Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.
Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.
Lalu.. tanpa di sangka..
"Oke.."
Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..
"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."
Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.
"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."
Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.
Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?
"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Begitu konferensi video selesai, Austin menutup laptopnya perlahan lalu mengangkat pandangan ke arah Yurika yang masih berdiri di dekat meja.
“Ada apa?”
Yurika segera melangkah maju sambil membawa dokumen di tangannya.
“Manajer meminta saya datang untuk menanyakan apakah ada bagian proposal yang perlu direvisi.”
Austin bersandar santai di kursi kerjanya.
“Aku masih ada urusan lain sekarang,” katanya tenang. “Kita bahas nanti.”
Yurika langsung ragu.
Ia takut proyek itu tertunda hanya karena komunikasi mereka tidak lancar.
Setelah berpikir beberapa detik dan mengumpulkan keberanian, ia akhirnya berkata pelan, “Kalau begitu.. Bagaimana kalau saya menambahkan kontak Anda?”
Austin memandangnya tanpa bicara.
Yurika buru-buru menjelaskan, “Supaya lebih mudah kalau ada revisi atau pertanyaan.”
Beberapa detik hening.
“WeChat?” tanya Austin akhirnya.
“Iya.”
Entah kenapa, sudut bibir pria itu tiba-tiba melengkung tipis.
Yurika langsung bingung. Ia tidak mengerti apa yang lucu.
Austin melepas kacamata berbingkai emas dari pangkal hidungnya dengan satu tangan. Gerakannya santai, tetapi tatapannya terasa sangat menusuk.
“Coba lihat daftar kontak yang kamu blokir.”
Otak Yurika langsung kosong.
'Daftar blokir? Tunggu.. Jangan-jangan..'
Ingatan dua tahun lalu tiba-tiba menyerbu kepalanya.
Hari itu setelah acara kelulusan, Yurika yang mabuk nekat menyatakan perasaan pada Austin di depan banyak orang.
Setelah sadar keesokan harinya, ia hampir mati karena malu.
Ia terlalu takut melihat bagaimana Austin akan menolaknya dengan sopan, jadi dalam kepanikan, ia langsung memblokir kontak pria itu.
Strategi burung unta yang sangat sempurna.
Selama tidak melihat pesan balasan, rasa malu itu seolah tidak pernah ada. Lagipula setelah lulus, semua orang berpisah.
Yurika perlahan melupakan kejadian itu. Siapa sangka..
Dua tahun kemudian, pria yang pernah ia blokir justru berubah menjadi bosnya sendiri.
Dan sekarang Austin bahkan mengingatnya.
Begitu pulang malam itu, Yurika langsung membuka daftar hitam WeChat-nya dengan jantung berdebar.
Benar saja. Nama Austin masih ada di sana.
“Ya Tuhan..”
Ia langsung menekan tombol hapus dari daftar hitam dengan ekspresi putus asa.
Foto profil Austin adalah pemandangan luar negeri bernuansa gelap seperti lukisan cat minyak. Sangat artistik dan elegan persis seperti dirinya.
Yurika menatap layar beberapa detik.
Reaksi pertamanya justru: Apa dia sudah menghapusku duluan?
Dengan gugup, ia mengirim satu emoji tinju kecil.
Pesan terkirim.
Tidak ada tanda seru merah.
Yurika langsung membelalak. Austin tidak menghapusnya.
Diblokir selama dua tahun.. tapi pria itu tetap membiarkannya ada di daftar teman.
Entah dia lupa atau memang sengaja.
Dengan panik Yurika segera menarik kembali emoji memalukan tadi, lalu mengetik ulang dengan sopan.
[Tuan Austin, saya Yurika.]
Begitu pesan terkirim, notifikasi lain muncul.
Itu dari Jia.
Jia adalah sahabatnya yang lebih tua satu tahun dan sudah bekerja lebih dulu. Mereka cukup sering mengobrol tentang kehidupan sehari-hari.
Jia langsung bertanya:
[Jadi bosmu itu senior yang dulu kau tembak?]
Yurika langsung membalas cepat.
[Iya, tapi itu bukan pengakuan serius. Aku cuma bercanda waktu itu.]
Jia mengirim emoji tertawa.
[Kedengarannya menarik sekali. Kalau rekan kantor kalian tahu hubungan kalian bukan sekadar atasan dan bawahan, tapi pernah ada sejarah pengakuan cinta segala.. mereka pasti heboh.]
[Tidak ada yang tahu.]
[Seniormu tampan?]
Yurika berpikir beberapa detik dengan serius.
[Sangat tampan.]
Dan bukan tampan biasa.. Austin termasuk tipe pria yang bahkan hanya duduk diam saja sudah menarik perhatian semua orang.
Jia langsung membalas: [Nah itu.]
[Hah?]
[Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkannya.]
Yurika hampir tersedak.
[Aku tidak tahu kau terlalu percaya diri padaku atau cuma bicara ngawur.]
[Laki-laki itu visual banget. Aku tidak percaya seniormu cuma menganggapmu bawahan biasa.]
Yurika menggigit bibir bawahnya pelan.
[Aku rasa tidak mungkin dia kekurangan wanita di sekitarnya.]
[Kau lihat sendiri?]
[Tebakan.]
Jia mengirim deretan titik panjang.
***
Malam semakin larut.
Setelah bekerja seharian dan mondar-mandir ke luar perusahaan, Yurika benar-benar kelelahan.
Usai mandi, ia langsung menjatuhkan diri ke tempat tidur sambil memeluk boneka beruang merah muda kesayangannya.
Matanya sudah setengah tertutup ketika ia masih membalas pesan Jia dengan malas.
Tak lama kemudian, ponselnya kembali bergetar.
Karena terlalu lelah mengetik, Yurika langsung menekan tombol untuk menjawab panggilan suara tanpa melihat layar dengan jelas.
Ia berbaring nyaman di atas kasur sambil memejamkan mata.
Begitu sambungan tersambung, ia bergumam mengantuk, “Sayang.. kenapa tidak bicara..”
Namun beberapa detik berlalu tanpa jawaban. Yurika sedikit mengernyit lalu membuka mata samar-samar.
“Sinyalnya jelek ya?”
Lalu..
Suara rendah dan dingin seorang pria terdengar dari ponselnya.
“Yurika.”
Tubuhnya langsung menegang.
“Lihat jam sekarang.”
Suara Austin terdengar pelan, dalam, dan sangat jelas di tengah malam yang sunyi.
Kemudian ia melanjutkan dengan nada tenang yang justru terdengar berbahaya.
“Dan juga..”
“Siapa yang kau panggil sayang?”
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
🤭
terlalu kaku🙏