NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konfrontasi di depan pagar rumah

​Tidak sanggup lagi menyaksikan kemesraan di depannya, Tyas memutuskan untuk menarik diri sepenuhnya. Ia membenarkan posisi duduknya di kursi belakang, menyandarkan kepala pada bantal leher, dan perlahan memejamkan kedua matanya. Tyas memilih untuk berpura-pura tertidur, sebuah pelarian instan agar ia bisa mengabaikan suara tawa manja Mbak Rani dan sahutan berat Mas Angga yang memenuhi kabin mobil.

​Dengan menutup mata, Tyas berharap rasa perih di dadanya bisa sedikit berkurang. Namun, indra pendengarannya justru menjadi jauh lebih sensitif. Setiap kali Mbak Rani menceritakan oleh-oleh yang ia beli atau bagaimana Mas Angga meresponsnya dengan gumaman lembut, rasanya seperti ada sembilu yang mengiris hati Tyas pelan-pelan.

​Ia terus merutuki dirinya sendiri di dalam hati. Mengapa ia harus merasa sekecewa ini? Sejak awal, ia tahu posisi ini salah. Ia tahu Angga adalah suami kakaknya, dan semua perhatian serta perlindungan yang ia dapatkan kemarin hanyalah sebuah anomali karena Mbak Rani sedang tidak ada di rumah. Tapi ego dan perasaannya menolak untuk berdamai dengan kenyataan secepat ini.

​Di kursi kemudi, Angga sesekali tetap melirik ke arah kaca spion tengah yang sengaja diarahkannya ke wajah Tyas. Pria itu memperhatikan napas Tyas yang teratur namun terlihat sedikit tertahan, serta jemari tangannya yang saling bertautan erat di atas pangkuan. Angga tahu persis, adik iparnya itu tidak benar-benar tertidur. Gadis itu hanya sedang bersembunyi dari kenyataan pahit yang ada di depannya.

​"Eh, Tyas malah ketiduran, Mas," bisik Rani pelan sambil menengok ke belakang, lalu tersenyum maklum. "Kecapekan kali ya, belakangan ini dia sering ngeluh badannya lemas."

​"Mungkin," jawab Angga singkat, suaranya terdengar datar namun matanya yang menatap cermin spion tampak berkilat misterius. "Biarkan saja dia istirahat."

​Mobil terus membelah jalanan kota menuju rumah minimalis satu lantai mereka. Sepanjang sisa perjalanan, Tyas tetap bergeming dalam kepura-puraannya, menenggelamkan diri dalam kegelapan di balik kelopak matanya yang tertutup rapat, bersiap menghadapi babak baru sandiwara yang jauh lebih rumit begitu mereka menginjakkan kaki di pekarangan rumah nanti.

Deru mesin mobil akhirnya meredup saat Angga membelokkan setir memasuki pelataran rumah satu lantai mereka. Tyas perlahan membuka matanya, menyudahi kepura-puraannya untuk tidur. Namun, rasa lega karena telah sampai di rumah seketika sirna, digantikan oleh hawa dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

​Tepat di depan pagar besi rumah mereka, seorang pria dengan jaket jins kumal sedang berdiri bersandar pada motornya.

​Satya.

​Jantung Tyas mencelos. Tubuhnya mendadak gemetar hebat di kursi belakang, meremas ujung bajunya sampai buku-buku jarinya memutih. Ketakutan dari insiden pencekikan di basemen mall kemarin kembali menghantamnya seperti ombak besar. Satya benar-benar nekat mendatangi rumah ini.

​Mbak Rani yang sama sekali tidak tahu-menahu tentang teror Satya, kehamilan Tyas yang digugurkan, ataupun hubungan gelap suaminya, hanya bisa melongo bingung. Ia menatap ke arah luar jendela dengan dahi berkerut. "Lho, Mas... itu bukannya Satya,pacarnya Tyas, ya? ngapain dia berdiri di depan pagar kita?" tanya Rani heran.

​Tyas tidak bisa bersuara. Tenggorokannya mendadak kering kelontang. Ia terpaku di tempatnya, terlalu takut bahkan hanya untuk menyentuh gagang pintu mobil.

​Melalui kaca spion tengah, Angga menangkap basah ekspresi ketakutan Tyas yang mendalam. Rahang pria itu seketika mengeras. Tatapan matanya berganti menjadi sangat dingin dan mematikan saat beralih menatap Satya dari balik kaca depan mobil.

​"Kalian berdua tetap di dalam mobil. Jangan ada yang turun," perintah Angga dengan suara rendah yang penuh penekanan.

​Rani menoleh kaget mendengarnya, "Lho, Mas, kenapa—"

​Sebelum Rani sempat menyelesaikan kalimatnya, Angga sudah membuka pintu kemudi dan turun dari mobil. Postur tubuhnya yang tegap dan langkah kakinya yang lebar memancarkan intimidasi yang luar biasa saat ia berjalan mendekati pagar.

​Di luar, Satya yang awalnya memasang wajah menantang, mendadak ciut saat melihat Angga berjalan ke arahnya. Angga berhenti tepat di hadapan Satya, membatasi jarak hanya dengan jeruji pagar besi. Tyas tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dari dalam mobil yang tertutup rapat, namun ia bisa melihat dengan jelas bagaimana Angga membisikkan sesuatu tepat di depan wajah Satya.

​Angga tampaknya mengatakan hal yang paling ditakuti oleh Satya—entah itu tentang bukti peretasan ponsel, ancaman pidana atas penganiayaan di mall kemarin, atau hal lain yang jauh lebih berbahaya yang bisa dilakukan Angga dengan kekuasaannya.

​Hanya dalam hitungan detik, warna kulit di wajah Satya memucat. Nyali pria yang kemarin mencekik Tyas itu runtuh seketika. Dengan wajah penuh kecemasan dan ketakutan yang kentara, Satya buru-buru menyalakan mesin motornya, memutar arah dengan tergesa-gesa, lalu memacu kendaraannya pergi meninggalkan pelataran rumah tanpa menoleh lagi.

​Setelah memastikan Satya benar-benar hilang dari tikungan jalan, Angga berbalik dan kembali masuk ke dalam mobil.

​Suasana di dalam kabin mendadak sunyi senyap. Rani masih terdiam, menatap suaminya dengan penuh tanda tanya yang menuntut penjelasan, sementara Tyas di kursi belakang masih memeluk tubuhnya sendiri, meredakan getaran ketakutan yang belum juga hilang.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!