NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ze Kai

Ze Kai

Notes : Cerita ini hanya berdasarkan imajinasi fantasi Author saja. Bukan berdasarkan fakta atau kenyataan yang ada. Selamat membaca 😉

"Dimana aku?"

Wen Yu merasakan kepalanya begitu berat dengan tubuh yang lemah. Dengan kesadaran yang belum pulih sepenuhnya, ia melihat langit kamar yang begitu asing dengan bau ruangnya yang tidak biasa.

Meski kepalanya terasa sakit, perlahan dengan pasti, Wen Yu berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia ingat telah mengikuti seekor kucing aneh yang memiliki sayap. Lalu terjatuh pada sebuah pintu dimensi, dan baru tersadar di sebuah kamar berdinding kayu usang dengan lantai tanah.

Tubuh Wen Yu terasa remuk setelah ia menyadari sedang berbaring di atas tempat tidur kayu tanpa alas apapun. Ia berusaha bangun namun sedetik kemudian jantung berdebar hebat dengan tubuh gemetar.

Wen Yu merasakan tubuhnya tak biasa. Ukuran tangan dan kakinya menjadi lebih kecil, dengan baju usang yang bau melekat di tubuhnya.

Wen Yu meraih pipinya, merasakan perbedaan yang tiba-tiba terjadi. Namun belum usai keterkejutannya atas apa yang terjadi, seorang laki-laki tua seumuran Kakeknya datang mendekat.

"Ze Kai, kau sudah sadar? Sukur lah..."

Lelaki tua itu memeluk tubuhnya dengan penuh haru. Namun Wen Yu masih belum bisa mencerna atas apa yang terjadi. Tubuhnya dan jiwanya masih sangat terkejut sehingga ia hanya diam membisu.

"Sudah Kakek katakan, kau jangan mau di suruh anak-anak nakal itu! Untung saja Juan Wei segera memberitahu sehingga Kakek bisa dengan segera menyelamatkan mu. Haaah, anak-anak nakal itu! Kita tidak bisa menuntut keadilan atas perbuatan mereka. Kekuatan dan kekuasaan memiliki segalanya. Jauhi mereka Ze Kai, jangan terlibat lagi dengan orang-orang itu. Kakek tidak ingin kau kenapa-kenapa."

Wen Yu hanya diam. Ia masih mencoba mencerna ucapan di Kakek yang ada di dekatnya.

"Dimana ini? Ini tahun berapa?"

Pertanyaan itu keluar begitu saja dari Wen Yu. Ia berusaha mencari tahu kondisi yang sedang ia hadapi saat ini. Ia berpikir, ia sedang kembali ke masa lalu. Meski pun ia tidak yakin, hal aneh ini sedang terjadi pada dirinya.

Kening sang Kakek berkerut menatap Wen Yu, dalam. Lalu kemudian ia meraba tubuh Weng Yu seperti mencari sesuatu dengan raut khawatir.

"Kakek tidak mengerti apa yang kau tanyakan. Tahun? Apa itu tahun? Kau sedang berada di Desa Batu Angin di wilayah Pegunungan Kabut. Kakek rasa, sesuatu telah terjadi padamu setelah kau jatuh ke danau. Jangan kemana-mana Kai, beristirahat lah. Kakek akan segera kembali."

Sang Kakek beranjak berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan Wen Yu yang masih mencerna semuanya.

Saat ini, Wen Yu menyadari ia sedang berada di dalam tubuh seorang bocah 7 tahun yang di panggil dengan nama Ze Kai. Ia tinggal di sebuah desa kecil bernama Batu Angin di wilayah Pegunungan Kabut. Ze Kai kecil baru saja mengalami insiden tengelam di sebuah danau yang letakkan di ujung desa. Potongan ingatan Ze Kai kecil perlahan melintas dikepalanya bagai potongan-potongan klise film. Bagaimana ia menjalani masa kecilnya dengan sang Kakek dan tinggal bersama, pengalaman dan kejadian yang terjadi padanya, serta informasi tentang dunia baru yang sedang di jalaninya. Kisah-kisah yang sering ia dengar dari si Kakek, cerita dari warga desa dan orang-orang petualang yang melintasi desa batu angin, semua ada di kepala Weng Yu, seolah-olah ia telah hidup selama 7 tahun di dunia itu.

"Haaah... Haaah... Haaah...!"

Dada Wen Yu terasa sesak. Ia sadar ini bukan mimpi. Semua yang ia ketahui dari ingatan Ze Kai menghantam kepalanya. Yang menjadi pikirannya, bagaimana dengan kehidupannya yang sebelumnya. Dirinya di dunia sebelumnya yang telah berusia 19 tahun dan baru menyelesaikan kuliahnya. Kehidupan mewah dengan menjadi anak tunggal, sebagai pewaris perusahaan besar milik ayahnya. Ibunya yang selalu menyayangi dan sang ayah yang selalu melindungi. Semua itu tiba-tiba menghilang dan berganti dunia yang tak ia kenali. Dunia asing yang tak pernah ia dengar sebelumnya. Bahkan sejarah pun tak mencatat apa yang ada di dunia ini. Hal ini membuat Weng Yu merasa sedih. Akan kah ada jalan yang bisa menuntun ia kembali ke dunia asalnya.

Wen Yu berusaha bangun dan berdiri. Berbekal ingatan bocah 7 tahun, ia berusaha beradaptasi.

"Aku harus mencari jalan untuk kembali. Pintu dimensi biru itu! Aku ingat, aku terjatuh di dalamnya. Aku yakin pintu itu kunci aku bisa kembali. Aku harus berusaha mencari keberadaan pintu dimensi itu! Ya, harus! Aku harus mencarinya!"

Wen Yu ingat awal mula yang menyeretnya ke dunia itu. Saat itu ia sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing aneh yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, ia mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, ia terjatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Lalu tersadar dalam tubuh bocah kecil bernama Ze Kai.

Dengan tubuh lemah, Wen Yu melangkah keluar dari rumah gubuk bambu yang reyot. Wen Yu bertekad untuk mencari pintu dimensi itu meski ia tak tahu harus mencari kemana.

"Kai! Hei, Kai! Kau sudah bangun? Aku takut kau mati gara-gara anak-anak itu!"

Seorang bocah laki-laki seumur dengan Ze Kai berteriak dan berlari mendekati Wen Yu. Wen Yu ingat dari ingatan Kai, bocah itu bernama Juan Wei yang berteman dengan Ze Kai.

"Tapi kau hebat! Kau sempat memberikan tendangan kepada Xuan Ming itu. Aku rasa saat ini dia pasti menunggu kau muncul dan akan menghabisi mu lagi."

Wen Yu hanya diam menatap Juan Wei begitu mereka dekat. Sikap Wen Yu itu mengundang perhatian Juan Wei yang merasa temannya itu tak seperti biasanya. Jadi pendiam dan tak banyak bicara.

Juan Wei mengenal Ze Kai sebagai sosok yang ceria, penuh semangat. Tak kenal takut dan pantang menyerah.

"Hei, kau kenapa? Kenapa hanya diam saja dan menatap ku begitu. Kau aneh!"

Wen Yu menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Sepertinya ia harus menerima keadaannya saat ini, yaitu menjadi Ze Kai di dunia entah berantah.

"Cepat lah sembuh." Juan Wei merangkul Weng Yu. "Kalau kau sehat, besok aku akan menunjukkan tempat baru padamu. Aku yakin kita akan menemukan sesuatu disana."

Weng Yu masih diam. Namun ia mengangguk merespon ucapan Juan Wei agar bocah itu tak kecewa dan merasa aneh padanya.

Juan Wei tersenyum senang lalu menepuk bahu Weng Yu.

"Baiklah, aku akan datang lagi besok. Kau harus sembuh, kita akan berpetualangan ke tempat baru, hehehe..."

Juan Wei berlari meninggalkan Wen Yu. Sesekali ia berbalik dan melambaikan tangan sambil tertawa senang, lalu kembali berlari lagi.

Wen Yu sendiri terus menatap Juan Wei sampai tak terlihat lagi. Dalam hati ia berusaha menahan gejolak hatinya, dan berusaha menerima takdir yang sedang dijalaninya.

"Wen Yu..., sepertinya aku tak bisa lagi memakai nama itu disini." Wen Yu mengangkat kedua tangan Ze Kai dan memperhatikan tangan kecil dan tubuh kecilnya. "Ze Kai...." Wen Yu mengepalkan kedua tangannya di samping. "Aku akan menjalani hidup dengan baik disini, menjadi kuat dan mencari cara untuk kembali."

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!