Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGEJAR PENJAHAT DENGAN MAKIAN
“Hei berhenti, mari kita bicara baik-baik. ya?” lerai Da Eun pada perempuan yang terus memukul laki-laki yang entah apa kesalahannya itu.
"Nah.. mari kita bicara baik-baik,ya ?"ucap Hyejin dengan menghalangi seorang perempuan itu untuk tidak memukuli pria tersebut.
"Jadi apa yang terjadi nona?" Tanya Hyejin pada wanita itu.
"Ya, dia berusaha untuk melecehkan saya… dia memotret kaki saya." Jelas perempuan itu.
"Ahh begitu… kalau begitu nama nona siapa ? Saya akan berbicara terhadap pria itu terlebih dahulu,oke?" Tanya Da Eun pada nona tersebut.
"Ya, saya Soe Ah Rin." Jawab nya.
"Ya.. Nona Soe Ah Ri, kalau begitu anda bisa tenang terlebih dahulu ya?". Tenangkan Da Eun.
"Kalau begitu bagaimana dengan anda tuan? Boleh anda perkenalkan nama anda terlebih dahulu?" Tanya Hyejin pada pria tersebut.
"Ya.. nama saya Baek Yun Ho." Jawab Baek Yun Ho.
"Ahh benar tuan Baek Yun Ho bolehkah kami melihat kartu identitas anda dan bolehkah kami untuk melihat ponsel anda?" Tanya Da Eun dengan tersenyum tipis sembari mencurigai nya.
"Apa? Apakah kalian tidak percaya bahwa itu adalah nama saya dan apakah anda percaya pada ucapan wanita ini? Huft sulit di percaya." Baek Yun Ho merasa tidak adil.
"Ahh bukannya begitu, hanya saja kami ingin memastikannya saja, ya?" Jawab Da Eun dengan meyakinkan nya.
"Kenapa? Apakah anda takut jika kami menemukan foto yang kamu ambil barusan? Atau anda menyembunyikan sesuatu yang lebih dari itu. Ha?" Hyejin kesal melihat tingkah Yun Ho.
"Kya kenapa kau bilang begitu?" Da Eun menarik lengan Hyejin.
"Tidakkah aku benar pak kepala? Lihatlah tingkahnya yang mencurigakan." Hyejin melihatnya dari atas kepala sampai kakinya.
"Hei hentikan kau membuatnya tidak nyaman." Da Eun berusaha menghentikannya.
Yun Ho merasa gugup saat polisi wanita itu mulai mendekatinya.
"Kenapa?kenapa kau berkeringat?apakah kau takut?" Hyejin terus mendesaknya sampai akhirnya,
"Aisshh…" Yun Ho berlari untuk kabur dari mereka semua.
"Kya.. cepat ayo kita tangkap.." Hyejin mengajak Da Eun.
"Ya.. nona biar Anda aman anda segeralah ke kantor kepolisian Daejeon untuk melaporkannya ya?"ucap Da Eun sembari lari mengejar pria tadi.
Mereka berdua mengejar Yun Ho dengan cepat agar tidak kehilangan jejaknya. Hyejin yang sudah hampir menangkap Yun Ho tetapi Yun Ho melempar Hyejin dengan tumpukan tong yang ada di sebrang jalan. Hyejin yang sudah dari kecil belajar bela diri tetap tidak goyah dan selalu menangkis setiap tong yang di lemparkan oleh Yun Ho. Da Eun menyuruh Hyejin untuk mengejarnya dari sisi arah lain agar bisa langsung menangkapnya.
"Hei cepat kau pergi ke sisi lainnya agar dia tidak bisa lepas." Perintah Da Eun.
"Ya pak" Hyejin langsung pergi ke sisi lainnya. Dan akhirnya Da Eun menghadang di depan Yun Ho, sedangkan Hyejin langsung melompat untuk menendang pipi Yun Ho.
"Slap.." suara pipi Yun Ho yang di hajar Hyejin.
"Kya kau tidak akan bisa kabur dariku gaejasik.." ucap Hyejin sambil mengunci leher Yun Ho.
"Hei..hei jangan begitu nanti lehernya bisa-bisa patah.." ucap Da Eun.
"Ya.. mohon maaf pak saya terlalu antusias." Hyejin meminta maaf.
Akhirnya mereka berdua membawa Baek Yun Ho dengan memborgolnya.
Sesampai di kantor polisi mereka melepaskan borgolnya dan mulai mengajukan pertanyaan apakah benar apa yang dilakukannya pada nona Soe Ah Ri.
"Nah.. tuan Baek Yun Ho… bolehkah kami melihat kartu identitas anda dan juga ponsel anda…" tanya Hyejin dengan tatapan mata yang tajam.
"Y-y-ya i-ini kartu identitas dan juga ponsel saya." Jawab Yun Ho dengan gugup dan merasa sakit di pipinya.
Melihat apa yang dilakukan Hyejin untuk menangkap Yun Ho, Da Eun merasa pusing dan membiarkannya untuk mengajukan pertanyaan kepada nya.
"Ya kartu identitas anda benar milik anda… tetapi jangan senang dulu.. karena saya akan memeriksa ponsel anda terlebih dahulu., Oke?" ucap Hyejin dengan sinis.
Mata Hyejin terbelalak karena ia tidak bisa percaya bahwa ia menentukan hal yang sangatlah waw sekali.
"Wah anda pasti sangat senang ya memiliki ini semua ha? Gaejasik!" Bentak Hyejin pada Yun Ho.
"Apa?kenapa? Apa yang ada di ponsel nya?" Tanya kepala Kim Da Eun.
"Lihat…ia bahkan banyak menyimpan foto kaki para gadis lainnya yang ia ambil dengan sengaja." Tunjuk ponsel Yun Ho.
"Kya kamu… aku terlalu lunak denganmu… beraninya kau memotret para gadis Saekia.. kemari. Kemari akan ku kirim ke penjara untuk selamanya kau saekia" bentak Kim Da Eun.
Semua terkejut melihat pertama kalinya ia membentak dan memaki orang secara terang-terangan.
"Bawa dia ke sel tahanan dan nanti kirim laporan ke lapas agar dia di pindahkan ke lapas! Apa kalian mengerti?" Semua tersentak.
"Ya pak!!" Semua menjawab.
"Sekarang anda sudah aman nona terimakasih atas laporan anda tadi semoga hari anda menyenangkan." Senyum tipis Da Eun pada nona tadi.
" Ya terimakasih atas kerja keras kalian semua.kalau begitu saya pamit."Pamit nona Soe Ah Ri.
"Aishhh baru hari pertama di sini sudah bermunculan penjahat yang membuatku marah… ah yang benar saja, aishh." Kim Da Eun merasa kesal.
"Permisi Sunbae…" ucapan Hyejin terpotong karena Da Eun marah.
"Apa? kenapa?apa yang ingin kau katakan?" Ucap Da Eun tanpa henti.
"Ah ti-ti-tidak jadi Sunbae tenangkan diri dulu saja." Ucap Hyejin yang mau meninggalkan Kim Da Eun.
"Kya Lee Hyejin katakan!aku sudah selesai menenangkan diriku." Memanggil Lee Hyejin agar ia kembali untuk mengatakannya.
"Ah itu, tidak apa-apa tidak jadi Sunbae." Elak Hyejin sembari meninggalkan Da Eun sendirian.
"Ah yang benar saja semua orang membuat ku kesal." Da Eun masih saja kesal.
Kim Da Eun kembali ke dalam kantor untuk melanjutkan pekerjaannya, tetapi semua orang menatap nya.
Da Eun yang merasa tidak nyaman langsung bertanya pada mereka semua.
"Kenapa?apa ada yang salah dengan ku?" Tanya Da Eun kebingungan sambil memeriksa apa ada yang salah dengan dirinya.
"Kenapa? Kenapa kalian terus menatapku seperti itu?" Da Eun kembali kesal.
"Tidak, kami melihat anda karena anda hari ini terlihat keren bagi kami. Betul bukan?" Elak wakil kepala Nam.
"Ah benar anda terlihat keren." Tambah petugas Park.
"Betul sekali." Ucap petugas Choi yang memberikan kode pada Hyejin.
"Ya benar,.. hehe." Ucap Hyejin dengan tertawa kecil.
"Kya kapten Lee Hyejin kemari!" Panggil Da Eun pada Hyejin.
Hyejin hanya menghela nafas dan langsung mengikuti kepala Kim Da Eun.
"Wah aku merinding melihat Pak kepala memaki orang tadi." Ucap petugas Park.
"Benar. Aku tidak menyangka bahwa dia seperti itu jika marah, padahal rumor yang beredar ia sangat dingin pada setiap orang yang ia temui di Badan kepolisian Soul." Tambah wakil kepala Nam.
"Wah benar-benar tidak bisa di bayangkan saat ia memaki orang tadi apakah kalian melihat urat di lehernya seperti akan keluar." Ucap petugas Choi sambil menelan ludah.
"Ahh sudah-sudah mari selesaikan tugas kalian agar kita tidak di maki oleh dia." Perintah wakil kepala Nam.
"Ya.." jawab petugas Choi dan Park.
"Ya ada apa pak? Apakah ada yang bisa saya bantu? Atau saya telah membuat masalah" tanya Hyejin dengan senyum terpaksa.
"Tidak." Jawab Da Eun singkat.
"Lalu? Kenapa bapak memanggil saya kesini?" Hyejin mengernyitkan dahinya.
"Kenapa kamu dipindahkan kesini ? Bukankah kamu tidak ingin melihat saya lagi setelah lulus akademi kepolisian?" Tanya Da Eun dengan penasaran.
"Ah bapak memanggil saya untuk itu?" Hyejin tidak percaya dengan ucapan Da Eun.
"Jawab saja pertanyaan saya." Ucapnya dengan ketus.
"Saya di pindahkan kesini oleh atasan saya, karena saya tanpa sengaja membuat masalah di sana dan saya tidak tahu bahwa anda juga berada atau di pindahkan ke sini juga. Jadi bukan salah saya jika harus bekerja dengan anda." Jelas Hyejin dengan panjang lebar.
"Oh begitu, ya udah silahkan keluar." Jawabnya dengan singkat dan padat.
Hyejin membelalakkan matanya karena tidak percaya bahwa ia dipanggil hanya untuk itu. Ia langsung bergegas keluar ruangan tersebut dan merasa kesal.
"Cih siapa dia sampai berani begitu dasar.. auchh" Hyejin marah-marah tidak jelas.
Mendengar Hyejin semua terdiam dan merasa bahwa sesuatu terjadi dengan mereka berdua.
Hyejin menuju mejannya dan tetap merasa kesal.
"Aishhh yang benar saja.. huft tenang… tenang Hyejin-ah ini bukan apa-apa, oke?" Ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya.
Dari dalam ruangan Pak kepala Kim Da Eun ia melihat keluar jendela untuk melihat reaksi Hyejin, ia melihatnya dengan tersenyum.
"Dia tidak pernah berubah.." ucap nya sambil melihat keluar jendela.