Perkenalan
Pagi itu, tampak sosok lelaki bertubuh agak gelap duduk di bangku kayu ruang tamu menghadap ke arah Lukisan Pohon Kaktus. Melamun seperti jatuh di sebuah lorong yang sunyi, menandakan adanya sedikit b
0
0
Yang Tak Terduga (Part 1)
Kata orang, mawar putih itu simbol ketulusan, kesucian, kemurnian, spiritualitas, dan simpati. Mawar putih juga mempunyai makna yang mirip dengan mawar merah, yaitu simbol cinta sejati. Oleh karena it
0
0
Yang Tak Terduga (Part 2)
Malam harinya saat aku duduk termenung di atas tempat tidurku, Mas Rian mengetuk pintu kamarku. Aku pun bergegas bangun untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka, Mas Rian sudah berdiri di depanku. S
0
0
Jia Li
Nyaris tak ada yang berubah. Desa kecil ini masih sama setelah kutinggalkan bertahun-tahun lamanya. Seperti napak tilas dari masa itu, akhirnya aku kembali dengan membawa sekelumit cerita yang baru ta
0
0
Si Angkuh Jatuh Cinta
Radu membanting ranselnya ke meja ketika baru saja ia datang ke kelas. Kemudian ia melangkahkan kaki dan langsung duduk di depan Lyla yang memutar bola matanya malas. Radu membolak-balikkan lembar buk
0
0
Cinta dan Secangkir Kopi
Aroma kopi yang semerbak dipagi hari membuat siapa saja yang melewati cafe itu akan tergoda. Terlihat jalanan kota yang mulai ramai. Banyak manusia yang berlalu lalang dan memulai pagi dengan kesibuka
0
0
Perjalanan Rasa
Kring… kring… Suara ponsel genggam Vita berdering dan membuat dia sedikit terkejut seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya di layar ponsel “Kak Yana? Mau apa yah dia menelfonku?” Ujarnya dalam h
0
0
Cinta Lama Belum Kelar (Part 1)
Gina memekik senang ketika atasannya mengabarkan bahwa kliennya meminta bertemu untuk membicarakan kerja sama mereka. Dan Gina, ditunjuk untuk menemui mereka di Kafe Panorama satu jam lagi. Segala ber
0
0
Bulan Tampak Indah Malam ini (Part 1)
Aku melangkah keluar dari supermarket dengan sekantung makanan bergelantung di tangan kananku. Aneh sekali, padahal sudah malam tapi udara masih hangat. Aku berjalan melewati lorong, tanpa lampu jalan
0
0
A Special Secret Admirer (Part 2)
Satu minggu kemudian adalah hari ujian akhir semester di kampusku. Ujian dilakukan serentak satu kampus ditanggal yang sama. Ujian untuk jurusanku dilaksanakan selama satu minggu dengan 2 mata kuliah
0
0
Cinta Lama Belum Kelar (Part 2)
“Selamat pa—!” Belum lengkap menyapa semua orang, Gina dikejutkan dengan kehadiran seseorang. Ari sudah duduk manis di meja makan tepat di samping kursi yang biasa Gina duduki, dan itu satu-satunya ku
0
0
A Special Secret Admirer (Part 1)
Awal pertemuan kami memang tidak disengaja. Mata yang beberapakali saling bertemu, namun bibir terbungkam erat hingga tak ada satu kata yang mampu kuucap. Memperhatikan setiap ucapanmu dengan semangat
0
0
Bulan Tampak Indah Malam ini (Part 2)
Dalam sekejap ia kembali dengan sebuah teleskop bintang melingkar di lengannya. Ia memasang dudukan teleskopnya lalu menyetel kiri dan kanan. “Ini silakan.” Ia mempersilahkanku melihat teleskopnya. Se
0
0
The Best
Hujan baru saja reda dan menyisakan hawa dingin yang kusukai. Boulevard Ijen perlahan dipadati lagi lalu lalang mobil dan motor orang-orang masih beraktivitas. Di depan museum Brawijaya aku menepi dan
0
0
Sesaat Tak Bersamamu
Drttt… drttt… drttt… Tangan Marsya meraba-raba kasur, mencari sumber suara HP yang bergetar. Setelah ia mendapatkannya, matanya terbelalak melihat pesan whatsapp dari benda persegi panjang tersebut. “
0
0
Phone Ringing That Night (Part 1)
Hari ini merupakan hari yang membahagiakan bagiku. Pasalnya, aku akan menjalani libur panjang karena aku baru saja lulus dari jenjang Sekolah Menengah Pertama. Hal yang pertama harus aku lakukan adala
0
0
Cinta Kilat
Perjalanan Surabaya-Malang terasa singkat sekali ketika di sebelahku duduk seorang gadis cantik. Dia menjadi teman perjalanan yang asyik bagiku sejak bus patas yang kutumpangi berangkat dari terminal
0
0
Aku Cemburu Pada Gelas yang Setiap Saat Menyentuh Bibirmu
Pukul 15.00 sore aku menelusuri sebuah lorong kecil. Kesepian di lorong itu membuat aku tercekam. Dalam benakku, aku selalu berharap agar bisa berjumpa dengan Sovia, kekasihku. Aku terus melangkah, da
0
0
Hadiah Terindah Bumi
Sudah tiga puluh menit kurang dua detik aku terduduk bersama arabikaku yang kian mendingin. Selain karena sentuhan air conditioner di kafe ini, mungkin juga karena waktu yang sudah seharusnya membuat
0
0
Melepaskan Segala Siksaan Rindu yang Membelenggu Dirimu di Kota Seribu Gereja
Jarak bukan lagi hal yang menjadi penghalang bagi kita yang masih bergejolak pada asmara. Di awal September lalu kita terpaksa berlabuh di kejauhan. Engkau berusaha meraih mimpi di kota seribu Gereja,
0
0