NovelToon NovelToon
Cintaku Bersemi Di Desa

Cintaku Bersemi Di Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Peliknya kehidupan, dan pasang surut usaha kecil-kecilan yang sedang dijalaninya tidak membuat Rinjani menyerah. Namun, tuntutan dan target usia pernikahan dari orang tuanya mampu membuatnya kabur dari keindahan kota dan segala kemudahannya.

Dia kabur ke desa kelahiran orang tuanya, mengharapkan ketenangan yang tidak sesuai espektasinya.

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!" bentak Rinjani sambil berkacak pinggang di halaman rumah nenek.

"Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Kehidupan baru dengan tetangga baru yang menyebalkan pun dimulai.

Sebelum baca jangan lupa follow instagram @Tantye 005

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Desakan usia

"Usiamu sudah nggak muda lagi, bukan saatnya bermain-main. Ayah dan ibu ingin melihatmu menikah sebelum meninggal."

Kalimat itu ... Kalimat yang hampir setiap hari Rinjani dengar di meja makan. Dia muak mendengar obrolan seputar pernikahan.

"Janjimu untuk menikah di usia 27 tahun sebentar lagi berakhir. Untuk berjaga-jaga ayah mencari pria yang baik untukmu."

Kali ini Rinjani mendongakkan kepalanya. Dia lupa bahwa sebentar lagi usia 27 tahunnya usai. Dengan arti lain perjanjiannya dengan ayah pun akan berakhir.

"Ayah nggak perlu takut, sebelum usia 27 ku berakhir aku akan menikah kok," jawabnya santai.

"Dengan waktu dua minggu?" Ayah Rinjani tampak tidak percaya.

"Tentu saja, memangnya ayah kira selama ini Rinjani jomblo? Sebelum usia Rinjani 28 tahun, pacar Rinjani datang untuk melamar. Jadi ayah nggak perlu repot-repot cari calon suami untuk Rinjani." Wanita itu tersenyum puas.

Akhirnya dia bisa mematahkan ucapan ayahnya.

"Waktumu dua minggu."

Rinjani merengut melihat senyuman ayahnya. Dia lantas meninggalkan rumah dan menuju kantornya yang berada di salah satu gedung. Unit yang dia sewa dengan satu karyawan setia.

"Bagaimana pekerjaan hari ini?" tanya Rinjani sembari meletakkan tas di atas meja. Membuka laptop memeriksa draf yang kemarin dia kerjakan setengah sadar akibat sangat mengantuk.

"Aman banget Bu, jadi bisa ditinggal kencan."

"Huh?" Rinjani melirik karyawannya.

"Siapa tau kan Bu, mumpung pak Irham lagi ada di kota ini."

"Irham sudah pulang?" Rinjani semakin bingung.

"Lah saya kira ibu sudah tahu. Apa jangan-jangan mau ngasih kejutan lagi." Zira menutup mulutnya.

Sedangkan Rinjani langsung menghubungi sang kekasih untuk memastikan. Beberapa panggilan terlewat sebelum akhirnya dijawab oleh Irham.

"Pagi cintaku sayangku. Kok telponnya masuk terus sih? Aku sibuk banget nih."

"Kangen dengar suara kamu, sudah beberapa hari ini cuma chat doang, itu pun singkat banget. Kapan pulangnya, ayah udah desak aku buat nikah."

"Sabar sayang. Aku juga sibuk demi masa depan kita kok. Sampaikan ke ayah secepatnya aku sama orang tuaku datang melamarmu."

"Kapan pulang?"

"Tiga minggu lagi."

"Pas ultah aku, kamu nggak pulang?"

"Nggak bisa sayang, banyak pekerjaan."

Rinjani mengakhiri panggilan dengan wajah lesunya. Menatap Zira kembali. "Salah lihat kali, Irham pulangnya tiga minggu lagi."

"Nggak kok Bu. Beneran saya liat pak Irham pas ke supermarket."

"Dekat apartemennya?"

"Iya."

Rinjani lantas meninggalkan kantor demi memastikan sendiri apakah Zira salah lihat atau Irham yang berbohong.

Dan kini Rinjani sudah memastikan. Zira tidak berbohong, Irham memang sudah pulang sayangnya dia menemukan kekasihnya bersama wanita lain dan sedang bertukar saliva di sofa.

"Aku kira masih di luar kota," ucapnya dengan napas tertahan.

"Ri-Rinjani ...." Irham memisahkan diri dan gelagapan. Menghampiri Rinjani yang berdiri tidak jauh darinya.

"Kamu salah paham, aku bisa jelaskan semuanya. Dia ...."

"Nggak perlu, aku percaya apa yang aku lihat Irham." Rinjani menarik napas dalam. "Kita akhiri di sini secara baik-baik dan aku memberimu waktu tiga hari untuk mengosongkan apartemen ini," ucapnya dan berlalu tanpa mengidahkan panggilan Irham.

Alih-alih pulang ke kantor, dia malah terdampar di tempat sepi. Ia berjongkok dan bersandar pada tembok sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Selain sakit karena dikhianati setelah apa yang dia berikan selama bertahun-tahun, dia juga memikirkan ucapan ayahnya tadi pagi. Dia begitu percaya diri Irham akan datang melamarnya sebelum usianya genap 28 tahun. Pada akhirnya Irham malah menduakan dirinya.

Ponselnya terus berdering dari pemanggil yang sama, yaitu Irham.

"Berhenti menghubungiku sialan! Kosongkan saja apartemenku secepatnya dan bawa jala*ng itu pergi!" bentak Rinjani setelah menjawab panggilan Irham.

Dadanya naik turun, ia berusaha mengontrol emosinya yang hampir meledak.

Ayah sudah menemukan pria baik untukmu, jaga-jaga jika kekasihmu lagi-lagi mengulur waktu untuk menikah

Pesan masuk beserta file tentang pria yang dipilihkan oleh ayahnya.

"Persetan dengan pernikahan, aku nggak butuh laki-laki dalam hidupku!"

.

.

.

Tes ombak dulu, kalau ramai author lanjut

1
sryharty
Aisssss janiiii
sryharty
ya Allah yg sabar ya ka,,padahal ceritanya bagus
jangan end di tengah jalan ya ka,,,

noh Jani dengerin,,makanya cek dulu
untung bang iklan langsung datang
Rohmi Yatun
semangat thor.. ceritanya bagus kok..
lanjut sampe end ya thor🙏
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: demi kalian bakal di lanjut kok. Apalagi kalau banyak komen dan like, bisa menghibur baca komen-komen kalian hehehe
total 1 replies
Maria Kibtiyah
akhirnya si jani sadar juga
sryharty
ayo iklan tanyakan dulu Jani hamil berapa Minggu
buat mastiin apakah itu anak kamu atau anak Agus,,
Teh Yen
ikram.pasti datang terlepas dari perkataan Jani kemarin padanya ,,,.kamu Tidka sendiri Jani andai kamuu cerita kegelisahan mu pada ikram suamimu semuanya pasti akan baik baik saja
Teh Yen
Jani kenapaki.jahat.kali.sama Ikram hmmm???
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Cie udah mulai ngerti bahasa makassar😅
total 1 replies
Arsyad Algifari.
ga mau komen karena Jani dan iklan berpisah 😪😪😪
sryharty
pasti datang wong iklan wes kecintaan banget sama jani🤭🤣
sryharty
coba cek darah hamilnya udah berapa Minggu,,
siapa tau itu bukan anak Agus tapi anak iklan,,
Maria Kibtiyah
hadehhh ruwet bgt hidup si jani mangkanya jngn dp duluan
Rista Awwalina
brati bukan cinta sejati, ikhlaskan saja.
sryharty
udah ikram biarkan Jani sama keputisannya
Rohmi Yatun
semangat ikram💪👍
Teh Yen
ah gila banget tuh c Ardian ,,Jani engg.berpikir logis kah ,, seandainya itu ank Ardian klu kamu blng ke ikram dia pasti mau tetap bersamamu jani bertanggung jawab d membesarkan ank bersama sama Jani jadi jangan jd bodoh Karena ancaman Adrian dong
Teh Yen
apa benar Jani hamil tp kan Jani d ikram.jg pernah berhubungan apa mungkin itu anknya ikram bukan c Ardian
Arsyad Algifari.
itu pasti bukan anak Ardian .tapi anak Ikhram ..kenapa Jani ga berpikir dulu sih itu udah 4 bln berlalu
Arsyad Algifari.
benda apa sih yang di berikan Ardian ke Jani apa Jani hamil .tapi udah 4 bln berlalu kan dan sete menikah jadi 6 bln berlalu .apa video panas mereka ya . mungkin Ardian memberikan flashdisk
sryharty
semoga itu bukan anak kamu Agus tapi anak iklan,,
Rohmi Yatun
😭😭kasihan banget bang ikram..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!