Luo Chen merupakan tuan muda keluarga Luo, namun demi menutupi kesalahan adiknya ia harus dikorbankan oleh keluarganya sendiri berada di penjara bawah tanah kekaisaran Tang. Banyak orang menduga jika Luo Chen akan bernasib buruk ketika berada dalam penjara bawah tanah tersebut, dimana kematian menjadi lebih baik daripada bertahan hidup.
Namun tanpa diduga, bekas Kaisar sebelumnya yang secara kebetulan menemukan Luo Chen memiliki tulang langka 1000 tahun memilih untuk menyelamatkannya dan menjadikannya sebagai murid rahasia dengan pelatihan khusus. Dengan bakat serta tekad yang kuat, akhirnya Luo Chen tidak mengecewakan gurunya, ia berubah dari sosok pemuda yang pendiam menjadi pribadi yang penuh semangat serta aura bertempur yang sangat mengerikan.
Kini 7 tahun telah berlalu, nama Luo Chen di Klan Luo perlahan memudar dengan catatan buruk yang melekat di dirinya. Tanpa orang lain sadari, Luo Chen telah menjadi sosok pembunuh yang paling ditakuti oleh kelompok pemberontak Kekaisaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Kembali
Di dalam sebuah bangunan tempat tinggal yang besar, tampak Luo Chen duduk dengan nyaman sambil menikmati teh hitam berusia ratusan tahun. Minuman yang tergolong langka itu dengan leluasa diseruput nya tanpa khawatir kehabisan bahan bakunya. Melalui penjelasan seorang pelayan rumah tangga yang melayaninya, Luo Chen mengetahui jika dirinya mendapatkan sumberdaya yang tidak terbatas.
Tanpa Luo Chen sadari, seorang wanita berparas cantik tengah memperhatikannya. Ia adalah Zhao Lushi, datang dengan terburu-buru dengan memaksa Cheng Yi untuk segera membawanya ke tempat tinggal Luo Chen yang baru.
Dalam bayangan Zhao Lushi, sosok pria yang pernah menggetarkan dunia bawah itu kembali hadir. Namun, saat ini pemandangan yang kontras justru berlaku di hadapannya, Luo Chen yang sebelumnya ganas dalam pertarungan kini terlihat seperti pemuda malas yang sedang menikmati kehidupan.
"Hemmm.." Cheng Yi berdehem ringan menandakan kepulangannya.
Melihat sosoknya, Luo Chen pun tersadar dan segera berdiri dari posisi duduk nyamannya. Saat melihat seorang wanita cantik, Luo Chen tersenyum namun tidak mengenal sosok cantik tersebut.
"Sudah lupa?" Tanya Zhao Lushi dengan dingin.
Dalam perjalanan ia sempat kesal saat mendengar cerita Cheng Yi jika sebelumnya Luo Chen pernah bertunangan dan gagal hingga ditinggalkan oleh seorang wanita yang bernama Wu Nian.
"Hehehe.. Iya" Jawab Luo Chen sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Duduk bersila di sana, aku akan mengobati mu" Zhao Lushi berkata dengan nada sedikit kesal.
Setelah berkata demikian Zhao Lushi pun melangkahkan kakinya menuju dapur, ia seperti menyiapkan sesuatu yang akan ia gunakan untuk mengobati Luo Chen yang kehilangan ingatannya.
Dalam hatinya jelas merasakan perasaan yang rumit, rasa rindu yang begitu lama tertanam serta perasaan cemburu yang tidak bisa ia perlihatkan di permukaan.
Melihat sikap Zhao Lushi yang terkesan dingin membuat Luo Chen kebingungan, ia merasa tidak pernah berhubungan dengan wanita tersebut namun ia seperti seorang pria yang telah berhutang ribuan janji.
"Siapa wanita itu dan mengapa ia seperti kurang suka kepadaku?" Luo Chen bersuara setengah berbisik pada Cheng Yi yang berada di dekatnya.
"Dia adalah tabib dewa, Zhao Lushi. Dulu kalian begitu akrab dan banyak tindakan konyol yang kamu lakukan untuk sekedar mendapatkan perhatiannya. Tetapi setelah dia tahu kamu pernah bertunangan dengan putri Tetua Wu, Zhao Lushi sepertinya memiliki kekecewaan pada dirimu" Jawab Cheng Yi dengan santainya.
"Berarti dia cemburu ya?" Tanya Luo Chen dengan nada bingung.
Dalam sekali pandang saja ia jelas bisa membedakan kecantikan yang sebenarnya, jika dibandingkan dengan Wu Nian maka Zhao Lushi jelas berada di atasnya. Luo Chen sedikit menyesal bagaimana bisa ia kehilangan masa lalu yang ternyata begitu berkesan.
"Entah lah, yang jelas diantara kalian berdua tidak pernah terjalin hubungan yang dekat. Kamu hanya tahu cara bertarung, namun tidak pernah peka terhadap perasaan wanita" Ujar Cheng Yi diikuti ketawanya yang tidak tertahan.
Luo Chen hanya diam membeku, bayangan gelap dalam ingatannya tidak bisa ia patahkan. Banyak hal yang tidak ia mengerti, terutama kenangan pertempuran maupun usahanya dalam mendapatkan perhatian gadus bergelar tabib dewa tersebut.
"Duduklah yang benar!"
Suara dari Zhao Lushi terdengar cukup keras, mengingatkan Luo Chen untuk segera fokus pada proses penyembuhannya.
Zhao Lushi mengeluarkan sebuah pil berwarna coklat, serta beberapa jarum perak dari dalam cincin penyimpanannya.
"Minum pil ini dan biarkan hawa panasnya menyebar ke seluruh tubuh mu" Ucap Zhao Lushi dengan tatapan yang tajam seperti bilah pisau.
Luo Chen yang tidak ingin membuka celah perdebatan hanya bisa menerimanya dengan patuh serta langsung menelan pil tersebut dalam sekejap.
Perasaan Luo Chen mulai terfokus pada pengobatan yang akan ia jalani, bayangan penderitaan yang ia alami bersama Wu Nian telah mengobarkan semangatnya untuk melakukan perubahan secepatnya.
Beberapa saat kemudian, rasa hangat dari pengaruh pil yang baru saja diminum nya mulai menyebar ke seluruh tubuh. Terutama di bagian kepala, ada sensasi rasa panas yang membuat kedua tangannya segera memegangi kepalanya.
"Aaghh.."
Dari mulutnya, Luo Chen mengeluarkan suara kesakitan. Kedua matanya terpejam hingga pada akhirnya ia tidak tahan lagi dan jatuh pingsan di pangkuan Zhao Lushi yang sudah bersiap dengan kondisi yang dialami Luo Chen.
Zhao Lushi mengangkat tangan kanannya, mengedarkan energi spiritual ke kepala Luo Chen. Dalam sekejap, ekspresi wajah Luo Chen terlihat lebih tenang dan seperti terhanyut dalam mimpi indah seribu tahun.
Bersamaan dengan itu, potongan-potongan adegan yang tak pernah diingat Luo Chen muncul silih berganti. Orang-orang yang pernah tinggal bersamanya di Klan Luo serta kehidupan keras yang ia alami saat awal mula bergabung dengan kelompok Gerbang Naga.
Secara perlahan gambar-gambar orang dan lingkungan yang asing pun mulai tersiar dengan jelas diingatan nya, Luo Chen melihat dirinya sendiri selama dua tahun terakhir hingga ke masa dia masih kanak-kanak.
Dalam ingatannya, Luo Chen terlahir dari keluarga Luo yang terkenal di Kota Chang An. Sebagai salah satu keluarga besar, Luo Chen kecil terbiasa hidup dengan kemewahan serta bekal beladiri yang mumpuni. Kendati begitu, ia justru menjadi sasaran kecemburuan dari anggota keluarga Luo lainnya.
Saat Luo Chen berada di penjara bawah tanah kekaisaran Tang, ia bertemu dengan Tang Yibo dan mengangkatnya sebagai murid. Selama kurang lebih lima tahun, ia berhasil menjadi murid jenius dan bergabung dengan kelompok Gerbang Naga.
Dalam waktu singkat tersebut nama Luo Chen dikenal sebagai Pembantai Iblis, tidak sedikit nyawa anggota kelompok Bunga Merah yang tewas dibawah pedangnya. Diantara para anggota kelompok Gerbang Naga lainnya, hanya Luo Chen yang berani tampil dominan dalam setiap misi yang dikeluarkan oleh Gerbang Naga.
Dalam perjalanan waktu sejak ia bergabung dengan kelompok Gerbang Naga, Luo Chen terus meningkatkan kemampuannya dengan menyerap berbagai teknik tingkat tinggi yang diajarkan oleh Tang Yibo. Salah satu jurus yang menakutkan adalah teknik pedang Pembantai Iblis yang selama ini hanya bisa dilakukan oleh pencipta jurus itu sendiri, Tang Yibo.
Sehingga tidak heran jika Luo Chen dipanggil sang pembantai iblis oleh rekan-rekannya di Kelompok Gerbang Naga, bahkan nama tersebut menjadi momok mengerikan bagi seluruh penjahat yang bergabung di kelompok Bunga Merah.
Dalam satu misinya, Luo Chen pernah menantang Lu Xialan yang merupakan pemimpin kelompok Bunga Merah. Meski tidak sepenuhnya menang, Lu Xialan dikabarkan terluka parah hingga tidak berani menampakkan diri setelahnya.
Setelah peristiwa itu, dua tahun lalu Luo Chen menjalankan misi untuk membalas dendam kematian rekannya sesama anggota Gerbang Naga. Namun sayangnya dalam peristiwa tersebut justru Luo Chen terluka parah hingga kehilangan ingatannya dan ditolong oleh Tetua Wu yang merupakan ayah dari Wu Nian.
Langsung blokir supaya tidak ada lagi author yang cuma iseng masuk disini !