NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Konfrontasi di Paviliun Pustaka dan Tantangan Hidup-Mati

​Udara di lorong rak buku itu seketika membeku. Tekanan spiritual dari kultivator Puncak Tahap 9 Pengumpulan Qi milik Wang Jian menyapu bagaikan gunung es yang runtuh, menekan langsung ke arah Lin Tian.

​Lantai kayu gaharu di bawah kaki Lin Tian berderit keras. Jika ini terjadi kemarin, tulang-tulang Lin Tian pasti sudah remuk, memaksanya berlutut memuntahkan darah. Namun hari ini, hal itu tidak terjadi.

​Di dalam tubuh Lin Tian, Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi yang baru saja berevolusi bereaksi secara otomatis. Hawa panas yang murni mengalir ke seluruh meridiannya, membentuk lapisan perisai tak kasat mata yang mencairkan tekanan dingin Wang Jian sebelum sempat melukai organ dalamnya. Lin Tian tetap berdiri tegak, posturnya selurus pedang, matanya menatap tajam tanpa gentar.

​Melihat Lin Tian tidak berlutut, sebersit rasa terkejut melintas di mata Wang Jian, meski wajahnya tetap dingin. Bagaimana mungkin sampah Tahap 5 bisa menahan auraku?

​"Keberanian yang luar biasa untuk seekor semut," ucap Wang Jian perlahan, melangkah maju menyusuri lorong. "Kau membunuh adikku, merampas Teratai Api Jantung Bumi miliknya, dan kini kau berani menginjakkan kaki di Sekte Dalam. Apakah kau benar-benar berpikir gelar Sepuluh Besar turnamen luar bisa melindungimu dari kemarahanku?"

​"Bukti," jawab Lin Tian datar. "Jika Kakak Senior Wang memiliki bukti bahwa aku yang membunuh adikmu di Hutan Binatang Buas, bawalah ke Aula Penjaga Hukum. Jika tidak, menghalangi sesama murid di Paviliun Pustaka Kuno adalah pelanggaran aturan sekte."

​Mendengar provokasi itu, Han Lin yang berdiri di belakang Wang Jian mendengus marah. "Beraninya kau menggonggong pada Kakak Senior Wang! Kau pikir—"

​Wang Jian mengangkat tangannya, menghentikan ucapan Han Lin. Ia tersenyum, namun senyum itu sama sekali tidak mencapai matanya.

​"Kau cerdas, Lin Tian. Menggunakan aturan sekte sebagai tameng. Memang benar, membunuhmu di dalam Paviliun Pustaka akan menarik perhatian Tetua Penjaga. Tapi, menghancurkan meridianmu secara diam-diam... itu cerita yang berbeda."

​Tanpa peringatan, mata Wang Jian berkilat biru. Sebuah jarum energi sekecil rambut yang terbuat dari es murni yang sangat mematikan—Jarum Pemutus Nadi—melesat dari ujung jarinya, menembus udara tanpa suara lurus menuju dantian Lin Tian. Serangan ini sangat licik; tidak menghasilkan ledakan, namun sekali masuk ke dalam tubuh, ia akan membekukan dan menghancurkan lautan Qi secara permanen.

​Lin Tian tidak menghindar. Ia tidak bisa menghindarinya di ruang sempit ini tanpa menarik perhatian para penjaga paviliun. Sebaliknya, ia membiarkan jarum itu menembus jubahnya dan menyentuh perutnya.

​Wang Jian menyeringai tipis. Selesai.

​Namun, sedetik kemudian, senyum Wang Jian membeku. Lin Tian tidak menjerit. Ia tidak jatuh pingsan. Ia bahkan tidak berkedip.

​Di dalam tubuh Lin Tian, suara mekanis sistem berbunyi dengan tenang.

​[Ding!]

[Mendeteksi invasi energi asing: Jarum Pemutus Nadi (Atribut Es Sangat Beracun).]

[Memulai Ekstraksi Pemurnian...]

[Racun es dihancurkan. Mengekstrak 1 Tetes Esensi Air Murni. Disimpan dalam ruang sistem.]

​Lin Tian menepuk perutnya dengan santai, seolah baru saja membersihkan debu. "Udara di Paviliun ini agak dingin hari ini, Kakak Senior Wang. Apakah kau mencoba memberiku angin malam?"

​Pupil Wang Jian menyusut tajam. Jarum mematikannya lenyap tanpa jejak! Kesadaran spiritualnya bahkan tidak bisa merasakan sisa energi es itu di tubuh Lin Tian. Benda pusaka pelindung macam apa yang dimiliki bocah ini?!

​Wang Jian menarik napas panjang, menekan gejolak di hatinya. Ia sadar, menyerang Lin Tian secara diam-diam tidak akan berhasil semudah dugaannya.

​"Baiklah," suara Wang Jian kini sedingin badai salju. "Jika kau ingin bermain sesuai aturan sekte, kita akan bermain sesuai aturan. Satu bulan dari sekarang. Panggung Hidup dan Mati. Aku, Wang Jian, secara resmi menantangmu dalam Duel Berdarah."

​Han Lin terkesiap. Duel di Panggung Hidup dan Mati bersifat absolut. Begitu disetujui, tidak ada tetua atau aturan sekte yang bisa menghentikan pertarungan sampai salah satu pihak mati.

​"Jika kau menolak," ancam Wang Jian, aura membunuhnya menguar tanpa ditutupi lagi, "aku akan memastikan setiap hari yang kau lewati di Sekte Dalam menjadi neraka yang lebih buruk dari kematian."

​Lin Tian menatap Wang Jian. Jarak antara Tahap 5 dan Puncak Tahap 9 tampak seperti jurang yang tidak bisa diseberangi. Dalam satu bulan, menembus empat tahap di ranah Pengumpulan Qi secara normal adalah kemustahilan. Namun, ia bukanlah kultivator normal.

​"Satu bulan," ucap Lin Tian tenang. "Aku terima. Bersihkan lehermu, Wang Jian."

​Wang Jian mendengus keras, mengibaskan jubahnya, lalu berbalik pergi meninggalkan lorong. Han Lin memberikan tatapan mencemooh terakhir sebelum menyusul tuannya. Bagi mereka, menyetujui duel ini sama saja dengan Lin Tian menandatangani surat kematiannya sendiri.

​Begitu mereka menghilang, Lin Tian menyandarkan tubuhnya ke rak kayu gaharu. Keringat dingin mulai menetes dari dahinya. Menahan tekanan aura Tahap 9 Puncak menguras cukup banyak staminanya.

​"Satu bulan," gumamnya, matanya menyipit penuh perhitungan. "Aku harus mencapai setidaknya Tahap 8 atau awal Tahap 9 jika ingin memiliki peluang menang mutlak melawannya. Waktunya bergerak."

​Tanpa membuang waktu kembali ke asrama murid baru, Lin Tian langsung melesat menuju area terlarang di ujung barat Sekte Awan Azure: Tebing Pemecah Hukuman.

​Dua jam perjalanan melintasi jalur pegunungan yang terjal, Lin Tian akhirnya tiba di sebuah dataran batu botak yang menjorok ke arah jurang tak berdasar. Langit di atas jurang ini anehnya berwarna keunguan gelap. Terdengar suara lolongan yang sangat mengerikan, bukan dari binatang buas, melainkan dari hembusan angin.

​Angin Astral. Ini adalah angin yang terbentuk dari retakan ruang di dimensi bawah, sangat tajam hingga mampu mencabik-cabik baja, apalagi daging manusia. Para murid sekte yang melakukan pengkhianatan berat akan dilempar ke dasar tebing ini, dibiarkan daging mereka dikikis perlahan-lahan oleh angin selama berhari-hari sebelum akhirnya mati. Tidak ada penjaga di sini; tebing ini sendiri adalah penjara dan algojo yang sempurna.

​Lin Tian berdiri di tepi jurang. Hembusan angin liar yang keluar dari bibir tebing sudah cukup untuk meninggalkan luka gores halus di pipinya.

​"Lin Chen menyembunyikan kunci menuju Makam Pedang Kaisar Kuno di bawah sana," batin Lin Tian. "Pria itu benar-benar orang gila."

​Ia memanggil sistem di dalam kepalanya.

​"Sistem, bisakah kau memetakan pola hembusan Angin Astral di jurang ini dan mengekstrak esensinya untuk melindungi tubuhku?"

​[Ding!]

[Menganalisis fluktuasi Angin Astral tingkat menengah...]

[Selesai. Angin ini memiliki interval hembusan mematikan setiap 3.5 detik. Terdapat celah buta (blind spot) di sisi dinding tebing yang membentuk jalur turun bertahap.]

[Sistem mengaktifkan Ekstraksi Berkelanjutan. Selama Inang berada di dalam area angin, sistem akan menyerap ketajaman angin dan mengubahnya menjadi pemahaman murni untuk memperkuat 'Teknik Langkah Bayangan Angin'.]

[Peringatan: Rasa sakit dari proses ini akan setara dengan dikuliti hidup-hidup. Apakah Inang ingin melanjutkan?]

​Lin Tian menatap jurang gelap di bawah kakinya. Ingatan tentang wajah arogan Wang Jian dan tatapan merendahkan dari seluruh faksi Wang terlintas di benaknya. Di dunia kultivasi, rasa sakit adalah mata uang untuk membeli kekuatan.

​"Mulai ekstraksi. Tampilkan jalurnya," perintah Lin Tian.

​Sebuah garis rute bercahaya biru, yang hanya bisa dilihat oleh matanya, muncul meliuk-liuk di sepanjang dinding tebing yang curam menuju kegelapan tak berdasar.

​Tanpa ragu sedikit pun, Lin Tian mengambil langkah maju, dan menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kematian.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!