Perjuangan Sang Benalu
Setiap Pagi rasanya di sekolah berasa indah sekali, menikmati kehidupan remaja yang masih duduk di bangku SMA, yang bisa dibilang masa terindah untuk merasakan yang namanya cinta. Namun semua itu hany
0
0
Cinta Putih Yang Tidak Terbalas (Part 1)
“Aku Mau jadi pacar kamu Adit.” ucap Gita dengan tersenyum. Adit yang mendengarkan penjelasan itu dari Gita sangat senang sekali hingga ingin melompati bumi ini. Kemudian datang seorang pria yang keka
0
0
Cinta Putih Yang Tidak Terbalas (Part 2)
Keesokan harinya Adit datang menjenguk Gita, sambil membawa rangkaian bunga yang sangat indah dan membawa buah yang sangat disukai Gita yaitu buah naga. Dia bertemu dengan Bu Ismi di ruang tunggu samb
0
0
Misteri Penikmat Kopi
Gerimis rinai hujan menyiram bumi, menikmati desau angin membelai dingin wajahnya. Dibalut dengan hangatnya aroma kopi yang diseduh. Namun, tetap saja auranya masih terlihat lusuh. Vey masih terpaku d
0
0
Lelaki Dalam Hujan
Aku berdiri di sudut jendela, kusibak gorden warna hijau tua, pandanganku lurus pada butiran-butiran air yang terus turun membasahi tanah. Seolah menantang langit, mataku tak berkedip menatap awan pek
0
0
Pada Suatu Malam Yang Pekat
Di dalam kamar berukuran 3×3 m2 itu Zeni mengemasi pakaian dan beberapa barang miliknya, tampak kesedihan yang terlihat dari perempuan tiga puluh dua tahun itu, sesekali ia menyeka air matanya sebagai
0
0
Cinta Tak Mengenal Waktu
Pagi hari yang terasa sangat melelahkan ini Widiya menuju sekolah barunya. Tahun ini ia memasuki ajaran baru di jenjang SMA. Widiya belajar mengubah sikap dan sifatnya secara perlahan-lahan. Widiya da
0
0
Ketika Aku Menakdirkanmu
Takdir itu seperti labirin, berbagai kemungkinan bisa terjadi, arusnya pun tak menentu: manis, pahit, senang, atau pun sedih. Tak ada yang bisa menebak akan kemana Takdir itu berujung. Kata sebagian o
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 1)
Panggil aku Jingga. Namaku memang berarti sebuah warna. Warnaku segar namun kadang membakar. Saat pergantian antara siang dan malam di jembatan sore, warnaku terlihat amat memikat karena ia merupakan
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 2)
Aku kembali ke laman instagram Latri, kubuka gambar kami berdua. Aku ingat gambar itu kami abadikan sewaktu kami berlibur ke Karimun Jawa sekitar dua tahun yang lalu. Liburan itu kami lakukan sebagai
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 3)
Perawat berbeda memeriksa tekanan darahku lalu ia juga mengambil darahku, ia mengatakan untuk mengecek kadar HB yang entah maksudnya apa. Kemudian aku dibawa ke ruang rontgen, untuk melihat kondisi lu
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 4)
Rekan kerjaku di kantor datang menjenguk, juga teman-teman lain yang kutahu memiliki simpati yang begitu besar dan tulus. Sulatri alias Latri juga menyempatkan diri untuk datang, ia marah-marah karena
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 5)
“Jingga”, ia mendekat. Aku bersiap memukulnya dengan buket di tanganku. Ia tersenyum, dipikirnya aku tengah mengajaknya bernostalgia. “Kamu ingat sewaktu kamu membaca komik dan aku…”. “Diam!” ujarku.
0
0
Teman Masa Kecil (Part 1)
Banyak orang bilang bahwa menjadi orang kaya itu enak. Tapi tidak denganku, siswi SMA kelas 3 yang sebentar lagi akan lulus. Aku, Nadiya, seorang perempuan anak tunggal dari kedua orangtua yang sangat
0
0
Teman Masa Kecil (Part 2)
Ini hari minggu, pagi yang cerah tampak dari jendela kamarku Indra menungguku di depan pintu sambil mengetuknya. “Masuk aja Ndra” seruku. Seperti biasa Indra sangat pengertian, dia menyiapkanku bubur
0
0
Antara Surya, Rembulan dan Perpisahan (Part 1)
Langit pagi ini tak secerah biasanya. Awan pekat terlihat menutupi sinar sang surya, menyebabkan seorang gadis yang tengah berjalan santai harus mempercepat langkah kakinya. Takut takut hujan turun da
0
0
Dari Ujung Pandang ke Makassar
Ujung Pandang sebuah tempat romansa kita hidup berkisah, aku berusaha menemuimu diantara riuhnya kota ini yang sekarang suduh berkembang pesat. Tampak beda saat dulu dimana kita selalu mendapati satu
0
0
Basa Basi Penyelamat Jiwa
Setelah tiba, Aku berjalan di jembatan yang dipenuhi kawula muda. Sebagian berkumpul bersama, ada juga yang berpacaran; semua penuh suka cita dan canda tawa. Kulewati perlahan, sesekali mereka memperh
0
0
Gadis Pendiam yang Sering Menyesal
Dahulu kala, hiduplah seorang anak perempuan yang cantik jelita. Dia adalah seorang anak dari saudagar kaya. Rumahnya pun juga berdekatan dengan istana, bahkan, ia selalu bertemu dengan pangeran dan r
0
0
Antara Surya, Rembulan dan Perpisahan (Part 2)
Dilihatnya Wulan kembali. Gadis itu terlihat semakin cantik setelah menggunakan kalung pemberian darinya. “Suka?” “Suka banget Surya. Makasih ya.” Lagi lagi, surya menampilkan senyumnya. Dia meraih ta
0
0