NovelToon NovelToon
PUTRA KE EMPATKU

PUTRA KE EMPATKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ElQue ElQue

Sedih dan sakit hati di rasakan oleh Arista, hanya karena belum bisa memberikan anak perempuan pada suaminya. Pada kehamilan ke empat, Arista sengaja tidak mau USG untuk mengetahui jenis kelamin janin dalam kandungannya. Dia sudah pasrah, apa pun takdir dari Sang pencipta, dia akan menerimanya dengan ikhlas.

Hingga hari yang di tunggu pun tiba. Sore itu dengan di temani adik perempuannya, Anisa. Mereka ke klinik bersalin terdekat dari desa mereka.

Suaminya ke mana??

"Alhamdulillah, selamat ya, Bu Arista atas kelahiran putra ke empatnya"

Arista tersenyum gamang. Di depan pintu sorot mata penuh kekecewaan, seolah sedang menghakiminya.

" Mas...maaf " lirih suara Arista.

Sorot mata itu perlahan menjauh dan menghilang di telan kekecewaannya sendiri.

Arista tergugu, tak ada air mata...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElQue ElQue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02. Mencoba berdamai

Aku melangkah gontai memasuki rumah Tubuhku seperti melayang , kakiku seolah tak menapak di lantai. Sungguh diri ini bisa saja di samakan dengan mbak Kun. Apalagi posisi sama menggendong bayi.

Tubuhku terhuyung ke kiri saat kakiku kananku tak sengaja menyenggol kaki meja tamu. Ah...sakitnya. Kenapa juga kaki meja berdiri sembarangan.

Anisah reflek memegang bayiku , sedangkan tubuhku membentur tembok di samping kiriku.

"Mbak... hati-hati. Untung Dede bayinya udah aku gendong" Anisa menatap bayi dalam gendongannya tanpa rasa bersalah.

" Dasar adik tidak punya akhlak. Bukannya kakaknya yang di pegang malah cuma bayinya yang di ambil" dengus Arista kesal.

Anisa nyengir menatap kakaknya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Mbak.. sebenarnya ada masalah apa sama mas Pram, kenapa sampai hari ini dia tidak pernah menjenguk mbak dan anaknya sendiri. Setidaknya kalau nggak sempat ke rumah sakit, minimal menyambut kedatangan istri dan anaknya yang baru pulang" Anisa merasa bingung dengan tingkah kakaknya.

"Dia tidak akan pernah kembali ke rumah ini kalau anaknya yang baru lahir ini masih di sini. Di rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat pertama untuk pulang" Arista menunduk menyembunyikan air mata yang hampir jatuh.

Anisa tercengang mendengar cerita kakaknya. Dia sendiri tidak pernah tahu dan tak pernah mau tahu urusan kehidupan rumah tangga kakaknya.

"Apa yang menjadi pemicunya mbak. E..maaf apa anak ini...ah.. sudahlah " Anisa mencoba menerka.

Arista menatap tajam ke arah adiknya. Dia tahu apa yang ada di dalam pikiran adiknya.

"Aku tidak serendah itu,Nis. Ini semua karena keegoisan mas Pram." Anisa mengetatkan rahangnya. Amarah menguasai hatinya.

Anisa berjalan ke arah kamar kakaknya, dia berniat meletakkan bayi itu di sana. Rasanya tidak nyaman bicara sambil menggendong bayi.

Setelah memastikan bayi itu terlelap Anisa keluar kamar dan sengaja membiarkan pintu kamar terbuka. Sewaktu-waktu bayi itu bangun dan menangis terdengar sampai ke luar kamar.

" Ah...bahkan ke dua orang tuamu belum memberimu nama, entah mereka lupa atau sengaja" batin Anisa sesaat sebelum dirinya benar-benar keluar dari kamar itu.

Anisa menatap prihatin ke arah kakaknya. Perlahan dia duduk dan mengelus bahu kakaknya.

"Cerita mbak..mungkin dengan cerita hati mbak sedikit lega"

Arista mengusap mukanya dengan kasar.

"Mbak nggak tahu alasan di balik keegoisan mas Pram. Awal mula mbak nggak mau hamil lagi, tapi mas Pram begitu keukeuh menginginkan mbak hamil."

"Salahnya di mana, mbak. Wajar saja seorang suami menginginkan istrinya hamil lagi, mungkin memang dia rindu dengar suara bayi" celetuk Anisa.

Arista menatap sinis ke arah adiknya, sudut bibir kanan tertarik membentuk lengkungan kecil.

" Ma.. maaf, mbak kalau aku salah ngomong" Arista buru-buru meminta maaf.

"Dia berharap anak yang ke empat ini lahir perempuan. Dia sangat mendambakan dan memimpikan anak perempuan." Arista tersenyum miring.

"Haahh...hanya karena itu, mas Pram tega dan sampai hati tidak menjenguk dan melihat darah dagingnya sendiri. Suami yang tidak pandai bersyukur. Di luaran sana ada berapa puluh pasangan yang sedang berusaha keras agar bisa punya anak. Termasuk aku mbak" Anisa dengan suara parau meluapkan isi hatinya.

Arista mengelus pelan lengan adiknya. Dia memahami perasaan adiknya yang sudah lima tahun lebih membina rumah tangga tapi sampai saat ini belum juga di karuniai momongan.

" Dan kamu tahu dia bilang apa, saat kemarin dia mengabarkan tidak mau menjenguk apalagi menjemput anak istrinya pulang. Diaa...bilang, anak itu di suruh di berikan ke kamu. Yaa...di berikan ke kamu, seolah anak itu adalah benda yang sudah tak berguna" Arista kembali menangis tergugu.

Anisa merengkuh tubuh kakaknya yang masih lemah ke dalam pelukannya. Di usapnya perlahan. Giginya gemeretuk menahan amarah.

"Sakit...Nis. Di tengah perjuanganku melahirkan anaknya antara hidup dan mati, dia ada di rumah orang tuanya. Dia akan ke rumah sakit kalau anak yang lahir kali ini benar-benar anak perempuan."

Tubuh Anisa menegang mendengar cerita kakaknya.

" Terus sekarang keputusan mbak gimana. Apa mbak mau menuruti permintaan mas Pram, dengan menyerahkan anak itu padaku" Anisa menatap kakaknya seolah minta pendapat.

"Untuk saat ini aku belum bisa ambil keputusan, Nis. Sementara biarlah begini dulu, aku saat ini hanya ingin bersama anakku."

Anisa mengangguk mengerti.

"Aku hanya ingin mencoba berdamai dengan keadaan, walaupun perlahan" Arista menyeka air matanya. Langkah kakinya yang gontai membawanya ke arah kamar.

Arista berdiri di pintu sambil menatap anaknya yang tertidur pulas.

"Aku akan menemani mbak di sini untuk beberapa hari ke depan."

"Terima kasih."

Anisa mengangguk. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan kakaknya. Dia takut kakaknya mengalami syndrom babyblues. Akan sangat berbahaya untuk kakaknya dan bayinya.

Hening. Ke duanya sama-sama terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!