NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Di dalam ruang klinik kampus yang tenang, Kinara duduk di tepi bed perawatan dengan wajah pucat. Seorang petugas medis dengan telaten mengoleskan salep khusus luka bakar sebelum akhirnya membalut pergelangan hingga punggung tangan kirinya menggunakan kain kasa putih yang bersih.

​Setiap kali kain kasa itu menempel dan sedikit menekan kulitnya, Kinara refleks memejamkan mata erat-erat, menggigit bibir bawahnya demi menahan rasa perih yang luar biasa menyerang syarafnya.

​"Apes banget..." gumam Kinara lirih setelah petugas medis itu selesai dan melangkah pergi untuk merapikan peralatan.

​Sorot matanya mendadak berubah kosong, menatap balutan kasa di tangannya. Rasa sakit fisik ini memicu ingatan kelam dari kehidupan lalunya yang berputar otomatis di kepalanya. Kinara teringat kembali pada suatu malam di tahun-tahun awal pernikahannya dulu. Saat itu, ia begadang demi membuatkan secangkir kopi hangat untuk Zergan yang sedang sibuk bekerja di ruang kerja rumah mewah mereka. Karena mengantuk dan kelelahan, tangannya gemetar hingga air kopi yang masih mengepul panas itu tumpah, menyiram telapak tangannya sendiri sampai melepuh.

​Bukannya mendapatkan pelukan atau kekhawatiran, Zergan yang melihat kejadian itu hanya menatapnya dengan pandangan dingin yang menusuk. Pria itu justru mengatainya wanita ceroboh yang tidak bisa melakukan hal sepele dengan benar, lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkannya yang menangis menahan perih sendirian di dapur yang dingin.

​"Sekarang bahkan sama..." ucap Kinara teramat lirih dengan senyuman getir yang tersungging di bibirnya. Tatapan mata Zergan di kantin tadi tetap sama dinginnya, selalu mengabaikannya demi membela ego Haura.

​Sherly dan Ririn yang sedang berdiri di samping bed seketika saling berpandangan dengan dahi berkerut bingung. Mereka sama sekali tidak mengerti arah ucapan lirih sahabatnya itu.

​"Sama? Apanya yang sama, Ra? Lo ngomongin siapa sih?" tanya Sherly heran sambil mengusap lengan Kinara lembut.

​Kinara tersentak, lalu buru-buru menggelengkan kepalanya pelan untuk membuyarkan lamunan masa lalunya. "Nggak apa-apa, Sher, Rin. Cuma gumaman nggak jelas karena efek nahan perih aja kok," kilas Kinara, mencoba tersenyum senormal mungkin agar kedua sahabatnya tidak semakin curiga dengan perubahan sikapnya.

​Setelah keluar dari klinik kampus dan berpamitan dengan Sherly serta Ririn yang sempat memaksanya untuk diantar, Kinara memilih untuk berjalan kaki sendirian. Alih-alih langsung kembali ke kosan lamanya, ia membuka ponsel untuk memeriksa perkembangan pundi-pundi uangnya di aplikasi akun sekuritas.

​Senyuman puas terukir di wajah cantiknya. Uang investasinya benar-benar terus meroket tajam dan bertambah dalam hitungan jam. Mengingat perang besar melawan keluarga kandungnya yang tersisa dua bulan lagi, serta fakta bahwa ia membutuhkan tempat yang jauh lebih aman, privat, dan nyaman untuk mengelola takdir barunya, Kinara memutuskan untuk mencari tempat tinggal baru hari ini juga.

​Ia menjelajahi area sekitar kampus dan mulai mencari sebuah apartemen. Kinara tidak menginginkan griya tawang yang terlalu mencolok, melainkan sebuah unit apartemen sederhana namun mengusung konsep minimalis modern yang sangat sesuai dengan selera pribadinya. Setelah mendatangi sebuah gedung apartemen yang terletak hanya beberapa ratus meter dari gerbang utama kampus, ia langsung jatuh cinta pada salah satu unit di lantai lima.

​Unit itu memiliki pencahayaan alami yang sangat baik, dengan dinding bernuansa putih bersih, sebuah ruang tengah kecil, dapur minimalis, dan kamar tidur yang nyaman. Tanpa berpikir panjang, Kinara langsung menyelesaikan seluruh administrasi kontrak dan membayar lunas biaya sewa untuk satu tahun ke depan menggunakan uang hasil keuntungan sahamnya.

​Sore menjelang malam, setelah mengemas beberapa pakaian dan barang-barang penting dari kosan lamanya menggunakan taksi online, Kinara akhirnya tiba kembali di depan pintu unit apartemen barunya. Tangan kanannya yang bebas membawa tas jinjing besar, sementara tangan kirinya yang dibalut kain kasa menekan kode akses pintu nomor 502.

​Klik.

​Baru saja pintu unitnya terbuka sedikit, suara pintu dari unit tepat di seberang lorongnya—nomor 501—juga ikut terbuka. Kinara refleks menoleh ke arah sumber suara.

​Deg!

​Seluruh persendian Kinara seketika membeku. Tas jinjing di tangan kanannya hampir saja merosot jatuh ke lantai koridor yang sunyi. Matanya membelalak sempurna, dipenuhi rasa terkejut yang luar biasa hingga dadanya kembali berdegup kencang secara tidak beraturan.

​Seorang pria jangkung baru saja melangkah keluar dari pintu seberang, hanya mengenakan kaos oblong rumahan berwarna putih dan celana pendek hitam santai. Rambut hitamnya tampak sedikit berantakan alami. Pria itu adalah Zergan Airlangga.

​Kedua pasang mata itu bertemu di tengah lorong koridor yang sepi. Mereka berdua saling diam, terpaku mematung menatap satu sama lain selama beberapa detik yang terasa sangat mencekam. Zergan pun tampak tak kalah terkejut melihat kehadiran gadis misterius yang belakangan ini terus mengusik pikirannya kini berdiri tepat di depan unit kamarnya sendiri dengan membawa barang bawaan.

​Kinara yang pertama kali berhasil menguasai keterkejutannya langsung menatap Zergan dengan pandangan tidak percaya. "Kenapa... kenapa kamu bisa ada di sini?!" tanya Kinara dengan nada suara yang bergetar menahan luapan emosi yang mendadak campur aduk.

​Mendengar pertanyaan itu, ingatan Kinara dari kehidupan lalunya mendadak berputar cepat bak bioskop kuno. Otaknya langsung memproses satu fakta besar yang sempat terlupakan olehnya karena rentetan kejadian dramatis beberapa hari ini.

​'Ya Tuhan, aku baru ingat! Dulu waktu zaman kuliah, Zergan memang pernah membeli sebuah unit apartemen sederhana di dekat kampus karena dia malas pulang ke rumah utamanya kalau jadwal kuliahnya padat atau saat dia sedang bertengkar dengan keluarganya!' batin Kinara berteriak histeris, merutuki kebodohan dan nasib sialnya.

​Kenapa dari sekian banyak gedung apartemen di kota ini, ia harus memilih gedung dan lantai yang sama persis dengan tempat persembunyian pria yang mati-matian ingin ia hindari? Takdir seolah sedang mempermainkannya dengan kejam, kembali mendekatkannya pada pusaran kehidupan Zergan Airlangga di saat ia baru saja ingin memulai lembaran hidup yang baru.

1
si mesteri
semoga kau hidup bahagia kedepan nya kinara oh iya thor ini yg terbagus dalam ending sad bikin haru dan mau aku baca berkali-kali tapi radak nyesek sama endingnya semoga thor nya juga sehat selalu dadah /Smile//Sob/
Uthie
Lagiiii dong 😍
heyyykau
crazy up kak🫰
Dwi Agustina
Allah pasti trlah menyiapkan takdir yg lbh indah utkmu Nara😥💪
heyyykau
crazy up kak, gk sabar liat kinara menghilang dri kehidupan zergan trs kinara jadi sukses sm ada seseorang mencintai kinara dengan tulus dan juga sebaliknyaa🫰😭
Dedi Dahlia
nanti setelah kinara pergi,zergan ingat kembali massa lalu kehidupan pertama, dan menyadari sipat Haura tak seperti yang diharapkan,baru lah sadar hanya kinara gadis yang tulus dan mengerti tapi,sayang terlambat baru menyadarinya,sip di tunggu momennya thorr itu terjadi🙂🙂
Uthie
Saya sihhh paling gak sabar nunggu pas moment Kinara pergi dari Zergan, dan ia baru menyadari siapa yg paling tulus pada nya nanti 😏😏

kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
Dwi Agustina
Sesakit ini y Nara nyampe kesini😥🤣😂😂
putmelyana
bodoh bukannya menjauh malah masuk kedalam masalahnya bodoh bnget lu kinara
Devi..
harusnya Kinara memastikan dulu gmna hub Haura dg Arsen.. terlalu buru" klo lngsung menghadap Oma..😌
heyyykau
crazy upp kak gk sabar kinara pergi jauh, sukses dan punya pasangan yang menerima dia apa adanya dan yg terpenting mencintai diaa🫰
aku
kenapa nara smpe segitunya sih. bukannya udh ckup smpe haura batal diculik ja? kesannya jd ikut campur bgt. agk kurang respect 🙏 mf cm berpendapat 🙏
Uthie
Sepertinya Kinara malah membuat masalah baru nantinya untuk Zergan... bahwa Haura sebenarnya tidak sebaik yg terlihat!!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Uthie
Kalau menurut aku, berubah nya Takdir ini adalah saat Haura batal di culik, dan tidak jadi meninggal tragis...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍

dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
Dwi Agustina
Nyesek bngt jd Kinara😥
Uthie
Lagiiii dongggg 😍🙏🙏
Lippe
Kinara malah bikin Zergan jadi tambah beban pikiran 🤣
Uthie
Bagussss... keren tuhhhh pembalasan nya 👍👍😍😍😍
aku
🌹 ayo tor biar semangat 🙏
Yuyun Suprapti
masih kurang kk...
besok² crazy up dong kk thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!