Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lusy Tumbuh Dewasa 1
Fire yang mendapatkan tepukan dari Lusy, dia langsung terbangun, ketika melihat Lusy dia tersenyum kecut.
Fire menghilangkan sihir penguatan tubuhnya, dia kemudian duduk bersama lusy di lantai Dungeon.
"Kira-kira Apa ini Ayah?
Tumben sekali dapat barang besar." celetuk Lusy yang baru pertama kali mendapatkan kotak hadiah yang cukup besar.
"Kamu buka saja." jawab fire singkat.
Lusy mengangguk, dia langsung membuka kotak hadiah tersebut.
Terlihat tiga buah benda terbang yang mirip sebuah Gear atau cakram yang mengelilingi tubuh
Lusy dan fire kebingungan, mereka berdua tidak tahu benda apa yang mengelilingi Lusy tersebut.
"Ayah, ini apa?" tanya Lusy penasaran.
"Entahlah tuan, saya juga tidak tahu itu benda apa." jawab Fire sambil memperhatikan benda tersebut.
Mereka berdua benar-benar tidak tahu benda apa yang berputar terus mengelilingi Lusy tersebut. Namun, mereka tahu kalau benda yang di dapatkan dari Dungeon pasti sangat berguna.
Jadi mereka berdua membiarkan benda tersebut terus mengelilingi Lusy.
Ketika Lusy berjalan, benda tersebut berhenti mengelilinginya, tapi melayang di belakang punggungnya.
Lusy semakin penasaran sebenarnya apa yang dia dapat dari raja Dungeon lapisan tiga puluh satu itu.
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan ke lantai selanjutnya.
Tanpa memikirkan benda yang terus mengikuti Lusy tersebut.
Pintu lapisan tiga puluh dua terbuka, baru saja mereka melangkah.
Serangan sihir Api yang sangat besar menyerang keduanya.
Tentu saja mereka berdua terkejut dan tidak sempat mengambil artefak pertahanan maupun menggunakan sihir penguatan tubuh.
Blaarrrr.....
Api tersebut menyerang Lusy dan fire. Mereka berdua terkejut ketika benda terbang yang seperti Gear tersebut berubah menjadi sebuah penghalang dan melindungi mereka berdua.
Lusy dan fire sekarang tahu benda tersebut, Lusy terlihat menyeringai, karena dia mempunyai senjata baru yang sangat berguna untuk pertarungan.
Lusy mengangkat pedangnya, ketika sihir Api tersebut sudah padam, dia langsung mengayunkan pedangnya.
Swuzz.....
Siluet sabetan pedang berbentuk bulan sabit menghujam ke arah kegelapan tempat sihir api tersebut keluar.
Booommmmm....
Groaar....
Terdengar sosok Monster meraung ketika sabetan pedang Lusy, terdengar mengenainya.
Lusy menatap fire, mereka berdua mengangguk bersamaan dan langsung melangkah kedepan.
Benda yang seperti Gear tersebut kembali ke bentuk semula, mereka kembali ke belakang punggung Lusy.
Fire dan Lusy berjalan perlahan, karena mereka yakin masih ada Monster lain yang ada di sana.
Benar saja ketika mereka mulai mendekat, terlihat sosok Monster Salamander yang sedang bersiap menyemburkan sihir Apinya lagi.
Fire. "Ayah, ke belakang ku!" seru Lusy pada fire langsung ke belakang Lusy, saat Monster Salamander menyemburkan sihir Apinya, tiga Gear Lusy kembali berubah menjadi tameng dan berada di depannya.
Tameng tersebut sangatlah kuat, entah terbuat dari apa, yang pasti karena benda tersebut, Lusy sangat terbantu untuk bertahan tanpa menggunakan sihir penguatan tubuhnya.
Lusy terlihat sedang berpikir, untuk bisa menyerang dan bertahan secara bersamaan, saat itu juga, Gear tersebut mulai bertranformasi, ada duri-duri di depannya.
Swuz....
Swuz....
Duri-duri tersebut meluncur ke arah Salamander, hanya dalam beberapa tarikan napas, dua ekor Salamander langsung terbunuh seketika tertancap, duri-duri tersebut.
Lusy kembali terkejut, fire langsung bertanya pada Lusy "bagaimana caranya kamu mengendalikan benda ini?"
"Entahlah Ayah, aku cuma memikirkan cara untuk menyerang, kemudian benda ini tiba-tiba saja mengeluarkan duri-duri." jawab Lusy jujur.