SINOPSIS
Feng Ruxue adalah Permaisuri dari Kekaisaran Phoenix yang dikhianati oleh suaminya sendiri, sang Kaisar, dan adik perempuannya yang licik. Mereka menjebak Ruxue, mencabut tulang sumsum phoenix-nya (sumber kekuatannya), dan membakarnya hidup-hidup di Menara Terlarang.
Namun, alih-alih mati, jiwa Ruxue justru bangkit kembali ke tubuh seorang gadis lemah berwajah buruk rupa yang sering ditindas di desa terpencil. Dengan ingatan masa lalunya sebagai kultivator tingkat tinggi, ia mulai berlatih kembali, menyembuhkan wajahnya, dan membangun pasukan rahasia. Ia kembali ke ibu kota bukan untuk meminta maaf, tapi untuk mengambil kembali mahkotanya dan membakar setiap orang yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mieayam(•‿•), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Rahasia di Balik Debu Perpustakaan Kuno
Setelah keributan di Aula Ujian, nama Xiao Lan menjadi buah bibir yang tidak bisa dihentikan di setiap sudut Akademi Phoenix Langit. Namun, bagi Lin Xiao, ketenaran adalah gangguan yang tidak perlu jika tidak membawa keuntungan bagi rencana besarnya. Ia menolak semua undangan perjamuan dari berbagai klan kecil yang mencoba menjilatnya, dan memilih untuk menghabiskan malam pertamanya di paviliun pribadi yang diberikan akademi.
Pagi berikutnya, saat kabut tipis masih menyelimuti pegunungan di sekitar akademi, Lin Xiao melangkah menuju tempat yang paling ingin ia kunjungi: Perpustakaan Sayap Naga. Ini bukan perpustakaan biasa; bangunan itu terdiri dari tujuh lantai yang menjulang tinggi, di mana lantai-lantai atas hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki tingkat kultivasi dan kontribusi tertentu.
Lin Xiao membutuhkan informasi. Ia harus tahu sejauh mana klan Kekaisaran telah menggali sejarah tentang "Klan Mawar Hitam" dan apakah ada catatan mengenai teknik Nirwana yang lebih tinggi yang mungkin tersembunyi di dalam arsip rahasia akademi.
Saat ia memasuki lantai pertama, aroma kertas tua, tinta kering, dan debu yang berumur ratusan tahun menyambutnya. Ratusan rak buku setinggi langit-langit berjejer rapi, berisi gulungan teknik bela diri, sejarah kekaisaran, hingga teori pengobatan. Para murid yang ada di sana segera berbisik saat melihat Lin Xiao masuk. Mereka memberikan jalan dengan hormat yang bercampur dengan rasa takut.
Lin Xiao terus berjalan melewati lantai demi lantai. Dengan status "Kelas Emas Sempurna", ia memiliki akses hingga lantai lima. Namun, ia tidak berhenti di sana. Matanya menatap ke arah tangga kayu tua yang menuju ke lantai enam—lantai yang dijaga oleh sebuah segel energi yang sangat kuat.
"Lantai enam dan tujuh dilarang untuk murid, tidak peduli seberapa jenius dirimu."
Sebuah suara serak dan lemah terdengar dari sudut bayangan di dekat tangga. Lin Xiao menoleh dan melihat seorang pria tua yang sangat kurus duduk di sebuah meja kayu kecil. Pria itu tampak seperti sudah menjadi bagian dari perpustakaan itu sendiri; kulitnya keriput seperti kertas perkamen, dan matanya terlihat buram.
Lin Xiao membungkuk sedikit, sebuah tanda hormat yang jarang ia berikan. Ia bisa merasakan bahwa pria tua di depannya ini bukan orang biasa. Auranya sangat dalam, seolah-olah ia adalah sebuah sumur tanpa dasar. "Saya tidak bermaksud melanggar aturan, Tetua. Saya hanya mencari sesuatu yang mungkin tidak ada di lantai bawah."
Pria tua itu perlahan mengangkat kepalanya, menatap Lin Xiao dengan mata buramnya yang tiba-tiba berkilat tajam. "Mawar yang sudah mekar kembali... namun memiliki duri yang lebih tajam dari sebelumnya. Apa yang kau cari di sini, Nak? Apakah kau mencari cara untuk memetik bintang, atau cara untuk membakar langit?"
Jantung Lin Xiao berdegup kencang. Pria tua ini tahu sesuatu. Kalimatnya bukan sekadar kiasan biasa. "Saya mencari kebenaran yang terkubur oleh pemenang perang masa lalu, Tetua."
Pria tua itu terdiam lama, sebelum akhirnya ia mengeluarkan sebuah kunci tembaga berkarat dari sakunya. "Kebalikan dari cahaya bukanlah kegelapan, melainkan ketiadaan. Jika kau cukup berani untuk melihat apa yang seharusnya tidak ada, ambillah ini. Lantai tujuh memiliki bagian yang disebut 'Catatan yang Terhapus'. Namun ingat, sekali kau membuka pintu itu, kau tidak bisa lagi berpura-pura menjadi orang asing di dunia ini."
Lin Xiao mengambil kunci itu. Tangannya merasakan dingin yang menusuk tulang. "Terima kasih, Tetua."
Tanpa membuang waktu, ia melewati segel yang entah bagaimana terbuka sendiri saat ia mendekat, dan menaiki tangga menuju lantai tertinggi. Di lantai tujuh, suasana sangat berbeda.
Tidak ada jendela, hanya ada lampu-lampu minyak yang menyala dengan api berwarna biru. Rak-rak di sini sangat sedikit, dan sebagian besar berisi buku yang sudah rusak parah.
Ia berjalan menuju bagian belakang, di mana terdapat sebuah rak yang tertutup tirai hitam. Setelah membukanya, ia menemukan sebuah gulungan tunggal yang terbuat dari kulit naga hitam. Di sampulnya, terdapat simbol yang sangat ia kenal: seekor burung yang sedang menelan api.
Simbol yang sama dengan yang ada di kotak perunggu ibunya.
Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia membuka gulungan itu. Tulisan di dalamnya bukan menggunakan tinta biasa, melainkan guratan energi yang hanya bisa dibaca oleh seseorang dengan Energi Nirwana.
"Klan Mawar Hitam bukan pengkhianat. Kami adalah penjaga gerbang dari apa yang disebut 'Kekosongan Abadi'. Kekaisaran Phoenix mengkhianati perjanjian kuno karena mereka menginginkan kekuatan Nirwana untuk membangkitkan Dewa Matahari mereka yang sudah mati. Mereka membantai klan kami bukan untuk kedamaian, tapi untuk pencurian besar-besaran..."
Mata Lin Xiao membelalak. Jadi selama ini, sejarah yang diajarkan di kekaisaran adalah kebohongan total. Keluarganya bukan penjahat; mereka adalah korban dari kerakusan keluarga kerajaan Long. Amarah yang dingin mulai menyelimuti hatinya, membuat Energi Nirwana Hitam di tubuhnya bergetar hebat.
Tiba-tiba, pendengarannya yang tajam menangkap suara langkah kaki yang sangat pelan dari arah tangga.
"Jadi, rumor itu benar. Kau memang memiliki ketertarikan pada hal-hal yang terlarang, Xiao Lan."
Lin Xiao segera menutup gulungan itu dan berbalik. Di ambang pintu lantai tujuh, berdiri seorang wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah. Itu bukan Feng Meili, melainkan Putri Long Yan, adik perempuan dari Long Tian. Ia dikenal sebagai wanita terpintar di kekaisaran dan juga seorang praktisi tingkat tinggi.
Di belakang Long Yan, berdiri beberapa pengawal bayangan yang memancarkan niat membunuh yang kuat.
"Membaca catatan terlarang adalah pelanggaran berat yang bisa dihukum mati," ucap Long Yan dengan senyum manis yang tidak mencapai matanya. "Tapi, kakakku sangat tertarik padamu. Jika kau menyerahkan apa yang kau temukan dan bersumpah setia pada klan Long, aku mungkin bisa melupakan bahwa kau pernah menginjakkan kaki di lantai ini."
Lin Xiao menyimpan gulungan itu ke dalam cincin penyimpanannya dengan gerakan kilat. Ia menatap Long Yan dengan tatapan yang penuh penghinaan. "Setia pada klan Long? Aku lebih memilih untuk melihat seluruh ibu kota ini terbakar daripada memberikan satu helai rambutku pada kalian."
Wajah Long Yan langsung berubah menjadi dingin. "Berani sekali kau. Pengawal, tangkap dia hidup-hidup. Aku ingin melihat seberapa keras tulang punggungnya saat ia berada di ruang penyiksaan."
Para pengawal bayangan itu bergerak seperti asap, melesat menuju Lin Xiao. Mereka semua berada di Tahap Pembentukan Inti tingkat tiga. Namun, Lin Xiao tidak lagi sama dengan saat ia berada di Kota Cahaya Bulan.
"Kalian ingin melihat kegelapan?" desis Lin Xiao.
Ia menghantamkan telapak tangannya ke lantai kayu perpustakaan. 'Seni Nirwana: Penjara Mawar Hitam!'
Seketika, dari bayang-bayang di lantai, tumbuh duri-duri hitam raksasa yang melilit para pengawal tersebut. Duri-duri itu bukan hanya tajam secara fisik, tapi juga menghisap energi spiritual musuh dengan rakus. Para pengawal itu berteriak kesakitan saat energi mereka dikuras dalam hitungan detik.
Long Yan terkejut dan mundur beberapa langkah. "Kekuatan ini... kau... kau adalah sisa-sisa klan itu!"
Lin Xiao muncul di depan Long Yan hanya dalam satu kedipan mata, tangannya mencekik leher sang putri dengan sangat kuat. "Beritahu kakakmu, Long Tian. Barang yang ia curi dari keluargaku akan segera aku ambil kembali, beserta bunganya."
Lin Xiao tidak membunuhnya—belum saatnya. Ia melepaskan Long Yan hingga wanita itu tersungkur ke lantai, lalu ia melompat keluar melalui salah satu celah sempit di langit-langit perpustakaan, menghilang ke dalam kegelapan malam sebelum alarm akademi berbunyi.
Malam itu, Akademi Phoenix Langit berada dalam keadaan siaga tinggi. Namun, Lin Xiao sudah kembali ke paviliunnya, duduk tenang sambil mempelajari lebih dalam gulungan kulit naga tersebut. Ia tahu, setelah konfrontasi dengan Long Yan, identitas aslinya sebagai keturunan Mawar Hitam mungkin akan segera terungkap.
Tapi ia tidak peduli lagi. Persiapan sudah cukup. Sekarang, saatnya untuk mulai melakukan serangan balik yang sesungguhnya.