NovelToon NovelToon
Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kirana, Executive Chef bintang lima di Jakarta, mati konyol karena ledakan gas. Sialnya, dia malah terbangun di tubuh Putri Tantri—tokoh antagonis dalam novel sejarah yang baru saja meracuni adik angkat suaminya!
​Di hadapannya, Jenderal Arga sang "Iblis Perang Utara" sudah menghunus pedang, siap memenggal kepalanya.
​Tak mau mati dua kali, Kirana mengajukan penawaran gila: "Jangan bunuh aku dulu! Izinkan aku masak makanan terakhir!"
​Bermodalkan bawang merah, kecap manis buatan sendiri, dan teknik masak modern, Kirana bertekad mengubah takdir kematiannya. Siapa sangka, masakan lezatnya tak hanya menyelamatkan lehernya, tapi juga menyembuhkan maag kronis sang Jenderal dan mengguncang lidah satu kerajaan?
​Tapi hati-hati, Kirana! Musuhmu bukan cuma panci gosong, tapi juga pelakor bermuka dua dan intrik politik yang mematikan. Sanggupkah Kirana bertahan hidup di zaman kuno tanpa rice cooker dan kulkas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Bangun Tidur Kuterus... Dieksekusi?

​Bau itu.

​Hal pertama yang menyambut indra penciumanku bukanlah aroma croissant hangat mentega yang biasa tercium di dapur pastry hotel pukul lima pagi. Bukan juga bau sabun lantai antiseptik yang tajam.

​Ini bau... kemenyan? Dan anyir darah?

​Kepalaku berdenyut hebat seakan baru saja dihantam wajan teflon ukuran besar. Aku, Kirana, mengerang pelan. Ingatan terakhirku adalah suara desis gas yang bocor di dapur restoranku, teriakan Sous Chef Budi, dan ledakan api oranye yang menelan segalanya.

​Apakah aku sudah mati? Apakah ini neraka? Kalau ini neraka, kenapa baunya seperti kamar nenekku di kampung?

​"Nyonya! Nyonya Besar! Bangunlah!"

​Suara jeritan histeris seorang wanita memaksaku membuka mata. Kelopak mataku terasa berat, lengket. Cahaya matahari yang menyilaukan menembus celah jendela kayu berukir, menusuk retina.

​Aku mengerjapkan mata beberapa kali, berusaha memfokuskan pandangan.

​Di hadapanku, seorang gadis muda—mungkin baru belasan tahun—sedang bersimpuh di lantai batu. Dia memakai kemben kain lurik kusam, rambutnya disanggul acak-acakan, dan wajahnya basah oleh air mata. Dia menatapku seperti melihat hantu.

​"Nyonya masih hidup... Gusti Pangeran, Nyonya masih bernapas!" serunya, antara lega dan ketakutan.

​Aku mencoba duduk. "Aduh..."

​Sakit. Seluruh badanku terasa remuk. Aku melihat tanganku.

Tunggu.

Ini bukan tanganku.

​Tangan Kirana penuh dengan bekas luka bakar kecil kena minyak panas, kapalan di jari telunjuk bekas memegang pisau, dan kukunya selalu dipotong pendek.

Tapi tangan ini... kulitnya putih pucat, mulus seperti porselen, jari-jarinya lentik, dan kuku-kukunya panjang dicat merah darah. Di pergelangan tangan, melingkar gelang emas tebal berukir naga.

​"Di mana... ini?" suaraku terdengar serak dan asing.

​Gadis pelayan itu mundur gemetar. "Di... di kamar pengasingan, Nyonya Tantri. Jenderal Arga memerintahkan Nyonya dikurung di sini setelah... setelah kejadian semalam."

​Tantri? Jenderal Arga?

​Nama-nama itu memukul otakku seperti palu godam. Rasa sakit yang tajam kembali menyerang kepala, diikuti serangkaian memori yang bukan milikku.

​Potongan gambar berputar cepat seperti film rusak:

Seorang wanita cantik tapi berwajah angkuh menampar pelayan...

Wanita itu menuangkan bubuk putih ke dalam mangkuk sup obat...

Seorang pria tinggi besar dengan baju zirah besi menatapnya dengan tatapan membunuh...

Dan nama tempat ini: Kerajaan Cempaka.

​Napasku tercekat. Jantungku berpacu gila-gilaan.

Aku tahu nama-nama ini!

Ini adalah plot novel picisan berjudul "Bunga Terlarang di Tepi Jurang" yang aku sita dari staf magang di dapur minggu lalu! Aku membacanya sekilas saat istirahat karena cover-nya bagus.

​Dan dalam novel itu, Putri Tantri adalah tokoh antagonis, istri pertama Jenderal Arga yang jahat, yang mati mengenaskan di Bab 10 karena meracuni Laras, adik angkat kesayangan Arga.

​Aku meraba leherku. Masih utuh.

"Sekarang... bab berapa?" gumamku bodoh.

​"Nyonya bicara apa?" pelayan itu bingung.

​"Kejadian semalam... apa yang terjadi semalam?" tanyaku panik, mencengkeram bahu pelayan itu.

​"Nyo-nyonya... Nyonya memberikan Sup Walet ke Nona Laras. Lalu Nona Laras muntah darah. Tabib bilang ada racun arsenik. Jenderal Arga murka besar. Beliau... beliau sedang jalan ke sini sekarang."

​Darahku berhenti mengalir. Wajahku pasti sudah sepucat mayat.

Itu artinya aku baru saja masuk ke dalam tubuh ini tepat setelah "Kejahatan Utama" dilakukan.

Di novelnya, setelah kejadian ini, Arga akan datang, menyeret Tantri ke halaman, dan menebas lehernya—atau memaksanya minum racun itu sendiri.

​Aku transmigrasi hanya untuk mati lagi?!

​BRAAAK!

​Pintu kayu kamar itu ditendang hingga jebol engselnya.

Angin dingin berhembus masuk, membawa aura kematian yang pekat.

​Di ambang pintu, berdiri sesosok pria yang tingginya hampir menyentuh kusen atas. Dia memakai jubah perang berwarna hitam dengan aksen perak. Di pinggangnya, terselip pedang panjang dengan gagang berbentuk kepala harimau.

Wajahnya tampan—sangat tampan, dengan rahang tegas, hidung mancung, dan alis tebal. Tapi matanya... matanya sedingin es di kutub utara.

​Itu dia. Jenderal Arga. Sang Iblis Perang Utara. Suamiku (di dunia ini). Dan calon algojoku.

​"Keluar," perintah Arga pada si pelayan. Suaranya rendah, berat, dan mengerikan.

​Pelayan itu langsung lari terbirit-birit tanpa menoleh lagi, meninggalkanku sendirian bersama malaikat maut ini.

​Arga melangkah masuk. Bunyi sepatu bot kulitnya beradu dengan lantai batu. Tap. Tap. Tap. Setiap langkahnya seperti hitungan mundur sisa hidupku.

​Dia berhenti dua meter di depanku. Dia tidak berteriak. Dia tidak memaki. Dia hanya menatapku dengan jijik yang mendalam.

​"Laras masih belum sadarkan diri," ucapnya datar. "Tabib bilang racunnya kuat. Kau benar-benar wanita ular, Tantri."

​Aku mundur sampai punggungku menabrak tiang tempat tidur. "Arga... dengerin dulu... aku bisa jelasin..."

​"Jelasin apa?" Arga mencabut pedangnya perlahan. Bunyi logam bergesekan, sring, terdengar sangat nyaring di ruangan sunyi itu. Kilatan pedang itu memantulkan wajahku yang ketakutan.

​"Ayahmu, Raja Selatan, memang mengirimmu untuk menjadi mata-mata. Tapi aku tidak menyangka kau sebodoh ini meracuni orang di rumahku sendiri," Arga mengarahkan ujung pedangnya ke leherku. Dingin ujung logam itu menyentuh kulitku.

​"Pilih, Tantri. Minum sisa racun yang kau buat, atau aku pisahkan kepala cantikmu ini dari tubuhmu sekarang juga."

​Otakku berputar cepat. Insting survival Kirana si anak rantau Jakarta menyala.

Aku tidak bisa bilang "Aku bukan Tantri!". Dia pasti mengira aku gila dan makin cepat membunuhku.

Aku tidak bisa bilang "Aku tidak melakukannya!", karena buktinya sudah jelas (di memori Tantri, dia memang melakukannya).

​Aku harus mengulur waktu. Aku harus menawarkan sesuatu yang tidak bisa dia tolak. Apa kelemahan pria ini?

Di novel... di novel disebutkan Arga punya masalah pencernaan parah karena ransum perang yang buruk. Dia sering sakit perut tapi ditahan. Dia benci makanan kerajaan yang hambar.

​Mataku tertuju pada pedang itu, lalu ke wajah Arga yang sedikit pucat dan berkeringat dingin di pelipis. Dia sedang menahan sakit maag!

​"Tunggu!" teriakku, mengangkat kedua tangan. "Bunuh aku nanti! Tapi izinkan aku melakukan satu permintaan terakhir!"

​Arga menyipitkan mata, pedangnya tidak bergeming. "Kau pikir kau punya hak menawar?"

​"Hukum adat!" seruku asal (semoga ada hukum begitu). "Terpidana mati berhak atas permintaan terakhir! Aku... aku ingin memasak makanan terakhirku sendiri! Setelah aku makan, kau boleh bunuh aku!"

​Arga tertegun. Permintaan macam apa itu? Biasanya wanita akan minta ampun, minta pulang ke rumah ayahnya, atau menangis histeris.

Wanita di depannya ini, dengan rambut acak-acakan dan mata yang anehnya terlihat... hidup, malah minta masak?

​"Kau mau meracuni dirimu sendiri? Silakan. Itu menghemat tenagaku," cibir Arga.

​"Bukan!" bantahku. "Aku koki... maksudku, aku punya resep rahasia. Aku tidak mau mati dalam keadaan lapar dan menjadi hantu gentayangan yang kelaparan di rumahmu! Biarkan aku masak satu kali saja. Kau bisa mengawasiku. Kalau aku memasukkan racun, kau bisa langsung tebas aku."

​Aku menatap matanya dengan berani. "Tolong, Jenderal. Hanya satu jam. Apa artinya satu jam dibandingkan kematian abadi?"

​Arga menatapku curiga. Namun, rasa sakit di lambungnya yang menusuk sejak pagi membuatnya sulit berpikir jernih. Aroma masakan... entah kenapa perutnya bereaksi.

​"Dapur ada di belakang," Arga menurunkan pedangnya sedikit, tapi tidak menyarungkannya. "Satu jam. Jika kau mencoba kabur, panah prajuritku akan menembus jantungmu sebelum kau mencapai gerbang."

​Aku menghembuskan napas lega yang panjang.

Satu jam.

Aku punya waktu 60 menit untuk membuat masakan yang begitu enak, sampai-sampai Iblis Perang ini lupa mau membunuhku.

​"Terima kasih," ucapku, lalu segera bangkit berdiri. Kain jarik panjang yang kupakai membuatku hampir tersandung.

​"Sialan, ribet banget baju ini," gumamku pelan dalam bahasa Indonesia modern.

​"Apa?" tanya Arga tajam.

​"Tidak, Yang Mulia Jenderal. Hamba bilang... bajunya indah," aku nyengir kuda.

​Aku berjalan melewati Arga menuju pintu. Saat melewatinya, aku bisa mencium aroma tubuhnya—campuran besi, keringat, dan kayu cendana. Sangat maskulin. Sayang sekali dia mau membunuhku.

​Tunggu saja, Jenderal Arga, batinku sambil melangkah menuju dapur asing di dunia antah berantah ini. Lidahmu akan tunduk di bawah spatula Chef Kirana. Aku akan menaklukkanmu, satu suapan demi satu suapan.

​Misi bertahan hidup dimulai. Senjataku bukan keris atau racun, tapi bawang merah, bawang putih, dan teknik wok hei.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
Nunung Elasari
recommended, ceritanya bagus.......
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ada kelegaan yang menyumbat rongga dada,
Kasih di mana tak dapat bersatu di masa itu ,kembali bereinkarnasi menemui cinta abadi nya.
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta Arga membawa nya ke masa depan
tak berjodoh di masa lalu
berjodoh di masa depan
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
tdk bisa kah takdir di rubah kembali
Tantri akan bahagia bersma jenderal dan putra nya
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
seluruh istana pasti berduka atas hilangnya Tantri yang istimewa
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
waduhh , kisah masa lalu bisa kacau kembali ini
kalau Tantri kembali ke masa depan
apa tantrii sebenarnya yg telah meninggal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
huhuhu.. /Sob/ bagaimana kelanjutannya ini thor? semoga happy ending..
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
taktik gerilyaa apalagi tantri
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah sia2, ....
siapa tahu "SUARA" itu akan tersentuh oleh ketulusan cinta kalian.
Hingga nanti semua akan berakhir bahagia
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
udah ngaku aja daripada disuruh makan ceker mercon yg isinya potongan jari2 sendiri 🙈🙀
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tambahin irisan kol dan daun bawang 😆😆
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak main main, 5 liter minyak jelantah 🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
kAlau kirana bangun ,tantri kembali kesetelan awal donk🤣,kecuali tersisa memori dan sedikit keahlian kirana agar tantri hidupnya tak sengsara dengan kehilangan keahliannya.
Ahh ...kirana jangan kau kacaukan dulu perjalanan mereka, biar berdiri dulu sekolah tata boga tantri dan sukses mencetak lulusan terbaik baru kau kembali ke asalmu😄
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
refresh tenaga dlu ya tantrii
musuh baru akan segera datang
🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Bebek timbung = bebek betutu, hhmmm yummy....
besok masakin bebek bengil yaa kirana, dengan lawar sayuran pedas🤤
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yoo jadikan si cakar ayam bulan2an, yg kepleset minyak, kesiram air, kena tepung, kejepit pintu 🥳🥳🥳
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: panjangin listnya /Determined//Determined//Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
eeh kirain namanya Pembunuh Bayaran Cakar Ayam 🤣🤣
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta lama sulit terganti kan ya Diah
sampai segala cara di pake buat merebut arga
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
mantan jenderal kembali
seperti apa kisah cinta mu jenderal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 tidur dulu biar bangun udah fresh, siap atur strategi hadapi ibu suri 🥳
Ai Emy Ningrum: turing#turumiring😴😴😴😴😴💤💤💤💤💤
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!