NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Ide cemerlang ala Dimas.

Mouse Rabbit Cafe, Jakarta.

Wajah Davka masih kusut masai karena masalah rumah tangganya. Sejak masalah soal anak dibahas lagi, ibunya jadi makin bawel dan semangat menyuruhnya menikah lagi. Lalu dia pun bercerita pada dua temannya, soal perjodohan yang diatur oleh ibunya. Perasaannya benar-benar tak karuan saat ini. Apalagi Dimas kemarin malah menyarankan hal yang sangat konyol.

"Jadi Dimas kasih saran itu kemarin sama loe?"

Davka mengangguk pelan dengan wajah lesu. Bibir Marcus sampai berkedut menahan tawa, namun Rangga menggeleng pelan memberi kode agar Marcus tetap diam.

"Sejak kemarin gara-gara masalah ini, Selvi jadi ngambek. Dia jadi bersikap dingin padaku" Davka mengeluh. Entah kenapa, Davka tadi malah menceritakan ide konyol dari si "ikan pendek" itu yang menyuruhnya mencari wanita lain untuk tidur bersamanya dan menanam benih. Padahal, kalau dipikir-pikir, dia sebenarnya bisa saja setuju dengan rencana ibunya untuk menikah lagi dan beristri dua.

"Aku sih setuju saja lho, Bang. Malah itu bagus" Marcus tersenyum jahil.

Davka melotot, tangannya terangkat ingin menampol dahi adik sepupunya itu menggunakan sendok yang sedang dipegangnya.

"Yak! Apa maksud loe bagus, setan gendut?!"

"Hei, dengar dulu deh, Bang, pendapatku. Begini lho... Kalau loe mau nikah lagi, pasti istri loe itu bakal murka, lalu minta cerai. Bisa gawat kan? Bukannya loe bilang sangat cinta sama dia?"

Davka mengangguk pelan. "Iya... aku tak bisa menceraikan dia. Aku sangat cinta sama Selviana," Davka mengaku dengan wajah lemas.

"Nah! Satu-satunya cara membuktikan kesuburan loe itu ya dengan tidur sama wanita lain. Aku rasa kalau wanita di klub malam, mereka takkan keberatan loe jadikan eksperimen. Nanti kalau dia berhasil hamil, loe bisa membuktikan kalau loe itu tokcer," Jelas Marcus santai.

Rangga tertawa geli sampai wajah Davka memerah. Rangga yang sudah punya dua anak, sering kali merasa iba pada sahabatnya itu yang begitu mendambakan kehadiran seorang anak dalam pernikahannya.

"Tapi si 'ikan sarap' itu kasih ide gila, nyuruh menggugurkan janin kalau wanita itu bisa berhasil hamil" Davka mengingatkan, lalu menghela napas panjang. Memang sih, ide Dimas itu rada-rada gila dan tidak masuk akal.

"Menurutku sih... nanti loe adopsi saja anak itu. Loe kan bisa beralasan ke Kak Selvi kalau loe mengadopsi bayi dari panti asuhan, padahal itu anak loe sendiri. Cukup orang tua loe saja yang tahu kebenarannya" Rangga tiba-tiba memberi usul yang terdengar masuk akal, sampai membuat Davka kaget.

"Nah, itu benar! Wah, Bang Rangga pinter nih!!" Marcus langsung bersorak dan melakukan tos dengan pria itu, sementara Davka masih menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung.

"Udah deh, mulai lah bergerak, Bang. Loe bisa survei ke beberapa klub malam buat cari calon wanita yang bisa menampung benih loe. Saran ku sih, loe cari yang masih perawan, jadi nanti kalau dia hamil, itu benar-benar dari benih loe sendiri," Saran Marcus.

"Cih, kalau dia tetap tinggal di klub malam dan melayani pria lain, sama saja bohong dong!" Davka menggaruk rambutnya makin bingung.

"Iya, bener juga tuh. Nggak bisa kalau dengan cara itu," Sahut Rangga setuju.

"Ah, loe beli saja wanitanya, Bang. Bawa dia keluar dari klub malam, lalu sembunyikan dia di tempat aman. Nanti loe jadi bebas ngapain aja kan, tanpa ada gangguan dari pria lain. Udah deh, itu ide bagus!" Usul Marcus lagi.

"Beli wanita di klub malam itu mahal, setan gendut! Apalagi dibawa pergi begitu saja," Rangga menoyor dahi Marcus dengan gemas.

"Hei, uang dia kan banyak? Cuma beli wanita apa susahnya? Yang penting dia bisa buktikan kalau dia subur! Dan dia nggak ribut terus sama istrinya... Ini sih ide cemerlang dariku," Jawab Marcus santai sambil nyengir.

Davka tampak berpikir lama dan terdiam. Ini ide gila dari teman-temannya, tapi entah kenapa, ide ini terdengar lebih baik... daripada dia menikah lagi lalu istrinya murka dan minta cerai. Davka sungguh takut jika rumah tangganya hancur hanya karena masalah belum juga punya anak ini.

****

Di Mansion Keluarga Tedja.

"Pokoknya aku akan mencarikan Davka istri lagi! Masa bodoh jika wanita itu tak setuju," Bu Linda mencebik setelah berdebat dengan sang suami di ruang duduk itu.

"Haish, terserah kamu saja. Aku malas kalau melihat kamu dan Davka ribut lagi soal itu melulu, bosan aku!" Sang suami hanya geleng-geleng kepala menanggapi ocehan istrinya, lalu kembali menikmati kegiatan membaca koran.

"Mas, kamu jangan acuh begitu!! Kamu ini... Davka itu anak laki-laki kita satu-satunya. Masa kita harus berharap sama Irene? Cuma pewaris anak laki-laki dari Davka yang bisa memegang kursi CEO, Mas. Ini kamu malah hanya sibuk dengan koran mu itu dan tak peduli dengan masa depan Davka?!" sergah Bu Linda kesal.

"Bicara apa lagi? Tetap saja kamu itu keras kepala, tetap ngotot dengan keinginanmu. Nanti kamu pasti ribut lagi sama Davka dan istrinya itu. Aku bosan melihat keributan kalian," jawab Pak Alex datar.

"Mas, harapan kita itu cuma Davka. Adiknya masih kuliah, Irene masih muda. Dia anak laki-laki keluarga ini. Kalau tetap saja istrinya itu tak hamil juga sampai tahun depan, lalu bagaimana nasib keturunan keluarga Tedja?"

Pak Alex Tedja menghela napas panjang. Benar juga perkataan sang istri tadi. Jika harapan mereka hanya pada putra sulung mereka saat ini, keluarga Tedja memang butuh pewaris yang kelak bisa mengurus perusahaan Pakuwon Group.

"Evan, anak kedua kita, meninggal saat masih bayi... dan aku sungguh ingin memiliki banyak cucu yang cantik dan ganteng. Aku ingin punya menantu yang bisa memberiku banyak cucu. Bukan seperti si Selviana itu, yang hamil saja gak becus!" Seru Bu Linda dengan nada penuh kebencian.

"Hah, sudahlah. Aku bingung harus setuju dengan mu atau tidak. Memaksa Davka menikah lagi juga akan membuat masalah baru. Kalau istrinya tak setuju, rumah tangga mereka bisa kacau," Pak Alex mencoba menasihati.

"Tapi hanya itu satu-satunya jalan agar Davka bisa cepat punya anak. Mungkin saja kalau dia menikah lagi, istri barunya bisa cepat hamil dan memberi pewaris keluarga Tedja," Bu Linda berujar putus asa.

Irene masih 23 tahun, baru lulus kuliah. Evan sudah meninggal lama. Saat ini, masa mereka berdua makin tua dan makin kesepian karena tak ada suara riuh atau tingkah lucu bocah kecil yang bisa memanggil mereka Kakek dan Nenek.

"Lagi pula... sikapmu menyalahkan menantu kita itu juga salah. Si Selviana itu kan dulu janda, dia bahkan pernah melahirkan meskipun bayinya meninggal. Tentu saja dia wanita normal yang bisa hamil. Tapi anak kita itu... Davka belum pernah menghamili wanita satu pun seumur hidupnya?" Kata Pak Alex pelan, menatap istrinya tajam.

"Hah?! Jadi maksudmu yang bermasalah itu putra kita begitu? Jadi maksudmu Davka yang mandul?!" Bu Linda mendekap dadanya kesal tak terima, lalu berteriak emosi pada suaminya.

"Ehm... itu mungkin saja kan? Dia belom pernah menghamili wanita manapun," Pak Alex hanya angkat bahu tenang.

"Astaga, Mas! Kamu jahat sekali! Anakku itu pria sehat! Dia anak sulungku yang normal, bahkan banyak wanita yang takkan menolak dinikahi anakku. Kamu keterlaluan menuduh anak sendiri mandul!"

"Ckck... terserah kamu saja. Tiap membahas ini pasti kita ribut. Aku balik ke kantor dulu," Pak Alex beranjak berdiri dan naik ke tangga menuju kamar untuk bersiap berganti pakaian kerja.

"Pokoknya secepatnya aku akan mencarikan istri baru untuk putra sulung kita! Kalau istrinya itu tak mau mengalah, aku akan minta Davka menceraikan aja wanita mandul itu," gerutu Bu Linda dalam hati.

"Iya, terserah kamu saja. Tapi bicarakan baik-baik dengan mereka. Aku takut nanti jadinya masalah besar gara-gara ide aneh mu itu," sahut Pak Alex sebelum menghilang di balik pintu kamar.

1
Ananda Boy
lanjut ka author 😍
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
Ananda Boy
baru baca di sini, aku langsung betah, bagus buku ini 🥰🥰🥰
Ananda Boy
lanjut ka😍😍
Vedyta
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!