tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"Apa yang harus kita lakukan tuan muda? Tanya seorang pengikut Vesper pada Arthur.
Kelompok Arthur membawa hanya 2 orang,satu penyihir dan satu pendekar, ia tidak membawa seorang ksatria karena menurutnya ia sendiri adalah ksatria.
Karena pengikut Vesper yang mengikuti kompetisi ini tidak banyak, Damien menyerahkan sebagian besar orang kepada kelompok Zelka Zender dan Ashley.
Di kelompok nya sendiri, cukup para ksatria yang membantu, Athena dan Arsene bilang mereka tidak butuh karena bisa menganggu perburuan, sedangkan Arthur meminta satu penyihir dan satu pendekar yang dekat dengan nya untuk satu kelompok dengan nya.
Saat ini kelompok Arthur sedang mengepung mahluk spiritual tingkat 7 yang bergerak bergerombol.
Pemuda itu kesusahan memburu mereka karena ia adalah petarung jarak dekat sedangkan hewan spiritual itu ahli dalam pertarungan jarak jauh.
"Hailey" Panggil Arthur pada penyihir di samping nya.
"Ya tuan muda? Balas penyihir itu menoleh pada Arthur yang berjarak sekitar 10 meter dari nya.
" Elemen sihir mu api kan? Tanya pemuda itu.
"Benar! Balas Hailey menganggukkan kepala.
" Apa kau bisa membuat lingkaran sihir?
"Saya bisa membuat nya namun tidak
sempurna"
" Itu sudah cukup, buat lingkaran sihir api saat aku terjun ke hadapan mahluk itu! Ucap Arthur bersiap-siap, pemuda itu lalu turun ke hadapan para mahluk spiritual tingkat 7 itu.
"Grrgggrrrr!!!! Erang hewan spiritual itu waspada pada Arthur, mereka memasang kuda-kuda siap menerjang pemuda itu.
Hailey lalu membuat mantra sihir mengitari tempat Arthur berdiri, pemuda itu lalu mengaktifkan sihir api nya.
Hailey Stpenhine Karsa,sang penyihir api yang berasal dari keluarga Duke Karsa, Hailey adalah anak yang di buang oleh Karsa yang kemudian dipungut Vesper, ia lalu jadi ajudan Arthur dan sudah bersama anak itu dari sejak usia tuan muda nya 13 tahun.
"Maju! Ucap Arthur menarik pedang nya, pemuda itu siap memburu mahluk di hadapan nya.
" Grggggrrr!!!!!
"Grahhhh!!!!! Gerombolan hewan itu lalu berlari menerjang Arthur, tatapan pemuda itu menajam, ia menebas mahluk spiritual itu tepat di bagian kepala.
" Srekh!!
"Srekh!!
" Srekh!!
Satu-persatu hewan mulai berkurang, tubuh mereka tumbang tanpa kepala dengan darah segar yang mengitari.
Tubuh Arthur penuh dengan Darah, tatapan pemuda itu tajam mengunci pergerakan para mahluk.
Pemuda itu lalu menggenggam pedang nya erat bersiap kembali menerjang, para mahluk yang tersisa mulai gemetar setelah menyaksikan para kawanan mereka di bantai oleh Arthur.
Perlahan-lahan para mahluk itu mundur menjauhi Arthur, namun pemuda itu tak memberi belas kasih, ia melesat pergi menerjang para hewan dan membunuh mereka.
"Srekh!!
" Srekh!!
"Srekh!!
Para penonton di buat ngilu, Arthur benar-benar menebas leher para mahluk spritual itu dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" Benar-benar Vesper ya" Celetuk seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Perez.
Pria itu hanya melirik sekilas lalu kembali menatap layar.
"Putra pertama mu benar-benar tangguh melawan cucuku" Ucap nya menumpu dagu dan memandangi layar yang menunjukkan pertarungan Damien dan Halland.
"Apakah Athena memiliki ketertarikan bergabung dengan Wilfred? Tanya nya menatap Perez.
" Bahkan di kehidupan selanjutnya pun putri ku akan menghancurkan Wilfred " Ucap Perez membalas tatapan pria di sebelah nya.
"Hahaha" Pria tua itu lalu tertawa mendengar ucapan Perez, memang benar mungkin di kehidupan selanjutnya pun Vesper dan Wilfred akan tetap bermusuhan.
"Setidaknya aku ingin berharap, mungkin saja Athena akan mengikuti jejak nya" Ucap pria tua itu mengusap air mata nya yang keluar karena tertawa terlalu keras.
"Athena tidak akan pernah mengulangi kesalahan leluhur nya sendiri" Ucap Perez datar, pria itu fokus memandangi layar yang menampilkan Athena dan Arsene.
"Cepat Athena!!! Teriak Arsene panik, pemuda itu berlari sangat kencang menjauh mahluk spiritual yang berbentuk siput.
" Tapi- Athena memandangi mahluk spiritual di hadapan nya dengan jijik sekaligus ngeri, ia tidak menyangka ada yang mempermainkan kompetisi dengan meletakkan mahluk menjijikkan dan penuh lendir ini di hadapan nya.
"Kak Arsene,,, panggil gadis itu dengan suara kecil dan gemetar, ia benar-benar merasa mual.
" Cicicicici!!!! Siput itu menghampiri Athena dengan kecepatan di atas rata-rata siput, jalan yang di lewati mahluk itu langsung berubah berlendir dan menjijikkan.
Athena benar-benar di buat mual.
"Maaf, tapi aku udah gak kuat" Ucap gadis itu mengunakan sihir teleportasi menjauh.
"Maaf kak" Ucap nya pada Arsene yang sedang berlari, ia lalu ikuti berlari di samping kakak nya.
"Dasar bodoh!!
" Harus nya kau membunuh mahluk menjijikkan itu!!
"Jangan mengikuti ku!!!!!! Teriak pemuda itu kesal, ia memiliki Molluscophobia ekstrem.
" Cicicicici!!!!!
"Arghhhhhhh!!!!!!!! Teriak Arsene ketakutan saat siput itu justru sangat cepat mengikuti nya dan Athena, wajahnya pucat pasi dengan derai air mata.
Gadis itu ngeri, bagaimana bisa siput bisa secepat itu, meskipun ia hewan spiritual, yang masuk akal dikit dong!
"Boom!
" Boom!
"Boom!
Athena menembakkan bola api beruntun pada siput itu, mahluk itu kemudian perlahan-lahan mulai memelan.
Tak ingin membuang kesempatan, Athena terus menerus menembakkan sihir api pada mahluk spiritual itu.
" Boom!
"Boom!
" Boom!
Terakhir, gadis itu menggunakan sihir ruang untuk pergi ke mansion lalu mengambil sepuluh karung garam dan menjatuhkan nya tepat di atas mahluk itu.
"Cici!!!cicicicici!!!! Erang mahluk itu, tubuh nya perlahan-lahan menyusut karena kehilangan sebagian besar air di tubuh nya.
Athena lalu menggunakan sihir tanah untuk membuat area sekitar siput itu berlubang, gadis itu lalu mengubur siput itu dalam-dalam di bawah tanah dan menandai letak siput itu di kubur menggunakan bendera kuning.
"Arghhhhhhhhh!!!!!
" Grep! Athena menarik kerah baju Arsene yang seketika membuat langkah pemuda itu terhenti.
"Apa?!! Kesal pemuda itu, ia lalu melihat ke belakang berusaha mencari keberadaan siput itu.
" Hah? Sedetik kemudian ia cengo, ia lalu menatap Athena yang menahan pergerakan nya.
Gadis itu berkeringat dingin, wajah nya pucat pasi tubuh nya bergetar, sedetik kemudian ia ambruk, busa putih perlahan-lahan mencuat dari mulut nya.
"Athena!! Teriak Arsene panik, pemuda itu kemudian terduduk di samping adik nya, ia lalu memegangi tubuh adik nya erat dan menggunakan sihir penyembuh.
" Bertahanlah!! Teriak nya dramatis.
Perez menutup wajah nya malu, ia tidak menyangka putra putri nya di buat down oleh seekor siput raksasa setinggi 2 meter.
"Hahahaha" Pria tua di samping nya tertawa cukup keras yang langsung membuat tatapan Perez menajam.
"Tutup mulut mu!! Ucap pria itu dengan tatapan tajam nya yang mampu membunuh dalam sekali tatap.
" Maaf" Ucap pria tua itu menghentikan tawa nya.
Para penonton di buat cengo, apakah Athena yang di layar itu sama dengan Athena yang tadi?
"Setidaknya kemampuan anak itu dalam menghadapi situasi cukup bagus" Ucap Galiand manggut-manggut.
"Benar, sihir nya hebat" Balas permaisuri di samping nya, ia tidak percaya cucu kakak nya yang hebat itu takut pada hewan berlendir.
"Ini wajar, banyak orang yang jijik dengan hewan sejenis siput"
"Benar"
"Kau juga takut kan?
?!!