Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
"Gimana, hasilnya? "
Suara Bariton langsung menghantam indra pendengaran seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Perlahan tapi pasti kepala perempuan itu terangkat hingga pandangan mereka bertemu.
Untuk beberapa saat, suasana dalam kamar tampak Hening dan sedikit mencekam.
" Apa hasilnya, tolong beritahu aku. Jangan buat aku semakin merasa penasaran, " Desak sang suami.
Perlahan tarikan napas berat terdengar, " hasilnya negatif, " balas perempuan itu dengan nada suara pelan.
Ekspresi wajah sang suami seketika berubah, terdengar dengusan kasar dari hidungnya.
" Aku kira hasilnya akan positif, Ternyata Sama aja seperti yang sudah sudah. " Cetus Rangga melengos keluar dari kamar.
Sementara istrinya-Sekar Arunika, tampak terduduk lemas di tepi ranjang. Pasokan udara mendadak menyempit hingga membuat perempuan itu menekan dadanya dengan tangan gemetar.
" Kenapa hasilnya selalu negatif Ya Tuhan? Kenapa engkau belum mempercayakan keturunan pada kami? Padahal kami sudah mendambakan seorang anak sejak 5 tahun lalu, " Rintih Sekar penuh duka.
Sekar Arunika adalah seorang wanita cantik berusia 25 tahun. Wanita itu sudah menantikan keturunan sudah hampir 5 tahun tapi sampai sekarang masih belum diberikan kepercayaan.
Sudah banyak cara dilakukan oleh Sekar untuk mempercepat kehadirannya. Mulai dari cara alternatif sampai cara medis pun sudah dia jalani.
Tapi sampai sekarang perempuan itu masih belum juga mendapatkan tanda-tanda kehadiran sang Buah Hati.
Terbayang wajah kecewa suaminya saat tadi dia mengetahui bahwa hasilnya negatif. Sumpah demi apapun, Sekar merasakan kesakitan yang luar biasa saat melihat tatapan itu.
Perlahan tapi pasti Sekar merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan Perasaan kacau.
" Kumohon hadirkan dia dalam rahimku, sempurnakan keluarga kami ya Tuhan, " rintih segar dengan nada suara lirih.
Tak lama kelopak mata yang memancarkan keteduhan itu perlahan mulai meredup. Dan Seiring berjalannya waktu, suara nafas teratur mulai terdengar.
Pertanda bahwa Sekar sudah masuk ke dalam alam mimpi.
Entah Sudah berapa lama Sekar tertidur, yang jelas perempuan itu terbangun saat sebuah tangan perlahan mulai merayap menjelajahi bagian tubuhnya.
Dan saat Sekar menoleh, matanya sudah bertatapan dengan mata tajam Milik Rangga yang sudah penuh kabut Asmara.
" Aku meminta hak ku malam ini, " Bisik Rangga dengan suara parau.
Sekarang hanya mengangguk pelan, dan membiarkan suaminya melakukan kewajibannya.
Di dalam hati segar selalu berdoa semoga setelah kegiatan mereka ini akan hadir kehidupan di rahimnya.
Setelah selesai Sekar segera menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri sementara Rangga kembali terlelap beserta alam mimpi.
Sejenak pandangan Sekar tertuju pada sang suami yang tampak tertidur pulas.
" hadirlah di rahim ibu sayang, kamu sudah ditunggu-tunggu selama 5 tahun. Jangan membuat kita menunggu terlalu lama, karena Ibu tidak tahu Sampai kapan bisa bertahan. " Bisik Sekar tangga nada sedikit bergetar.
Setelah selesai membersihkan diri, Sekar kembali merebahkan tubuhnya di samping Rangga dan menutupinya dengan selimut tebal ikut berbaur ke dalam alam mimpi.
Jauh dalam lubuk hati Sekar, wanita itu selalu berharap bahwa akan ada kehidupan di rahimnya. wanita itu selalu membayangkan betapa senangnya sang suami jika kabar Bahagia itu segera didapat.
namun sampai pernikahan berusia 5 tahun kabar itu tidak kunjung datang hingga perlahan-lahan membuat percaya diri Sekar menjadi pudar.
Perempuan itu akan sedikit minder jika berhadapan dengan keluarga Rangga.