NovelToon NovelToon
Dari Pecundang Jadi Legenda

Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di dunia tempat kekuatan adalah hukum dan kelemahan adalah dosa, Qiu Liong hanyalah sampah sekte murid buangan dengan akar spiritual retak, bahan ejekan, dan simbol kegagalan.
Ia dihina, dipermalukan, bahkan dikhianati oleh orang yang paling ia percaya.
Namun takdir berputar ketika ia menemukan Inti Kekosongan Tanpa Batas, warisan kuno dari dewa yang telah musnah. Kekuatan itu bukan sekadar energi… melainkan kemampuan untuk menembus hukum langit, menelan takdir, dan menciptakan ulang realitas.
Dari seorang pecundang yang diinjak-injak, Qiu Liong bangkit.
Ia akan merobek langit. Menghancurkan para dewa. Dan memahat namanya sebagai legenda yang tak akan pernah pudar.
Karena ketika dunia menertawakannya…
ia diam-diam sedang belajar menjadi tak terbatas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara dari Kegelapan

Gua itu kembali sunyi.

Namun kesunyian kali ini berbeda.

Bukan lagi sunyi yang menekan atau menakutkan melainkan sunyi yang terasa… patuh.

Qiu Liong masih berlutut di tanah batu, napasnya perlahan stabil. Tubuhnya terasa ringan, tapi bukan karena lemah. Ada sesuatu yang baru mengalir di setiap meridian, tenang seperti danau tanpa riak, namun dalamnya tak terukur.

Ia menatap telapak tangannya.

Tak ada cahaya mencolok. Tak ada aura megah.

Namun saat ia memusatkan pikiran

ia merasakan kehampaan itu bergerak.

Bukan qi biasa.

Ia tidak hangat.

Tidak dingin.

Ia seperti ruang kosong yang menelan segalanya.

Tiba-tiba

“Jangan terlalu cepat percaya diri.”

Suara itu kembali terdengar.

Qiu Liong membeku.

Ia menoleh ke segala arah, namun gua tetap kosong.

“Siapa kau?” tanyanya pelan.

“Kau sudah tahu.”

Suara itu tidak menggema di udara, melainkan langsung di dalam benaknya. Lebih jelas dari sebelumnya. Lebih dekat.

“Inti Kekosongan?” bisiknya.

“Hanya sisa kesadaranku. Bayangan dari sesuatu yang pernah ada.”

Nada suaranya tidak angkuh, tidak pula lembut. Datar. Dalam. Seperti jurang yang berbicara.

Qiu Liong menelan ludah.

“Kenapa masih ada?”

“Karena kau belum mampu menanggungku sepenuhnya.”

Jawaban itu membuat dadanya menegang.

“Apa maksudmu?”

“Kekuatan tanpa batas bukan hadiah. Ia adalah beban. Setiap kali kau menggunakannya, sedikit demi sedikit, dirimu akan terkikis.”

Kata-kata itu menggantung.

Terkikis?

Qiu Liong mengepalkan tangan.

“Apa yang akan hilang?”

“Emosimu. Rasa takutmu. Rasa cintamu. Bahkan mungkin… dirimu sendiri.”

Keheningan menyusul.

Untuk pertama kalinya sejak menerima kekuatan itu, Qiu Liong merasakan ketakutan yang berbeda. Bukan takut mati. Bukan takut gagal.

Tapi takut kehilangan dirinya sendiri.

“Kalau begitu… kenapa kau memilihku?” suaranya menegang.

“Tadi sudah kukatakan. Karena kau retak. Kau memiliki ruang.”

Suara itu berhenti sejenak, lalu melanjutkan

“Namun ruang kosong juga bisa berubah menjadi jurang.”

Kata-kata itu menghantam lebih keras dari cakar Serigala Bayangan.

Qiu Liong terdiam lama.

Sejak kecil, ia sudah dianggap cacat. Tidak sempurna. Tidak layak. Retakan di meridiannya adalah aib.

Kini retakan itu menjadi jalan menuju kekuatan.

Namun juga mungkin menjadi jalan menuju kehancuran.

“Aku tidak peduli,” akhirnya ia berkata pelan.

Suaranya tidak keras.

Tidak penuh amarah.

Namun tegas.

“Aku sudah kehilangan terlalu banyak harga diri. Kalau harus mempertaruhkan diriku sendiri untuk berhenti menjadi pecundang… maka aku akan mempertaruhkannya.”

Ada jeda panjang.

Lalu suara itu terdengar lagi.

“Keras kepala.”

Untuk pertama kalinya, Qiu Liong merasa ada nada yang hampir menyerupai… pengakuan.

Ia berdiri perlahan.

Tubuhnya tidak lagi terasa rapuh seperti sebelumnya. Luka di lengannya masih ada, namun rasa sakitnya berkurang drastis. Kehampaan di dalam dirinya seolah menelan rasa nyeri itu.

Ia melangkah keluar dari ruang utama gua.

Namun sebelum mencapai mulut gua

ia merasakan sesuatu.

Getaran.

Samar.

Lemah.

Dari dalam kegelapan cabang lorong di sisi kanan.

Qiu Liong berhenti.

Ia memejamkan mata, memusatkan kesadaran pada inti di dalam dadanya.

Kehampaan itu menyebar.

Dan ia “merasakan” keberadaan lain.

Dua.

Sangat lemah.

Seperti lilin hampir padam.

Murid yang hilang.

Mereka masih hidup.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Suara dalam benaknya kembali berbicara.

“Kau bisa pergi sekarang. Tinggalkan mereka. Kekuatanmu belum stabil.”

Qiu Liong membuka mata.

Kabut tipis dari hutan mulai terlihat di mulut gua, namun ia tidak bergerak ke arah itu.

Sebaliknya

ia melangkah menuju lorong gelap.

“Aku tidak masuk ke sini untuk melarikan diri,” katanya lirih.

Setiap langkahnya mantap.

Tidak lagi ragu seperti saat pertama memasuki hutan.

Suara dari kegelapan tidak menjawab lagi.

Namun jauh di dalam dirinya, inti itu berdenyut pelan.

Bukan sebagai ancaman.

Melainkan sebagai saksi.

Qiu Liong berjalan semakin dalam, menuju tempat di mana dua nyawa menggantung di ambang kematian.

Dan untuk pertama kalinya

ia tidak merasa seperti pecundang.

Ia merasa seperti seseorang yang memiliki pilihan.

Dan memilih untuk melangkah ke kegelapan.

1
Mbah Haryo
novel ini sperti cerita du dunia sekuler..dg sgala pertarungan moralitasnya...
bukan sperti cerita fantasi dunia persilatan...hhhh
Mbah Haryo
moralitas & idealisme buta....
yg tidak melihat simana dunia dia hidup..
hanya membuat orang menjadi bodoh..

didunia anjing makan anjing...
maka siapapun hrs siap mnjadi anjing...haaakak...
Mbah Haryo
narasinya masih sama sj dr awal sampai capter ini...hhhh
Mbah Haryo
masih sj dg narasi yg sama...bukan ini bukan itu tapi anu...
terus sj bgitu..wekekkekek.
jd boring dah ach...
Mbah Haryo
jagoanya mumet terlalu banyak masalah yg gak perlu...hhh
Mbah Haryo
baru kali ini ada pendekar yg banyak pikiran..bwakkakakk
Mbah Haryo
dapat inti kekosongan..tp malah tiada guna..hadeuewh...
Mbah Haryo
terooss aj..bukan ini tapi itu..bukan anu tapi panu...
gitu terus diakhir cpt..
Mbah Haryo
asyuuuddahlah....
Mbah Haryo
cerita yg awalnya bagus...jadi membosankenlah..
karakter yg m3mbingungken...hhh
Mbah Haryo
speeti bukan cerita silat..tp monolog cerita silet
Mbah Haryo
sdh sjauh ini..blas gal ada uraian ttg kultivasi...lalu dr mana kmampuan teknik jagoan ne...?
krn kekosongan tak adacm tekniknya...hhh😄
Mbah Haryo
penjelasan yg berulang..dr dpan sampe blakang..beih .wekekkeksk...
Mbah Haryo
smangkin jaoh dbaca...
kita malah kayak jd wong pekok....hhhh
Mbah Haryo
dwuleeg njiaaraann..cerita bagus tp malah berkutat di monolog" yg berulang...boring geess
Mbah Haryo
kalo gak berkembang...anu..caoo..
Mbah Haryo
mbooouuullleeeetttss ae....
gak berkembang bliaass ceritane...
Mbah Haryo
ya sudah..skarang mulai ptualangan kultivasinya dong...
pencerahan trous..kapan ngewenya..???🤣
Mbah Haryo
oke..sampai dsini masih bagus
Mbah Haryo
yah...cukup bagoes diawal cerita...jika konsisten dg bagoesnya...maka nganu..
ini jlas bagoes...hhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!