NovelToon NovelToon
REINKARNASI SI PAHLAWAN 5 ELEMEN

REINKARNASI SI PAHLAWAN 5 ELEMEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Anime / Reinkarnasi
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Nacha Adhi

Seorang pemuda pendiam meninggal dunia dan terlahir kembali sebagai bayi di dunia sihir yang persis seperti RPG kesayangannya. Ia menyimpan ingatan masa lalu, tapi di mata semua orang hanyalah anak desa biasa tanpa bakat apa pun. Padahal di dalam dirinya terpendam kekuatan langka: penguasa api, air, tanah, angin, dan petir sekaligus.

Diam-diam ia berlatih, pergi ke ibu kota, membentuk tim dengan sahabat dari berbagai ras, dan perlahan naik pangkat. Namun di balik kedamaian, kegelapan kuno sedang bangkit. Akankah kekuatan terbesarnya cukup melawan Raja Iblis, dan bisakah ia mengubah takdir dunia ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nacha Adhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Berhasil Naik ke Peringkat D

Matahari baru saja terbit setinggi tombak ketika Rey dan Sylfia melanjutkan perjalanan menuju Ibu Kota. Udara pagi terasa segar, diselimuti kabut tipis yang perlahan menghilang diterpa sinar mentari. Sepanjang jalan, mereka berjalan berdampingan, sesekali berbincang ringan atau diam mengamati lingkungan sekitar—kini dengan perasaan yang jauh lebih tenang karena sudah menjadi rekan.

Sesampainya di gerbang kota, tidak ada kendala berarti. Setelah menunjukkan kartu identitas Rey dan menjelaskan bahwa Sylfia adalah rekannya yang baru bergabung, penjaga hanya mencatat sebentar dan mempersilakan mereka masuk.

Mereka langsung menuju Balai Persekutuan Petualang, tempat yang sudah mulai ramai oleh para petualang yang datang menerima tugas atau menyerahkan laporan. Saat melihat Rey masuk bersama seorang gadis elf, beberapa orang melirik dengan rasa penasaran, namun tidak ada yang berkomentar berlebihan.

Mereka berdua berjalan ke meja pendaftaran yang biasa Rey kunjungi. Petugas wanita bernama Lina yang sudah mengenali Rey sejak awal mengangkat wajah dan tersenyum ramah.

“Selamat pagi, Rey. Sudah kembali dari tugas pemeriksaan jalur hutan? Dan siapa ini?” tanyanya sambil menatap Sylfia dengan pandangan sopan.

“Selamat pagi, Lina. Ini Sylfia, dia akan menjadi rekan seperjalananku mulai hari ini. Selain melaporkan hasil tugas kemarin, kami juga ingin mendaftarkannya sebagai petualang baru,” jawab Rey dengan jelas.

Ia lalu menyerahkan catatan tugas dan menceritakan apa yang terjadi secara rinci—menemukan Sylfia yang terluka, menghadapi kelompok pemburu gelap, dan mengamankan jalur hutan. Mendengar penjelasan itu, raut wajah Lina berubah menjadi serius namun kagum.

“Jadi bukan hanya memeriksa jalan, tapi juga menangani kelompok penjahat yang sudah lama dicari? Kerja bagus sekali. Biasanya tugas ini baru bisa diselesaikan oleh peringkat D ke atas,” ujar Lina sambil mencatat semua keterangan dengan teliti.

Setelah itu, Sylfia pun mengikuti prosedur pendaftaran. Saat tangannya menyentuh batu kristal penguji, batu itu langsung memancarkan cahaya hijau dan keemasan yang lembut namun stabil—menandakan ia memiliki bakat sihir elemen angin dan cahaya tingkat dasar hingga menengah.

“Baik, untukmu, Sylfia, peringkat awal ditetapkan di E juga, tapi dengan catatan potensi yang cukup baik,” jelas Lina sambil menyerahkan kartu identitas berwarna abu-abu muda yang sama.

Kemudian, ia kembali menatap catatan milik Rey. Jari-jarinya bergerak menghitung poin yang terkumpul.

“Dengar baik-baik, Rey. Sejak pertama mendaftar hingga sekarang, kamu telah menyelesaikan 8 tugas peringkat E dengan hasil sempurna, ditambah tugas kemarin yang memiliki tingkat kesulitan setara peringkat D. Jumlah poinmu sudah melebihi batas minimal untuk naik jenjang.”

Lina mengambil stempel khusus berwarna perak, lalu membubuhkannya di kartu identitas Rey. Warna kartu itu perlahan berubah dari abu-abu menjadi warna hijau muda yang lebih cerah.

“Selamat, Rey. Mulai hari ini, kamu resmi naik ke Peringkat D. Sekarang kamu bisa menerima tugas dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, upah yang lebih layak, dan akses ke informasi wilayah yang lebih luas.”

Rey menerima kartu barunya dengan senyum lega. Ini adalah langkah pertama yang ia nantikan—naik jenjang secara wajar tanpa menarik perhatian berlebihan.

“Terima kasih banyak, Lina.”

Setelah selesai urusan administrasi, mereka berdua berjalan menuju papan pengumuman untuk melihat tugas-tugas baru yang sesuai peringkat mereka. Sekarang pilihan mereka jauh lebih banyak.

MISI PERINGKAT D: Mengawal rute perdagangan dari kota ke Desa Matahari — Upah: 70 keping perak

MISI PERINGKAT D: Membersihkan sarang serigala hutan di pinggiran wilayah timur — Upah: 65 keping perak

MISI PERINGKAT E-D: Mengumpulkan bahan tanaman obat langka di zona perbatasan hutan — Upah: 50 keping perak

Rey dan Sylfia membaca satu per satu, lalu berdiskusi.

“Mengawal rute perdagangan terdengar cocok untuk awal. Tidak terlalu berbahaya, tapi bisa menguji kerja sama kita sekaligus mendapatkan bayaran yang cukup,” usul Sylfia.

Rey mengangguk setuju. “Setuju. Kita bisa mengenali wilayah perjalanan dan membiasakan diri bertindak bersama. Nanti kalau sudah lebih lancar, kita ambil tugas yang lebih menantang lagi.”

Mereka segera mendaftarkan diri untuk tugas pengawalan itu. Penjelasan singkat diberikan: rombongan pedagang akan berangkat besok pagi, jumlahnya sekitar lima gerobak barang, dan perjalanan memakan waktu tiga hari bolak-balik.

Sore harinya, Rey dan Sylfia menggunakan waktu untuk mempersiapkan perlengkapan. Rey membeli lebih banyak ramuan penyembuh, tali tambahan, dan makanan kering yang tahan lama. Sylfia membantu memilih senjata tambahan untuk dirinya—sebilah belati ringan dan busur pendek yang pas dengan postur tubuhnya, serta panah berujung biasa dan beberapa panah yang dilumuri zat penenang.

Saat matahari mulai terbenam, mereka duduk di teras penginapan sambil beristirahat. Sylfia memegang kartu identitas Rey yang sudah berubah warna, matanya bersinar senang.

“Selamat atas kenaikan peringkatnya, Rey. Ini baru permulaan saja. Aku yakin tidak butuh waktu lama lagi sampai kamu bisa naik lebih tinggi lagi,” ucapnya dengan semangat.

Rey tersenyum sambil mengamati langit yang berubah warna. “Terima kasih. Tapi ingat, kenaikan ini bukan tujuan utamanya. Yang terpenting adalah kita terus mengasah kemampuan, menjaga rahasia kekuatan, dan bergerak selangkah demi selangkah tanpa tergesa-gesa.”

Ia menoleh ke arah Sylfia dengan pandangan mantap. “Kita baru saja mulai. Dari peringkat D, kita akan terus melangkah ke atas—sampai suatu hari nanti nama kita dikenal bukan hanya sebagai petualang biasa, tapi sebagai sosok yang bisa dipercaya dan mengubah keadaan.”

Malam itu, mereka beristirahat dengan hati yang tenang dan penuh harapan. Besok pagi, perjalanan baru yang lebih besar akan dimulai—menghadapi tantangan yang lebih nyata, sekaligus membuktikan bahwa kerja sama mereka bisa diandalkan.

Di balik ketenangan itu, Rey tetap menjaga kewaspadaan. Ia tahu, semakin tinggi peringkatnya, semakin dekat pula ia dengan bahaya dan rahasia-rahasia dunia ini yang perlahan mulai terbuka.

1
SecretivePlotter
setidaknya bukan keluarga budak
SecretivePlotter
rey keisuke cucunya kakek sugiono
SecretivePlotter
authornya pasti 29 thun juga🤭
SecretivePlotter
bayi koek
SecretivePlotter
kalo lu mau sosialisasi juga gak bakal sepi
SecretivePlotter
nolep
anggita
ikut ng👍like, iklan aja, moga novelnya lancar jaya👌.
Nacha Adhi: 😍😍😍😍 makasih senior
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!