NovelToon NovelToon
CINTA HABIS DI MANTAN

CINTA HABIS DI MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: AssaZahara

Catalea Yoora merupakan salah satu dari pewaris perusahaan Rotasi Company. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan, bakery, dan kuliner yang sudah membuka cabang lebih dari lima provinsi. Beberapa menit menjelang akad nikahnya Alea menghilang. Gosip yang beredar Alea pergi karena ia tidak mencintai calon suaminya karena perjodohan keluarga. Kecurigaan itu beralasan, karena tamu yang dimaksud ternyata mantan Alea, Zahran Adrian Adiguna. Mantan kekasih yang pernah menjalin hubungan dengan Alea. Namun hubungan itu berakhir karena hubungan keluarga. Akhir-akhir ini hubungan kedua keluarga itu membaik. Tapi kejadian hilang nya Alea berkaitan Erat dengan Zahran. Beberapa orang menduga Alea di culik oleh Zahran karena dendam. Namun sebagian orang merasa alasan hilangnya Alea sangat sederhana ia masih cinta dengan mantan kekasih nya. Motif yang hanya bisa di ketahui publik ketika Alea di temukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AssaZahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Catatan Harian

Kesunyian yang tertinggal di dalam kamar suite mewah nomor 1502 Hotel Grand Luminary terasa begitu pekat, seolah-olah waktu telah berhenti berputar sejak detik pertama Catalea Yoora melangkah keluar dan pergi melalui pintu belakang. Ruangan yang dirancang khusus dengan dekorasi bernuansa emas dan putih gading itu kini tampak menyerupai sebuah situs peninggalan yang sunyi.

Tirai-tirai beludru berukuran raksasa yang membingkai jendela panorama kota masih sedikit tersingkap, membiarkan cahaya matahari siang menembus masuk dan menyinari butiran debu yang beterbangan di atas lantai marmer yang dingin.

Di tengah ruangan, ranjang berukuran king size tertata rapi, namun di atas seprai sutra putihnya tergeletak seonggok kain yang mengundang nestapa: gaun kebaya pernikahan Alea yang megah. Tanpa tubuh yang memakainya, gaun bertabur kristal swarovski itu tampak kehilangan seluruh jiwanya, lunglai seperti kulit ular yang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya. Di bawah kaki ranjang, beberapa ronce melati yang telah layu menyebarkan aroma harum yang samar, bercampur dengan wangi parfum mawar Prancis milik Alea yang perlahan menguap ke udara.

Pintu ganda kamar itu terbuka dengan sentakan keras. Arkaen Yoora melangkah masuk terlebih dahulu, diikuti oleh Benny Priyatno yang melangkah dengan ritme yang jauh lebih tenang namun penuh kalkulasi. Di belakang mereka, Hardi, sang asisten pribadi, berjalan dengan kepala tertunduk, memegang sebuah kantong plastik transparan yang telah digunakan untuk mengamankan beberapa barang pribadi Alea sebelum tim identifikasi kepolisian sempat menyisir area tersebut.

"Keluar semuanya," perintah Arkaen dengan suara rendah yang bergetar kepada dua orang petugas keamanan hotel yang berjaga di ambang pintu.

"Jangan biarkan siapa pun masuk ke koridor ini, termasuk jurnalis atau staf hotel lainnya. Jika ada yang berani mengambil foto kamar ini, aku akan memastikan mereka kehilangan pekerjaannya hari ini juga." Ujar Arkean lagi.

Setelah pintu ditutup rapat dan terkunci dari dalam, Arkaen langsung berbalik menuju meja rias besar yang terletak di sudut ruangan. Meja kayu jati berlapis cat putih bersih itu dipenuhi oleh berbagai macam perlengkapan rias premium, botol-botol serum, kuas-kuas kosmetik yang tersusun rapi, hingga kotak perhiasan beludru merah yang terbuka, menampilkan sepasang anting berlian yang seharusnya melingkar di telinga Alea saat ini.

Namun, perhatian Arkaen tidak tertuju pada kemewahan yang tertinggal. Matanya yang memerah akibat amarah dan kurang tidur langsung mengunci pada sebuah benda yang dipegang oleh Hardi.

"Tuan Arkaen, Pak Benny... mohon maaf.." suara Hardi memecah keheningan, memajukan langkahnya dengan sangat hati-hati.

"Saat memeriksa laci tersembunyi di bawah meja rias sebelum tim forensik datang, saya tidak menemukan surat memo pendek. Saya justru menemukan ini. Sebuah buku catatan harian pribadi milik Nona Alea."

Hardi menyerahkan sebuah buku agenda kecil bersampul kulit berwarna cokelat tua dengan pengait magnetis yang sudah terbuka. Buku itu tampak sering dibuka, ujung-ujungnya sedikit terkikis, mencerminkan bahwa pemiliknya menghabiskan banyak malam dengan jemari yang mengusap permukaannya.

Arkaen merebut buku harian itu dengan kasar. Di halaman terakhir yang terbuka, tertulis penanggalan tepat dua hari sebelum hari pernikahan ini. Tulisan tangan Alea yang rapi namun tampak terburu-buru dan sedikit ternoda oleh tetesan air mata yang mengering, langsung terpampang jelas di bawah lampu meja rias.

Benny Priyatno melangkah mendekat, berdiri di samping Arkaen sambil membetulkan letak kacamatanya. Sepasang mata Benny yang tajam ikut membaca baris-baris kalimat yang sarat akan keputusasaan dan emosi mendalam di buku harian tersebut:

'2 Juni.

Gaun putih gading itu sudah tiba di kamarku. Semua orang mengatakan aku akan menjadi wanita paling beruntung, menjadi pengantin dari Pratama Logistics. Tapi setiap kali aku menatap gaun itu, aku hanya mencium aroma adonan roti di gerai Dago, aroma jaket denim yang basah oleh hujan Bandung, dan aroma parfum maskulin yang selalu melekat pada tubuh Zahran.

Tiga tahun telah berlalu sejak malam kejam di Ciumbuleuit, malam di mana aku terpaksa merobek hatiku sendiri dan membuang gelang perak gandum darinya demi melindungi masa depannya dari Ayah. Ayah mengira dia berhasil mendidikku menjadi boneka korporat yang patuh. Tapi Ayah keliru. Di dalam oven retorika bisnis ini, jiwaku sudah lama hangus terbakar.

Aku tahu Zahran membenciku. Aku tahu dia masuk kembali ke industri ini dengan amarah yang membara untuk menghancurkan apa yang aku miliki. Tapi jika dia tahu bahwa di balik topeng dingin Catalea Yoora, aku masih menyimpan setiap detak jantung yang sama seperti empat tahun lalu... apakah dia akan tetap membenciku?

Pernikahan dengan Reynald ini adalah kematian bagiku. Jika Zahran tidak datang menjemputku dari kegelapan ini, aku bersumpah, setidaknya aku tidak akan membiarkan boneka Ayah ini berjalan ke altar dalam keadaan hidup.'

Keheningan di dalam kamar itu mendadak terasa semakin menekan setelah untaian kalimat itu selesai dibaca. Arkaen menarik napas dalam-dalam, dadanya kembang kempis menahan gejolak emosi yang campur aduk. Di satu sisi, ia merasakan kemarahan yang luar biasa karena adiknya telah bertindak seberani dan sebodoh itu menyimpan bom waktu emosional di tengah persiapan pernikahan megah keluarga mereka. Namun, di sisi lain, sebuah senyuman kemenangan terselubung hampir saja pencah di sudut bibirnya. Setidaknya kesempatan ini bisa membuat nya menjadi pewaris tunggal Rotasy Company.

Buku catatan harian ini adalah bukti mutlak. Benda ini bukan sekadar coretan pelarian, melainkan pengakuan psikologis yang gamblang bahwa Catalea Yoora tidak diculik, tidak dipaksa, dan tidak berada di bawah ancaman senjata ketika ia meninggalkan hotel. Dia pergi dengan kesadaran penuh, didorong oleh sisa-sisa cinta lama yang tidak pernah mati pada Zahran Adrian Adiguna.

"Gadis bodoh," desis Arkaen, suaranya terdengar dingin dan penuh kebencian.

"Dia benar-benar merencanakan ini. Dia menyerahkan dirinya pada musuh bisnis kita demi romansa masa lalu."

Benny Priyatno tidak langsung merespons. Ia mengambil buku harian itu dari tangan Arkaen dengan gerakan yang sangat hati-hati, memegangnya hanya di bagian ujung agar tidak merusak tekstur kulitnya. Benny menatap tulisan tersebut dengan mata yang menyipit, otaknya yang bekerja seperti mesin kalkulator finansial langsung menyusun berbagai skenario strategis dalam hitungan detik.

"Ini jauh lebih berbahaya daripada selembar surat memo biasa, Arkaen," ujar Benny dengan nada suara yang sangat tenang, kontras dengan kepanikan Arkaen.

"Jika buku harian ini sampai jatuh ke tangan pihak kepolisian atau bocor ke media, narasi penculikan yang kita bangun akan hancur total dalam semalam. Publik akan melihat ini sebagai skandal perselingkuhan emosional terbesar di kalangan konglomerat. Saham ROTA tidak hanya akan turun, tapi terjun bebas ke titik terendah tanpa ada peluang untuk rebound" ujar Benny lagi.

Arkaen mengepalkan kedua tangannya.

"Lalu apa yang harus kita lakukan? Menyembunyikan buku ini?"

"Tepat sekali," Benny tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sarat akan intrik korporat yang kejam.

Ia menutup buku harian itu dan memasukkannya ke dalam saku dalam jasnya yang mahal.

"Hardi, kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik dengan tidak menunjukkan ini pada siapa pun. Ingat, di mata publik, di mata media, dan di mata hukum untuk saat ini... Catalea Yoora harus tetap menjadi korban penculikan yang malang. Zahran Adrian Adiguna harus tetap dicap sebagai penjahat kriminal yang memanfaatkan kelengahan sistem keamanan kita untuk membalas dendam."

Arkaen mengangguk perlahan, rahangnya kembali mengeras dengan tekad baru yang egois. Di dalam kamar pelaminan yang kosong itu, isi buku harian Alea yang jujur dan penuh luka tidak akan pernah sampai ke telinga sang ayah yang sedang sekarat di ICU. Catatan cinta sejati itu kini resmi terkunci rapat di dalam laci gelap konspirasi korporat yang siap menenggelamkan takdir mereka semua.

1
Ana Dww
elu nekattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!