NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal

Sebuah tangisan memilukan terdengar dari dalam kamar putri bungsu pasangan Wirawan dan Anjani. Di balik pintu kamar isak tangis dari Jelita pun tak kalah memilukan. Sebagai seorang ibu dirinya merasa gagal menjadi seorang ibu. Namun, semua takdir Tuhan yang tak mampu di hindari.

Di ruang keluarga Hendrik Putra pertama, Nanda Putra kedua dan Kania putri ke tiga pasangan Wirawan dan Jelita tertunduk dan diam meratapi apa yang terjadi pada adik bungsu mereka.

Setelah cukup lama mereka semua terdiam Hendrik Putra sulung bangkit dari duduknya. Hendrik yang berprofesi sebagai abdi negara masih mengenakan seragam dinasnya. Berjalan pelan mendekati kamar adik bungsunya. Tanpa mengetuk pintu Hendrik memasuki kamar sang Adik.

Terlihat Dita adik bungsunya meringkuk di bawah tempat tidur dengan isak tangis yang memilukan bagi siapapun yang mendengarnya. Hendrik duduk di samping Dita kemudian menarik Dita masuk kedalam pelukannya. Pak Wirawan, Ibu Jelita dan yang lainnya hanya melihat di ambang pintu.

"Jangan takut. Abang ada di sini. Apapun yang terjadi nanti jangan pernah takut. Abang akan selalu ada bersama adek." Bisik Hendrik sambil mengusap lembut punggung Dita.

Hendrik mencium bau menyengat saat dirinya memeluk Dita belum di sadari bau apa Hendrik mendapati jika Dita terkulai tak sadarkan diri bersamaan dengan itu Kania menyadari jika terdapat darah di lantai semua pun panik. Nanda segera berlari menyiapkan mobil Hendrik membawa Dita dalam gendongannya.

Pak Wirawan, Ibu jelita dan Kania berlari di belakang Hendrik menyusul. Bibi Idah pembantu rumah tangga mereka pun ikut panik melihat apa yang terjadi dengan majikannya. Namun, Bibi Idah hanya bisa menangis dan diam di rumah menunggu perintah apapun dari majikannya.

"Bi,"

"Min, semoga Neng Dita kuat ya." Bibi Idah.

"Aamiin."

Sampai di rumah sakit Dita mendapatkan perawatan segera. Semua menunggu dengan hati tak menentu. Tiara istri sari Hendrik Sintya istri dari Nanda menyusul setelah menitipkan Putra dan putri mereka pada orang tua mereka karena kondisi Dita yang mengkhawatirkan.

"Mas, ganti baju dulu." Ucap Tiara pada Hendrik karena seragam dinas Hendrik penuh darah Dita.

Hendrik pun segera ke toilet untuk mengganti seragamnya. Kemudian kembali ke depan ruang penanganan Dita. Bersamaan dengan kedatangan Hendrik dokter keluar dan memberitahukan jika Dita harus segera di operasi. Ibu Jelita pun terkulai tak sadarkan diri beruntung Nanda dan Pak Wirawan yang berada di sampingnya sigap menahannya.

Ibu Jelita pun segera di bawa ke ruang perawatan di temani Kania, Tiara dan Sintya. Sementara dengan berat hati Pak Wirawan harus menandatangani surat persetujuan. Hendrik dan Nanda pun menguatkan Pak Wirawan.

"Apapun yang terjadi. Jangan tinggalkan adik kalian." Pak Wirawan.

"Kita bersama-sama menjaga adik Pah." Nanda.

Ibu Jelita menolak mendapatkan perawatan karena dirinya ingin menemani putri bungsunya melewati hal terberat dari hidupnya. Namun, keadaan dirinya yang sangat lemah membuat dirinya hanya bisa pasrah mendapatkan perawatan.

"Kak,,"

"Adik akan baik-baik saja." Tiara.

Pak Wirawan menemui istrinya sejenak di sela menemani putri nya yang tengah menjalani operasi. Pak Wirawan mencoba menenangkan sang istri jika putri mereka baik-baik saja. Namun, hati Ibu mana yang tenang ketika putrinya tengah berjuang di meja operasi.

"Perjuangan adik masih panjang. Hanya kita keluarganya yang bisa menguatkan adik. Kita harus kuat Mah." Pak Wirawan.

"Ketidak sempurnaan adik akan menjadi kelebihannya adik." Pak Wirawan.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!