Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Rejeki
Dalam sejarah hidupnya, ini kali pertama Aditya tidak menarik di mata seorang gadis. Aditya sangat terganggu, tidak terima dengan kenyataan itu. Pesonanya, mungkinkah sudah luntur? Atau Laras terlalu dewasa untuk main suka-sukaan. Tapi banyak juga penggemar Aditya yang sudah dewasa. Tidak-tidak, Aditya tidak akan tinggal diam. Sebagai seorang cowok, tentu saja dirinya sangat tertantang untuk menaklukkan Laras. Tapi sayangnya Aditya tidak punya pengalaman mengejar, sebab selama ini dirinya yang selalu dikejar.
-Tom, sharelok toko bunga milik teman Laras- Aditya.
Dalam hitungan menit alamat toko itu langsung di kirim Tommy.
Aditya tersenyum, langkah pertamanya sangat mudah. Cowok itu berencana pergi menemui Laras di tempat kerjanya. Dan sesuai niat, setelah menyelesaikan konser, tepatnya pukul 3, Aditya pergi sendiri ke toko bunga milik Rani. Cowok itu menyemprot parfum beberapa kali sembari menyetir.
Tidak tanggung-tanggung, walaupun jaraknya lumayan jauh, Aditya dengan tekad yang besar mengabaikan rasa letih. Cowok itu tidak sabar memberi Laras kejutan dengan kehadirannya.
Sekitar satu jam berlalu, Aditya akhirnya sampai ditempat tujuan. Mobil mahalnya begitu menarik perhatian begitu terparkir rapi di depan toko. Aditya turun penuh percaya diri. Untuk sesaat, euforia karena Laras menekan rasa lelah sampai di titik terdalam. Semangatnya bertambah. Dan kini Aditya siap menyambut ekspresi terkejut Laras.
"Selamat sore semuanya." Suara Aditya menarik perhatian. Suasana di dalam toko mendadak Ramai. Beberapa gadis calon pembeli berbinar begitu melihat Aditya tiba-tiba berada di satu lokasi dengannya.
Rani, gadis itu seperti mendapat rejeki nomplok. "Wah, Ada Aditya." Gadis itu menyuruh pegawainya menggantikan posisi kasir.
"Apa ada pesanan spesial sehingga datang sendiri kesini? Ya Allah enggak nyangka bangettt." Rani memberi kode pada pegawai satunya lagi untuk mengambil foto Aditya. Gadis itu langsung dapat ide untuk membuat iklan 'Aditya pernah datang dan beli bunga di sini.'
Kesempatan tidak datang dua kali, pikirnya. Jadi harus di manfaatkan sebaik mungkin.
"Mau ngajak Laras kencan, udah janjian tadi."
Bohong! Kebohongan pertama di bulan ini. Aditya sama sekali tidak pernah kontakan dengan Laras. Itu hanya akal-akalan Aditya agar bisa bertemu dengan Laras.
Sedangkan Rani terkejut bukan main. Ini kali pertama Laras mendapat kencan. Dugaan penyimpanan s*ksual pada Laras yang dipikirnya diam-diam musnah seketika. Sialan, Laras itu sangat beruntung. Sekalinya berkencan langsung dengan Aditya, mungkinkah itu hasil buah kesabarannya selama ini?
Tidak hanya Rani, pengunjung lain juga terkejut, mereka tidak menyangka Aditya datang ke toko bunga menjemput kekasihnya. Tepatnya kekasih baru setelah lama menjomblo. Penggemar Aditya diam-diam menyimak, penasaran dengan sosok gadis yang dapat meluluhkan hati Aditya.
"Kak Aditttt! Mau foto yaa..." seorang gadis dengan seragam SMP memohon penuh harapan. Aditya dengan ramah berpose untuk keduanya selfie.
"Laras di toilet, sebentar lagi juga nongol. Aku tinggal dulu ya." Rani kembali bersikap professional, gadis itu memantau keadaan toko yang semakin ramai karena kedatangan Aditya. Gadis itu harus membantu pegawainya.
Aditya mendadak seperti dalam kegiatan jumpa fans karena gadis-gadis semakin berdatangan. Datang dengan alasan membeli bunga dan pada akhirnya meminta foto bareng Aditya. Sebagai pemilik toko, Rani bahagia melihat pemandangan itu. Tokonya ramai dan semakin terkenal berkat kunjungan Aditya. Dirinya akan bersikap sebaik mungkin pada Aditya.
Satu persatu penggemar Aditya mulai membuat story Instagram dengan mencantumkan kebanggaan mereka sebab dapat bertemu dengan sang Idola tanpa di sengaja. Ada juga yang menulis tujuan kedatangan Aditya ke toko itu sehingga menimbulkan tanda tanya pada netizen. Pada akhirnya akun-akun gosip kembali mendapat bahan untuk menaikkan engagement.
Beberapa menit berlalu, Laras tiba dengan wajah bingung melihat toko yang tiba-tiba ramai. Gadis itu merapikan pakaiannya dan segera membantu merangkai bunga untuk pembeli, tapi kegiatan itu langsung di hentikan karena ucapan salah satu teman sesama pegawai. "Aditya datang, kalian mau kencan ya?"
Laras mengedarkan pandangan. "Sialan," makinya begitu sadar akan kehadiran Aditya. Cepat-cepat Laras pergi ke lantai dua untuk bersembunyi. Namun sayang niat itu ketahuan Aditya.
"Laras! Ayo kita pergi." Aditya melupakan penggemar disampingnya begitu melihat Laras menaiki anak tangga. Sengaja sekali suaranya di buat keras untuk menarik perhatian semua orang, seakan memberitahu jika orang yang dicarinya sudah datang. Memberi tahu publik jika Laras adalah targetnya yang baru.
"Susul aja Adit, Laras sepertinya malu." Rani memberi alarm. Gadis itu mendadak perhatian dan memudahkan urusan Aditya setelah ketiban rezeki.
Aditya tersenyum senang. Kesempatan berharga datang tanpa diminta. Cowok itu mengangguk cepat dan langsung menyusul Laras. Keduanya seperti tikus dan kucing yang sedang kejar-kejaran. Namun dasar Aditya memiliki langkah kaki yang lebih lebar, cowok itu berhasil mencekal lengan Laras sebelum berhasil masuk ke toilet di lantai dua.
"Mau kabur kemana?" tanya Aditya. Cowok tengil itu tersenyum senang. Sifatnya semakin menyebalkan jika mereka hanya berdua.
"Siapa yang kabur? Orang mau ke toilet." judes Laras. Ingin menghempaskan cekalan Aditya tapi tidak bisa. "Lepas bisa?" Laras melirik tangan Aditya dengan garang. Gadis itu juga melempar aura permusuhan.
"Bisa, tapi bukan di sini." Dengan enteng Aditnya menarik tangan Laras. Menyeret gadis itu menuruti tangga.
Laras awalnya menolak, gadis itu bahkan berpegang pada sofa agar Aditya tidak bisa membawanya. Cerdiknya Aditya, cowok itu dengan santai menggelitik pinggang Laras. Tentu saja pegangan terlepas karena gadis itu merasa gatal, sakit, geli bahkan sakit hati di waktu yang bersamaan. Ingin menangis tapi tidak bisa. Bukan karena dirinya kalah dengan Aditya, tapi sebab tubuhnya yang sensitif dengan gelitikan.
"Hehe, loe gak akan bisa ngalahin gue, Larass." Aditnya dengan percaya diri menatap gadis itu.
"Panggil aku Kak, ingat umurku lebih tua darimu. Yang sopan!"
Aditya malah mengejek dengan ekspresi wajah lantas kembali menarik Laras. Saat sampai di lantai bawah, Laras hanya bisa memasang wajah datar. Menatap semua orang dengan pandangan kabur. Dirinya tidak mau fokus, tidak ingin melihat ekspresi wajah semua orang saat melihat dirinya tengah digandeng Aditya. Dan Laras tidak akan menunduk. Baginya, menunduk hanya akan membuat Laras terlihat lemah.
"Cocok juga kak Adit, sekarang seleranya yang lebih tua ya?" Beberapa penggemar dapat menebak hal itu. Namun sebagian lainnya kaget karena ternyata Laras lebih Tua. Walaupun sebenarnya tidak terlalu jauh jarak umur mereka.
Aditya mengangguk, tapi tidak bagi Laras. Gadis itu langsung menyangkal. "Kami hanya orang asing yang sedang ada urusan bersama." Kali ini giliran Laras yang menarik Aditya keluar.
Aditya melambaikan tangan, berpamitan kepada seluruh pengunjung toko. "Bye semua."