**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 : Evaluasi Kharos
Pintu ruang kultivasi perlahan terbuka. Kharos masuk sambil langsung mengamati aura Lin Tian.
Tatapan emasnya menyipit tajam.
"Terobosan mu berhasil, tapi tanda energimu… tidak normal." Ia melangkah mendekat.
"Seharusnya peningkatan mu hanya dua kali lipat. Namun, yang kurasakan hampir tiga kali lipat." Tatapannya penuh rasa ingin tahu.
"Coba jelaskan."
Lin Tian tidak menyembunyikan apa pun. "Aku tanpa sadar menyerap energi lingkungan terlalu banyak saat terobosan. Kepadatan energi Dimensi Asura memperkuat prosesnya."
"Itu tidak disengaja… tapi hasilnya menguntungkan."
Beberapa detik ruangan menjadi sunyi. Lalu Kharos tiba-tiba tertawa keras.
"HAHAHA!"
"Jenius yang beruntung, memanfaatkan lingkungan secara tidak sadar saat terobosan!"
Senyumnya penuh keganasan sekaligus kekaguman.
"Kau baru mencapai Lapisan Keempat… tapi kekuatanmu sudah mendekati Lapisan Keempat Puncak bahkan Kelima."
"Itu berarti kau melompati hampir setengah tingkatan."
Tatapan Kharos berubah semakin serius.
"Aku belum pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya."
"Satu minggu latihan, dari Lapisan Ketiga puncak langsung menuju kekuatan setara Lapisan Keempat puncak."
"Itu benar-benar tidak masuk akal."
Namun sesaat kemudian, ekspresinya berubah lebih tenang. "Tapi ada masalah juga."
Lin Tian langsung memperhatikan. "Masalah?"
Kharos mengangguk pelan. "Pertumbuhanmu terlalu cepat."
"Kultivasi itu seperti membangun menara, jika fondasinya lemah, maka cepat atau lambat semuanya akan runtuh."
Tatapan emasnya menusuk langsung ke mata Lin Tian.
"Saat ini fondasimu masih aman, tapi kau sudah mendekati batas berbahaya."
"Jika terus memaksakan terobosan cepat seperti ini, tubuh dan jiwamu bisa hancur."
Lin Tian perlahan memahami maksudnya. Hal yang sama juga pernah diajarkan Yeye.
Karakter sebelum kekuatan. Keseimbangan sebelum pertumbuhan.
Lin Tian mengangguk.
"Aku mengerti."
"Aku akan menstabilkan Lapisan Keempat terlebih dahulu."
"Aku tidak akan terburu-buru."
Kharos langsung menyeringai puas. "Bagus. Ternyata bukan hanya kekuatanmu yang berkembang, tetapi kebijaksanaan mu juga."
Lalu aura perang mulai muncul di tubuhnya. "Dan sekarang… waktunya menguji kekuatan barumu."
Tatapannya seketika berubah tajam. "Kau akan menghadapi Thal'rok sekali lagi."
Lin Tian langsung terdiam beberapa detik.
Thal'rok.
"Aku menerimanya."
"Aku ingin mengetahui seberapa besar jarak kekuatan kami sekarang."
Kharos tersenyum tipis. "Itu jawaban yang bagus."
***
Kabar tentang terobosan Lin Tian menyebar sangat cepat di seluruh Dimensi Asura.
"Orang luar itu berhasil menerobos Lapisan Keempat!"
"Dalam satu minggu?!"
"Itu mustahil, bahkan ia akan melawan Thal'rok lagi!"
Ratusan Asura mulai memenuhi tribun arena dengan penuh antusias.
Tidak lama kemudian, Thal'rok muncul memasuki arena.
Tatapannya langsung tertuju pada Lin Tian.
Namun kali ini, rasa hormat di matanya jauh lebih jelas dibanding sebelumnya.
"Selamat atas terobosan mu, Lin Tian."
"Lapisan Keempat dalam waktu sesingkat itu sangat mengesankan." Ia mengangkat palu perangnya perlahan.
"Jadi kau menginginkan pertandingan ulang?"
Lin Tian mengangguk. "Ya. Pertarungan ini untuk mengukur kekuatanku saat ini."
Tatapan keduanya saling bertemu.
Tidak ada permusuhan, hanya rasa hormat antar petarung.
Thal'rok mengangguk pelan. "Baik. Aku akan menggunakan kekuatan penuh. Dan aku berharap kau melakukan hal yang sama."
Lin Tian menarik napas dalam. "Tentu."
Kharos berdiri di atas arena sambil menyeringai tipis.
"Kalau begitu... Pertarungan dimulai!"
Thal'rok langsung bergerak begitu pertarungan dimulai.
Perisai raksasanya terangkat tinggi sementara palu perang di tangannya menghantam udara dengan tekanan mengerikan.
Namun kali ini, Lin Tian menghindarinya dengan mudah.
Gerakan Thal'rok masih cepat, tetapi tidak lagi mustahil diikuti seperti sebelumnya. Setelah mencapai Transformasi Jiwa Lapisan Keempat, kecepatan dan persepsi Lin Tian meningkat drastis.
Matanya mampu membaca arah serangan dengan jauh lebih jelas.
Dan untuk pertama kalinya, Ia bisa benar-benar bertarung melawan Thal'rok.
Begitu berhasil menghindar, Lin Tian langsung melakukan serangan balasan.
"Serangan Fusi Jiwa — Diperkuat!"
Energi sembilan elemen meledak dari tinjunya sebelum menghantam perisai Thal'rok secara langsung.
DUAAAR!
Gelombang kejut besar menyebar ke seluruh arena.
Dan kali ini, Tubuh Thal'rok terdorong mundur sejauh sepuluh meter.
Seluruh arena langsung terdiam.
Perisai itu bergetar.
Sebelumnya, serangan Lin Tian bahkan tidak mampu membuatnya berguncang sedikit pun.
Namun sekarang, Thal'rok benar-benar terdorong mundur.
Mata Thal'rok membesar karena terkejut.
"Apa…?!"
"Kekuatanmu meningkat sebanyak ini hanya dalam satu minggu?!"
Tatapannya berubah jauh lebih serius.
"Itu tidak masuk akal."
Keduanya mulai bertarung dengan kekuatan penuh.
Dan tidak seperti duel sebelumnya, kali ini pertarungan berlangsung seimbang.
Dua puluh menit penuh mereka terus bertukar serangan tanpa henti.
Seluruh arena retak akibat benturan energi mereka.
Lin Tian menggunakan seluruh kemampuan barunya tanpa menahan diri.
Teknik Fusi Sembilan Naga miliknya terus berubah bentuk dengan pola elemen yang semakin kompleks.
Langkah Kekosongan membuat pergerakannya sulit diprediksi. Ia terus berpindah tempat secara instan hingga bahkan Thal'rok mulai kesulitan membaca arahnya.
Saat Domain Fusi Jiwa diaktifkan, tekanan di sekitar arena langsung berubah.
Kultivasi Thal'rok ditekan sekitar dua puluh persen di dalam wilayah tersebut.
Dan yang paling mengejutkan, Luka-luka Lin Tian mulai pulih di tengah pertarungan berkat Regenerasi Jiwa.
Bahkan Thal'rok terlihat benar-benar terkejut melihat kemampuan itu.
Sementara itu, Thal'rok juga menunjukkan seluruh kekuatannya sebagai prajurit Lapisan Kelima.
Kuda Kuda Gunung Besi membuat pertahanannya hampir mustahil ditembus.
Serangan balasannya tetap brutal dan mematikan, dan daya tahannya terasa seperti tidak ada habisnya.
Pertarungan berlangsung semakin sengit. Namun akhirnya, tidak ada pemenang.
Keduanya kehabisan tenaga hampir bersamaan.
Hasilnya seri.
Dan begitu hasil itu terlihat, seluruh arena langsung meledak dalam keributan besar.
"Mustahil!"
"Lapisan Keempat dapat menahan Lapisan Kelima?!"
"Baru satu minggu berlatih!"
"Dia benar benar Monster!"
Thal'rok menarik napas berat sebelum perlahan mengulurkan tangannya ke arah Lin Tian.
Tatapannya dipenuhi rasa hormat tulus.
"Lin Tian, dulu aku bisa mengalahkan mu dengan mudah."
"Tapi sekarang… kau mampu bertarung setara denganku."
Ia menggelengkan kepalanya pelan, masih sulit mempercayainya.
"Hanya dalam satu minggu, dari Lapisan Ketiga menjadi Lapisan Keempat."
"Kekuatanmu meningkat berkali-kali lipat." Tatapannya semakin serius.
"Rasa hormatku padamu kini mutlak, Kau telah diakui sebagai prajurit sejati, dan potensimu… hampir tidak memiliki batas."
Lin Tian menerima uluran tangan itu tanpa ragu.
"Thal'rok... Kekalahanku sebelumnya sangat penting, aku tidak mungkin mencapai titik ini tanpa pelajaran dari pertarungan itu."
Ia sedikit membungkukkan kepalanya.
"Jadi aku yang seharusnya berterima kasih."
Thal'rok tertawa kecil.
Dan untuk pertama kalinya, Lin Tian benar-benar merasa dirinya mulai diterima oleh para Asura.
Budaya mereka memang brutal. Namun mereka menghargai keberanian, perkembangan, dan kehormatan dengan sangat serius.
Dan anehnya… Lin Tian merasa Yeye mungkin akan menyukai bagian itu.
Setelah pertarungan selesai, Kharos turun ke arena. Tatapan emasnya mengamati Lin Tian dengan serius.
"Lapisan Keempat yang mampu menahan Lapisan Kelima." Ia menyilangkan tangan besar di depan dada nya.
"Itu belum pernah terjadi sebelumnya." Namun ekspresinya kini tidak sepenuhnya puas.
"Tapi justru karena itu aku semakin khawatir."
Lin Tian sedikit mengernyit.
"Khawatir?"
Kharos mengangguk. "Kemampuan bertarung mu luar biasa. Tapi fondasimu masih harus diuji."
Ia menunjuk tanah arena yang retak.
"Mulai sekarang, pelatihan mu berubah. Bukan lagi fokus pada peningkatan kekuatan, tapi pada stabilitas." Tatapannya menjadi lebih tajam.
"Kau akan mempelajari pengendalian teknik secara sempurna, Menstabilkan fondasi kultivasi mu."
"Melawan berbagai tipe lawan dan memperdalam filosofi kekuatanmu."
Kharos lalu mengangkat satu jari besar.
"Selama tiga bulan ke depan, kau dilarang mencoba menerobos ke Lapisan Kelima."
Lin Tian langsung mengangguk.
"Aku mengerti, fondasi adalah prioritas dan aku tidak akan terburu-buru."
Senyum puas muncul di wajah Kharos.
"Bagus. kau bukan hanya jenius, tetapi juga cukup pintar untuk tidak menghancurkan dirimu sendiri."
Ia lalu berbalik sambil melambaikan tangan.
"Besok kita mulai latihan baru, pengendalian teknik dan menyempurnakan kekuatanmu."
Tatapannya sedikit melunak.
"Malam ini istirahatlah, karena kau pantas merayakan terobosan mu."
Di dalam kamarnya, Lin Tian duduk sendirian sambil merasakan energi baru di dalam tubuhnya.
Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Keempat.
Ia benar-benar berhasil mencapainya hanya dalam satu minggu.
Peningkatan kekuatannya bahkan jauh melampaui perkiraan normal. Namun semakin kuat dirinya, semakin ia memahami pentingnya fondasi.
Kharos benar.
Jika terus memaksa kemajuan tanpa kestabilan, semuanya bisa runtuh pada akhirnya.
Dan lagi-lagi, ajaran itu mengingatkannya pada Yeye.
Karakter sebelum kekuatan. Fondasi sebelum kemajuan.
Kebijaksanaan semacam itu ternyata berlaku di mana pun.
Lin Tian perlahan menatap tangannya sendiri.
Tiga bulan pelatihan stabilisasi bukanlah waktu yang sia-sia.
Ia akan menggunakannya untuk belajar.
Menguasai kekuatannya dan menyempurnakan tekniknya.
Pertarungan melawan Thal'rok hari ini membuktikan kemajuannya sangat besar. Namun jarak menuju puncak masih luar biasa jauh.
Kharos sendiri berada di Alam Kekosongan Lapisan Keenam.
Dan bahkan di atas tingkat itu masih ada alam lain.
Perjalanannya masih sangat panjang. Tetapi setidaknya ia terus bergerak maju.
Sedikit demi sedikit.
Tanpa sadar, pikirannya kembali tertuju pada rumah.
Baba.
Bibi Yue.
Para neneknya.
Apakah mereka mengkhawatirkannya?
…Ya.
Mungkin.
Dan anehnya, untuk pertama kali setelah sekian lama, Lin Tian benar-benar merasa merindukan mereka.
Namun misinya tetap prioritas utama.
Master Pelahap Dimensi masih ada di luar sana.
Alam semesta masih membutuhkan perlindungan. Karena itu ia tidak bisa berhenti sekarang.
Lin Tian memejamkan mata nya perlahan.
Ia masih berusaha menjaga keseimbangan dalam dirinya. Menjadi lebih kuat tanpa kehilangan kemanusiaannya.
Dan sejauh ini, filosofi Kharos justru membantu menjaga hal itu tetap hidup.