NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 14 - Kandang Babi Spiritual

Rumor mengenai “hantu ayam” masih menjadi pembicaraan utama di Puncak Awan Pengembara selama beberapa hari berikutnya. Hampir setiap pagi para murid luar selalu berkumpul di dekat kandang sambil membicarakan ayam spiritual yang terus menghilang secara misterius dari kandang malam. Bahkan beberapa murid mulai benar-benar percaya bahwa makhluk aneh yang dulu pernah terlihat di hutan bambu telah kembali berkeliaran di sekitar lereng gunung.

Xu Liang termasuk orang yang paling percaya pada rumor tersebut.

Suatu pagi ia datang ke kandang sambil membawa tiga lembar jimat kuning yang dibelinya dari murid Puncak Formasi Langit. Jimat-jimat itu tergantung miring di ikat pinggangnya dan bergoyang setiap kali ia berjalan.

“Kali ini aku serius,” katanya dengan wajah penuh kewaspadaan sambil menempelkan salah satu jimat di pagar kandang ayam spiritual. “Kalau hantu ayam benar-benar muncul lagi, benda ini akan mengusirnya.”

Han Gu yang sedang menuangkan pakan ke dalam wadah bambu langsung berhenti bergerak. Otot di wajahnya berkedut beberapa kali sebelum akhirnya ia menundukkan kepala sambil berpura-pura batuk keras untuk menyembunyikan tawanya.

“Berapa harga benda itu?” tanyanya dengan suara aneh.

“Tiga batu spiritual.” Xu Liang terlihat sangat bangga. “Murah kan?”

Bai Fengxuan langsung menatapnya dengan rasa kasihan yang tulus.

“Itu jelas penipuan…”

Xu Liang justru mendengus sambil melipat tangan di dada. “Kalian tidak mengerti. Murid Puncak Formasi Langit bilang jimat ini dibuat menggunakan tinta darah spiritual dan rune pengusir roh tingkat rendah.”

Han Gu buru-buru memalingkan wajahnya sambil menggigit bibir keras-keras agar tidak tertawa di depan Xu Liang. Di sampingnya, Bai Fengxuan juga mulai merasa bersalah setiap kali rumor “hantu ayam” dibicarakan seperti itu.

Bagaimanapun, penyebab semua kekacauan itu sebenarnya sedang berdiri di tengah kandang sambil membawa ember pakan.

Namun meskipun suasana Puncak Awan Pengembara masih ramai oleh rumor ayam hilang, Han Gu akhirnya mulai menyadari bahwa situasi mereka perlahan menjadi terlalu berbahaya. Penjagaan kandang malam semakin ketat dari hari ke hari dan beberapa tetua pengawas bahkan mulai memeriksa jumlah ayam spiritual setiap pagi.

Karena itulah malam itu, ketika mereka kembali berkumpul di gubuk kecil Bai Fengxuan setelah selesai bekerja, Han Gu akhirnya menghela napas panjang sambil duduk bersandar di dekat tungku batu.

Api merah dari Kayu Api Scarlet menyala pelan di dalam tungku dan memantulkan cahaya hangat ke seluruh ruangan kayu yang sempit. Aroma minyak, kayu bakar, dan sisa ayam goreng malam sebelumnya masih samar memenuhi udara sementara angin malam gunung sesekali masuk dari celah papan kayu dan menggoyangkan api lampu minyak di sudut ruangan.

“Kurasa kita harus berhenti sementara,” gumam Han Gu sambil menatap bara api di depannya.

Bai Fengxuan yang sedang duduk membersihkan wajan hitam perlahan mengangkat kepalanya.

“Berhenti?”

Han Gu mengangguk pelan. “Masa panen ayam hampir selesai dan penjagaan kandang sekarang terlalu ketat.” Ia mengusap dagunya perlahan sebelum melanjutkan dengan nada serius. “Kalau kita terus mengambil ayam sekarang, cepat atau lambat pasti ketahuan.”

Bai Fengxuan sebenarnya juga sudah memikirkan hal itu. Beberapa hari terakhir bahkan ia mulai merasa para murid lain memandang mereka sedikit aneh setiap kali rumor ayam hilang kembali dibicarakan.

Namun sebelum Bai Fengxuan sempat merasa lega Han Gu tiba-tiba kembali berbicara.

“Tapi…” Tatapannya perlahan berubah aneh. “Aku punya ide lain.”

Bai Fengxuan langsung merasakan firasat buruk.

Han Gu mencondongkan tubuhnya ke depan sambil merendahkan suara seperti bandit gunung yang sedang membahas perampokan besar.

“Kandang babi spiritual.”

Suasana di dalam gubuk langsung mendadak hening. Bai Fengxuan perlahan menatap Han Gu dengan ekspresi kosong.

“…Apa?”

“Kita curi seekor babi.”

Wajah Bai Fengxuan langsung berkedut keras.

“Kakak, kau sudah gila.”

Han Gu buru-buru mengangkat tangannya sambil menjelaskan dengan penuh semangat. “Dengar dulu! Produktivitas kandang babi spiritual sedang berada di masa kejayaan sekarang. Mereka baru saja menyelesaikan musim pembiakan bulan lalu.” Ia menunjuk keluar jendela seolah kandang babi bisa terlihat dari sana. “Jumlah babi spiritual di kandang utara sekarang hampir dua kali lipat dibanding biasanya.”

Tatapannya perlahan menyipit penuh ambisi “Kehilangan satu ekor tidak akan terlalu berdampak.”

Bai Fengxuan mulai merasa Han Gu semakin hari semakin menyeramkan. “Kakak bicara seperti bandit gunung…”

Han Gu justru terlihat bangga mendengar itu. “Dalam dunia kultivasi, keberanian mengambil peluang adalah bagian dari dao.”

“Itu bukan dao.” Bai Fengxuan langsung memijat pelipisnya. “Itu pencurian.”

Namun meskipun mulutnya terus mengeluh, pikirannya diam-diam mulai membayangkan rasa daging babi spiritual yang dimasak menggunakan wajan hitam miliknya.

Dan itu masalah besar.

Karena beberapa saat kemudian ia justru bertanya pelan, “…Memangnya enak?”

Han Gu langsung menyeringai lebar seperti rubah tua licik yang akhirnya berhasil menggoda mangsanya.

“Akhirnya kau mulai memahami jalan hidupku.”

Beberapa hari berikutnya, keduanya mulai diam-diam menyelidiki area kandang babi spiritual di lereng utara Puncak Awan Pengembara.

Berbeda dibanding kandang ayam yang luas dan terbuka, area kandang babi spiritual jauh lebih besar dan dijaga lebih ketat. Kandang-kandang batu hitam berdiri berjajar mengikuti lereng gunung dengan pagar kayu tinggi yang dipenuhi formasi penghalang sederhana. Dari kejauhan suara dengusan berat para babi spiritual terus terdengar bercampur dengan aroma khas kandang yang cukup kuat hingga bahkan angin gunung pun tidak mampu menghilangkannya sepenuhnya.

Namun dibanding babi biasa di dunia fana, babi-babi spiritual di tempat itu tampak jauh lebih besar dan menakutkan. Sebagian hampir sebesar sapi kecil dengan kulit tebal berwarna hitam keabu-abuan dan taring pendek yang terlihat cukup kuat untuk menghancurkan batu biasa. Beberapa bahkan memancarkan qi spiritual samar dari tubuh mereka.

Bai Fengxuan akhirnya memahami kenapa Han Gu begitu bersemangat sejak awal.Seekor babi spiritual benar-benar cukup untuk memberi makan banyak murid luar selama beberapa hari.

“Masalahnya…” gumam Bai Fengxuan suatu sore sambil berdiri di balik rumpun bambu tidak jauh dari kandang, “tempat ini dijaga jauh lebih ketat dibanding kandang ayam.”

Han Gu mengangguk pelan sambil mengamati area penjagaan. Ia juga menyadari hal itu sejak awal.

Murid malam di kandang babi jauh lebih disiplin karena nilai babi spiritual memang jauh lebih tinggi dibanding ayam spiritual biasa. Bahkan beberapa murid dalam kadang datang membeli langsung daging maupun lemak spiritual dari tempat tersebut untuk kebutuhan kultivasi mereka.

Pada malam hari selalu ada murid berjaga sambil membawa lentera dan tongkat kayu panjang. Sebagian bahkan tetap terbangun sampai dini hari.

“Kalau masuk sembarangan…” gumam Han Gu sambil menyipitkan mata, “kita benar-benar akan mati kali ini.”

Karena itulah selama beberapa hari berikutnya mereka mulai mencari informasi sedikit demi sedikit sambil berpura-pura membantu pekerjaan di area kandang babi.

Han Gu bahkan menggunakan alasan bahwa ia ingin “mempelajari manajemen peternakan spiritual tingkat lanjut” agar tidak terlihat mencurigakan. Tentu saja tidak ada seorang pun yang percaya. Namun karena Puncak Awan Pengembara memang selalu kekurangan tenaga kerja, para penjaga kandang tetap membiarkan mereka membantu pekerjaan ringan.

Dan di situlah Bai Fengxuan mulai berkenalan dengan beberapa murid baru.

Salah satunya adalah seorang murid luar bertubuh kurus bernama Sun Wei yang sudah bekerja hampir dua tahun di kandang babi spiritual. Wajahnya selalu terlihat pucat dan lelah seolah hidupnya telah dihisap habis oleh bau kandang dan pekerjaan berat setiap hari.

“Kalian benar-benar aneh…” gumam Sun Wei suatu sore sambil membersihkan pagar kandang bersama mereka. “Semua murid luar ingin menghindari tempat ini, tapi kalian malah datang sendiri.”

Han Gu langsung tertawa kecil sambil menyapu lantai kandang menggunakan sapu jerami besar. “Kami hanya ingin belajar lebih banyak.”

Sun Wei menatapnya cukup lama sebelum mendengus pelan. “Kalau begitu kalian memang gila.”

Namun meskipun mulutnya kasar, Sun Wei ternyata cukup ramah. Ia mulai menjelaskan berbagai hal mengenai kandang babi spiritual kepada mereka selama beberapa hari berikutnya. Mulai dari jadwal penjagaan malam, lokasi gudang pakan, hingga kebiasaan para murid malam yang sering berjudi diam-diam di belakang gudang setelah tengah malam.

Han Gu mendengarkan semua itu dengan wajah sangat serius seperti murid teladan yang haus ilmu. Sedangkan Bai Fengxuan di sampingnya mulai merasa mereka benar-benar berubah menjadi kriminal profesional.

Beberapa hari kemudian mereka juga mulai mengenal murid perempuan bernama Qin Rou yang bertugas mencatat jumlah babi spiritual setiap pagi. Gadis itu bertubuh kecil dengan rambut pendek sebahu dan suara yang cukup galak.

“Jangan berdiri dekat pagar!” bentaknya suatu hari pada Xu Liang yang kebetulan ikut membantu. “Kalau babi spiritual itu menyerudukmu, jangan harap aku mengobati tulangmu.”

Xu Liang langsung mundur tiga langkah sambil menutupi pinggangnya sendiri. Namun Han Gu justru tampak semakin serius mengamati kandang. Karena di dalamnya terdapat seekor babi spiritual hitam besar yang terus menarik perhatiannya sejak hari pertama.

Tubuh babi itu hampir sebesar kereta kecil dengan kulit hitam mengilap dan aura spiritual yang jauh lebih kuat dibanding babi lain di kandang. Bahkan cara makhluk itu berjalan saja sudah memancarkan tekanan samar yang membuat babi lain menjauh tanpa sadar.

Tatapan Han Gu perlahan berubah penuh kekaguman.

“…Indah sekali.”

Bai Fengxuan langsung menatapnya dengan wajah kosong.

“Kakak jangan bilang…”

Han Gu mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangan dari babi tersebut.

“Itulah target kita.”

Bai Fengxuan mulai merasa hidupnya perlahan semakin menjauh dari jalan murid luar normal. Namun yang lebih mengerikan adalah dirinya sendiri mulai ikut penasaran seperti apa rasa babi spiritual sebesar itu jika dimasak menggunakan wajan hitam.

Dan sekali lagi— itu masalah besar.

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!