NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Mayat Hidup

Seorang wanita cantik berpakaian serba hitam, berjalan terhuyung sembari memegang bagian perut sebelah kanan. Nampak cairan merah pekat merembes di antara sela-sela jarinya. Rambut panjangnya yang diikat, bergerak-gerak diterpa angin malam.

Yvone Faranes adalah seorang pemimpin Klan Mafia Phoenix. Klan yang menguasai separuh wilayah bagian barat San Diego. Kini ia mendesis, mengumpati rasa sakit yang perlahan menggerogoti kesadarannya.

“Sialan, beraninya mereka menghianatiku!” umpatnya.

Yvone telah berada di ujung tanah yang ia pijak. Di bawah sana, nampak riak air bergerak pelan menabrak dinding karang. Dari tempatnya berdiri, Yvone dapat mencium aroma air asin.

Sekali lagi ia mengumpat.

“Sial!”

Lalu suara lain menggema, memecah keheningan.

“Kau tidak bisa lari lagi, Sayang!”

Yvone berbalik, dan melihat pria yang paling ia percaya, kini menodongkan senjata ke arahnya.

“Jackson…kau!” Dengan separuh kekuatan yang ia miliki, Yvone mengangkat tangannya, mengacungkan senjatanya ke arah pria yang kini berdiri tak jauh darinya, mencoba memberikan perlawanan.

Sudut matanya memerah, kilatan amarah terpancar jelas di kedua bola mata birunya.

“Kenapa kau melakukan ini padaku?” Suara Yvone terdengar sangat angkuh. Kendati terluka, ia tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.

Jackson menyunggingkan senyum sinis, lalu berkata, “Aku tidak suka terus menerus berada di bawah bayang-bayangmu, Yvone. Kau sangat angkuh, terlalu mendominasi. Aku butuh wanita yang patuh!”

“Seperti aku!” Seorang wanita muncul. Sama seperti Yvone, wanita itu juga mengenakan pakaian serba hitam. Senjata api terselip di balik jaketnya.

Lucia Hawkins, adalah anggota klan Phoenix, juga salah satu orang kepercayaan Yvone. Wanita itu berdiri di dekat Jackson, sangat dekat seolah menunjukkan hubungan yang mereka rajut secara diam-diam di belakang Yvone.

“Wanita murahan!” umpat Yvone. Lantas pandangannya kembali mengarah pada Jackson. “Asal kau tahu, aku berencana menyerahkan kepemimpinan klan padamu setelah kita menikah, tapi kau malah menunjukkan sifat aslimu!”

“Kau terlalu banyak bicara, sebaiknya kau serahkan pada kami catatan racikan obat itu!” seru Lucia yang hanya ditanggapi senyum tipis oleh Yvone.

Sebagai pemimpin Klan, Yvone memiliki keahlian meracik obat-obatan terlarang yang kini laku keras di dunia perdagangan gelap.

“Jangan mimpi!”

Dorrr!

Satu tembakan kembali melesat, tepat mengenai dada kanan.

Yvone termundur ke belakang, nyaris terjatuh. Namun, ia masih cukup kuat menahan tubuhnya untuk tetap berdiri tegak.

Jackson yang semakin muak, hendak kembali melesatkan tembakan. Namun, Lucia menahannya.

“Tahan, Sayang. Serahkan semua padaku!”

Lucia menyunggingkan senyum tipis, lantas menarik senjatanya. Belum sempat ia melepaskan tembakan, Yvone lebih dulu menarik pelatuknya.

Dorr!

Sayangnya tembakan Yvone meleset dan hanya mengenai lengan Lucia. Secara otomatis senjata di tangannya terlepas.

“Ouh, shit!” umpat Lucia.

“Lucia…kau tidak apa-apa?” Jackson semakin murka ketika melihat Lucia terluka dan itu membuat Yvone tertawa sinis. Lebih tepatnya menertawai diri sendiri. Bisa-bisanya ia percaya kepada pria seperti Jackson.

“Kalian semua bajingan!” Tangan Yvone yang memegang senjata, kembali terangkat.

Namun kali ini ia kalah cepat dari Jackson yang lebih dulu melesatkan tembakan sebanyak dua kali sebagai bentuk pembalasan bagi Lucia.

Dorr

Dorr

Yvone termundur ke belakang setelah peluru menembus perut dan dada. Tatapannya kosong lalu mengabur. Langkahnya terus mundur hingga kakinya tergelincir dan akhirnya terjatuh.

Yvone merasa tubuhnya melayang sebelum akhirnya menghantam lautan yang dalam.

Byuurrr

Kedua mata Yvone terbuka. Ia masih bisa melihat bagaimana air laut menenggelamkan dirinya. Dan saat itu, ia merasa tidak bisa bergerak. Tubuhnya kaku, namun ia masih berharap untuk hidup.

“Jika aku diberi kesempatan untuk hidup. Aku bersumpah akan membalas mereka semua!”

Di sebuah kamar mewah dengan nuansa gold. Seorang wanita bertubuh gendut tergeletak tak sadarkan diri di atas ranjang king size. Wajahnya pucat, tubuhnya dingin. Sementara selimut bulu tebal menutup sebagian tubuhnya.

Seorang pelayan mendekat dengan penuh rasa takut. Berniat untuk menaikkan selimut untuk menutupi semua bagian tubuh wanita gendut itu hingga sampai kepala.

“Kau yakin dia sudah meninggal?” Seorang pelayan lainnya bertanya.

Pelayan yang sedang hendak meraih selimut itu menoleh. “Bukankah Dokter sudah memastikannya?”

“Bagaimana jika dia tiba-tiba bangun?” goda pelayan itu lagi.

“Jangan membuatku takut. Sebaiknya kau cepat bereskan kamar ini, sebentar lagi jenazah ini akan segera dipindahkan ke bawah untuk dimandikan.”

“Ya, ya baiklah.”

Tepat saat pelayan menutup semua tubuh wanita gemuk itu dengan selimut, tiba-tiba tubuh itu bergerak dan membuat pelayan tersentak.

“Argghhh!” teriak kedua pelayan itu histeris ketika melihat tubuh itu tiba-tiba bangun. Satu di antara mereka bahkan sampai pingsan. Sementara satu pelayan lainnya segera berlari keluar kamar.

“Mayat hidup!”

Wanita gendut itu terduduk sembari menatap heran ke arah sekitar. Ruangan ini sangat asing baginya. Sekali lagi, ia melihat seisi kamar.

“Apa yang terjadi? Kenapa aku…” Yvone membeku sesaat. Mencoba mencerna tragedi yang ia alami saat ini.

Bagaimana ia bisa sampai di kamar mewah ini? Samar-samar Yvone melihat sebuah bayangan. Dengan segera ia meraba tubuhnya, tidak ada luka bekas tembak, tidak ada darah.

Semua utuh.

Hanya saja ada satu hal yang membuat Yvone merasa heran. Ia melihat kesepuluh jarinya yang membesar. “Kenapa jariku jadi jempol semua?” batin Yvone.

Dengan cepat ia menyibak selimut, ia merunduk, tatapannya tertuju pada perut dan kakinya yang terlihat tiga kali lipat lebih besar dari biasanya.

Seketika bola matanya membesar.

“Ada apa dengan diriku?” Yvone melihat sekujur tubuhnya. Gaun tidur longgar yang ia kenakan pun tak dapat menutupi lemak yang menempel di tubuhnya. “Kenapa aku tiba-tiba jadi gendut?”

Yvone sepertinya masih belum mengerti bila jiwanya telah berpindah ke tubuh orang lain. Yvone lantas melompat turun dari atas kasur. Ia merasa tubuhnya menjadi berat. Yvone lantas berjalan menuju ke cermin dan melihat tubuhnya sendiri.

“Astaga!” Yvone menutup mulutnya dengan kedua tangan. Langkahnya mundur ke belakang. “Kenapa tubuhku jadi bengkak begini?” Bukan hanya tubuhnya, tetapi juga wajahnya.

Wajah ini memang cantik, kulitnya putih bersih. Hanya saja semua serba besar. Yvone meraba wajahnya sendiri lalu mencubit pipinya yang gembung. Saat itu ia sadar bahwa tubuh ini bukan miliknya.

Lalu sebuah ingatan muncul saat-saat terakhir ia meregang nyawa. Bayangan wajah Jackson dan Lucia berkelebat. Yvone mengepalkan kedua tangannya.

“Pengkhianat!”

Detik selanjutnya, bayangan muncul dari dalam cermin di hadapannya. Wajah dan tubuh yang sangat mirip dengan dirinya saat ini.

“Selamat datang di keluarga Reinhart, mulai hari ini, kau adalah Nyonya Reihart!”

“Apa? Kau siapa?”

“Mulai sekarang kau adalah Rose. Semua ingatan dalam diriku adalah milikmu. Dan kau harus membalas semua orang-orang yang menyakitiku,” ucap wanita itu.

“Tapi kenapa aku?”

Belum sempat menjawab, sebuah derap langkah kaki terdengar. Yvone menoleh dan melihat seorang pria tampan.

“Rose…kau bangun?”

1
Uthie
bikin cemburu Rose 👍😂
Uthie
Waowww.... Ayooo Rose buktikan sinar dirimu kembali 🤩🤩👍
Uthie
Bagus Rose 🤩👍
Uthie
Lanjuuttttt 💪🤗
Uthie
Semakin menarik disimak 👍👍👍😏
Uthie
Selalu sukkaaaa cerita yg ada kata:
Transmigrasi, Gendut, CEO/Mafia 😁🤩👍👍
Evi 060989
up
Tiara Bella
mending pisah aja rose pernikahan udh gk sehat....mertua sm iparnya jg ky teule semua...Arsen jg ky begitu
Anita Rahayu
Sikat yvone kasi juga obat yg di berikan 3 medusa sebelum cerai biar setres si arsen😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Anita Rahayu
Thor buat yvone kasi kembali obat untuk mertua ipar dan demitnya thor biar arsen pusing nanganin 3 SUMO😈😈😈😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tiara Bella
obat apakah gerangan.....
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
Lyvia
sumpah gemesQ pingin tak cakar2 tu muka mereka, gsa kelamaan yvone kasih pelajaran aj mereka agar bisa menghargaimu apalagi suamimu yg lemah it 🤬🤬🤬
Ma Em
Yvone buat hukuman untuk Mereka yg sdh memecat Sui asisten setiamu , beri hukuman untuk Brighita , Renata begitu si Arsen yg plin plan itu mau saja disetir sama ibu dan adiknya buat mereka menyesal .
Evi 060989
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!