NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Pagi harinya, begitu alarm di ponselnya berbunyi nyaring menembus keheningan kamar, Arash membuka mata perlahan.

Dia meregangkan otot-otot tubuhnya yang masih terasa sedikit kaku setelah mengikuti pengajian hingga larut malam bersama sang ayah.

Sambil mengumpulkan kesadarannya yang masih berceceran, pandangan mata Arash secara refleks langsung bergerak mendongak, menatap ke arah sudut ruangan yang paling tinggi.

Di sana, di atas lemari pakaian jati miliknya, dia sudah menemukan Lala sedang duduk santai sembari mengayun-ayunkan kedua kaki transparannya yang mungil.

Jangan salah, atas lemari kamar Arash kini penampilannya sudah berubah drastis sejak dua hari yang lalu.

Karena merasa kasihan (dan juga lelah mendengar keluhan Lala yang hobi berguling-guling di lantai), Arash sengaja meletakkan sebuah kasur busa lipat tipis, lengkap dengan bantal empuk dan selembar selimut kecil bermotif bunga di atas lemari tersebut.

Tempat yang awalnya berdebu itu kini telah disulap menjadi zona nyaman yang sangat estetik bagi Lala untuk beristirahat di sela-sela waktu senggangnya mengitari dunia manusia.

"La, gimana semalem?" tanya Arash dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, sembari mendudukkan diri di tepi ranjangnya.

Mendengar suara Arash, Lala langsung tersenyum cerah, menampakkan sepasang taring kecilnya yang kini terlihat sangat akrab di mata Arash.

Dengan gerakan melayang yang anggun tanpa suara, dia turun dari atas lemari, mendarat rendah tepat di samping bangku belajar Arash untuk mendekat ke arah cowok sholeh tersebut.

"Bener kata Om Satpam Mas. Tengah malam pas jam dua belas pas, mereka baru keluar dari dalam rumah mbah dukun," lapor Lala, raut wajah cantiknya yang pucat berubah menjadi sangat serius, menghilangkan sejenak jiwa *cegil* yang biasanya dominan.

"Tapi Mas, yang bikin aku heran, kondisi Devano pas keluar itu udah segar banget bugar, gak kayak pas pertama kali masuk yang lemas lunglai kayak mayat hidup."

Arash mengernyitkan dahi dalam-dalam, tangannya refleks mengusap dagunya yang mulai ditumbuhi janggut tipis. "Terus? Ada kejanggalan lain?"

"Ada Mas, pas mereka berjalan pulang menuju ke mobil sedan hitam itu... mereka gak cuma bertiga," lanjut Lala, menurunkan volume suara gaibnya hingga menyerupai bisikan yang mencekam.

"Maksudnya?" tanya Arash memicingkan mata penuh selidik, ‘’Mereka tambah personil kah?’’

" Mereka jadi berempat karena... ada sesosok mahluk gaib berwujud perempuan bergaun merah darah yang jalannya nempel ketat banget di punggung Devano.’’

‘’Mahluk itu kayak ngalirkan energi hitam yang pekat banget ke tubuh Devano, makanya dia bisa langsung kelihatan segar. Nanti kamu lihat sendiri deh kalau di sekolah ketemu sama dia. Kayaknya hari ini dia bakal masuk sekolah,’’

Arash mengangguk-angguk pelan, mencerna setiap potong informasi mistis dari asisten supranaturalnya itu dengan saksama.

Teka-teki ini semakin lama semakin menunjukkan arah yang mengerikan. Ada transaksi spiritual hitam yang mengorbankan sesuatu demi memulihkan kondisi Devano.

"Oke, makasih infonya, La. Gue mandi dulu, keburu kesiangan entar diantar Ayah," ucap Arash bangkit berdiri, menyambar handuk yang tergantung di balik pintu kamar.

Dia segera mandi dan bersiap-siap mengenakan seragam putih abu-abunya dengan cekatan.

**

Setibanya di sekolah, suasana di sekitar area gerbang depan terasa sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada suara canda tawa yang riuh atau deru motor anak-anak yang hobi pamer knalpot.

Suasana tampak hening, mencekam, dan dipenuhi oleh bisik-bisik tegang dari para murid yang berkumpul di koridor.

Begitu memarkirkan motor *sport* hijau metaliknya di bawah pohon peneduh, Arash langsung disambut oleh ketiga sahabatnya, Reno, Alvaro, dan Mike yang sudah berdiri menunggunya dengan raut wajah yang luar biasa tegang dan syok.

"Eh Rash! Hari ini jamkos, nongkrong yuk!" kata Reno langsung menyambut Arash begitu cowok itu melepas helm full-face hitamnya.

"Jamkos? Kenapa emang? Semua guru lagi rapat dinas?" tanya Arash bertubi-tubi, merasa aneh karena jarang sekali hari Jumat pagi diawali dengan jam kosong massal di kelas mereka.

‘’Kan guru pada melayat semua,’’

‘’Siapa yang meninggal?’’

"Fira udah ketemu, Rash... tapi dia meninggal," sambung Mike dengan suara yang bergetar pelan, menepuk pundak Arash dengan pandangan mata yang kosong akibat tidak percaya dengan berita duka yang mendadak ini.

Mata Arash langsung membulat kaget seketika. Jantungnya serasa mencelos jatuh ke usus.

Bayangan rintihan perempuan yang dia dengar dari balik pintu jati ruang Kepala Sekolah kemarin siang langsung berputar liar di dalam kepalanya, memicu rasa bersalah dan kengerian yang teramat sangat.

‘Gak mungkin... kemarin dia masih hidup di ruangan itu!’ jerit Arash dalam hati yang bergejolak hebat.

"Ketemu di mana?" tanya Arash mencoba menahan getaran di suaranya, mencengkeram stang motor hijaunya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Nah, itu dia yang sampai sekarang masih jadi pertanyaan besar seisi sekolah, Rash," jelas Reno sembari mengedarkan pandangan ke kanan dan ke kiri dengan waspada.

"Dia kan statusnya udah hilang misterius ya hampir semingguan ini, dicariin ke mana-mana gak ada. Masa tiba-tiba semalem pihak keluarga bilang dia udah pulang ke rumahnya sendiri sekitar jam sebelas malam."

"Terus kenapa bisa meninggal kalau udah pulang?" potong Alvaro ikut masuk ke dalam lingkaran obrolan mereka.

"Kata sepupu gue yang satu komplek sama rumah Fira, pas pagi tadi ibunya mau bangunin dia buat bersiap ke sekolah, Fira udah gak bangun-bangun. Tubuhnya udah dingin kaku. Ternyata dia meninggal pas tidur semalam," perjelas Reno dengan ekspresi wajah yang bergidik ngeri.

‘’Kalian merasa ada yang janggal gak sih?’’

Arash terdiam seribu bahasa, tatapannya kosong menatap kerikil di bawah sepatunya.

Tiba-tiba Lala muncul kembali di samping motor Arash.

Kehadirannya yang instan itu membawa embusan hawa sedingin es batu yang sempat membuat Mike yang berdiri paling dekat dengannya mengusap tengkuk karena merasa meremajakan diri secara mendadak.

‘’Kok gue tiba tiba merinding ya?’’ gumam Mike menoleh kanan kiri, tapi tidak melihat ada yang aneh.

‘’Jangan ngaco deh Mike, sekolah kita aman ya,” kata Reno.

‘’Tau tuh, pagi pagi juga, terang benderang begini ngomong merinding,’’

Arash tidak menimpali, dia melirik tipis ke arash Lala yang dengan iseng meniup tengkuk Mike.

"La, coba kamu ke ruang Kepsek, masih ada suara rintihan kayak kemarin gak?" titah Arash dengan suara bisikan yang sangat halus,

hampir menyerupai desis angin, berpura-pura sedang sibuk mengencangkan tali jam tangannya agar tidak memancing kecurigaan ketiga sahabatnya.

"Oh, oke Mas ganteng!" jawab Lala penuh semangat.

Wusshhh!

Hanya dalam satu kedipan mata, tubuh transparan roh cewek itu melayang pergi dengan kecepatan tinggi, membelah koridor sekolah yang sedang lengang dan menembus dinding-dinding beton tanpa hambatan.

Hebatnya, hanya dalam hitungan detik saja, Lala sudah kembali muncul di hadapan Arash dengan gaya meluncur yang mulus.

1
diah nursanti
aku yakin pasti bisa arash,,,bismillah lolos ujian
diah nursanti
semoga lolos ya arash,,,kalo aku udah mending bobok dirumah aja efek penakut 😅
🍎billaacha90🍎
banyak godaan yang menghantuinya, semoga Arash bisa lulus menghadapi ujian ini😁😁🤭
🍎billaacha90🍎
kamu harus bertahan Arash kamu pasti bisa. buktikan kepada orang tua mu kamu mampu
🍎billaacha90🍎
iyaaaaaa, jadi kamu harus berani dan kuat menjalaninya Arash😁😁🤭
Rosy
gemblengannya di mulai besok saja kyai.. sekarang Arash lagi di tungguin sama hantu cegil yg lagi mau curhat 🤭🤭
Rosy
kenapa pake di perjelas segala sih mom...ngeri banget bayanginnya 😭😭😭😭
Rosy
astaghfirullah ternyata Lala lagi ngobrol sama pocong 😭😭🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
Vike Kusumaningrum 💜
pocong 🤣🤣🤣🤣🤣😭
Vike Kusumaningrum 💜
Cemburu la ? 🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!