Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Bukti Kualitas dan Promosi Dadakan
Tuduhan Chen Fei menggema keras di ruangan batu itu. Ia menunjuk wajah Lin Chen dengan jari gemetar, matanya melotot penuh rasa tidak terima.
"Kakak Senior Su, kau jangan mau ditipu oleh pelayan rendahan ini! Bagaimana mungkin seorang manusia biasa tanpa Qi bisa menumbuk ratusan Akar Baja Hitam dalam dua jam? Dan lihat pastanya! Ini terlalu murni! Pasti dia membuang akar asli kita dan menukarnya dengan pasta murahan dari luar sekte!" seru Chen Fei, mencari-cari alasan untuk menjatuhkan Lin Chen.
Lin Chen hanya berdiri diam, bersandar pada alu besi raksasa. Wajahnya datar, seolah sedang menonton anjing yang menggonggong di pinggir jalan.
Melihat Lin Chen tidak merespons, Chen Fei merasa semakin di atas angin. Ia melangkah maju dan mengangkat tangannya, berniat menampar Lin Chen. "Beraninya kau diam saja saat kutanya, dasar sampah cacat—!"
"Tutup mulutmu, Chen Fei!"
Suara bentakan Su Yue tiba-tiba memotong perkataan pemuda sombong itu. Hawa dingin memancar dari tubuh gadis berpakaian hijau tersebut.
Chen Fei terkejut dan menoleh. "Kakak Senior, kenapa kau membelanya? Jelas-jelas dia—"
"Aku bilang tutup mulutmu! Apa matamu buta?" Su Yue berjalan mendekati lesung batu, meraup sedikit pasta hijau zamrud itu dengan jarinya, lalu menyorongkannya ke depan wajah Chen Fei.
"Kau sebut ini pasta murahan? Coba kau cium aromanya! Tidak ada sedikit pun kotoran duniawi di dalamnya. Bahkan Guru kita, Tetua Alkimia, butuh waktu setengah hari untuk memurnikan Akar Baja Hitam sampai tingkat 80 persen. Pasta ini kemurniannya 100 persen! Di seluruh Kota Awan Merah, bahkan jika kau punya seratus ribu batu roh, kau tidak akan bisa membeli pasta semurni ini di pasar mana pun!"
Wajah Chen Fei langsung pucat pasi. Sebagai murid alkemis resmi, ia sebenarnya tahu kalau pasta itu sangat berkualitas. Ia cuma tidak mau mengakui kalau seorang pelayan tanpa Dantian bisa melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik darinya.
"Ta... tapi, bagaimana mungkin pelayan cacat ini..." Chen Fei tergagap.
"Akar Baja Hitam sangat kebal terhadap energi Qi. Semakin kau pakai teknik kultivasi untuk menghancurkannya, semakin rusak khasiatnya," Su Yue menjelaskan dengan nada tajam. "Satu-satunya cara sempurna adalah dengan kekuatan fisik murni yang sangat brutal. Dan orang ini melakukannya."
Su Yue menatap Chen Fei dengan dingin. "Keluar dari sini. Kau membuatku malu karena tidak bisa mengenali bahan berkualitas."
Merasa wajahnya ditampar keras oleh kenyataan di depan wanita yang ia kagumi, Chen Fei mengertakkan gigi. Ia menatap Lin Chen dengan tatapan penuh dendam kesumat. Tunggu pembalasanku, Sampah! batinnya, sebelum akhirnya berbalik dan pergi dengan langkah tergesa-gesa.
Setelah gangguan itu pergi, Su Yue menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Ia kemudian berbalik menatap Lin Chen dari atas sampai bawah. Matanya berbinar seperti melihat harta karun yang langka.
"Lin Chen, kan?" tanya Su Yue melembut. "Bagaimana kau bisa menumbuk semuanya secepat ini tanpa kelelahan?"
Lin Chen menggaruk kepalanya perlahan, memasang wajah polos bak pelayan desa yang bodoh. "Aku tidak tahu, Kakak Senior. Aku cuma memukulnya sekuat tenaga tanpa henti seperti yang Kakak Senior suruh. Memang rasanya agak capek, tapi aku sudah terbiasa angkat batu di Puncak Pandai Besi."
Tentu saja ia berbohong. Kalau Su Yue tahu energi elemen Kayu di dalam akar itu sudah ia sedot habis untuk membuka empat Titik Bintang, gadis itu pasti akan pingsan ketakutan.
Su Yue tertawa kecil, merasa puas dengan jawaban jujur nan lugu itu. "Tubuh fisik bawaanmu benar-benar harta karun untuk divisi kami. Sayang sekali kalau kau cuma jadi pelayan biasa."
Gadis itu terdiam sejenak, memikirkan sesuatu, lalu menjentikkan jarinya.
"Mulai hari ini, kau berhenti jadi pelayan umum. Aku akan mengangkatmu menjadi Asisten Pribadiku," kata Su Yue sambil tersenyum.
Lin Chen menundukkan kepala. "Terima kasih banyak, Kakak Senior. Tapi... apa tugas asisten pribadi?"
"Tugasmu sederhana. Kau hanya perlu mengolah bahan-bahan keras sepert ini, membersihkan tungku alkimia milikku, dan menjaga kebun rumput spiritual di halaman belakang paviliunku. Sebagai gantinya, kau bebas memakai kamar di paviliunku, dan gajimu akan dinaikkan menjadi sepuluh batu roh tingkat rendah setiap bulan!"
Mendengar kata 'kebun rumput spiritual', jantung Lin Chen berdetak lebih cepat. Itu artinya ia mendapat akses langsung ke gudang elemen Kayu dan Air tanpa harus mencuri!
"Lin Chen mengerti. Aku akan bekerja keras untuk Kakak Senior," jawabnya sambil menangkupkan tangan.
Malam harinya, Lin Chen resmi pindah ke Paviliun Daun Hijau, tempat tinggal pribadi Su Yue.
Kamar barunya tidak terlalu besar, tapi jauh lebih bersih dan harum dibandingkan gubuk pelayan atau ruang bawah tanah yang panas. Yang paling penting, jendela kamarnya menghadap langsung ke Kebun Obat Spiritual yang dipenuhi tanaman langka bercahaya di bawah sinar bulan.
Lin Chen duduk bersila di atas kasurnya. Ia membuka baju atasannya. Tato rasi bintang di dada dan lengannya kini bersinar terang, dengan Teratai Api Inti Bumi yang terus berdenyut pelan di tengahnya.
"Keberuntungan berpihak pada orang kuat," suara Guru Lin Tian terdengar memecah keheningan pikiran Lin Chen. Proyeksi sang Kaisar Kekosongan muncul dan melihat ke luar jendela, menatap kebun obat yang penuh energi kehidupan.
"Lihatlah tanaman-tanaman itu, Muridku. Rumput Darah Naga, Bunga Teratai Salju, Bambu Awan Biru... Ini ibarat prasmanan raksasa untuk cangkang mu!" Lin Tian tertawa bangga.
"Guru, kalau aku menghisap energi kebun ini sampai kering, Kakak Senior Su Yue pasti akan mengulitiku hidup-hidup," ucap Lin Chen sambil tersenyum kecut. Ia tahu sekte ini tidak akan tinggal diam jika tanaman obatnya mati tiba-tiba.
"Siapa bilang kau harus menghisapnya sampai kering?" Lin Tian mendengus. "Seni Jaring Bintang Penelan Langit bisa disesuaikan. Kau hanya perlu menyerap 'Aura Esensi' yang meluap dari tanaman itu ke udara setiap malam. Tanaman itu tidak akan mati, pertumbuhannya hanya akan sedikit melambat, dan tidak ada alkemis bodoh di sekte ini yang akan menyadarinya!"
Mata Lin Chen langsung berbinar tajam. Tidak perlu menunggu besok. Malam ini juga, ia akan mulai menembus Titik Bintang ke-41.