NovelToon NovelToon
KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayah Balqis

Lumpuh di hari pernikahan.
Dibuang keluarga sendiri.
Mereka bilang hidupku sudah tamat.

Tapi demi Nisa…
aku akan bangkit dan membuktikan kalau masa depanku belum suram.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayah Balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bu Indah wali kelasnya datang ke kandang sore itu. Dia diem lihat kandang bocor,

Bu Indah wali kelasnya datang ke kandang sore itu. Dia diem lihat kandang bocor, dipan reot, lampu LED redup. Dia lihat Nisa nulis di lantai pakai buku lecek. "Nisa, kok gak masuk? Ibu khawatir." Suara Bu Indah pelan. Nisa nunduk. "Nisa sakit Bu. Ayah belum gajian. Nisa malu." Aku di pojok kursi roda. Mau ngomong tapi tenggorokan kering. Mau jelasin aku penulis, tapi bukti rekening cuma 222 ribu. Bu Indah nyamperin aku. Dia kasih amplop coklat. "Ini dari kas kelas Pak Galih. Hasil urunan anak dan guru. Gak banyak. Buat beli obat Nisa dan buku baru." Aku tolak. Tangan gemeter. "Gak Bu. Saya gak bisa terima. Saya masih bisa nulis. Saya janji besok Nisa masuk." Bu Indah taruh amplop di dipan. "Ini bukan sedekah Pak. Ini investasi. Kami semua baca cerita Bapak di NovelToon. Anak-anak nangis. Kami yakin Bapak sukses. Anggap pinjaman. Bayarnya kalau Bapak udah kontrak." Kata investasi nampol keras. Mereka percaya sama aku. Sama kataku. Malam itu aku buka amplop. Isinya 200 ribu. Uang paling besar sebulan ini selain dari nulis. Aku lihat Nisa tidur. Di tangannya ada gambar rumah, ada aku, istrinya, dan Nisa di depan. Ada lampu. Di bawahnya tulisan: "Rumah Nisa dan Ayah Penulis". Besoknya aku antar Nisa ke sekolah. Pakai kursi roda. Jalan 2 km. Keringat netes. Tapi aku dorong terus. Di depan gerbang, Nisa salim. "Yah, Nisa janji. Nisa juara satu. Biar Ayah bangga. Biar Ayah cepat dikontrak." Aku masuk kelas, izin ke Bu Indah. Mau lihat papan tulis tempat Nisa belajar. Papan tulisnya retak. Dari ujung ke ujung. Tapi tulisan kapur Bu Indah masih jelas: "Gantungkan cita-citamu setinggi langit." Aku sentuh papan retak itu. Dingin. Aku janji di depannya. "Bu Indah, terima kasih. Pinjaman 200 ribu ini akan saya kembalikan 2 juta. Dari kontrak NovelToon. Saya janji di depan papan tulis retak ini. Saksi saya Nisa dan semua murid Ibu." Bu Indah nangis. Dia peluk Nisa. "Ibu percaya Pak Galih." Pulangnya aku gak istirahat. Langsung buka HP. Batre sisa 40 persen. Aku nulis Bab 12. Lalu Bab 13. Jari patahku udah gak berasa sakit. Dashboard NovelToon kedip. Episode 10 udah Berhasil. Episode 11, 12, 13 antri review. Saldo cerita: 272.500 tambah 200.000 sama dengan 472.500. Utang ke Bu Indah: 200.000. Sisa bersih: 272.500. Kutulis lagi di kardus Indomie: "SISA 16 BAB. UTANG 200 RIBU. LISTRIK 1,2 JUTA. KONTRAK 2,4 JUTA." Angka itu jelas. Target itu jelas. Jalan di depanku juga jelas, meski lewat kandang bocor. Hari ini, di depan papan tulis retak, aku bukan cuma janji ke Bu Indah. Aku janji ke 200 pembacaku. Ke editor. Ke Nisa. 16 bab lagi. Aku bakal lunasi semuanya pakai kata. Pena ini saksi. Galih dorong kursi roda makin kencang. Jalan pulang terasa ringan. Beban di dada lepas. Karena janji udah diucap di depan saksi. Tinggal ditepati. Nisa gandeng tanganku. Dia nyanyi pelan lagu sekolah. Suaranya bikin HP batre 40 persen berasa 100 persen. Aku lihat langit sore. Jingga. Sama kayak harapan yang balik nyala. Malam ini aku gak tidur. Pena dan kata jadi senjata. Kontrak 2,4 juta bukan mimpi lagi. Aku siap tempur. Demi Nisa.

1
Raihan
mampir juga lah di novel ku
Raihan: ya sama kan kita harus saling support mampir juga ya di novel ku 😄
total 2 replies
Raihan
kak bagus cerita
Tuti irfan
maaf mo nanya bukannya lumpuh pas ijab kabul ya kok udah punya anak
Ray Penyu: Halo Kak Tuti, terima kasih sudah mampir dan bertanya ya, izin saya jelaskan sejelas-jelasnya ya Kak 🤗

Betul sekali Kak, kejadiannya memang tepat pas hari ijab kabul, saya ambruk dan lumpuh saat itu juga. Tapi di cerita "KATA MEREKA MASA DEPANKU SURAM" ini ceritanya baru di bagian awal kejadian itu, jadi di sini BELUM ADA Balqis sama sekali.

Balqis itu anak saya, dia lahir dan ada bertahun-tahun SETELAH kejadian sakit itu. Kisah perjuangan saya membesarkan Balqis, berjuang demi dia sampai bangkit dan sukses, itu diceritakan di karya saya yang lain, judulnya "AYAH BALQIS".

Jadi urutan ceritanya begini Kak:

1. 📕 Cerita ini: Sakit pas nikah → orang bilang masa depan saya suram → belum ada anak.

2. 📘 Cerita Ayah Balqis: Bertahun-tahun kemudian → saya berjuang hidup → dikaruniai Balqis → berjuang demi dia sampai berhasil buktikan semua orang salah.

Memang beda judul dan beda fokus ceritanya, tapi itu satu perjalanan hidup saya yang dibagi jadi dua buku biar lebih jelas alurnya. Makasih banyak ya Kak sudah perhatikan detailnya, semoga sekarang sudah paham ya. Sehat selalu dan bahagia ya Kak 🙏✨
total 1 replies
Tuti irfan
mampir Thor, Bru baca selamat berkarya 💪
Ray Penyu: "Alhamdulillah, makasih banyak ya Kak Tuti! 🥰 Senang banget sekali ceritaku bisa diterima dan dibaca saksama sama Kakak. Semoga makin betah, makin penasaran, dan ceritanya makin menyentuh hati Kakak sampai akhir nanti. Lanjutkan ya Kak, masih banyak perjuangan dan kejutan selanjutnya! Sehat selalu dan bahagia ya Kak, terima kasih banyak sudah mampir dan dukung terus karyaku 🙏✨"
total 1 replies
Ray Penyu
Makasih banyak ya sudah jadi pembaca setia novel ini 😊
Author benar-benar menghargai setiap like dan hadiah yang kamu kasih 🙏 Semoga cerita ini selalu bisa nemenin harimu, dan jangan bosan ikut perjalanan mereka sampai akhir ya ✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!