NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:491
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BEBAN YANG LEBIH DARI CUKUP

DAFTAR KARAKTER:

KARAKTER UTAMA

- Pattiwisiana Klobahrgeevinik (Patti) – Protagonis, penuh tekad, awalnya dianggap hanya pembawa barang tapi punya potensi besar

REGU SCARLET BLADES (MANTAN REGU PATTI)

1. Khaertholomeus Zyntheriath von Quorvain – Pemimpin regu, sombong dan merasa paling cerdas

2. Lytherianna Morthwainn Ghaladrielle – Penyerang jarak jauh pakai busur sihir, suka menyindir Patti

3. Thranduilion Barakhiel Dragomirskyi – Tank kuat tapi kurang berpikir, ikut keputusan mayoritas

4. Elenorwynne Faelenathyr Silvervein – Ahli sihir dukungan, merasa kasihan tapi tidak berani melawan

GUILD SSAWF

1. Marthandelion Quixotian Blackthorn – Pemimpin guild, bijaksana tapi ketat terhadap aturan

2. Seraphiniana Xanthe Argentumvale – Penguji tingkat kekuatan guild, teliti namun adil

3. Gorthworgiann Thrain Ironfist – Kepala divisi misi tingkat tinggi, awalnya meragukan tapi akhirnya mendukung Patti

4. Aetherlynn Morvayn Kaelthasar – Penjaga perbatasan kota & anggota divisi intelijen, ramah dan membantu Patti

PENGINAPAN KRISTAL MORTHWAINN

1. Tharvonnian Grymmstone Valerius – Pemilik penginapan, mantan petualang kuat

2. Caelthasarian Lorthwainn Thalassar – Koki & asisten pemilik, ramah dan ahli makanan magis

3. Elenarianna Faelthasyr Moonveil – Penyihir penyembuh di penginapan, memberikan terapi buat Patti

KARAKTER PENDUKUNG LAIN

1. Myrthannianna Thalasariel Vendris – Pemilik kedai makanan, dulunya ahli sihir makanan terbaik benua

2. Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper – Ahli sihir suara, bermain musik di taman dan memberi hadiah buat Patti

 

Di jalur tanah berwarna kemerahan yang mengarah ke Kota Valdris markas besar Guild SSAWF penuh debu terbang bertebaran setiap kali sol sepatu kulit tua Pattiwisiana Klobahrgeevinik menyentuh permukaan jalan. Langkahnya yang seharusnya mantap kini terengah-engah, tubuhnya bergeser ke kanan-kiri seolah akan roboh kapan saja. Di punggungnya, tumpukan barang bawaan terlihat menggelembung besar mulai dari tas kulit penuh biji-bijian dan rempah, kotak kayu bertuliskan simbol besi misterius, hingga gulungan kain tebal yang jadi alas tidur malamnya.

Rambut pirang keperakan yang biasanya rapi kini berantakan tertutup debu, sebagian tertutup helm besi tipis yang sudah mulai berkarat di sudutnya. Bibirnya mengering dan keringat mengalir deras, tapi matanya tetap terpaku pada menara batu tinggi yang menjulang di kejauhan ciri khas Kota Valdris yang jadi penunjuk arah selama tiga hari terakhir.

“Hanya beberapa mil lagi… cukup tahan saja, Patti,” gumamnya dengan suara serak, menggeser tali tas yang mulai menggigilkan bahunya.

Tiga hari yang lalu, tepat di luar desa kecil Florenthia, dia baru saja ditinggalkan oleh regu Scarlet Blades. Saat itu mereka tengah merencanakan ekspedisi ke Hutan Gelap Morghast untuk mencari Bunga Pembebas Jiwa barang berharga yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit misterius yang menyerang penduduk desa. Namun pada malam sebelum perjalanan, Khaertholomeus Zyntheriath von Quorvain si pemimpin regu yang selalu merasa paling pandai sering membuat keputusan tanpa konsultasi sama sekali.

“Kita tidak bisa membawa beban yang tidak berguna, Klobahrgeevinik,” kata pemimpin mereka dengan nada dingin, menyebut nama belakangnya sebagai penghinaan. “Kamu hanya bisa membawa barang bawaan, bukan bertindak sebagai anggota regu. Kita butuh kecepatan, bukan orang yang cuma bisa menguras energi kita.”

Lytherianna Morthwainn Ghaladrielle, penembak busur sihir yang selalu menyindirnya, hanya menyeringai sambil menyisir rambut pirangnya yang panjang. “Benar sekali pemimpin. Dia bahkan nggak bisa ngirim pasokan makanan tepat waktu pas latihan kemarin. Bayangin aja kalau di tengah hutan malah bikin kita terlambat karena terus tersandung.”

Thranduilion Barakhiel Dragomirskyi, tank berbadan besar yang biasanya hanya diam, mengangguk perlahan. “Dia nggak punya peran yang jelas di regu kita. Di medan perang cuma bakal jadi beban yang harus kita lindungi.”

Hanya Elenorwynne Faelenathyr Silvervein, ahli sihir dukungan dengan wajah lembut, yang melihatnya dengan tatapan kasihan. Tapi seperti biasa, dia nggak berani membantah keputusan mayoritas, cuma mengangguk pelan dan berpaling ke arah lain.

Tanpa pilihan lain, Patti harus menerima keputusan itu. Dia nggak bisa berdebat bukan karena lemah hati, tapi karena tahu bahwa tanpa dukungan regu, dia nggak bakal bisa selesaiin ekspedisi sendirian. Tapi dia nggak mau menyerah begitu saja. Dia tahu Bunga Pembebas Jiwa benar-benar ada, dan berjanji pada diri sendiri bahwa satu hari nanti, dia bakal buktiin bahwa dia bisa lebih dari sekadar pembawa barang.

Oleh karena itu, dia memutuskan untuk pergi ke Kota Valdris dan mendaftar langsung ke Guild SSAWF tempat dimana setiap penyihir dan petualang bisa buktiin kemampuannya tanpa harus bergantung pada regu yang nggak menghargainya. Dia bakal jadi solo player yang kuat dan mandiri, tidak akan pernah lagi mau gabung squad sembarangan setelah pengalaman pahit ini.

Saat matahari mulai bergeser ke barat, panasnya semakin menyengat. Kaki kirinya mulai gemetar seolah tidak bisa menahan berat badan dan barang bawaan lagi. Tak lama kemudian, dia tergelincir di atas batu kecil yang tertutup debu, tubuhnya melorot ke depan dan hampir tersungkur. Dengan cepat dia mengulurkan tangan kirinya untuk menahan diri agar tidak jatuh, membuat beberapa kotak kayu di punggungnya bergeser dan mengeluarkan suara kresek yang mengkhawatirkan.

“Tidak bisa… tidak bisa jatuh di sini,” gumamnya dengan gigih, menekan lengan dan punggungnya untuk bangkit kembali. Saat dia mau menyeimbangkan tubuhnya, sebuah kotak kecil terlepas dari tali pengikatnya dan berguling ke arah parit kecil di sisi jalan.

Patti menghela napas frustasi, lalu perlahan melepaskan sebagian beban dari pundaknya ke tanah. Dia berjalan menuju kotak itu, mengambilnya dengan hati-hati dan memeriksa apakah ada yang rusak. Di dalamnya ada kaleng besi kecil yang berisi ramuan penyembuh yang dibuat ibunya sebelum dia pergi itu satu-satunya kenangannya dari rumah.

Saat dia hendak memasang kembali kotak itu, suara kaki menginjak tanah terdengar dari belakang. Dia cepat berbalik, tangan sudah siap meraih gagang pedang pendek di pinggangnya meskipun tahu bahwa pedang itu lebih banyak dipake buat memotong kayu ketimbang bertarung.

Datanglah seorang pria berbadan tegap dengan rambut hitam yang diikat rapi, mengenakan baju besi gelap dengan lambang Guild SSAWF yang jelas terukir di dada simbol sayap besi yang menyelimuti kristal biru. Di tangannya ada tongkat kayu bertuliskan rune kuno yang bersinar samar.

“Sepertinya kamu membutuhkan bantuan, pemuda,” ucap pria itu dengan suara dalam namun ramah. “Nama saya Gorthworgiann Thrain Ironfist sang kepala divisi misi tingkat tinggi di Guild SSAWF.”

Patti terkejut mendengar nama orang itu dia sudah sering denger tentang sosok yang awalnya selalu meragukan calon anggota baru, tapi kemudian bakal kasih kesempatan sama siapa saja yang bisa buktiin kemampuannya. Dia dengan cepat membungkuk sedikit sebagai penghormatan.

“Tuan Gorthworgiann… saya adalah Pattiwisiana Klobahrgeevinik. Saya sedang dalam perjalanan ke kota untuk mendaftar sebagai anggota guild. Dan saya sudah memutuskan nantinya saya akan jadi solo player, tidak akan pernah lagi gabung squad manapun.”

Kepala divisi misi itu mengangkat alisnya, melihat tumpukan barang bawaan yang besar di tanah, kemudian kembali melihat wajah Patti yang penuh tekad. “Mendaftar dengan membawa semua itu? Dan memilih jalan solo? Bukankah kamu bisa lebih mudah kalau bergabung dengan squad lain?”

Patti menggeleng perlahan. “Setelah pengalaman dengan mantan regu saya, Scarlet Blades, saya lebih suka bekerja sendiri. Semua barang ini penting bagi saya ada beberapa buat kelangsungan hidup, dan yang lain… untuk buktiin bahwa saya bisa jadi berguna tanpa harus bergantung pada orang lain.” Dia kemudian cerita secara singkat tentang bagaimana dia ditinggalkan dan janjinya untuk menemukan Bunga Pembebas Jiwa.

Setelah denger cerita itu, Gorthworgiann terdiam sejenak. Kemudian dia tersenyum perlahan senyuman yang jarang terlihat orang lain. “Kamu tahu bukan, pemuda? Banyak orang yang datang ke guild hanya bawa senjata dan kepercayaan diri yang berlebihan. Tapi kamu datang dengan beban yang kamu pilih sendiri, dan tekad yang lebih kuat dari barang bawaanmu itu. Jika kamu memilih jalan solo, guild akan tetap mendukungmu asal kamu bisa buktiin kemampuanmu.”

Sambil bekerja sama mengikat kembali barang bawaan dengan cara yang lebih aman dan seimbang, Gorthworgiann mulai jelasin tentang proses pendaftaran di Guild SSAWF. Dia bilang bahwa pemimpin guild, Marthandelion Quixotian Blackthorn, sangat ketat terhadap aturan kekuatan dan kapasitas anggota baru. Namun dia juga menambah bahwa orang itu selalu menghargai tekad dan ketekunan lebih dari sekadar kekuatan fisik atau kemampuan sihir.

“Selain itu,” lanjut Gorthworgiann saat mereka selesai kerja, “penguji tingkat kekuatan guild Seraphiniana Xanthe Argentumvale ia bukan orang yang mudah terpengaruh sama penampilan luar. Dia bakal ngukur potensi sejati yang ada di dalam dirimu, bukan hanya apa yang kamu bisa tunjukkan sekarang.”

Saat mereka mau melanjutkan perjalanan menuju gerbang kota, sebuah sosok wanita dengan rambut merah keemasan yang terjalin dengan rantai besi kecil muncul dari balik semak-semak tinggi di sisi jalan. Dia mengenakan baju kulit gelap dengan aksen logam yang berkilau, dan di pundaknya terpampang lambang burung elang dengan sayap menyebar.

“Tuan Gorthworgiann… apa kabarmu?” ucapnya dengan nada lembut namun tegas, mata memperhatikan Patti dari atas ke bawah. “Saya adalah Aetherlynn Morvayn Kaelthasar penjaga perbatasan kota dan anggota divisi intelijen Guild SSAWF. Saya lihat ada orang yang bawa beban luar biasa banyak di jalur yang biasanya cuma dilewati pedagang berpengalaman.”

Gorthworgiann mengangguk sebagai penghormatan. “Aetherlynn, ini adalah Pattiwisiana Klobahrgeevinik calon anggota baru yang akan mendaftar ke guild. Dia memilih jalan solo setelah ditinggalkan sama regunya, Scarlet Blades.”

Aetherlynn mendekat dan melihat cermat tali pengikat barang yang baru saja mereka perbaiki. “Keterampilan mengikat barang yang baik… tapi masih bisa lebih baik kalau pake teknik pengikatan dari suku Highland Tharvonian.” Tanpa menunggu izin, dia mengambil beberapa tali tambahan dari kantongnya dan mulai menyesuaikan beberapa bagian dengan gerakan cepat dan presisi. “Saya sering tugas di daerah terpencil, jadi tahu betul pentingnya bawa barang bawaan dengan cara yang aman dan efisien.”

Setelah selesai, dia menatap Patti dengan tatapan penuh penghargaan. “Kamu punya tubuh yang kuat buat bisa bawa semua ini sejauh ini. Tekadmu terlihat jelas di matamu sama kayak waktu saya pertama kali datang ke kota ini beberapa tahun yang lalu. Jika kamu mau, saya bisa membawamu ke Penglapan Kristal Morthwainn tempat penginapan khusus buat calon anggota guild yang punya tujuan tulus. Pemiliknya, Tharvonnian Grymmstone Valerius, adalah mantan anggota guild yang selalu siap membantu mereka yang mau merintis jalan sebagai petualang baik solo maupun dengan squad.”

Patti merasa harapan yang sempat sirna mulai muncul kembali di hatinya. Dia angkat beban yang kini terasa jauh lebih ringan karena teknik pengikatan yang lebih baik, lalu kasih senyuman pertama kalinya sejak ditinggalkan sama regunya. “Terima kasih banyak, Nyonya Aetherlynn… dan Tuan Gorthworgiann. Saya berjanji bahwa saya tidak akan mengecewakan kesempatan yang diberikan kepadaku sebagai solo player yang bisa diandalkan.”

“Kamu tidak perlu berjanji kepada kita, Klobahrgeevinik,” jawab Aetherlynn sambil mulai berjalan ke arah kota di sebelahnya, langkahnya anggun namun tetap bisa menyusul kecepatan Patti. “Yang harus kamu tunjukkan adalah bahwa kamu layak berada di dunia petualangan ini. Sekarang ayo jalan lebih cepat kalau kita sampai sebelum matahari benar-benar terbenam, Tharvonnian mungkin bakal kasih makanan khusus yang bisa bantu pulihin energi tubuhmu sebelum hari esok yang menentukan.”

Dengan langkah yang kini lebih mantap dan hati yang penuh tekad baru sebagai solo player, Patti mengikuti kedua sosok dari Guild SSAWF itu ke arah Kota Valdris. Di kejauhan, menara batu besar itu semakin jelas terlihat, dan di sekelilingnya mulai muncul nyala lilin dari rumah-rumah dan kedai yang siap menyambut malam hari. Beban di punggungnya masih terasa berat, tapi sekarang dia tahu bahwa beban itu bukan hanya beban fisik itu adalah bukti dari perjuangannya dan awal dari petualangan sebagai solo player yang akan buktiin bahwa dia layak disebut sebagai seorang petualang sejati.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!