Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.
Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.
Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.
Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.
[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12 Pria Kaya
Raungan halus mesin-mesin premium langsung menyambut Arka begitu ia melangkah masuk ke dalam sebuah dealer otomotif megah di pusat kota.
Tempat itu lebih menyerupai pameran mahakarya teknologi abad ini daripada sekadar toko kendaraan.
Jajaran mobil hypercar futuristik berjejer rapi di bawah sorotan lampu neon, dikerumuni oleh kaum elite dan para pengusaha kelas atas yang sedang memilah mainan baru mereka.
Seorang staf pramuniaga berpakaian setelan jas formal dengan sigap langsung menghampiri Arka, mengenali aura kuat yang memancar dari sang pemuda.
"Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu hari ini? Apakah Anda sedang mencari unit mobil spesifik?" sapa sang sales dengan senyum profesional yang ramah.
"Hmm, tidak. Aku ke sini hanya ingin mengambil mobilku yang sudah disiapkan," jawab Arka santai.
"Ah, mengambil unit pesanan? Baik, Tuan. Boleh saya pinjam kartu identitas Anda sebentar? Saya perlu mencocokkan data Anda dengan catatan sistem pembelian kami," ucap sales tersebut sembari mengeluarkan sebuah sabak digital (tablet) premium.
Arka merogoh saku jaketnya, lalu menyerahkan Kartu Userator miliknya yang baru saja diperbarui. Begitu melihat pendar emas tipis di tepi kartu yang menandakan status Userator 3 Stars, sikap sang sales mendadak berubah menjadi jauh lebih takzim.
Ia segera memindai kartu tersebut ke tabletnya. Detik berikutnya, monitor tablet itu berkedip merah, memunculkan dokumen enkripsi tingkat tinggi yang membuat mata sang sales membelalak horor. Jemarinya gemetar.
"Tu-Tuan... Apakah Anda benar-benar Tuan Arkana Herssen?" tanyanya dengan suara tercekat, menatap Arka seolah melihat hantu.
"Iya, itu nama saya. Datanya sudah sesuai dengan yang di kartu, kan?" sahut Arka heran.
"S-Sangat sesuai, Tuan! Mohon maaf atas kelalaian saya!" Staf itu membungkuk dalam-dalam dengan wajah panik. "Mari, Tuan Arka, silakan ikuti saya. Saya akan mengantarkan Anda ke Ruang Tunggu VVIP terlebih dahulu. Tempat ini terlalu terbuka untuk Anda."
Arka hanya mengikutinya dengan tenang saat menembus lorong eksklusif menuju sebuah ruangan VVIP yang luar biasa mewah, lengkap dengan fasilitas pelayan pribadi dan sofa kulit premium.
"Tuan Arka, mohon tunggu sebentar di sini. Saya harus segera menghubungi atasan tertinggi saya terlebih dahulu untuk memproses unit Anda," ucap sales itu panik, buru-buru keluar dari ruangan dan langsung menekan nomor darurat di ponselnya.
Begitu panggilan tersambung, sang sales berbisik histeris, "Halo, Bos! Tolong segera ke ruang VVIP sekarang! Pemilik sah dari mobil Bugatti La Voiture Noire (LVN) baru saja datang untuk mengambil unitnya!"
"Apa?! Tahan dia di sana, jangan sampai tidak nyaman! Aku akan ke sana sekarang juga!" sahut suara seorang wanita di seberang telepon dengan nada yang sama histerisnya.
Tak lama kemudian, sales tersebut kembali masuk ke ruangan Arka dengan sikap yang sangat berhati-hati. "Tuan Arka, Bos kami ingin bertemu dengan anda, jadi sembari menunggu Bos kami yang sedang menuju ke sini, apakah Anda berkenan untuk melihat-lihat koleksi mobil kami yang lain di galeri khusus?"
"Boleh. Kebetulan aku memang sedang mencari satu unit mobil lagi untuk hadiah istriku," jawab Arka, bangkit dari sofanya.
Mendengar kata "hadiah untuk istri", sang sales makin yakin bahwa pemuda di depannya ini adalah tipe tuan muda yang tidak suka pamer. Ia dengan semangat menunjukkan jajaran mobil kelas atas guna memastikan kenyamanan tamu agungnya.
"Kira-kira, model seperti apa yang cocok untuk istri saya, ya?" tanya Arka sembari mengedarkan pandangan.
"Jika untuk wanita terhormat, saya sangat menyarankan Rolls-Royce Cullinan, Tuan. Desainnya sangat mewah, gagah, namun tetap mempertahankan kesan elegan yang tiada tanding," saran si sales penuh antusias.
"Hmm... Apa ada pilihan lain yang lebih kasual?" Arka mengetuk dagunya.
"Halo, Tuan Arka! Mohon maaf yang sebesar-sebesarnya karena telah membuat Anda menunggu lama!"
Sebuah suara wanita yang terengah-engah memotong pembicaraan mereka. Arka menoleh dan mendapati seorang gadis muda modis dengan pakaian desainer ternama tengah berjalan terburu-buru menghampirinya.
Arka tertegun sejenak melihat kecantikan gadis itu. Namun, baik Arka maupun gadis itu sama sekali tidak menyadari satu hal: gadis di depan Arka ini adalah Chika, sahabat karib Sisil—istri Arka sendiri.
"Perkenalkan, saya pemilik utama dari jaringan dealer ini," ucap Chika, menjabat tangan Arka dengan sikap profesional yang sangat hormat. "Jadi... Anda adalah pemilik sah dari Bugatti La Voiture Noire yang legendaris itu? Kendaraan yang hanya diproduksi satu unit saja di seluruh dunia. Saya sangat berterima kasih karena Anda memilih dealer kami sebagai tempat serah terima mahakarya ini."
"Ya, sama-sama. Bisakah saya memeriksa dan mengambilnya sekarang?" tanya Arka langsung to the point.
"Tentu saja, Tuan Arka. Semua dokumen hukum, sertifikat autentik, dan izin jalan dari Serikat sudah lengkap seratus persen atas nama Anda," jawab Chika penuh percaya diri.
Chika dan salesnya kemudian menuntun Arka menuju sebuah garasi bawah tanah rahasia dengan tingkat keamanan biometrik militer. Begitu pintu baja hidrolik terbuka, sebuah hypercar dengan bodi karbon hitam legam yang memancarkan kilau eksotis berdiri kokoh di tengah ruangan. Desainnya begitu agresif namun sangat artistik. Itulah Bugatti LVN, kendaraan puncak kemewahan. Meskipun telah dirilis sejak puluhan tahun lalu, tapi mobil ini masih tetap yang terbaik.
Arka melangkah maju, membuka pintu guntingnya, lalu duduk di kursi kemudi yang dibalut kulit premium. Begitu ia menekan tombol Start, suara deruman mesin monster di belakangnya bergetar dahsyat, menggetarkan dinding beton garasi dengan nada yang sangat seksi.
‘Wow... Benar-benar mobil yang luar biasa,’ batin Arka takjub, mengelus roda kemudinya dengan senyuman tipis sebelum akhirnya mematikan mesin dan keluar dari mobil.
"Bos," sales itu berbisik pelan di dekat Chika. "Tuan Arka tadi mengatakan bahwa beliau juga sedang mencari satu unit mobil tambahan sebagai hadiah untuk istrinya."
Mata Chika seketika berbinar mendengar informasi tersebut. Jiwa bisnisnya langsung bergejolak, namun di sisi lain, ada rasa kagum yang mendalam di benaknya.
"Apakah benar Anda sedang mencari unit mobil lain untuk istri tercinta, Tuan Arka?" tanya Chika dengan nada manis.
"Ya. Aku ingin memberinya kejutan kecil," jawab Arka jujur.
‘Gila... Pria ini bukan cuma kaya raya di luar nalar, tapi wajahnya juga tampan, sopan, dan sangat menyayangi istrinya! Hadiah kecil katanya?!’ jerit Chika dalam hati dengan rasa iri yang luar biasa.
‘Andai saja pria seperti ini yang menjadi suami Sisil... bukan pria miskin itu yang hanya memberikan kontrakan kecil. Kasihan sekali sahabatku...’
"Jika Anda tidak keberatan, bolehkah saya yang memilihkan unitnya sesuai dengan selera saya?" tawar Chika penuh percaya diri.
"Silakan, tidak masalah. Istriku pasti akan menyukai mobil apa pun yang aku berikan untuknya," ucap Arka ramah.
"Kalau begitu, model ini adalah rekomendasi dari saya," Chika menyodorkan sabak digitalnya, menampilkan sebuah visualisasi 3D dari mobil sedan sport ultramodern berdesain sangat anggun. "Ini adalah Bentley Continental GT edisi terbaru. Salah satu mobil favorit saya pribadi. Saya sangat menjamin bahwa selera saya tidak akan mengecewakan istri Anda."
Arka meneliti lekuk desain mobil tersebut sejenak. Karakter mobilnya yang tenang namun memancarkan kemewahan terselubung terasa sangat pas dengan Sisil. ‘Sepertinya ini memang sangat cocok untuk Sisil,’ pikir Arka puas.
"Pilihan yang bagus. Aku ambil yang ini. Berapa total harganya?" tanya Arka tanpa beban.
Chika memberikan kode mata pada salesnya untuk merincikan transaksi.
"Untuk unit Bentley Continental GT ini, harga normalnya adalah 220 juta ITD, Tuan. Namun, karena Anda adalah pemilik kehormatan Bugatti LVN di dealer kami, Bos memberikan diskon khusus menjadi 200 juta ITD saja," papar sang sales dengan takzim.
"Langsung proses pembayarannya sekarang," Arka menyodorkan Kartu Userator emasnya tanpa ragu sedikit pun.
"B-Baik, Tuan! Segera kami laksanakan!" Sales itu menerima kartu tersebut dengan tangan bergetar, lalu bergegas melakukan transaksi kilat pada mesin pemindai.
Chika kemudian kembali menatap Arka dengan raut agak menyesal. "Tuan Arka, ada satu hal. Kebetulan stok warna eksklusif untuk unit Bentley ini sedang kosong di galeri kami dan baru akan tiba dari pusat dalam beberapa hari ke depan. Apakah Anda tidak keberatan untuk menunggu?"
"Tidak masalah. Lagipula aku tidak berencana untuk langsung memberikannya sekarang," jawab Arka tenang.
"Kalau begitu, bolehkah saya meminta nomor kontak pribadi Anda, Tuan? Begitu unitnya tiba di garasi utama, saya sendiri yang akan menghubungi Anda dan mengantarnya secara langsung," ucap Chika, menyodorkan ponselnya.
"Tentu," Arka mengeluarkan ponsel flagship barunya, lalu saling bertukar nomor kontak dengan Chika.
Setelah seluruh proses administrasi selesai, Arka berpamitan. "Kalau begitu, saya permisi dulu."
"Baik, Tuan Arka! Senang berbisnis dengan Anda, sampai jumpa beberapa hari lagi!" seru Chika sembari melambaikan tangan dengan senyum lebar, menatap kepergian Bugatti LVN hitam milik Arka yang melesat membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.
Begitu mobil itu hilang dari pandangan, Chika menghela napas panjang, wajahnya mendadak berubah muram saat teringat nasib sahabatnya.
‘Hahh... Garis tangan orang memang beda-beda. Coba saja suami Sisil itu punya kekayaan seperseribu dari Tuan Arka tadi... Sisil pasti sudah hidup bahagia banget sekarang,’ ratap Chika dalam hati, benar-benar buta bahwa pria yang baru saja ia puji setinggi langit adalah suami dari sahabat yang ia kasihani.
Arka mengendarai Bugatti barunya membelah jalanan bebas hambatan menuju ke salah satu mahakarya arsitektur paling aman di tahun 2050: Estate Management Office PIK 2. Kantor pengelola kawasan super elite itu terlihat laksana istana kaca yang dijaga oleh barisan robot patroli dan Userator bersenjata lengkap.
Begitu Arka melangkah masuk ke ruang resepsionis utama dan menyerahkan kartu emasnya, seorang staf senior pengelola langsung berdiri tegak dengan wajah penuh penghormatan.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanyanya formal.
"Aku ingin memeriksa unit vila milikku yang baru saja kubeli," jawab Arka singkat.
"Ah! Tuan Arkana Herssen! Pemilik sah dari Vila nomor satu di sektor eksklusif PIK 2!" Staf itu membungkuk takzim.
"Sertifikat digital dan seluruh dokumen kepemilikan sudah kami siapkan, Tuan."
"Sebelum kita ke sana, aku punya satu permintaan," potong Arka pelan.
"Bisakah seluruh berkas kepemilikan dan hak legal atas vila ini diubah penuh atas nama istriku?"
Staf itu tertegun sejenak, takjub dengan kemurahan hati sang Userator 3 Stars. "Tentu saja bisa, Tuan Arka. Sistem kami terintegrasi langsung dengan catatan sipil Benua Axia. Mohon sebutkan nama lengkap istri Anda beserta nomor identitasnya, kami akan langsung mengubah hak kepemilikannya sekarang juga."
"Namanya Raisilya Putri," ucap Arka mantap.
Jemari staf itu menari cepat di atas keyboard holografik, memproses mutasi aset bernilai miliaran ITD tersebut dalam hitungan menit. Bip!
"Sudah selesai, Tuan Arka. Mulai detik ini, secara hukum teritorial, pemilik sah dan mutlak dari properti termewah di PIK 2 adalah istri Anda, Nyonya Raisilya Putri," lapor sang staf sembari menyerahkan kunci biometrik virtual ke kartu Arka.
"Bagus. Sekarang, antarkan aku untuk melihat fisiknya," perintah Arka.
"Mari, Tuan. Saya sendiri yang akan memandu Anda."
Mereka berkendara menggunakan kendaraan khusus internal pengelola menuju ke zona paling terisolasi di PIK 2. Begitu melewati gerbang pelindung magis terakhir, sebuah bangunan mahakarya berdiri megah di hadapan Arka.
Vila itu begitu luas, mengombinasikan estetika arsitektur gotik klasik dengan teknologi fusi masa depan. Dinding-dindingnya dilapisi material penahan serangan monster tingkat tinggi, memancarkan kemegahan laksana sebuah mansion kerajaan.
"Ini adalah vila milik Anda, Tuan," ucap staf pengelola dengan bangga.
"Hmm... Cukup mewah," gumam Arka, menatap fasad bangunan yang luar biasa megah tersebut.
Mereka melangkah masuk melalui pintu gerbang utama. Bagian interior bangunan itu bahkan jauh lebih mengagumkan; lantai marmer murni yang memantulkan cahaya, langit-langit setinggi sepuluh meter dengan tangga meliuk ganda yang megah menuju lantai dua, serta fasilitas lift kapsul futuristik di sudut ruangan jika pemiliknya sedang enggan menaiki tangga.
"Ini adalah mahakarya terbaik di kawasan kami, didesain langsung oleh arsitek terkemuka," jelas staf tersebut sembari mengekor di belakang Arka.
"Jika Anda kurang berkenan dengan tata letaknya, Anda bebas menambahkan properti eksternal atau melakukan kustomisasi ruang sesuai keinginan. Kami siap memberikan penawaran pengerjaan terbaik."
Arka berjalan menuju balkon lantai dua, menatap lahan luas yang membentang di bagian belakang bangunan. "Boleh. Aku ingin di area belakang itu dibangun sebuah taman bunga yang asri dan kolam renang dengan view pemandangan alam terbaik."
"Pilihan yang sangat luar biasa, Tuan Arka! Saya akan segera menghubungi tim agen properti dan kontraktor elite paling andal di kawasan ini untuk mendesain cetak birunya sesuai instruksi Anda," jawab staf pengelola dengan sigap.
"Ya, lakukan secepat mungkin. Aku ingin proyek ini selesai dalam hitungan hari, agar aku bisa segera membawa istriku pindah di sini," ucap Arka penuh penekanan, matanya menatap lurus ke depan dengan binar tekad yang kuat.
"Anda tidak perlu khawatir, Tuan. Pekerja kami didukung oleh sihir konstruksi tingkat tinggi. Semuanya dijamin cepat, rapi, dan handal," pungkas sang staf meyakinkan.
Arka tersenyum puas. Tempat tinggal yang sempurna untuk mereka sekaligus sarang cinta mereka yang lebih layak.
Bersambung...
like+ bunga🌹✍️
kalo berkenan mmpir y thor😉
Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/