Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.
Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.
Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
panggilan sang mamah
Malam yang Sama mobil Zian melaju membelah jalan kota yang mulai padat oleh lampu-lampu malam. Suara mesin yang stabil tak mampu menenangkan pikirannya yang berantakan.
Ponselnya kembali bergetar.
Nama yang muncul di layar membuat dadanya mengeras seketika.
Mamah.
Zian menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat.
“Iya, Mah.”
Suara di seberang terdengar lebih pelan dari biasanya. “Zian… kamu pulang ke rumah malam ini, ya.”
Zian mengernyit. “Sekarang?”
“Iya,” jawab mamahnya singkat, tapi ada sesuatu di balik nada itu sesuatu yang berat. “Ada yang perlu kita bicarakan. Penting.”
Zian terdiam. Jarang sekali mamahnya meminta dengan nada seperti itu. Biasanya perempuan lembut itu akan memberi pilihan, atau setidaknya alasan.
“Baik,” jawab Zian akhirnya. “Aku pulang.”
“Jangan ke hotel dulu,” tambah sang mamah cepat. “Langsung ke rumah.”
“Iya, Mah."
Telepon terputus.
Zian menyandarkan kepala ke sandaran kursi. Malam ini terasa terlalu panjang. Terlalu banyak yang bergerak bersamaan masa lalu, rasa yang tumbuh diam-diam, dan kini… panggilan rumah.
“Derry,” ucap Zian pelan.
“Iya, Bos?”
“Arahkan ke rumah.”
Derry melirik lewat kaca spion, menangkap wajah Zian yang serius. “Siap.”
Tak ada pertanyaan. Tak ada candaan.
...
Rumah Zian Malam.
Rumah besar itu berdiri sunyi, lampu teras menyala temaram. Begitu Zian masuk, aroma teh hangat dan kayu tua menyambutnya aroma rumah yang selalu ia rindukan sekaligus hindari.
Mamah dan ayah Zian duduk di ruang keluarga. wajah keduanya terlihat lelah namun tenang.
“Zian,” panggil mamanya lembut.
Zian menghampiri, mencium tangan ibu dan ayah nya. “Mah, pa … ada apa?”
Mamah menepuk sofa di sampingnya. “Duduk dulu.”
Zian menuruti. Ada jeda hening sebelum mamahnya bicara lagi.
“Kamu kelihatan capek,” katanya pelan.
“Biasa, Mah. Kerja.”
Mamah tersenyum tipis. “Bukan cuma itu yang membebanimu.”
Zian terdiam.
“Zian,” lanjut mamahnya, menatap lurus ke depan, “beberapa hari ini… kamu jangan ke hotel dulu.”
Zian menoleh cepat. “Kenapa?”
“Kamu butuh istirahat. Dan…” ia menghela napas, “… Mama dan ayah ingin kamu di rumah. Ada urusan keluarga yang harus disiapkan.”
Nada itu tegas, tapi penuh kasih.
Berbagai kemungkinan melintas di kepala Zian. Namun satu hal yang langsung muncul… Raya.
“Berapa lama?” tanyanya akhirnya.
“Beberapa hari,” jawab mamahnya. “Percayalah sama Mamah.”
Zian memejamkan mata sejenak.
Baik. Menjauh sebentar… mungkin memang keputusan terbaik. Untuk dirinya. Untuk Raya.
“Iya, Mah,” ucapnya pelan.
...
Beberapa Hari Tanpa Zian Hotel terasa… berbeda.
Tanpa Zian, ritme tetap berjalan rapi, profesional tapi ada ruang kosong yang tak kasat mata.
Raya berdiri di balik meja front office, senyumnya tetap terjaga, suaranya tetap ramah. Tapi setiap kali pintu lift terbuka, matanya refleks melirik.
Kosong.
Derry yang kini mondar-mandir lebih sering, sesekali menghela napas panjang.
“Bos cuti mendadak,” gumamnya pada Mila. “Ini tanda-tanda aneh.”
“Kenapa aneh?” tanya Mila.
“Karena Bos itu lebih milih tidur di kantor daripada cuti,” jawab Derry serius.
Raya pura-pura tidak mendengar, tapi telinganya menangkap setiap kata.
Hari pertama… ia berpikir biasa saja.
Hari kedua… ia mulai bertanya-tanya.
Hari ketiga… ada rasa kosong kecil yang mengganggu fokusnya.
“Raya,” panggil Derry sore itu, bersandar di meja front office. “Kamu sadar nggak?”
“Sadar apa?” Raya menatap layar komputer.
“Sejak Bos nggak ada, kamu lebih sering bengong.”
Raya mengangkat wajah cepat. “Aku tidak bengong.”
“Yakiiin?” Derry menyeringai. “Ini bukan hotel tanpa AC, Ray. Tapi kok rasanya dingin?”
Raya menghela napas, lalu tersenyum tipis. “Pak Zian cuma pulang ke rumah. Bukan hilang.”
Derry menatapnya lama, lalu berujar lebih pelan, “Justru itu yang bikin aneh.”
Raya terdiam.
...
Di Rumah Zian
Zian berdiri di balkon kamarnya, menatap halaman yang basah oleh embun pagi. Beberapa hari di rumah seharusnya menenangkan.
Nyatanya… tidak.
Ponselnya sering ia ambil, lalu letakkan lagi.
Nama Raya tak pernah muncul. Dan ia bersyukur… sekaligus kecewa.
“Jauhkan dirimu,” katanya pada bayangannya sendiri di kaca. “Ini demi dia.”
Namun setiap malam, wajah itu tetap hadir senyum profesional di front office, mata gugup saat dipuji, suara lembut yang memanggil, Pak Zian.
Mamah Zian memperhatikannya dari jauh.
Ia tahu.
Semua mulai bergerak terlalu cepat.
Dan badai yang mereka khawatirkan… sudah mulai mendekat.
Di hotel, Raya menutup shift malamnya dengan senyum yang sedikit lebih lelah dari biasanya.
Di rumah besar itu, Zian menatap langit tanpa bintang.
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄
di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
untungnya Zian baik baik Saja...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau
tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?
l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆
Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??
penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄