuman kemenangan yang mutlak. "Habisi mereka berdua sekarang, Arsen. Bersihkan tempat ini."

​Arsen menyeringai, perlahan menekan ujung pisau tajam itu ke kulit leher Renata hingga setetes darah segar mulai mengalir turun. Renata memejamkan matanya, bersiap menerima takdirnya sambil berbisik di dalam hati, 'Maafkan aku, Kak Maya... aku gagal.'

​Namun, tepat sebelum Arsen sempat mengiris lebih dalam, seluruh lampu di lantai 48 mendadak mati total, menyisakan kegelapan pekat yang gulita.

​Bzzzt... Jeeeep!

​Suara sirine darurat gedung tiba-tiba melengking dengan sangat keras dibarengi dengan semprotan air dari sprinkler langit-langit yang mendadak aktif, membasahi seluruh ruangan dalam sekejap.

​"Sial! Apa yang terjadi dengan sistem listriknya?!" umpat Arsen dalam kegelapan, cengkeramannya pada rambut Renata sedikit melonggar akibat kepanikan yang mendadak.

​Di tengah kebingungan dan kegelapan itu, pintu ruang kerja Arsen yang rusak mendadak didobrak dari luar oleh puluhan pria berseragam taktis hitam lengkap dengan senjata laras panjang dan lampu senter yang menyorot tajam.

​"Jangan bergerak! Angkat tangan kalian! Kepolisian Sektor Pusat dan Tim Keamanan Khusus CEO, tempat ini sudah dikepung!"

​Suara bariton yang sangat familiar terdengar di balik pengeras suara tim taktis. Itu adalah suara Baskara, yang datang bersama pasukan kepolisian yang sah dan tim keamanan pribadi bentukan Adrian yang selama ini disembunyikan.

​Ternyata, Adrian telah merencanakan ini semua sebagai rencana cadangan. Rencana mereka bukan hanya sekadar mengambil dokumen, melainkan menjebak Bram dan Arsen tertangkap basah sedang melakukan percobaan pembunuhan di dalam gedung perusahaan.

​Dalam kegelapan yang kacau, Adrian berhasil melepaskan diri dari cengkeraman lawan, menarik Renata ke dalam pelukannya yang aman di bawah guyuran air sprinkler, sementara lampu senter polisi mulai mengunci pergerakan Bram, Arsen, dan para preman yang kini tidak berkutik.

​Badai di lantai 48 malam itu berakhir dengan pertumpahan darah, namun kali ini, giliran para iblis yang akan terseret masuk ke dalam neraka mereka sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!