NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:774
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Di tempat lain, pada desa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk kota. Dua bocah laki-laki berlari-an mengejar kawanan anak bebek, celoteh kesenangan mereka melihat bebek ketakutan, menjadi pemandangan indah bagi perempuan yang memanen buah cabai. Suara anak-anak meredam suara burung berkicau di pepohonan, angin sejuk berhembus menerbangkan helai daun yang berhamburan ditanah.

"Tangkap Yaka! Lali kesana" bukan nya berlari, bocah kecil yang diperintahkan itu malah menjatuhkan diri di rerumputan. Membiarkan bebek itu melewati nya, lalu mulai berhitung.

"Satu, dua, lima, enam, empat "

"Kenapa malah duduk kan aku bilang kepung, kan ayam nya jadi lolos" bocah itu mendelik, pada Yaka yang tercengir

"Aku cape Taka, biarkan saja ayam nya pergi. Mereka kan juga binatang sama seperti semut" kedua saudara kembar tapi tak sama itu berdebat mengenai bebek yang berlari jauh, awalnya hanya ucapan-ucapan yang tidak nyambung. Namun perlahan Taka mulai mendekati adiknya dan tangannya terkepal siap menonjok. Melihat keadaan suasana semakin menegang, ibu kedua bocah itu berkacak pinggang sembari menarik napas.

"Taka, Yaka berhenti berdebat! Bermain dengan baik atau pulang sekarang " keduanya terdiam dengan kepala tertunduk mendengar suara ibunya marah, lalu saling melirik satu sama lain.

"Gala-gala kamu"

"Kamu" tuduh keduanya, sambil saling menyenggol dengan bahu.

"Taka...lihat ibu!" Dengan takut-takut Taka menaikan pandangan nya sampai bertatapan dengan mata bulat sang Ibu.

"Kamu abang bukan? Putra ibu?" Taka menggangguk, kembali menunduk.

"Jawab pakai mulut! Punya mulut kan?"

"Siap ibu, Taka punya mulut. Taka abang dan putla ibu" jawab nya tegas.

"Kalau begitu sayangi adek, dan nurut sama ucapan ibu! Jangan berantem. Dan Yaka, hormati Abang!" Kedua bocah itu saling melirik, lalu tanpa menunggu perintah selanjutnya saling memeluk dan mengucapkan kata maaf.

"Itu baru anak-anak ibu, kemari peluk ibu" kedua bocah itu segera berlari masuk kedalam dekapan Yasmin- ibu mereka yang berjongkok merengkuh keduanya bersamaan.

Yasmin menguraikan pelukan melihat kedua putranya yang mirip dengan pria blasteran itu, dengan manik berwarna abu-abu dalam tatapan yang teduh.

"Taka, Yaka jangan berantem! Ingat pesan ibu ini baik-baik kalau kalian sayang Ibu" keduanya menggangguk, lalu mengecup pipi Yasmin.

Yasmin mengelus surai kedua anak laki-laki nya yang belum pernah sekalipun melihat ayah kandung nya, dan mungkin pria itu tidak mengetahui tentang keberadaan dua makhluk kecil itu.

"Cara ibu mendapatkan kalian memang salah, dan ibu menyesalinya. Namun ngga dengan kehadiran kalian dalam hidup ibu. Pria itu bagaimana kabarnya setelah lima tahun berlalu?" Ucapnya dalam hati, sementara pikiran nya dipenuhi bayangan lima tahun yang lalu.

Hei,masihkah kau memikirkan ku?

Terkadang ku menangis bila mengingat mu.

Dulu penuh bahagia, kukira kau terakhir.

dan ku berikan segalanya.

Dan waktu pun berjalan

Aku merindukanmu berkali-kali

Tapi kau tak mendengar

Malah inginkan aku untuk berhenti

Aku tak mendengar kabarmu lagi

Ku takut tak mampu tak memikirkan mu

Dan ku bertemu dia

Temaniku sepanjang waktu

Sembuhkan luka ku

Mungkinkah ku akan bahagia?

Ia menyanyikan lagu kezia, aku masih memikirkan mu kala karaoke bersama teman-teman nya. Namun nyanyian nya terpaksa berhenti, ketika insting mengatakan ada orang yang akan datang.

Tatapannya seketika tertuju pada pintu, yang secara bersamaan terbuka menampilkan seorang pria bertubuh tinggi tegap. Wajahnya yang rupawan dan cara berjalan yang percaya diri membuatnya terkesima ditempat

"Yasmin Celia, saya Petaka. Pengawal baru Nona" kalimat pertama keduanya bertemu,namun ia terlalu terpesona untuk menanggapi.

Bagaimana tidak, baginya pria itu terlalu tampan jika hanya sebagai Pengawal. Jiwa menggatal dalam dirinya seketika timbul begitu saja, walaupun sebenarnya ia tidak serius itu menggoda pengawal.

Sikap genit nya saat melihat pria tampan Hanya sebagai satu kebiasaan baru sejak diselingkuhi, lalu Papi nya yang tiba-tiba menikah lagi.

Mulai hari itu ia gencar menggoda pengawal baru, yang nampak tidak tertarik dengan buah segar didepan mata. Seperti pada malam gerimis, diruang baca. Ia memanggil pria itu untuk menemani nya, pintu diketuk tidak lama setelah keinginannya diucapkan.

"Masuk...!" Rain dengan rambut basah seperti sehabis mandi muncul dari balik pintu, wajahnya datar tanpa ekspresi.

Namun manakala menatap matanya yang teduh, ia merasa pria itu cukup baik. "Nona memanggil saya?"

"Iya pak Taka, ayok mendekat! Aku mau meminta pendapatmu" dengan perlahan jarak yang terbentang terkikis pada tiap langkah yang diambil Rain.

Namun Pria itu memilih berhenti saat jarak tersisa satu meter, Yasmin mendongak menatap pria itu, lalu berdecak melihat jarak yang masih ada.

"Jauh banget pak Taka, lebih dekat...duduk sini" ia menepuk sofa disebelahnya.

"Tidak perlu Nona, beritahu saja dari sana pendapat apa yang Nona perlukan?" Yasmin menyilangkan kaki sembari menaikan sedikit gaun tidur nya yang menerawang, di kedua tangannya terangkat buku dengan judul berbeda.

"Menurutmu mana cerita yang lebih menarik?" Rain langsung menunjuk salah satu diantara keduanya.

"Ini?" Ujar Yasmin, sembari mengangkat buku yang dipilih Rain.

"Iya" jawab pria itu terdengar malas.

Ia lalu menyodorkan buku itu pada Rain yang seketika mengeryit, sambil tersenyum manis tangannya menepuk sofa lagi. "Duduk dan bacakan untukku, aku mau baca tapi malas jadi kamu saja yang baca."

"Nona...!" Rain menarik napas panjang seakan dengan cara itu kesabaran dapat diraih, lalu ia menerima buku itu dan membaca nya pada posisi berdiri. Lebih baik begitu daripada berdebat dan menyulut emosi nya lebih besar.

"Nakal banget Pak Taka, ngga mau nurut. Disuruh duduk malah berdiri"

Tanpa peduli pada ucapan majikan kecil nya, Rain tetap membaca dengan suara dikeraskan, dengan begitu ia sudah menunjukkan amarah nya. Bukannya paham, gadis itu malah berdiri dan mendekati Rain yang seketika melangkah mundur.

"Kenapa sih, orang cuma mau lihat " katanya sambil terkekeh melihat ekspresi kesal Rain.

Pengawal ke tujuh dalam hidup nya itu sedikit unik menurutnya, suka mengeryit tiap kali Yasmin mendekati nya. Wajah muak nya begitu tampak, digoda dengan pakaian seksi malah tidak melirik. Membuat pengawal blasteran itu semakin menarik.

Kadang karena sikapnya, Yasmin tidak bisa menghentikan pikiran liar nya yang menyimpulkan bahwa mungkin pengawal nya itu seseorang penyuka jenis. Jika saja tidak ditepis oleh satu kejadian, dimana pria itu naik ke balkon kamarnya karena Yasmin yang tidak kunjung keluar kamar. Pagi itu ia menangkap gerakan dari dalam celana pria dihadapan nya.

"Untuk apa lihat? Anda hanya perlu memasang telinga baik-baik Nona" kata terakhirnya ditekan kuat, akan tetapi Yasmin sedang tidak mau dengar pemberitahuan itu atau lebih tepatnya tidak peduli.

Ia memeluk Rain erat dengan pipi yang menempel pada lengan pria ber otot itu, saat mendongak ia dapati pria itu memutar bola mata.

1
Anala.
lanjut thor. seru nih 👍
Anala.
hahahahaha🤣
Anala.
ketawa dulu enggak sih.
Anala.
bocah edan😄
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!